Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Pembunuh bayaran



Zou Jing terlihat sama sekali tidak percaya namun Feng May sudah tidak mendengarkan sama sekali. Feng Gu hanya diam saja dan hanya memandang adiknya yang ia tahu bahwa gadis itu tengah berbohong.


Dikediaman milik Feng May


Feng May duduk dikursi sambil meminum tehnya. Ia tengah menunggu pembunuh yang akan beraksi mengincar nyawanya malam ini.


Brakkk...


"Oho ternyata kalian datang lebih lambat dari dugaan ku ya," ucap Feng May dengan tenang.


"Kau menunggu kami! Apa kau sudah tidak sabar ingin mati," ucap salah satu dari mereka.


"Kalau kau bisa lakukanlah," ucap Feng May.


"Sombong sekali bocah ini," ucap salah satu dari mereka.


"Kita habisi gadis ini tanpa basa-basi," teriak ketua kelompok mereka.


Mereka semua maju menyerang Feng May namun sama sekali tidak dapat menyentuh Feng May. Setiap mereka akan menyerang Feng May, gadis itu akan langsung berpindah tempat hanya dalam waktu 1 detik sebelum serangan mereka mengenai tubuh Feng May.


"Gadis ini sepertinya bisa bela diri," ucap salah satunya.


"Kita serang saja dengan kekuatan spiritual," perintah ketua kelompok mereka.


Mereka mengumpulkan energi spiritual dan kemudian menyerang Feng May bersama-sama. Feng May hanya menatap mereka, setelah itu muncul sebuah pelindung dan membuat serangan mereka berbalik arah dan mengenai mereka sendiri.


"Uhuk ohok ohok gadis ini sudah masuk ditingkat energi internal," ucap ketua kelompok mereka.


"Aduh aku fikir kalian ini orang-orang bodoh yang hanya bisa menyerang tanpa berfikir dan mengukur kekuatan ya," ucap Feng May meremehkan.


"Apa kau fikir kami takut hanya karena kau adalah seorang pendekar dengan kekuatan ditingkat energi internal hah?!," ucap ketua kelompok itu dengan sombong.


"Hahahaha aku menyesal sudah berfikir bahwa kalian punya akal. Nyatanya kalian sama sekali tidak memiliki akal untuk berfikir," ucap Feng May sambil tertawa meremehkan.


"Kalau begitu kalian bisa mati dengan tenang ditangan sampah ini," ucap Feng May sambil memberikan tekanan dengan energi spiritual, kemudian ia menyerang titik saraf mereka terakhir ia menghanguskan tubuh mereka tanpa sisa.


"Haah sayang sekali ya kalian mati dengan sia-sia. Mari kita lihat pertunjukan untuk minggu depan saat perayaan hari jadi kekaisaran," gumam Feng May.


"Waktu latihan ku jadi berkurang karena kedatangan orang-orang bodoh itu yang lebih lambat dari perkiraan ku," gumam Feng May. Setelahnya Feng May masuk kedalam ruang dimensi dan mulai berlatih.


"Aku harus segera sampai ditingkat energi dalam level misterius saat perayaan hari jadi kekaisaran nanti," gumam Feng May.


"Haah kakak sungguh sangat rajin berlatih. Tida masalah aku juga akan berlatih keras dan kemudian bermain kakak saat perayaan hari jadi kekaisaran langit nanti," gumam Yu Tu saat melihat Feng May tengah fokus berlatih.


7 hari kemudian...


Feng May membuka matanya secara perlahan dan mendapati Yu Tu dihadapannya tengah berlatih seperti dirinya, dan Feng May tersenyum tipis mendapati adiknya itu.


"Aku akan segera naik ke tingkat misterius sebaiknya aku sekarang memasak makanan untuk Yu Tu dan kembali kedalam kamar dikediaman ku," gumam Feng May.


Beberapa saat kemudian...


Feng May telah selesai membuat makanan dan telah mendapati Yu Tu yang tengah memandangnya dengan antusias.


