Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Kolam Fujin



Disisi lain Gui Feng tengah dalam perjalanan menuju ke perguruan Fajar, sebelum itu ia memberikan sebuah surat beserta dengan kotak dan meminta pengawalnya untuk memberikannya kepada Feng May.


Gui Feng juga meminta agar pengawal pribadinya itu meninggalkan minimal 3 orang pengawal untuk mengawal perjalanan Feng May saat menjalankan misi.


***


Disisi yang berlawanan dengan arah perjalanan Gui Feng. Zou Jing dan Feng Gu tengah berkejar-kejaran dengan Jia Kun. Mereka bertemu dan berpapasan secara tidak sengaja.


Karena Jia Kun yang telah terluka oleh pukulan api milik Feng Gu pun membuatnya langsung lari 1000 langkah menghindari Feng Gu dan Zou Jing.


"Ck! Sial dimana orang tidak tahu diri itu!" umpat Zou Jing.


"Dia sedang terluka jadi kemungkinan besarnya dia akan bersembunyi dan karena disini tidak ada jalan untuk lolos, kemungkinan terbesarnya adalah bersembunyi sebaik mungkin dari kita sambil menahan auranya!" ucap Feng Gu tenang.


"Jika bukan karena dia menjadi buronan yang sulit ditaklukkan maka sekarang dia pasti sudah kehilangan kemampuannya untuk berkultivasi," ucap Zou Jing yang masih mengucapkan sumpah serapah.


"Diamlah! kau ini berisik sekali! Kita telusuri semua sisi tempat ini sekaligus sekitarnya!" perintah Feng Gu.


Zou Jing langsung menggeledah seluruh tempat disekitarnya begitupun dengan Feng Gu. Selama beberapa saat mereka berkeliaran disekitar namun tetap saja tidak dapat menemukan Jia Kun.


"Cih! Buronan satu ini sulit juga untuk ditangkap!" umpat Zou Jing yang kesal karena ia sudah menyusuri semua tempat namun tetap tidak bisa mengendus aura dari Jia Kun.


"Sepertinya dia tidak ada disini! Sebaiknya kita lanjutkan pencarian ditempat lain!" ucap Feng Gu.


Feng Gu berjalan dengan mendahului Zou Jing, sedangkan Zou Jing mengikuti langkah Feng Gu sambil menggerutu kesal.


***


Selama beberapa saat lamanya Feng May masih dalam posisinya untuk memurnikan kolam Fujin. Dihadapan Feng May ada sekitar 10 botol untuk menampung racun yang ada di dalam kolam Fujin.


Wush.... pyar.... racun-racun yang ada didalam kolam Fujin terangkat dan masuk kedalam 10 botol dihadapan Feng May yang telah disiapkannya. Setelah beberapa saat Feng May membuka matanya perlahan.


"Sudah! Kalian bisa berendam di dalam kolam Fujin," ucap Feng May.


Jie Yu dan 2 Kui bersaudara langsung melompat kedalam kolam Fujin. Yu Tu dan 2 naga menghampiri Feng May yang masih duduk merenggangkan ototnya.


Feng May memandang kearah mereka bertiga dengan salah satu alis terangkat keatas.


"Ada apa?" tanya Feng May kepada mereka bertiga.


Bahkan Jie Yu dan 2 Kui bersaudara memandang kearah mereka saat mendengar Feng May bertanya.


"Tidak apa-apa! Kami hanya ingin bertanya apa tubuh mu baik-baik saja?" tanya naga emas.


Alis Feng May bertaut sambil ia menunjukkan wajah bingung.


"Tubuhku baik-baik saja," ucap Feng May.


Gantian Yu Tu, naga emas dan naga hitam menampilkan wajah bingung kearah Feng May sambil mengamati tubuh Feng May.


"Ada apa?" tanya Feng May.


Namun dijawab gelengan kepala orang mereka masih dengan mengamati tubuh Feng May. Feng May sampai dibuat bingung sendiri oleh kelakuan mereka.


