Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Pertemuan pertama



"Bibi Zou keluar dan istirahatlah bersama paman Zou. Aku akan beristirahat, ah dan juga beri papan atau apapun agar tidak ada seseorang yang masuk kedalam kediaman ku," katanya sambil berbaring.


Bibi Zou menganggukkan kepala dan membungkukkan badannya "Baik nona," katanya kemudian berjalan keluar kamar Feng May.


Setelah bibi Zou keluar dari kamarnya, ia segera bangun terduduk dari tidurnya. Ia bangkit turun dari ranjang, dan berjalan kearah lemari. Ia membukanya dan mengambil pakaian pria yang berwarna serba hitam sekaligus cadar.


Setelah berpakaian ia membuka jendela dan melesat pergi keluar kediaman keluarga Feng. "Aku harus bertindak hati-hati. Saat ini tujuan utamaku adalah hutan suci," katanya lirih. Setelahnya ia kembali melesat kearah utara.


Setelah 2 jam perjalanan tanpa henti. Ia menengok Kana dan kiri mencari-cari bahan obat untuk menambah daya tahan tubuhnya sekaligus melunturkan racun yang bersarang dalam dirinya.


...Beberapa saat kemudian...


Feng May berhasil menemukan beberapa tanaman herbal. "Kurang bunga cahaya ungu. Biasanya bunga tersebut tumbuh di pinggiran sungai. Aku harus mencari sungai didekat sini," gumamnya.


Ia kemudian berjalan menyusuri hutan sampai telinganya mendengar suara aliran sir mengalir "Sepertinya disana ada sungai," gumamnya sambil berjalan kearah yang didengarnya.


Setelah berjalan beberapa menit akhirnya ia sampai disebuah sungai, ia melihat beberapa orang juga berada disana. Mereka terlihat membawa bunga cahaya ungu. "Tunggu tuan," teriaknya sembari berlari kecil menghampiri orang-orang itu.


Orang-orang tersebut menoleh kearah belakang saat mendengar seseorang memanggil mereka. Setelah Feng May sampai dihadapan mereka ia mengambil nafas panjang kemudian menghembuskannya secara perlahan.


"Hufh... Haah tuan bisakah anda memberikan bunga cahaya ungu itu padaku aku akan memberikan yang kalian inginkan asalkan memberikan bunga itu kepada ku," pintanya. "Kami mencari ini untuk tuan muda kami," kata salah satu dari mereka.


"Aku seorang tabib tuan. Apakah anda bisa menyebutkan gejala penyakitnya? Aku akan berusaha membantu asalkan bunga itu diberikan kepada ku," katanya. Mereka saling pandang "Apakah nona yakin mampu menyembuhkan tuan muda kami? Jika mampu maka aku akan memberikan tanaman ini untuk anda," katanya.


"Baiklah kalau begitu bisakah anda menunjukkan dimana tempatnya tuan muda kalian berada saat ini?," tanyanya. "Baiklah silahkan ikuti kami nona," katanya sambil mempersilahkan Feng May.


Feng May berjalan ditengah-tengah orang-orang itu. Mereka berhenti disebuah rumah sederhana yang ada ditengah-tengah hutan. Salah satu dari mereka membuka pintu dan diatas pembaringan ada seorang pria tampan sedang tertidur.


"Apakah dia adalah tuan muda kalian?," tanyanya memastikan dan dijawab anggukan oleh orang tersebut "benar nona dia adalah tuan muda kami,"


"Bagaimana bisa ia jadi seperti ini? Sepertinya ia tidak ada penyakit tetapi racun," ungkapnya setelah mengamati tubuh pemuda tersebut. "Benar nona tuan muda memang terkena racun. Beberapa hari yang lalu ada sekelompok orang yang berniat membunuh tuan muda. Mereka menambahkan panah beracun dan saat itu tuan muda sedang lengah jadi anak panah tersebut mengenai bagian dadanya," ungkapnya menjelaskan panjang lebar kepada Feng May.


