Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Kita beri nama dia Tuzi



“kak!” Semua pasang mata menoleh kearah Feng May yang sudah bersiap-siap dan menggendong hewan spiritual. Feng May menatap kearah mereka semua dan mengerjapkan mata beberapa kali “kenapa menatap ku seperti itu?” Tanyanya.


“Kau memanggil siapa?” Tanya Zou Jing. “Bukan aku yang memanggil kalian tapi hewan kecil ini, sepertinya dia merindukan kakak Gu!” Ucap Feng May sambil menunjukkan hewan kecil digendongannya. Feng Gu merentangkan kedua tangannya dan hewan kecil itu langsung melompat ke dalam pelukannya.


“Kau ingin memberinya nama siapa? Tidak mungkin kita memanggilnya hewan spirit atau hewan kecil!” ucap Zou Jing sambil menatap kearah hewan kecil digendongan Feng Gu.


“bagaimana menurutmu may’er?” tanyanya. “hmm ... Warnanya putih dan dia seperti seekor kucing namun memiliki bentuk telinga seperti rubah bagaimana kalau menamainya Tuzi?” ucapnya.


Zou Jing langsung melemparkan batu kecil yang ada disampingnya dan mengenai kepala Feng May sampai gadis itu mengadu kesakitan dan mengusap kepalanya. “ngajak berantem ni anak!” ucapnya.


“lagi pula bagaimana ceritanya, hewan ini kau bilang seperti kucing dan memiliki bentuk telinga seperti rubah tapi kau menamainya Tuzi (kelinci)” ucap Angela.


“aku kan hanya memberikan usulan, untuk apa mengomel seperti aku membuat kesalahan besar!” ucap Feng May santai.


“sudah tidak masalah kan namanya Tuzi toh dia sepertinya menyukainya!” ucap Feng Gu dan memperlihatkan Tuzi yang tersenyum senang. “nah lihatkan hewan kecil itu saja suka dengan nama yang aku kasih kok kalian protes!” ucap Feng May.


“apa yang kalian lakukan? Kita harus segera berangkat dan menyusul semua murid akademi Langit!” ucap Zhi Shen. Semua pasang mata menatap kearahnya “kenapa?” tanyanya. “tidak apa-apa!” jawab Feng May.


“Apa kau sudah mengetahui tempat murid-murid akademi Langit kita?” tanya Zou Jing. Zhi Shen menganggukkan kepalanya “yah aku sudah mengetahuinya!” jawabnya. “ya sudah kalau begitu kita bergerak sekarang!” ajak Feng Gu sambil berdiri dari tempatnya duduk.


Setelah itu mereka ber-4 berpamitan dengan Agon dan Angela, Feng May juga meminta agar Agon kembali ke tempatnya dan mengawasi semua wilayah yang ada di dunia spirit agar tidak terjadi hal seperti ini lagi selama Feng May dan Zhi Shen menyelidiki orang-orang dari dunia kegelapan.


“kalian berhati-hatilah jika menyelidiki identitas orang-orang dari dunia kegelapan! Karena mereka sama sekali tidak akan mentoleransi orang-orang yang berusaha mencari tahu identitas mereka, Dan kudengar mereka juga memiliki anggota yang dibuat khusus untuk membunuh orang-orang yang memiliki niat untuk menyelidiki mereka dan mengungkap identitas mereka!” ucap Agon.


“tenang saja, kami akan baik-baik saja! Kau lah yang harusnya berhati-hati karena mereka tidak mungkin menyerah dalam menguasai dunia spirit. Jika kau memiliki sesuatu yang mendesak dan memerlukan bantuan kami maka kau bisa langsung hubungi kami!” ucap Feng May.


Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan, Agon menatap mereka sampai bayangan 4 orang itu tidak terlihat. “kak bagaimana bisa wanita itu menjadi ratu dunia spirit? Kan kakak yang selalu menjaga dan memimpin di tempat ini, kenapa malah dia yang menjadi ratu nya?” tanya Angela.


Agon menatap kearahnya “kau tidak akan mengerti apapun Angela! Aku adalah penjaga disini bukan pemimpin, tugas ku adalah menjaga dan memimpin jika ratu tidak ada ditempat!” ucap Agon.


