Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Pangeran Sia



Feng May kembali melanjutkan makannya dan juga memperhatikan sekitar untuk mencari informasi didesa itu.


"Sepertinya tidak ada yang spesial didesa Jia ini," ucap Feng May dalam hati.


Setelah selesai makan Feng May segera membayar makanan pesanannya dan menanyakan penginapan didesa tersebut.


Setelahnya Feng May langsung menuju ke penginapan dan menginap selama 1 hari didesa tersebut.


Didalam kamar penginapan...


Feng May memfokuskan diri berlatih dan Jie Yu menyerap permata Jade miliknya.


Keesokan harinya...


Feng May dan Jie Yu melanjutkan perjalanan kembali keibu kota kerajaan Langit. Ditengah perjalanan Feng May dicegah oleh sekelompok perampok.


"Serahkan seluruh barang berharga mu!" perintah perampok itu.


"Aku tidak memiliki apapun seluruh uang ku sudah habis," jawab Feng May.


"Kalau begitu serahkan hewan kecil itu biar kami menjualnya dan kau bisa menemani kami selama 3 hari sebelum kami jual kepedagang budak bagaimana?" ucap ketua perampok tersebut sambil berjalan mendekati Feng May.


Belum sampai perampok itu menyentuh Feng May sebuah pisau tiba-tiba menyerang tubuh ketua perampok itu.


"Sial siapa hang berani yang mengganggu ku!" teriak ketua perampok itu.


"Siapa kau berani berteriak dihadapan pangeran kerajaan Sia hah?!" teriak seorang pemuda.


Feng May hanya melirik menggunakan ekor matanya kemudian sama sekali tidak bergeming dari tempatnya berdiri.


"Ternyata seorang pangeran hahahaha hari ini kita mendapatkan sebuah keberuntungan dan akan mendapatkan uang yang banyak kalau bisa membawa pangeran itu," teriak ketua kelompok tersebut sambil tertawa senang.


"Lancang!" teriak pemuda yang mungkin adalah pengawal pribadi pangeran tersebut.


"Tutul kemarilah dan serang orang-orang yang bersama pangeran tersebut dan aku akan menghadapi pangeran itu langsung!" teriak ketua perampok.


"Dia memiliki macan tutul level 15 sebagai kartu as nya," ucap pangeran Sia.


"Pangeran tenanglah sebaiknya ada membawa seekor kuda untuk segera melarikan diri dan pergi jauh dari sini," ucap pengawal pribadinya.


"Tidak! aku akan menghadapi hewan ini dan perampok itu bersama-sama dengan kalian!" ucap pangeran.


"Pangeran ini memiliki watak yang baik rupanya," kata kepala perampok.


"Tapi kalian tidak akan pernah mampu menghadapi tutul kesayangan ku ditingkatan kalian yang masih tingkat Qi level 5 dan pangeran yang masih ditingkat energi internal tahap ekstrem," lanjut kepala perampok tersebut.


Akhirnya pertarungan pun tidak terelakkan dan pertarungan menjadi tidak seimbang karena macan tutul tersebut berada ditingkat Qi level ekstrem level 2.


"Pangeran anda pergilah lebih dulu saya dan prajurit yang lain akan menyusul anda! Sebaiknya anda segera pergi ke kerajaan Langit!" teriak pengawal pribadi tersebut.


"Kita datang bersama-sama maka kita harus sampai ditujuan juga bersama-sama dan kembali ke kerajaan Sia juga bersama-sama!" teriak pangeran tersebut dengan masih mengayunkan pedang menghalau serangan dari ketua perampok.


"Berhenti!," ucap Feng May yang langsung menghentikan semua pergerakan pertarungan bahkan tumbuhan diradius 1km juga berhenti.


Feng May menggunakan sihir pembeku waktu dan menghentikan pertarungan tersebut. Feng May berbalik dan menatap kepala perampok itu dan juga menatap macan tutul disisi kirinya.


"Kalian semua pergilah!" ucap Feng May yang kemudian menghilangkan sihirnya ditubuh pangeran Sia dan seluruh orang-orangnya.


"Ah saya bersama anda," ucap pangeran Sia.


Feng May membuka tudung kepalanya dan menatap mata pangeran Sia tajam.


