
"Barang selanjutnya adalah sebuah baju zirah dengan perisai perak. Ini adalah barang peninggalan pada zaman reruntuhan kuno," ucap pembawa acara.
Feng May memandang kearah baju zirah itu dan menghentikan tangan Feng Gu saat ingin menawar baju zirah tersebut. Feng Gu memandang bingung kearah adiknya itu.
"Ada apa?," tanyanya.
"Lihat baik-baik baju zirah itu kak! Jangan langsung menawarnya," ucap Feng May dengan tenang.
Feng Gu dan Zou Jing kemudian menggunakan kekuatan spiritual yang dipusatkan Dimata sehingga membuat penglihatan mereka menajam. Zou Jing dan Feng Gu melihat dengan seksama baju zirah tersebut dan menemukan kecacatan dari pakaian tersebut.
"Benar juga baju zirah tidak terbuat perak asli kemungkinan baju zirah tersebut telah bercampur dengan perak lain dan tembaga," ucap Zou Jing.
"Jika itu masih barang penemuan kemungkinan terbesarnya adalah baju zirah tersebut sangat lusuh dan seharusnya ada sesuatu yang tersembunyi dari baju zirah tersebut. Tapi karena telah adanya campur tangan untuk memperbaiki zirah tersebut maka baju zirah tersebut tidak lebih dari baju zirah milik prajurit biasa," jelas Feng May.
"Kau sepertinya sangat tahu tentang hal itu May'er," ucap Feng Gu.
"Iya, dan lagi untuk mengetahui kecacatan sebuah benda dari jarak yang cukup jauh harus menggunakan kekuatan spiritual untuk mempertajam penglihatan mata. Sedangkan kau sama sekali tidak bisa menyerap kekuatan langit dan bumi," ucap Zou Jing.
"Aku menggunakan insting ku sangat kuat," ucap Feng May tenang agar tidak dicurigai.
Bahkan jika itu adalah kakaknya, Feng May masih harus tetap menyembunyikan kekuatannya dan mengantisipasi akan hal-hal yang tidak diinginkan.
"Ohh…," ucap Feng Gu dan Zou Jing bersamaan sambil manggut-manggut.
Mereka kembali fokus pada pelelangan, dan Feng Gu tidak jadi membeli baju zirah yang sebelumnya menarik perhatiannya.
Beberapa saat kemudian...
"Para hadirin sekalian barang lelang selanjutnya adalah pil obat kelas menengah," ucap pembawa acara.
"Luar biasa! belum pernah ada alkimia level menengah dikerajaan Langit,"
"Benar sungguh harta karun! Tidak sia-sia aku datang dan hanya duduk melihat barang akhir,"
"Hahaha pil obat ini aku akan mendapatkannya,"
Begitulah komentar dari para pengunjung lelang.
"Pil obat ini adalah pil obat gas beku yang dapat membantu kalian untuk menembus tingkatan selanjutnya dan pil obat ini sama sekali tanpa efek samping,"
"Harga awal pil obat ini adalah 5000 tael emas," ucap pembawa acara.
"5.500," teriak seseorang dari kursi belakang lantai 1.
"6000," teriak seseorang dari lantai 2.
"8000," teriak seseorang dari ruangan VIP.
"Sepertinya banyak yang menginginkan pil obat itu," ucap Zou Jing.
"Tentu saja bukankah itu pil obat tingkat menengah yang dapat meningkatkan kekuatan tanpa ada efek samping," ucap Feng Gu.
Feng May hanya diam saja dan memperhatikan pelelangan tanpa banyak bicara seperti biasanya.
"Sepertinya akan ada sesuatu yang mengejutkan sampai-sampai kepala keluarga disetiap keluarga bahkan keluarga kerajaan juga datang kepelelangan," gumam Feng May dalam hati.
Ia sangat penasaran dengan apa yang akan ditunjukkan oleh pihak pelelangan.
"May'er kenapa kau hanya diam saja?," ucap Zou Jing.
"Jangan memancing emosi adik kecil kita ini," ucap Feng Gu sambil menoyor kepala Zou Jing.