“tapi kakak kan bisa memimpin dunia spirit dan menjadi raja di tempat ini, dan aku yakin pasti banyak yang setuju. Kenapa malah saat wanita itu datang kakak menyerahkan semua hal yang seharusnya menjadi milik mu kepadanya!” ucapnya.


Agon menatap tajam kearah Angela “jangan keterlaluan Angela hanya karena tingkatan mu lebih tinggi dibandingkan dengan ratu, karena sampai kapanpun kau bukanlah siapa-siapa di dunia ini! Dan aku akan terus menjadi penjaga tempat ini berserta dengan keturunan yang memiliki kemampuan dan takdir khusus!” ucapnya setelah itu ia meninggal Angela sendirian ditempat tersebut.


“kau salah! Justru dengan kau menghasutnya untuk menjadi pemimpin di dunia spirit yang artinya dengan memberontak dengan takdir dan kehendak dewa. Yang akhirnya akan membuatnya menyesal seumur hidupnya, seperti leluhurnya dulu! Jika kau tidak tahu apa-apa sebaiknya diam saja, karena dengan kau diam maka kau sudah memberikan bantuan besar kepadanya!” ucap orang yang tiba-tiba datang dan berbicara dengan Angela.


Angela menoleh dan menatap tajam kearah orang tersebut.


Di sisi lain ...


“dimana sebenarnya keberadaan anak-anak akademi Langit? Kenapa kita tidak segera bisa merasakan hawa mereka?” ucap Zou Jing. “apa ada masalah saat kau melacak keberadaan mereka semua?” lanjutnya kearah Zhi Shen.


“aku tidak salah, arahnya memang disini! Hanya saja tempat berkumpulnya mereka aku tidak jelas ditambah seperti banyak yang terluka diantara mereka!” balas Zhi Shen.


Feng Gu menatap kearah Zhi Shen “apa kau mengetahui detail bagaimana mereka terluka?” tanyanya. Zhi Shen hanya mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban “tidak tahu! Coba kau tanyakan pada Tuzi apa dia merasakan hawa keberadaan murid-murid akademi!” Ucapnya.


Feng Gu menatap kearah Tuzi “Tuzi apa kau bisa menunjukkan tempat dimana anak-anak akademi Langit kami berkumpul?” ucapnya. Mata bulat Tuzi menatap kearah Feng Gu kemudian menganggukkan kepalanya, setelah itu Tuzi melompat turun dari gendongan Tuzi dan berjalan di depan mereka. Mereka pun mengikuti langkah Tuzi.


Beberapa saat kemudian mereka sudah bertemu dengan murid-murid akademi Langit. Mereka semua sangat senang saat bertemu dengan Feng Gu dan Zou Jing.


“Apa kalian baik-baik saja?” tanya Feng Gu. “maaf kak Feng kami kalah saat melawan orang-orang dari akademi batu!” ucap salah satu dari mereka.


“nah makanlah untuk mengobati luka kalian dan setelah ini kalian berlatihlah dan beristirahat. Setelah kalian pulih baru kita akan melanjutkan perjalanan!” ucap Feng May sambil menyerahkan sebuah pil obat.


“Terima kasih nona!” ucapnya dan dibalas anggukan kepala oleh Feng May.


“kalian semua beristirahatlah dengan tenang kami yang akan menjaga kalian!” ucap Feng Gu dan dianggukki oleh semua murid akademi.


Setelah itu mereka pun berjaga-jaga, hanya 3 laki-laki yang berjaga-jaga. Feng May sudah menjelajahi daerah sekitar dan mengambil beberapa bahan herbal yang akan dia tanam di dalam ruang dimensinya. Selain berjaga, ke-3 laki-laki itu juga mengawasi Feng May dengan ketat.


“sebenarnya untuk apa dia mengambil tanaman di dunia spirit?” batin Zhi Shen sambil menatap Feng May yang sangat gembira ketika menemukan tanaman yang tidak ada di dimensi ruang miliknya.


“Dia senang sekali hanya karena memungut sebuah rumput!” ucap Zou Jing.


“ku rasa itu bukan rumput biasa!” ucap Zhi Shen.