Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Masuk Akademi Langit



"Sepertinya mereka meninggalkan mu sendirian," ucap naga hitam.


"Kumpulan kecoa itu mana paham istilah orang diam menghanyutkan," ucap Feng May sambil melangkah terus kedalam wilayah akademi.


Feng May melangkah maju sampai akhirnya ia berhenti disebuah papan peta akademi Langit. Feng May melihat dan mengingat-ingat seluruh isi didalam papan peta tersebut.


"Nona siapa yang kau cari?" tanya seseorang dari arah belakang Feng May.


Feng May membalikkan tubuhnya. Dan melihat 2 orang pria dan 1 wanita.


"Maaf tuan dan nona saya adalah murid baru didalam akademi Langit! Saya terpisah dari rombongan yang membimbing saya," ucap Feng May.


"Siapa senior yang membimbing anda nona?" tanya sang wanita dengan senyum tulus. Senyuman yang diberikan oleh 3 orang dihadapannya membuat Feng May tanpa sadar juga balas tersenyum kearah mereka.


Disisi lain...


"Bagaimana mereka bisa begitu bodoh! Aku meminta mereka untuk membuat gadis yang berbakat itu menetap dan menjadi muridku dengan sendirinya, mereka malah membuat gadis itu menjauh dan enggan untuk bergabung dengan puncak perguruan Samudra Biru!" ucap wakil akademi Langit yang melihat akan sikap murid-muridnya.


"Memangnya bakat apa yang dimiliki oleh gadis yang terkenal akan kebodohannya," tanya seorang guru wanita.


"Kalian sebaiknya diam saja!" ucap wakil akademi ketus karena moodnya sedang jelek.


Disisi lain...


Murid dari wakil akademi dan juga 4 orang murid baru telah masuk kedalam gedung khusus penerimaan. Ada lebih dari 500 an orang murid baru dari cabang akademi Langit lainnya. Feng May datang paling terakhir dari yang lainnya.


"Heh ternyata gadis itu juga bisa masuk kedalam gedung ini!" ucap sang wanita murid dari wakil akademi Langit dengan sinis kearah Feng May.


3 orang yang berada disamping Feng May maju ke depan dan memberi hormat kepada tetua akademi Langit.


"Wah sepertinya ke-3 orang itu adalah murid unggulan tetua akademi Langit yang digosipkan memiliki atribut tipe langka,"


"Iya benar! tapi siapa gadis itu!"


"Sepertinya ia adalah salah seorang murid akademi,"


"Aku ucapkan selamat datang kepada kalian yang telah berhasil mengikuti tes masuk kedalam akademi Langit! Lalu tes kedua adalah dengan mengetes warna bakat kalian!"


"Warna tertinggi adalah hitam dan disetiap warna terdapat level 1 sampai 7, kemudian warna terendah adalah warna kuning level 1 sampai level 5! Jika ada bakat yang berwarna kuning level 6 makan ia akan dinyatakan lolos dalam tes kedua ini!" ucap tetua yang berdiri paling depan.


"Tee akan segera dimulai!" ucap tetua tersebut sambil menjentikkan jarinya dan kemudian datanglah seekor burung beo.


Bakat yang berada dibawah level 6 warna kuning akan langsung dipulangkan kerumah masing-masing atau kembali keakademi cabang. Masing-masing burung Beo telah memberikan warna kepada murid yang dihinggapinya.


Sampai pada seekor burung beo yang berada di pundak Feng May, burung tersebut terkejut dan kemudian jatuh pingsan ditangan Feng May.


"Ada apa dengan burung beo ini? Apa ia terkena penyakit? Yah kali burung untuk tes terkena penyakit!" gumam Feng May bingung.


Disisi lain gedung...


Para guru dan dekan terkejut dengan penglihatan mereka.


"Bukankah jika burung itu pingsan maka artinya gadis itu memiliki bakat warna hitam yang memiliki level diatas 7," ucap dekan.


Didalam gedung tes...


