
“setelah keadaan mu benar-benar pulih pergilah menemui kepala akademi!” Ucap guru. Feng May hanya menganggukkan kepalanya tanpa bersuara.
“Kalau begitu kita semua keluar biarkan Feng May istirahat!” Ucapnya sambil berjalan keluar dan diikuti oleh muridnya.
Feng May menghela nafas panjang setelah pintu kamarnya tertutup rapat. “Kau benar baik-baik saja?” Tanya naga emas.
“Aku baik-baik saja tidak usah khawatir!” Ucap Feng May.
Setelahnya Feng May bangun dari tidurnya dan dia mengeluarkan pil obat didalam cincin ruang miliknya. Feng May terkejut saat menemukan ada sebuah cincin yang melingkar dijari manisnya, dia mengernyitkan dahi. “Ha nanti saja aku tanyakan pada kakak senior tentang cincin ini!” batinnya.
Setelahnya Feng May fokus mengobati luka-lukanya, sekalian ia ingin menembus ketingkat yang lebih tinggi. Setelah 3 hari Feng May masih tetap dalam posisinya, sampai kemudian dia membuka mata dan menjatuhkan dirinya diatas ranjang. “haah sulit sekali menembus tingkat ku sekarang! Padahal banyak orang yang dengan mudah menembus tingkat mereka!” gumamnya.
“coba kau periksa dantian mu!” perintah naga hitam. Feng May pun dengan serta memeriksa dantiannya, dia melihat bahwa dantian miliknya baik-baik saja. Hanya saja dia menemukan sebuah tanaman rambat dengan corak warna merah didalam ruang dantiannya.
“tanaman apa ini? Kalian tidak tahu apapun kah tentang tanaman ini?” tanya Feng May.
“tidak ada catatan apapun tentang tanaman yang ada didalam ruang dantian mu kak! Aku sudah mencari sebuah buku diperpustakaan yang terbuka!” ucap Yu Tu.
“perpustakaan terbuka? Berarti masih ada perpustakaan yang lain didalam ruang dimensi?” tanya Feng May.
“Iya kak! Hanya saja kakak belum berhasil naik tingkat jadi ruang dimensi masih sebesar 3 kali lapangan sepakbola saja!” ucap Yu Tu.
“Kalau begitu apa kalian punya solusi agar aku dengan segera naik tingkat! Padahal saat pertarungan aku merasakan gejolak didalam dantian dan merasa kalau aku bisa naik tingkat setelah pertandingan, namun saat aku mencobanya malah tidak terjadi apapun hanya kekuatan ku semakin meningkat saja yah sekalipun sedikit!” ucap Feng May.
“mungkin ada sesuatu didalam dantian kakak selain tanaman rambat yang kakak lihat tadi!” ucap Yu Tu. Feng May memikirkan perkataan Yu Tu, dan akhirnya dia pun kembali melihat dantiannya.
“coba gunakan jiwa mu untuk menelusuri lebih dalam area disekitar dantian mu!” ucap naga emas.
Feng May bangkit dari tidurnya dan duduk bersila, dia mengikuti arahan dari naga emas untuk membiarkan jiwanya menyelidiki lebih dalam area disekitar dantian miliknya. “ada sesuatu emm .. seperti wadah dan didalamnya ada cairan berwarna biru cerah!” ucap Feng May.
“wadah apa?” tanya naga hitam.
“emm .. wadah itu seperti mangkok namun sangat cekung dan juga berada didalam dantian!” jawabnya. “apa warna dantian mu? Dan apa warna wadah tersebut?” tanyanya lagi.
“wadahnya berwarna putih lalu dantian ku berwarna emas!” jawab Feng May.
Naga emas dan naga hitam saling pandang, sedangkan Ucil dengan segera menghampiri Feng May dan menutup mulutnya. “ada apa?” tanya Feng May.
“Jangan katakan pada siapapun tentang warna dantian mu!” ucap naga emas.