Feng May menoleh kearah mereka dan kemudian kembali menoleh kedepan.
"Apakah tidak ada pagi yang akan menawar pil obat gas beku ini?," 5anya pembawa acara.
"15.000 pertama, 15.000 ke-2…," ucap pembawa acara.
"Sialan siapa itu yang berani menginginkan barang yang ku inginkan," ucap seseorang yang menawar 15.000 tael emas.
"Maaf kak aku sangat membutuhkan pil obat gas beku ini," ucap gadis itu sambil keluar dari tirai.
"Wahh ternyata gadis tercantik kekaisaran,"
"Iya,"
"Ah ternyata adik Chu Xie. Baiklah kalau begitu ambillah untukmu," ucap pemuda itu.
"Terima kasih kakak," ucap perempuan yang dipanggil Chu Xie tersebut.
"20.000 pertama… 20.000 ke-2…," teriak pembawa acara.
"25.000," teriak seorang pemuda diruang VIP 14.
Chu Xie terlihat kesal ia mengepalkan tangannya.
"30.000," teriaknya.
"35.000,"
"Siapa yang berani tawar menawar dengan ku hah," teriak Chu Xie.
"40.000," ucap pemuda itu lagi.
"50.000," teriak Chu Xie.
Kemudian pemuda itu diam saja dan tidak membalas lagi tawaran dari Chu Xie.
"50.000 pertama... 50.000 ke-2... 50.000 ke-3... Selamat untuk nona Chu Xie berhasil mendapatkan pil obat tingkat menengah ini," ucap pembawa acara.
Diruang VIP 14...
"Aku penasaran dengan orang yang menjual pil obat tingkat menengah itu apalagi itu adalah pil tingkat 6," ucap seorang pemuda.
"Aku rasa kita tidak akan mungkin menemukan identitas orang itu bahkan jika mengerahkan seluruh pasukan informan sekalipun," ucap pria dihadapannya.
"Apa kau sudah menemukan tentang nona ke-3 keluarga Feng itu?," tanyanya mengalihkan pembicaraan.
"Yah. Dia adalah aib keluarga Feng. Terlahir dari seorang selir dari kekaisaran awan. Lalu ia juga sama sekali tidak memiliki bakat ataupun talenta yang dapat dipamerkan, ia juga sama sekali tidak bisa berlatih bela diri. Dan yah kau lihat seorang gadis yang tengah duduk tenang didalam ruangan VIP 6 bersama dengan tuan muda Feng dan Zou. Dia adalah Feng May nona ke-3 keluarga Feng," ucapnya sambil menunjuk kearah Feng May.
Feng May yang merasa dipandangi menolehkan padangan matanya dan menatap kearah 2 orang pemuda yang menatapnya.
"Apa kau yakin bahwa gadis itu sama sekali tidak bisa bela diri dan menyerap inti langit dan bumi?," tanyanya.
"Informan ku mengatakan seperti itu dan juga banyak sekali rumor yang mengatakan tentang nona ke-3 keluarga Feng yang merupakan aib bagi keluarga Feng itu," jelasnya.
"Tapi ia menyadari bahwa kita tengah memandang kearahnya hanya sepersekian detik saat kita memandangnya," ucap pemuda itu.
"Aku juga tidak tahu tentang hal itu," ucapnya.
"Aku akan mencari informasi tentang nona ke-3 keluarga Feng lagi nanti dengan mengerahkan seluruh orang ku," ucapnya lagi.
"Yah aku percayakan padamu," kata pemuda dihadapannya.
Diruang VIP 6...
"Ada apa May'er?" tanya Feng Gu saat menatap Feng May yang tengah memandangi ruang VIP 14.
"Tidak apa kak aku hanya ingin melihat siapa orang diruang itu," ucap Feng May sambil menunjuk ruangan VIP 14.
"Mungkin bangsawan atau orang kerajaan," ucap Zou Jing.
"Bukankah para pangeran dan putri ke-13 ada di ruangan disisi sebelah sana," ucap Feng May sambil menunjuk kearah ruangan yang ditempati oleh pangeran dan putri.