Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Pelelangan



"Terima kasih tuan muda Feng," ucap Yu Tu sambil membungkuk 90° dihadapan Feng Gu.


"Iya iya kalau begitu kita berangkat sekarang saja ke tempat lelang," ajak Feng Gu yang kemudian diikuti oleh Zou Jing, Feng May, dan Yu Tu dibelakangnya.


Ditempat lelang keluarga Cheng...


Ke-4 orang itu telah sampai didepan gedung pelelangan dan Feng Gu menyerahkan undangan kepada penjaga didepan. Setelah dipersilahkan masuk, mereka menuju ketempat VIP kelas 6.


"Kak May'er pergi sebentar ya," ijin Feng May sambil berlalu tanpa mempedulikan jawaban dari kakak-kakaknya.


"Mau kemana gadis kecil itu?," gumam Feng Gu.


"Mungkin ia ingin ketoilet," ucap Zou Jing.


"Hmm," gumam Feng Gu sambil mengangguk setuju kemudian mereka kembali fokus pada pelelangan.


Sedangkan disisi lain...


"Hufhh untung saja tadi aku langsung pergi kalau tidak kakak pasti bertanya-tanya dan pertanyaan sangat panjang seperti rel kereta api," gumam Feng May.


Feng May mengeluarkan jubah dari dalam ruang dimensinya. Ia segera mengenakannya dan menutupi wajahnya dengan topeng yang hanya menutupi 3/4 wajahnya.


"Permisi nona saya ingin menjual pil gas beku tingkat menengah," ucap Feng May.


Nona yang dipanggil oleh Feng May terkejut.


"Tung...tunggu sebentar tuan saya akan pergi memanggil tuan Cheng Yu," ucap orang itu dan dibalas anggukan oleh Feng May.


Tidak berapa lama kemudian, orang yang dimaksud oleh nona itu telah menghadap Feng May.


"Tuan ini adalah tuan muda pertama keluarga Cheng, namanya..," belum selesai ucapan wanita itu sudah dipotong oleh gerakan tangan tuan muda itu.


"Kalau begitu saya permisi tuan dan tuan muda," ucap wanita itu sambil berjalan menjauh.


"Tuan perkenalkan saya adalah tuan muda pertama Cheng, Cheng Yu," ucap pemuda itu. Feng May hanya menatap datar padanya dan kemudian mengangguk kecil.


"Saya dengar anda ingin menjual pil gas beku tingkat menengah," katanya dan dijawab anggukkan oleh Feng May.


"Ternyata memang benar seperti rumornya. Para alkemis tidak banya bicara dan sedikit sombong," gumam pemuda itu dalam hati.


"Saya bukan sombong tuan muda. Tapi kita tidak kenal satu sama lain sehingga saya tidak memiliki kewajiban untuk membalas setiap ucapan anda dengan kalimat yang panjang," ucap Feng May.


Pemuda itu terkejut. "Ia bisa membaca pikiran ku," gumam Cheng Yu dalam hati.


"Saya tidak bisa membaca pikiran tapi ekspresi anda sangat jelas," ucap Feng May.


Mendengar kalimat Feng May dengan segera Cheng Yu menetralkan ekspresi wajahnya.


"Ekhem..Baiklah bagaimana saya harus memanggil anda tuan?," tanya Cheng Yu.


"Kau bisa memanggilku dengan sebutan tuan A," jawab Feng May.


"Baiklah tuan A bisakah anda menunjukkan barangnya kepada saya?," ungkapnya.


Feng May mengeluarkan pil gas beku tingkat menengah dan menaruhnya di atas meja dihadapan mereka ber-2. Cheng Yu mengambilnya kemudian mengamati dan mengendus baunya.


"Ini benar-benar pil tingkat menengah," gumam Cheng Yu dalam hati.


"Kalau begitu berapa penawaran yang anda inginkan tuan A," tanya Cheng Yu.


"Terserah anda," jawab singkat Feng May.


"Hmm bagaimana kalau harganya dimulai dengan 5000 tael emas? Kami hanya akan mengambil 5% keuntungan dari penjualan tersebut," tanya Cheng Yu.


Feng May terlihat berfikir sebentar kemudian menganggukan kepalanya.


"Baiklah kalau begitu ini adalah kesepakatan kita bersama tuan A," ucap Cheng Yu sambil berdiri dan mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Feng May.


"Selamat bekerja sama tuan A," ucap Cheng Yu.


"Hmm," gumam Feng May kemudian berlalu pergi kembali ketempat kakak-kakaknya menunggu.


"Ah iya aku lupa menanyakan ruangan tuan A tersebut," gumam Cheng Yu sambil memeluk keningnya.


"Sudahlah sebaiknya aku beritahukan hal ini kepada ayah," ucapnya kemudian berjalan menuju keruang kepala keluarga Cheng.


Didalam ruangan kepala keluarga Cheng...


Tok…Tok…Tok


"hmm masuklah," perintah seseorang didalam ruangan.


"Ayah!," panggil Cheng Yu.


"Ada apa Cheng Yu?," tanya ayahnya.


"Ini! Tadi seseorang datang dan ingin menjual pil obat gas beku tingkat menengah kesini," lapor Cheng Yu.


Ayahnya mengambil botol tersebut dan mengambil 1 pil didalamnya memeriksa dan mengendus baunya.


"Luar biasa! Dimana orang itu?," tanya ayahnya.


"Setelah berbincang sebentar dan mencapai kesepakatan orang itu langsung pergi. Katanya ia ada disalah satu ruangan," ucap Cheng Yu.


"Siapa nama orang itu dan dimana tempat orang itu duduk. Lalu sampai kapan orang itu singgah dikota ini?," tanya ayahnya bertubi-tubi.


"Namanya tuan A selain itu aku tidak tahu. Aku bahkan yakin kalau namanya adalah nama samaran," ucap Cheng Yu.


"Haah tidak masalah memang para ahli alkemis semuanya orang yang tertutup. Jadi sangat sulit untuk mengetahui identitas mereka," ucap ayahnya sambil menghela nafas panjang.


"Kalau begitu sekarang bagaimana yang harus kita lakukan yah?," tanya Cheng Yu.


"Sebaik-baik biarkan saja. Kita bisa melakukan kerja sama dengan orang misterius itu bila kita mendapatkan kepercayaan darinya," jelas ayahnya.


"Oh ya bagaimana tadi kau mengatakan kepada orang itu sampai mempercayakan pil obat ini kepada kita?," tanya ayahnya.


"Aku mengatakan padanya bahwa tempat lelang kita hanya akan mengambil 5% keuntungan dari penjualan pil obat tersebut," ucap Cheng Yu.


"Hmm bagus kita harus mengambil kepercayaan dari orang itu agar mempercayai dan mau bekerja sama dengan kita atau jika mungkin orang itu ingin bergabung dengan keluarga Cheng kita," ucap ayahnya.


"Iya ayah," ucap Cheng Yu sambil mengangguk.


"Kalau begitu kembalilah," perintah ayahnya. Cheng Yu menganggukkan kepalanya kemudian melangkah pergi menuju ketempat lelang berlangsung.


Diruang VIP 6...


"Dari mana saja kau ini?," tanya Feng Gu saat melihat Feng May memasuki ruangan.


"Aku dari toilet," jawab Feng May singkat.


"Benarkan gadis itu dapat panggilan Tuhan," ucap Zou Jing yang langsung saja mendapatkan toyoran kepala dari Feng Gu dan mendapat pukulan dari Yu Tu, sedangkan Feng May hanya memandang Zou Jing yang tengah meringis kesakitan.


"Aku mendapat panggilan alam kak bukan panggilan Tuhan. Kalo panggilan berarti aku mati," ucap Feng May tenang.


"Tumben kau bicara dengan tenang tidak berteriak seperti biasanya," ucap Zou Jing.


"Aku ini tengah berbaik hati dengan menjaga wajah mu agar tidak tercoreng karena kalah debat dengan seorang gadis," ucap Feng May sambil tertawa mengejek.


Zou Jing hanya mencebik kesal mendapati kalimat balasan dari Feng May yang sangat menyebalkan menurutnya.


Beberapa saat kemudian barang selanjutnya dilelang setelah barang sebelumnya terbeli Dengan harga 2100 tael emas.


"Barang selanjutnya adalah sebuah baju zirah dengan perisai perak. Ini adalah barang peninggalan pada zaman reruntuhan kuno," ucap pembawa acara.