Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Ada apa dengannya



“kenapa menatap ku seperti itu?” Tanya Zou Jing. “Tahu dari mana kau ada buah giok ungu disebelah barat?” Ucap Feng Gu. “Oh nih! Gubey yang memberitahu ku, dia bilang ada buah giok ungu! Dan katanya buah itu sedang berevolusi!” Ucap Zou Jing.


“Apakah anda bisa mengantarkan kami?” Ucap wanita itu dengan penuh harap. “Bisa, besok saja! Sekarang aku sedang malas. Dan lagi sama sekali tidak ada yang bisa mengambil buah itu selama dia berevolusi!” Ucap Zou Jing sambil memakan makanannya. “Baik, terima kasih tuan!” Ucap wanita itu kepada Zou Jing.


“dari mana anda tahu bahwa buah giok itu tidak akan diambil siapapun tuan?” tanya salah satu teman siwanita.


“gubey yang memberitahu ku! Saat buah giok berevolusi akan ada singa ungu taring emas yang menjaganya, dan setelah itu hewan itu akan memberikan buah giok untuk anaknya!” ucap Zou Jing.


“kalau begitu bagaimana kami bisa mengalahkan singa ungu taring emas? Kudengar hewan itu berada ditingkat langit sejak lahir dan jika singa dewasa dapat mencapai tingkatan dewa ada juga yang sudah mencapai tanah legendaris dan juga ranah hukum!” ucap teman siwanita.


Zou Jing menatap kearah orang itu kemudian menatap kearah gubey, gubey juga menatap kearah Zou Jing. “yah ... Ya ... Ya!” ucapnya tidak jelas. “gubey bilang yang berjaga berada diranah dewa namun mempunyai fisik seperti orang diranah hukum! Mungkin akan sedikit sulit!” ucap Zou Jing.


“gampang sekali mulutmu bilang, dan lagi bagaimana mereka bisa melawan seekor hewan diranah dewa?” ucap Feng Gu. Zou Jing menatap kearah Feng Gu kemudian diarah orang-orang yang bersama mereka, terlihat wajah mereka yang murung dan putus harapan. “mereka saja yang tidak bisa optimis dan berfikir positif!” ucap Zou Jing.


“Kak bukankah seharusnya ada hal lain yang bisa digunakan untuk melindungi mereka atau mendapatkan buah giok itu! Mereka memerlukannya untuk membantu ibu gadis itu kan!” ucap Feng May. “tidak ada apapun yang bisa mereka lakukan! Kalau mereka sendiri tidak mau berusaha ya sudah, untuk apa berniat menyusahkan orang lain!” ucap Zou Jing.


“Kau ini tidak punya perasaan yah! Bisa-bisanya bicara seperti itu!” ucap Feng Gu. “ucapan Zou Jing tidak salah, kan mereka berjumlah banyak dan juga punya otak kan! Gunakan otak kalau kalah dengan kekuatan!” ucap Zhi Shen.


“memangnya kenapa ibu mu bisa sampai memerlukan buah giok untuk menambah umur?” ucap Feng May. “ibu ku menggunakan umurnya untuk menghalau kutukan yang ada ditubuh adikku!” jawabnya. “memangnya adikmu dikutuk apa?” tanya Feng Gu. “itu .. aku tidak bisa menjelaskannya, maaf!” ucapnya dengan sendu.


“Kau dari mana?” tanya Feng Gu. “aku dari kekaisaran Hua! Aku sendiri adalah Hua Jiani!” ucapnya. “tidak ada yang tanya nama mu!” ucap Zou Jing. Feng May menyentuh lengan Feng Gu dan Zhi Shen hingga 2 laki-laki itu menoleh kearahnya. “kenapa?” tanya mereka tanpa suara.


“ada apa dengan kak Zou Jing? Sepertinya dia tidak suka dengan wanita itu, apa dia wanita penggoda! Kan kak Zou Jing belum punya pasangan. Apa jangan-jangan kak Zou Jing suka dengan temannya yang pernah datang kekediaman itu?” Ucap Feng May.


