
"Apa yang kalian bisikan itu?" tanya ketua perguruan gunung barat.
"Aku hanya tidak suka dengan sikap tidak tahu malunya nona Lu tersebut guru!" ucap Zou Jing ceplas-ceplos.
Feng Gu langsung menginjak kaki Zou Jing sampai membuat pemuda berteriak kesakitan. Saat mata Zou Jing bersinggungan dengan mata tajam Feng Gu, langsung membuat Zou Jing diam tanpa berani melihat ke arah Feng Gu.
"Apa yang kalian lakukan sekarang?" tanya ketua perguruan gunung barat.
"Tidak ada ketua perguruan! Aku hanya meminta agar Zou Jing tidak berbicara omong kosong," ucap Feng Gu.
"Sepertinya Zou Jing takut dengan tatapan mata mu! Dan kau memelototi Zou Jing seperti mengancamnya bukan memberi peringatan," ucap ketua akademi.
"Mungkin penglihatan anda bermasalah guru karena anda sudah tua," ucap Feng Gu tanpa dosa.
"Kau ini benar-benar murid tidak tahu diri ya," ucap ketua akademi sambil mencebikkan bibirnya.
"Terima kasih atas pujian anda guru," ucap Feng Gu santai.
Ketua akademi hanya mencebikkan bibirnya melihat sikap Feng Gu yang terkadang dapat begitu kurang ajar padanya.
"Aku harus menghukum murid kurang ajar ini nanti," batin ketua akademi sambil didalam otaknya sudah tersimpan begitu banyak hukuman yang akan diberikan olehnya untuk Feng Gu.
Disisi lain...
Wanita yang dipanggil nona Lu pergi kembali ke perguruan samudera biru untuk menemui gurunya. Sesampainya ditempat gurunya ia memberi hormat terlebih dahulu.
"Salam hormat untuk guru," ucapnya sambil membungkukkan badannya.
"Ada apa kau kemari? Bukankah aku sudah bilang agar memperlakukan murid-murid yang aku bawa dengan ketulusan dan juga ramah! Kau malah membuatnya masuk kedalam perguruan terbelakang karena sikap arogan mu itu!" ucap pria tua tersebut.
"Aku tida tahu jika dia memiliki bakat yang sangat hebat guru," ucap wanita itu.
Pria tua tersebut tidak terima dengan alasan muridnya, ia menampar pipi nona Lu tersebut sampai wanita tersebut terjatuh kelantai.
"Kau sungguh tidak berguna! Dan kau masih berharap untuk menjadi nyonya akademi," teriak pria tua itu geram.
"Kau hanya memiliki sikap arogan dan hanya dapat menjadi beban untuk perguruan saja! Jika bukan karena ayahmu yang berjasa kepada akademi Langit ini aku bisa pastikan bahkan kau tidak akan bisa masuk kedalam akademi bahkan melewati gerbangnya saja kau tidak akan bisa!" teriak pria tua itu.
"Guru aku bisa menggunakan kekuasaan ayahku dan juga jasanya untuk mengikat pewaris ketua akademi!" ucap wanita itu dengan tatapan angkuh seperti biasanya.
Pria tua tersebut kembali menampar pipinya dan membuat ujung bibirnya berdarah. Ia sangat geram karena sikap arogansi yang ditunjukkan oleh wanita tersebut.
"Kau akan menyesal setelah mengatakan ini sangat mengetahui identitas asli dari wanita bernama Feng May itu!" teriak pria tua itu sambil jarinya menunjuk kearah nona Lu.
"Sangat memalukan! Bagaimana bisa aku mengangkat murid tidak berguna seperti mu!" ucap pria tua tersebut.
Sedangkan nona Lu hanya menangis ditempatnya mendengar bentakan dari gurunya.
"Aku akan membalas sikap pak tua ini saat aku sudah menjadi istri dari kakak Feng Gu!" batin wanita itu sambil mengepalkan tangannya.
Sedangkan diluar pintu murid laki-laki pria itu dengan berdiri dan mendengar setiap perkataan gurunya.
"Sepertinya identitas nona Feng ini sangat misterius," batinnya kemudian ia melangkah menjauh dan kembali kekediamannya.
Disisi lain...
"Nah junior kita sudah sampai dtempat yang akan menjadi tempat tinggal mu! Dan mulai lusa kau akan mendapatkan pelajaran dari guru didalam perguruan puncak rintik," ucapnya sambil tersenyum manis.
"Apa disetiap perguruan ada guru yang mengajar diberbagai mata pelajaran?" tanya Feng May.
"Iya benar! dan ketua akademi hanya akan datang untuk melihat-lihat keadaan kelas dan juga setiap pelajaran! Lalu ketua perguruan juga akan datang saat pertandingan pemilihan murid nanti," jawab senior Kun Jia.
"Kriteria seperti apa yang diinginkan oleh ketua perguruan untuk menjadi murid pribadinya?" tanya Feng May.
"Aku tidak tahu! Ketua tidak pernah menunjuk satupun murid didalam perguruan untuk menjadi muridnya," jawab senior Kun Jia.
"Berarti ketua perguruan puncak rintik beum memiliki pewaris?" ucap Feng May.
"Iya benar! ketua perguruan juga bukan orang yang suka berbicara panjang lebar," Jawa senior Kun Jia kemudian ia berbalik dan berpamitan kepada Feng May untuk kembali ketempat nya. Dan Feng May menjawabnya dengan anggukan kepala.
"Aku penasaran dengan ketua perguruan puncak rintik ini," batin Feng May sambil memasuki rumahnya.
"Hey kau mau aku beri tahu sesuatu?" ucap naga emas.
"Apa? keluarlah!" ucap Feng May.
Naga emas dan naga hitam keluar dan duduk disamping Feng May yang tengah berbaring.
"Ketua perguruan puncak rintik adalah istri dari ketua akademi," ucap naga emas yang sontak membuat mata Feng May terbuka dan menatap kearah 2 naga disampingnya.
"Aku mengatakan yang sebenarnya! Berusahalah menarik perhatiannya dan kau mungkin akan ditunjuk sebagai wakil akademi!" ucap naga emas.
"Apa mereka tidak memiliki anak?" tanya Feng May.
"Mereka memiliki anak yang sangat tampan dan cantik! hanya saja kedua anaknya tidak berniat untuk menjadi penerus dari akademi Langit ini! Mereka memilih untuk mengembangkan kemampuan mereka sekaligus menjadi alkmis terhebat tanpa terikat dengan kekaisaran," ucap naga hitam.
Feng May hanya ber o ria mendengar penjelasan dari naga emas dan naga hitam.
"Kalian kembalilah atau kalian bisa pergi keruang dimensi dan biarkan aku beristirahat! Aku akan bersiap-siap menghadapi wanita ular besok," ucap Feng May.
Naga emas dan naga hitam saling pandang.
"Dia istirahat untuk berperang dengan mahkluk tidak tahu diri tadi," ucap naga emas.
"Kalau begitu kita harus segera kembali kedalam ruang dimensi dan berlatih! Besok kita beritahu dia untuk mendapatkan senjata yang cocok dengannya," ucap naga hitam.
Kedua naga itu kembali keruang dimensi dan menemui Kui bersaudara dan Jie Yu yang tengah bersiteru. Sedangkan Yu Tu berlatih disamping mereka dengan tenang tanpa terganggu sama sekali.
"Kapan mereka akan berdamai? padahal mereka satu spesies hanya berbeda bentuk dan watak saja," ucap naga emas.
"Tidak usah pedulikan mereka," ucap Yu Tu.
"Kau juga sepertinya sangat luar biasa, karena bisa berlatih ditengah berseteruan 2 spesies kucing kecil dan besar ini," ucap naga hitam sambil menunjuk kearah Kui bersaudara dan Jie Yu.
Aku tidak mempedulikan mereka selama mereka tidak mengusik ku yang tengah dengan tenang berlatih," ucap Jie Yu.