"Kemarilah Yu Tu kita makan bersama setelah itu kakak akan kembali dan kemudian kita akan pergi kepasar sebelum pesta diistana kekaisaran. Jadi kau harus bersabar menunggu kakak mengerti," ucap Feng May panjang lebar.


"Iya kak Yu Tu mengerti," jawab Yu Tu.


Kemudian mereka makan dengan tenang dan kadang diselingi dengan canda tawa dan ocehan Yu Tu tentang latihannya dan kegiatan yang dia lakukan saat sendirian didalam ruang dimensi.


"Kakak kalau sudah waktunya kakak jangan lupa dengan Yu Tu ya untuk mengajak jalan-jalan dipasar," ucap Yu Tu mengingatkan.


"Iya kakak akan langsung memanggil Yu Tu begitu pergi kepasar," ucap Feng May.


Kemudian Feng May kembali kekediaman miliknya.


"Aku harus segera membeli sebuah rumah untuk tempat tinggal ku dan Yu Tu juga paman dan bibi Zou jika mereka ingin ikut. Aku tidak bisa hanya mengandalkan keluarga Feng yang sama sekali tidak akan peduli aku hidup atau mati," gumam Feng May.


Saat Feng May tengah melamun Feng Gu dan Zou Jing datang menemui Feng May.


"Ada apa dengan adik tecinta kita ini?," tanya Zou Jing dan Feng Gu hanya mengangkat bahunya keatas.


"Ada apa?," tanya Feng Gu sambil menepuk pundak Feng May dengan lembut.


"Tidak apa-apa. Hanya sedang melamun," jawab Feng May.


"Memangnya apa yang sedang kau pikirkan sampai melamun seperti itu?," tanya Zou Jing sambil duduk disisi kanan Feng May.


"Aku hanya sedang berfikir apa aku bisa membangkitkan garis kekuatan fisik yang sama seperti milik kakak atau tidak," ucap Feng May berbohong.


Feng Gu menyipitkan matanya mencari kebenaran dari kata-kata Feng May "Benarkah?," tanya Feng Gu memastikan.


"Iya," jawab Feng May dengan percaya diri.


"Baiklah kalau begitu kau harus rajin-rajin berlatih agar dapat menyaingi ke-2 kakak mu yang hebat-hebat ini," ucap Zou Jing sambil memuji dirinya sendiri.


"Kau itu senang sekali memuji diri sendiri," ucap Feng Gu.


"Kita kan harus selalu memuji diri sendiri untuk meningkatkan kepercayaan diri kan," ucap Zou Jing.


"Tapi pujian mu sepertinya terlalu berlebihan untuk dirimu sendiri kak," ucap Feng May.


"Aduh kau ini tidak bisa apa memuji ku sekali saja," ucap Zou Jing mengeluh.


"Kak kau sangat tampan," ucap Feng May.


"Aku tahu," jawab Zou Jing acuh.


"Aku sudah memuji mu sekali jadi seterusnya tidak ada lagi pujian untukmu dari ku," ucap Feng May.


"Ya ampun kau kejam sekali," ucap Zou Jing.


"Kau kan tadi bilangnya kenapa aku tidak pernah memuji sekali saja. Dan sekarang aku sudah memuji mu sekali meskipun harus berbohong," ucap Feng May.


"Kata-kata mu itu sadis sekali kepada kakak mu ini," ucap Zou Jing.


"Kalian ber-2 ini benar-benar ya ada saja yang selalu dipermasalahkan apa tidak bosan?," ucap Feng Gu yang dari tadi hanya jadi pendengar pertengkaran 2 orang tersebut.


"Tidak," jawab mereka secara serempak.


"Kalian ternyata bisa sekompak ini ya," ucap Feng Gu.


"Kami bisa jadi saudara diwaktu tertentu dan jadi musuh diwaktu yang lain. Tapi sekalipun kami bertengkar kan kami selalu akur ya kan?," ucap Zou Jing.


"Ho oh kita selalu akur dan tidak pernah sampai adu kekuatan kok," ucap Feng May menyetujui kata-kata Zou Jing.


Feng Gu hanya Menkum jidatnya dan menghela nafas panjang mendengar kekompakan 2 orang dihadapannya.