“sekali-kali pikiran mu ini harus dibersihkan dengan pemutih dan pewangi. Jadi tidak akan ada hal-hal tidak senonoh yang ada didalam pikiran mu!” ucap Feng Gu. Zou Jing menatap kearah mereka “kenapa dengan kalian? Apa yang kalian bisikan?” ucap Zou Jing. “kau sebaiknya tidak usah tahu!” ucap Zhi Shen. Zou Jing berdecih mendengar ucapan Zhi Shen.


Selesai makan Zou Jing meminta gubey untuk menunjukkan tempat yang aman untuk tempat mereka beristirahat sampai besok. Gubey membawa mereka kesebuah gua yang terlihat menyeramkan namun saat mereka masuk kedalam terlihat suasana hening yang menenangkan dan pemandangan indah karena ada batu mineral diatas dan didinding gua lalu ada air terjun didalam gua tersebut.


“Wahhh ... Tempatnya sangat indah!” ucap wanita itu takjub. Gubey berjalan menuju kearah kolam kecil dan masuk kedalam. “hewan kecil itu senang sekali bertemu air! Tidak seperti ayahnya yang jarang berinteraksi dengan air!” ucap Feng Gu. “memangnya kapan kau lihat aku mandi, tidak pernah kan! Jadi tidak usah sembarangan menyimpulkan kalau aku jarang mandi!” ucap Zou Jing nyolot.


“loh kok nyolot! Moodnya jelek ya, apa karena wanita itu!” bisik Feng ditelinga Feng Gu dan Zhi Shen. “mungkin iya! Tapi kita tidak tahu pastinya kan, jadi ya biarkan saja. Mungkin besok sudah baik-baik saja!” ucap Feng Gu da dianggukki oleh Feng May. “yah semoga saja!” ucap Feng May.


“May’er tidurlah disini, disebelah sana ditempat oleh Zhi Shen sebelahnya lagi akan ditempati Feng Gu! Kalian bisa tidur disisi yang lain, jangan terlalu dekat dengan ku!” ucap Zou Jing sambil menunjuk ketempat yang jauh dari sisi tempatnya tidur.


“tentu, terima kasih tuan!” ucap salah satu dari kelompok orang itu. Zou Jing hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Keesokan harinya ...


Feng May bangun dan ia melihat Zhi Shen yang memeluknya dengan erat laku disebelah kanannya ada Zou Jing. “aduhh aku tidak bisa bergerak!” gumam Feng May. Feng May menggerakkan tangan Zhi Shen dan membuat laki-laki itu terbangun. “kau sudah bangun?” ucapnya.


“hmm .. lepaskan belitan mu dan tangan kak Zou Jing! Aku ingin mandi dikolam sana!” ucap Feng May berbisik. Zhi Shen melepaskan tangan Zou Jing dengan hati-hati agar tidak membangunkan laki-laki itu. Setelah itu Feng May langsung bangun dan berjalan kekolam untuk mandi. Zhi Shen mengambil kain lebar dan memasangkan disekeliling kolam untuk menutupi tubuh Feng May. Dia juga membagi kolam menjadi 2 bagian untuknya mandi dengan menggunakan kain sebagai pembatas.


Beberapa saat kemudian Zou Jing dan Feng Gu bangun mereka melihat kesamping dan tidak menemukan Feng May dan Zhi Shen. Keduanya langsung duduk kemudian menatap kearah Zhi Shen yang sudah berpakaian rapi. “dimana adikku?” tanya mereka bersamaan. “oh may’er sedang mandi. Kalian juga pergilah mandi! Aku sudah memasang pembatas saat akan mandi tadi diseluruh kolam dan ditengah-tengah kolam!” ucap Zhi Shen.


“kau tidak macam-macam dengan adikku kan?” ucap Zou Jing dengan tatapan menyelidik. “tidak! Memangnya apa yang akan aku lakukan padanya!” ucapnya menatap kearah Zou Jing. “aku kan akan menikahinya dulu baru melakukannya!” batin Zhi Shen.