“Nona umumnya seorang pendekar atau kultivator memiliki warna dantian putih atau biru muda ada juga yang berwarna biru langit. Namun ada sebuah keluarga yang mana memiliki warna dantian yang berbeda. Contohnya klan Shitu yang memiliki warna dantian ungu, laku ada juga klan Kui yang memiliki warna dantian oranye. Lalu ada juga klan Zhi dari daratan dewa yang memiliki warna dantian merah. Dan semakin jelas warnanya maka semakin murni darahnya, artinya orang itu adalah keturunan asli klan tersebut yang memiliki hak untuk menjadi kepala klan selanjutnya atau sebagai pemimpin sebuah kerajaan!” jelas Ucil panjang lebar.
“dan menilik dari warna dantian yang anda katakan adalah gold kemungkinan anda adalah keturunan salah satu klan didaratan Fenghua!” ucap naga emas.
“Lalu apa yang jadi masalah? Kenapa aku harus menyembunyikan warna dantian ku?” tanya Feng May masih belum jelas dengan penjelasan panjang lebar dari Ucil.
“maksudnya adalah nyawanya dapat berada diujung jurang kalau ada orang yang mengetahuinya! Dan juga kemungkinan besar klan dari daratan Fenghua yang memiliki dantian warna gold adalah anggota kerajaan! Kalau sampai kabar tentang mu sampai ditelinga orang-orang yang tidak menyukai klan mu bagaimana? Kalau kau mau mati jangan mengajak kami semua dong!” protes naga emas.
“ah ternyata seperti itu! Yah baiklah aku mengerti, toh aku juga tidak bodoh sampai harus memberitahu setiap orang tentang warna dantian ku!” ucap Feng May.
“sekarang sebaiknya kakak bersiap-siap untuk menemui kepala akademi!” ucap Yu Tu.
“Apa tidak boleh diwakilkan?* Tanyanya.
“anda akan diberikan sebuah plakat untuk memasuki menara penguat jiwa!” jelas Yu Tu.
“kakak juga akan mendapatkan senjata spiritual tingkat tinggi!” ucap Jie Yu. Membuat binar bahagia dimata Feng May muncul.
“lalu apa gunanya menara penguat jiwa itu?” tanya Feng May.
“Menara itu akan membantu kakak memperkuat jiwa kakak! Semakin lama kakak bertahan didalam menara jiwa dan semakin tinggi kakak naik keatas maka kekuatan jiwa kakak akan semakin besar kemungkinannya juga dapat membantu kakak untuk naik tingkat!” ucap Yu Tu.
“bagus itu yang ku butuhkan! Yahoo kita berangkat sekarang!” ucap Feng May semangat.
“kakak tolong perbaiki baju mu! Berpakaianlah yang benar dan rapi! Yang kau temui adalah kepala akademi bukan gelandangan!” ucap Yu Tu.
Feng May lari dengan semangat sambil memperbaiki bajunya yang sedikit berantakan karena dia ingin cepat menemui kepala akademi untuk meminta hadiah eh salah maksudnya untuk menemui kepala akademi dan melaporkan tentang kemenangan. Namun ditengah perjalanan Feng May berhenti dan hak itu membuat Yu Tu dan yang lainnya bertanya-tanya, bahkan Ucil dan Jie Yu hampir menabrak tubuh Feng May.
“Kenapa berhenti?” tanya Kui Ling.
Feng May menggaruk tengkuknya dan menampilkan senyum canggung “itu .. emm aku tidak tahu tempat kepala akademi tinggal dan juga tidak tahu dimana kau harus menemuinya!” ucap Feng May. Jie Yu dan Ucil jatuh terjengkang mendengar ucapan Feng May. Sedangkan Yu Tu dan yang lainnya menepuk jidat mereka secara bersamaan.
“Kupikir kau sudah tahu karena kau berlari dengan semangat 45 mu dan sangat percaya diri!” ucap naga emas.
“Aku kan tidak pernah bertemu dengan orang yang dipanggil kepala akademi itu!” Ucap Feng May.
“kalau kita cari peta yang menjelaskan tentang keseluruhan wilayah akademi!” ucap Yu Tu. Feng May pun pergi ketempat yang ada petanya, dan memyusuri satu persatu. Kemudian tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya