
"Gadis sialan!" teriak orang itu murka.
Ia menggebrak meja Feng May dan membuat makanan di atas meja itu berserakan dilantai, Feng May hanya memandang makanannya dengan datar.
"Aku memberimu waktu selama 5 menit untuk membereskan kerusuhan yang kau buat," ucap Feng May datar.
"Hahahaha apa kau sudah gila berani memerintah bos kami?" ucap anak buah pria itu sambil tertawa mengejek diikuti oleh rekannya yang lain.
Feng May memandang kearahnya dan kemudian mengarahkan kedua sumpit yang masih dipegangnya kearah mata dan kerongkongan orang tersebut.
Salah satu matanya mengeluarkan darah karena tertusuk sumpit Feng May dan sulit satunya lagi tertancap didalam mulut pria itu yang sepertinya menembus kebagian kerongkongannya.
Semua rekannya terkejut bahkan semua pengunjung pun terkejut dengan gerakan gesit Feng May yang sama sekali tidak dapat diprediksi dan dilihat oleh mata telanjang.
"Gadis sialan beraninya kau membunuh rekan ku hah?!" teriak pria itu.
Feng May hanya menatap dengan ekor matanya kemudian ia bergerak cepat dan menyerang kearah pria itu. Karena gerakan Feng May yang sulit di tebak membuat pria itu kewalahan menghadapi Feng May yang dari tadi mendominasi serangan.
Ia memang mampu menghadapi dan mematahkan serangan Feng May dengan jurus dan ketahanan fisiknya.
(Eitss itu sih Feng May belum serius loh)
"miaww," teriakan semangat dari Jie Yu untuk Feng May.
Feng May yang mendengar teriakkan dari Jie Yu tersenyum tipis. Feng May bergerak semakin brutal dan menyerang titik pusat dantian pemuda tersebut, hingga akhirnya Feng May melemparkan orang itu keluar dari jendela lantai 2.
Semua orang yang melihat hal itu terkejut dan kawan dari pemuda itu semuanya bergetar ketakutan kala tatapan tajam Feng May mengarah kearah mereka.
"Apa kalian juga ingin aku lemparkan keluar dengan cara yang sama seperti bos kalian itu," ucapnya dengan nada dingin.
"Am…ampuni kami nona kami tidak akan melakukan hal seperti itu lagi kepada anda," ucap pemuda itu.
"Hanya kepada ku,"
"Semua… kami akan berhenti membuat onar dan tidak akan menyusahkan warga dikota hijau lagi nona," jawabnya cepat.
"Kalau begitu sekarang pergilah dari hadapan ku," ucap Feng May.
"Ba…baik nona," jawab orang itu kemudian berbalik dan lari tunggang langgang sambil membawa bos mereka yang telah terkapar.
Feng May menghampiri Jie Yu dan membawanya kedalam dekapannya. Ia memanggil pelayan.
"Ini untuk makanannya dan juga biaya perabot yang aku hancurkan saat perkelahian tadi," ucap Feng May sambil menyerahkan 10 koin emas kepada pelayan tersebut.
"Ba… baik nona terima kasih," jawab pelayan tersebut.
Feng May berjalan keluar dari restoran dan pergi berlalu untuk melanjutkan perjalanan kembali ke ibu kota kerajaan Langit.
Didalam ruang dimensi…
"Kenapa gadis itu tidak langsung membunuhnya dan juga kawanan penjahat itu?," tanya Kui Ling.
"Sekalipun nona bukan orang yang berbelas kasih namun ia bukan orang yang tidak akan memberikan kesempatan untuk seseorang berubah menjadi lebih baik lagi," jawab Yu Tu.
"Lalu bagaimana jika orang-orang itu masih membuat kerusuhan di kota tersebut?," tanya Kui Fey.
"Jika itu terjadi maka mereka akan mendapatkan kematian tanpa harus kakak turun tangan langsung kan," ucap Yu Tu.
"dari mana kau tahu hal itu?" tanya Kui Ling.