"Kalian pergilah ke kerajaan Langit bukankah itu tujuan kalian maka pergilah sebentar lagi akan datang seekor ular tanduk level 20 kalian tidak dapat mengalahkannya," ucap Feng May sambil berlalu menghilang entah kemana.


"Pangeran kita harus pergi sekarang! Kalian semua naik keatas kuda dan kita lanjutkan perjalanan dengan kecepatan penuh!" perintah pengawal pribadi pangeran Sia.


"Baik!" jawab serempak para prajurit.


Pemuda itu menggeret pangeran Sia untuk naik keatas kuda bersamanya dan segera memacu kudanya menjauh dari tempat tersebut.


Beberapa saat berpacu akhirnya mereka sampai diperbatasan masuk kerajaan Langit dan dari arah belakang mereka terdengar teriakan orang-orang tadi beserta desisan ular.


"Sepertinya yang dikatakan oleh nona itu benar! Hah untung saja tadi dia menolong kita! Kalau tidak kita akan menjadi santapan ular itu," ucap salah seorang prajurit.


"Benar sekali! Sepertinya nona itu memiliki tingkatan kekuatan yang sangat tinggi sampai tidak terlihat dan dia juga bisa menggunakan sihir pembekuan waktu," jawab temannya.


"Sudah kalian diamlah! Kita harus segera masuk kekota kerajaan Langit sebelum malam! Ayo!" perintah pengawal pribadi tersebut.


"Baik tuan," jawab para prajurit.


Sesampainya digerbang depan kerajaan Langit mereka langsung disambut oleh pangeran ke-5.


"Selamat datang kepada pangeran Sia dan juga seluruh rombongannya! Apa kalian mengalami kendala saat menuju kemari?" tanya pangeran ke-5 saat melihat mereka semua terluka.


"Tadi kami dihadang oleh sekelompok perampok kemudian bertarung dan ada seorang nona yang niatnya tadi ingin ditolong oleh pangeran berbaik menolong kami dengan menggunakan sihir pembeku waktu," jawab pengawal pribadi pangeran.


"Ternyata seperti itu aku sangat minta maaf atas ketidak nyamanan yang terjadi kepada pangeran Sia dan rombongannya kalau begitu mari ikut dengan ku kita akan menginap di penginapan lebih dulu dan juga saya akan meminta seseorang memanggil tabib untuk mengobati luka anda sekalian," ucap pangeran ke-5.


"Terima kasih yang mulia," Jawab pangeran Sia.


"Itu sudah menjadi tugas ku mari pangeran ikuti saya," ajak pangeran ke-5.


Dipenginapan...


Pangeran Sia dan pengawal pribadinya tengah duduk didalam sebuah restoran yang ada dilantai bawah penginapan.


"Arigun aku penasaran dengan nona yang tadi," ucap pangeran Sia.


"Saya pun juga penasaran dengan nona itu yang mulia pangeran!" jawab pengawal arigun.


"Apa kita masih bisa bertemu dengannya?" tanya pangeran Sia.


"Entahlah semoga saja kita masih bisa bertemu dengan nona itu dan mengucapkan terima kasih," jawab pengawal arigun.


Setelahnya mereka berbincang-bincang tentang keadaan kota di kerajaan Langit sambil memakan makanan mereka.


Didepan kediaman Zou...


Feng May menatap pada papan nama yang terpasang didepan kediaman milik Zou Jing.


"Kakak aku pulang," ucap Feng May sambil masuk kedalam kediaman milik Zou Jing.


Prajurit yang melihatnya hanya diam saja karena mereka tahu bahwa tuannya menyayangi adik perempuannya tersebut.


Mendengar kata-kata Feng May sekalipun pelan membuat Zou Jing dan Feng Gu langsung melompat dari tempat duduk mereka dan dengan segera menghampiri adik perempuannya.


"May'er bagaimana siapa yang menjalin kontrak dengan mu hm?" tanya Feng Gu.


"Aku membawa teman baru dan aku juga belum menjalin kontrak dengan hewan manapun kak," ucap Feng May.


"Itu pasti karena kau masih sangat lemah! Kau bisa kembali dengan selamat tanpa luka saja sudah aneh apalagi jika kau bisa membuat kontrak dengan hewan level 1 sekalipun," ucap Zou Jing.


"Mulut mu ini minta dijahit ya," ucap Feng Gu.