Seluruh siswa yang lolos dalam tes sudah keluar dari gedung dan menuju ketempat gedung pemilihan untuk memilih perguruan yang akan dimasuki untuk melanjutkan pendidikan mereka. Setelah melihat semua orang keluar Feng May maju ke depan menemui tetua akademi Langit.


Tetua tersebut mengernyitkan dahi dan melihat burung beo ditangan Feng May tengah pingsan. Tetua tersebut maju kearah Feng May dan memukul burung beo tersebut.


Plakk... tetua memukul burung beo tersebut dengan keras sambil tersenyum manis. Feng May sampai mengerjap-ngerjap lucu.


"Akhhh apa yang kau lakukan dasar tua bangka," teriak burung beo tersebut.


"Hahaha apa yang kau lakukan? Kenapa kau sampai tidur ditangan gadis ini hah?!" tanya tetua dengan ekspresi mengerikan namun masih tetap menampilkan senyum diwajahnya.


"Aku bukannya tidur! Aku hanya terkejut karena saat menghinggapi tubuh gadis ini aku merasakan gelombang energi yang besar sehingga membuat terhempas dari tubuhnya," ucap burung beo itu.


Tetua mengeryitkan dahinya kemudian memandang kearah Feng May yang juga menatap lurus kedalam manik mata tetua tersebut.


"Kemarikan tangan mu gadis kecil," ucap tetua tersebut.


Feng May memberikan tangan kanannya kepada tetua tersebut, dan kemudian ia memeriksa denyut nadi spiritual milik Feng May.


"Emm kekuatan mu sudah sampai ditahap spiritual energi Qi level 1 ya! Kerahkan seluruh kekuatan mu gadis kecil," ucapnya seolah merasakan gelombang energi spiritual didalam dantian Feng May.


Feng May mengikuti arahan dari tetua tersebut.


"Hemm energi Qi level 3! Keluarkan aura mu!" perintah tetua dan lagi-lagi Feng May mengikuti perintah tersebut.


"Hmm energi Qi level 5! Sekarang kau keluarkan kemampuan fisikmu!" Feng May kembali mengikuti perintah tetua tersebut.


Saat kemampuan fisik Feng May keluar ketiga tetua mundur sebanyak 2 langkah dan ketiga murid dibelakang tetua juga mundur 3 langkah kebelakang.


"I.. ini.. ini adalah kekuatan fisik bawahan terkuat no.1 dibuku ensiklopedia," batin para tetua.


"Bukankah bakat ini seharusnya mendapatkan guru dari salah seorang tetua," ucap salah satu murid.


Disisi lain gedung...


Dekan dan beberapa anggota penting akademi yang masih berada didalam gedung terkejut melihat kekuatan fisik bawahan milik Feng May.


"Pantas saja guru Liu bersikeras ingin anak ini menjadi muridnya yang ketiga," ucap salah satu anggota internal akademi.


"Sepertinya akademi kita memiliki harta karun selain Feng Gu dan Zou Jing," ucap wakil dekan.


"Benar-benar! Sepertinya kita harus melatih baik-baik gadis kecil ini," ucap anggota internal akademi dan diangguki oleh orang-orang yang ada didalam gedung tersebut.


Didalam gedung tes...


"Sepertinya ia bisa langsung masuk kedalam perguruan no.1 didalam akademi Langit ini," ucap tetua disisi kanan yang diangguki oleh tetua sisi sebelah kiri.


"Ekhm... bagaimana menurutmu gadis kecil?" tanya tetua dihadapan Feng May.


"Aku ingin melihat urutan dan peraturan didalam setiap perguruan didalam akademi Langit," ucap Feng May.


Akhirnya salah seorang murid dari 3 orang murid dibelakang tetua ditunjuk untuk menjelaskan semua peraturan dari setiap perguruan didalam akademi Langit termasuk peraturan wajib didalam akademi Langit.


"Mari nona ikut saya kegedung serba guna," ajak wanita tersebut.


Feng May menganggukkan kepalanya dan melangkah mengikuti langkah wanita tersebut. Mereka berdua keluar dari gedung tes dan menuju gedung serba guna.