***


Disisi lain Feng Gu dan Zou Jing masih sibuk mengejar Jia Kun yang lolos dari serangan mereka sebelumnya. Jia Kun masih waras untuk menghadapi 2 orang murid unggulan akademi Langit, hingga akhirnya ia memilih melarikan diri dan memulihkan tenaganya lebih dulu.


Feng Gu yang kesal langsung melompat kedepan dan menghadang Jia Kun dari depan, sedangkan Zou Jing masih terus mengejar Jia Kun dibelakang. Keduanya langsung mengapit Jia Kun dan kemudian menyerangnya secara membabi buta.


Mereka terlibat perdagangan sengit dan tidak ada yang ingin mengalah. Mereka terus bertarung tanpa memberi celah sama sekali.


"Haah akhirnya berhasil diringkus juga manusia ini!" ucap Feng Gu.


"Benar! dia sudah seperti jin saja yang tidak terlihat dan sulit dirasakan kehadirannya," ucap Zou Jing.


"Jin tidak akan ada yang mau mengakuinya sebagai sesama! Setan saja enggan mengakuinya sebagai sesama jenis!" ucap Feng Gu.


"Heh! kalian ini tidak bisa berbicara yang baik ya? bisa-bisanya kalian menghinaku langsung didepan wajahku begini!" ucap Jia Kun.


"Bukankah jauh lebih baik kami menghina mu langsung didepan dari pada membicarakan mu dibelakang!" ucap Zou Jing.


"Setidaknya kalian beri aku sedikit muka untuk bisa mengangkat kepala," ucap Jia Kun dengan ketus.


"Kau saja tidak memberi kami muka untuk langsung menangkap mu tanpa harus susah payah seperti ini!" ucap Zou Jing tak kalah ketus.


"Yah mana ada buronan yang sudah melarikan diri dan berusaha untuk tidak tertangkap malah memberi muka kepada musuhnya yang akan menangkapnya!" ucap Jia Kun ketus.


"Kalau begitu jangan minta kami memberimu muka!" ucap Zou Jing ketus masih dengan memegangi Jia Kun.


Feng Gu hanya melihat perdebatan mereka berdua.


"Sepertinya kalian cocok jika bersaudara!" ucap Feng Gu spontan.


Zou Jing dan Jia Kun melotot mendengar ucapan Feng Gu sedetik kemudian mereka berdua saling pandang.


"Dih ogah!" jawab keduanya secara bersamaan sambil memalingkan muka.


Feng Gu mengangkat sebelah alisnya melihat kedua orang dihadapannya.


"Kalian sepertinya saudara beda ayah lain ibu deh!" ucap Feng Gu lagi.


"Tidak usah aneh-aneh! Mana ada saudara yang beda orang tua," ucap Zou Jing.


"Kalian!" jawab Feng Gu sambil menunjuk kedua orang dihadapannya.


"Sudah aku geprek kalau punya saudara seperti dia!" ucap Zou Jing sambil menunjuk Jia Kun dengan dagunya.


"Aku juga tidak sudi memiliki saudara seperti mu!" ucap Jia Kun dengan ketus dan pelototan mata yang tajam kearah Zou Jing.


"Sudahlah sekarang kita kembali ke akademi Langit dan segera menyerahkan Jia Kun kemudian beristirahat!" ucap Feng Gu yang sudah lelah mendengar perdebatan mereka.


***


Disisi lain Gui Feng sudah sampai didepan gerbang akademi matahari, ia segera menuju kearah perguruan Fajar dan langsung menemui gurunya.


"Salam hormat untuk guru," ucap Gui Feng memberi salam.


Gurunya berbalik menghadap kearah Gui Feng, ia memandang Gui Feng dengan seksama.


"Apa kau sudah menemukan teman masa kecil mu itu?" tanya gurunya.


Gui Feng menengadah wajahnya menatap wajah gurunya.


"Sudah guru!" jawab Gui Feng.


"Bagaimana gadis kecil sekarang? Apa ia sudah bertambah dewasa?" tanya gurunya.


"Dia sudah bertambah kuat sekarang guru! Ia juga mempunyai tempramen yang baik dan mental yang kuat!" jawab Gui Feng dengan mantab tanpa ada keraguan dalam dirinya.