"Tu...tuan tenanglah dia adalah tabib yang akan memeriksa tuan muda," kata salah satu dari pengawal tersebut. Feng May yang ditatap dingin itu hanya diam saja kemudian ia menghempaskan tangan pemuda itu. "Tuan aku hanya akan memeriksa mu kemudian mengobati lukamu dan terakhir aku pulang kerumah ku," katanya.


"Apa yang kau inginkan?," tanyanya dengan tatapan setajam silet. "Aku menginginkan bunga cahaya ungu, dan aku berjanji kepada mereka akan mengobati mu untuk mendapatkan tanaman itu," katanya dengan tatapan tak kalah tajam.


"heh benar-benar baiklah kau periksalah lukaku ini," perintahnya sambil membaringkan tubuhnya. "Apa yang terjadi dengan orang ini apa jangan-jangan dia masokis ya. Hah tidak-tidak jangan suuzon tidak baik," katanya dalam hati sambil menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Semua orang yang ada didalam ruangan itu menatap bingung kearah Feng May.


"Aku akan memeriksa racunnya lebih dulu dengan menekan titik akupuntur. Jadi aku akan mengetahui seberapa jauh racun itu merambat menggerogoti tubuh mu," katanya sambil mengeluarkan jarum perak dari dalam cincin ruang.


Cincin ruang tersebut adalah pemberian dari kakaknya Zou Jing. Semua bahan herbal yang ia kumpulkan tadi ia taruh didalam cincin ruang. ukuran didalam cincin ruang miliknya.


Ia mengambil jarum tersebut dan menancapkan ya dititik-titik akupuntur.


1 setengah jam kemudian...


Feng May menyeka keringat didahinya. Ia menghembuskan nafas lega "Aku sudah mengeluarkan racunnya, tetapi racun itu belum bersih jadi aku akan meresepkan obat untuk tuan muda mu untuk membersihkan sisa racun ditubuhnya. Dan aku juga akan pergi saat tuan muda mu sudah sadar dan setelah aku memastikan bahwa ia baik-baik saja," katanya sambil menulis resep obat.


"Ini carilah bahan obat ini dan rebus selama 1 jam kemudian minumkan saat masih hangat," katanya sambil menyerahkan resep yang telah ditulisnya. "Baiklah nona saya akan meminta salah seorang prajurit untuk mencari kemudian merebusnya," katanya sambil meminta salah seorang prajurit untuk mencari bahan obat tersebut. "Oh ya nona ini adalah bunga cahaya ungu yang anda inginkan," lanjutnya.


"hmm," jawabnya sambil mengambil bahan obat yang ia perlukan. "Aku akan pergi kebelakang untuk merebus bahan obat ini untukku," katanya dan ia segera pergi ke halaman belakang rumah tersebut setelah mendapat anggukan dari prajurit tersebut.


30 menit kemudian ia telah selesai meminum obat tersebut, ia hanya tinggal menyalurkan obat yang telah diminumnya ketitik merindiannya. Ia memusatkan konsentrasi dan bermeditasi selama 2 jam.


Didalam ruangan...


Tuan muda itu telah membuka matanya ia mengerjap-ngerjap berulang kali "tuan muda anda sudah sadar?," tanya kepala pengawalnya. "en dimana gadis itu?," tanyanya saat ia tidak melihat gadis itu dimana pun didalam ruangan tersebut.


"tabib itu berada dihalaman belakang, ia bilang bahwa ia akan merebus obat untuk dirinya," jawabnya. "Apa gadis itu sakit?," tanyanya sambil duduk dengan dibantu kepala pengawal. "Saya tidak tahu tuan muda," jawabnya ",hmm baiklah kalau begitu. Susah berapa lama ia disana?," tanyanya lagi. "Sudah 2 jam tuan muda," jawabnya dan dibalas anggukan kepala oleh tuan mudanya.


Tak berapa lama kemudian seseorang membawakan semangkuk obat dan memberikannya kepada kepala pengawal. Kepala pengawal menerimanya "Tuan muda obat ini telah diresepkan oleh tabib tersebut untuk anda minum saat anda sudah sadar," katanya sambil menyerahkan mangkuk obat tersebut ketangan tuan mudanya.