"Karena kakak tidak akan langsung meninggalkan kota Hijau melainkan akan tinggal di kota itu karena dari apa yang kakak dengar saat orang-orang membicarakan tentang pelelangan di kota itu maka dapat dipastikan kakak akan pergi setelah menghadiri lelang tersebut," ucap Yu Tu.
"Tergantung dari sudut mana kalian melihat barang yang dilelang," ucap Yu Tu.
"Aku akan menghubungi kakak untuk mengajak kita ketempat lelang nanti," sambung Yu Tu.
Dan Kui Ling juga Kui Fey mengangguk menanggapi perkataan Yu Tu.
Dikota hijau…
Feng May berjalan mencari penginapan untuk bermalam selama 2 hari sampai pelelangan dilaksanakan. Setelah berjalan sekitar 20 menit dan Feng May menemukan penginapan yang dekat dengan tempat yang ia yakini sebagai rumah pelelangan.
Feng May masuk kedalam penginapan dan langsung disambut oleh pelayan penginapan tersebut.
"Selamat datang nona kamar apa yang ingin anda pesan?" tanya pelayan tersebut.
"Kamar apa yang tersisa dipenginapan ini?" tanya Feng May.
"Hanya tinggal kamar medium dengan harga 15 koin emas untuk 1 hari itu itu sudah termasuk pelayanan dari mandi, makan, dan apapun yang anda butuhkan nona," ucap pelayan tersebut.
Feng May memperhatikan sekitar dan juga cara bicara pelayan tersebut kepadanya. Ia menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu aku pesan kamar itu selama 2 hari," ucap Feng May sambil menyerah 30 koin emas kepada pelayan tersebut.
Pelayan tersebut menerima uang koin tersebut dan mengantar Feng May menuju kamar yang dipesannya.
Di dalam kamar…
"Haah akhirnya aku bisa beristirahat juga," ucap Feng May sambil menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.
"Kakak apa kakak bisa mengajakku dan juga 2 Kui bersaudara kepelelangan?" tanya Yu Tu.
"Bisa," jawab Feng May singkat kemudian ia sudah terlelap menuju kedalam mimpi.
2 hari kemudian…
Feng May keluar dari penginapan dan berjalan menuju kerumah pelelangan.
"Selamat datang jika anda ingin masuk maka anda harus membayar sebanyak 20 ribu koin perak untuk masuk," ucap penjaga didepan pintu.
Feng May mengeluarkan 20 koin emas dan memberikannya kepada penjaga tersebut. Setelahnya ia masuk dan duduk dikursi bagian tengah yang kosong.
"Kak kenapa kau berpenampilan seperti ini dan kami juga harus mengenakan pakaian dan juga topeng belum lagi Jie Yu harus bersembunyi didalam ruang dimensi?" tanya Yu Tu penasaran.
"Dari informasi yang kudapatkan dari pelayan penginapan dan beberapa pengunjung mereka mengatakan bahwa bukan hanya rakyat biasa yang akan menghadiri pelelangan ini tapi juga bangsawan dan beberapa pejabat kota ini," ucap Feng May.
"Lalu apa hubungannya dengan kita yang memakai topeng menutupi wajah kita ini?" tanya Kui Fey.
"Untuk antisipasi bisa saja akan ada seseorang yang menyerang kita atau ada orang yang mengenali kalian sebagai keturunan raja kucing kuno," ucap Feng May.
Yang diangguki oleh 3 Kui bersaudara dan juga Yu Tu.
"Sudah kita perhatikan saja apa yang akan dilelang ditempat ini! jika ada yang ingin kalian inginkan katakan padaku atau langsung tawar saja," ucap Feng May.
"baik!" jawab mereka serempak.
Setelah beberapa saat datang 3 orang pemuda yang merupakan bangsawan dikota hijau dan juga ada 2 orang anggota kerajaan Langit datang ke kota Hijau.
"Sepertinya akan ada harta karun ditempat ini sampai anggota kerajaan Langit datang ke tempat lelang," gumam Feng May sambil tersenyum tipis.