
Feng May sampai di ibukota setelah 3 hari perjalanan tanpa henti. Feng May berhenti disalah satu cabang restorannya yang juga menyediakan tempat menginap.
"Kita istirahat disini dulu! Aku juga akan belanja gaun untuk lusa!" ucap Feng May.
"Baik nona!" ucap Ucil.
Mereka masuk kedalam restoran dan mulai memesan makanan serta 2 kamar untuk menginap. Selesai makan Feng May menuju ke kamarnya dan menyuruh Ucil untuk istirahat.
Didalam kamar saat ini Feng May tengah duduk bersila, ia mencari titik posisi keberadaan jiwanya yang bersama dengan Yu Tu dkk yang tengah menyelesaikan misi.
"Luar biasa mereka bisa kembali tanpa luka dan menyelesaikan misi dengan sempurna ya meskipun ada sedikit luka lecet!" gumam Feng May.
Setelahnya Feng May mengistirahatkan tubuhnya untuk jalan-jalan besok.
Esok harinya Feng May bangun agak siang sedikit, ia segera bangun dari posisi tidurnya dan merenggangkan otot-ototnya.
"Engghh ...," Feng May melenguh.
Setelahnya Feng May menghirup udara dan menghembuskan dengan kasar. Ia keluar dari kamar setelah bersih-bersih dan membereskan kamarnya.
"Aku akan jalan-jalan sambil melihat ada apa saja dipasar!" gumam Feng May.
Ia sebenarnya berniat mengajak Ucil namun kamarnya tertutup rapat sehingga tidak jadi dia ajak. Feng May berjalan menyusuri jalanan pasar dan melihat setiap penjual yang tengah menjajakan dagangannya.
Pandangan Feng May berhenti pada sebuah kalung yang unik karena memiliki sinar dan energi yang familiar.
"Berapa harganya?" tanyanya sambil menunjukkan kalung yang dipegangnya.
"Itu harganya hanya 5 koin perak nona!" jawab penjual tersebut.
Feng May memperhatikan kalung tersebut dengan seksama. Kemudian ia mengeluarkan uang sebanyak 1koin emas.
"Ambillah ini tidak usah diberi kembalian!" ucap Feng May.
"Tapi nona setidaknya jangan hanya mengambil satu barang itu saja! Anda bisa mengambil beberapa lagi!" ucapnya.
Feng May kemudian menatap kembali setiap dagangan orang tersebut, sampai akhirnya Feng May mengambil sebuah kipas giok yang sangat indah. Saat melihat kipas itu ia ingat dengan kakaknya Feng Gu.
"Ini harganya hanya 50 koin perak nona!" ucapnya.
"Baiklah kalau begitu aku ambil ini! Kembaliannya kau ambil saja!" ucap Feng May sambil mengambil kipas giok dan kemudian pergi.
"Terima kasih nona!" ucap pedagang itu.
Feng May melangkah menuju ke toko pakaian. Ia masuk dan melihat setiap sudut toko tersebut.
"Apa yang anda cari nona?" tanya pelayan toko.
"Emhh aku ingin pakaian yang sederhana namun masih terlihat elegan dengan tidak terlalu banyak hiasan!" ucap Feng May.
"Kalau begitu silahkan ikuti saya nona!" ucap pelayan tersebut.
Feng May mengikuti langkah pelayan tersebut dan mereka sampai disebuah ruangan yang berisi beberapa gaun yang sudah siap pakai.
"Silahkan anda pilih gaun yang mana yang anda inginkan nona!" ucap pelayan tersebut.
Feng May memperhatikan semua pakaian tersebut dan berjalan mengelilingi satu persatu sambil memperhatikan kain yang digunakan untuk membuat pakaian tersebut.
"Aku pilih yang ini!" ucap Feng May sambil menunjuk pakaian berwarna biru laut dengan hiasan warna putih dan emas.
"Baik nona saya akan membungkusnya untuk anda!" ucapnya.
Setelah beberapa saat pelayan itu sudah selesai membungkus gaun tersebut, setelah itu ia memberikannya kepada Feng May.
"Berapa harganya?" tanya Feng May.
"Hanya 500 koin emas nona!" ucapnya.
Feng May langsung mengeluarkan uang untuk membayar dan kemudian ia pergi setelah meminta agar pelayan tersebut meninggalkan surat tanda jual beli.
"Silahkan datang kembali nona!" ucapnya dengan ramah.