Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Kesan pertama



Feng May menatap kearah Angela sambil mengangkat sebelah alisnya “kau pikir didunia spirit hanya ada hewan spirit? Masih banyak tanaman spirit yang bisa dimakan dan baik untuk tubuh! Lalu disisi yang ada diujung sana banyak hewan biasa yang masuk kedalam dunia spirit!” Ucapnya.


“oh, pantas saja Zou Jing menangkap kelinci awam. Ternyata ada hewan yang bukan berasal dari hewan spirit bisa masuk ke dunia spirit!” Ucap Feng Gu. “Aku pikir dia mencuri peternakan milik warga desa!” Lanjutnya.


Zou Jing langsung memukul kepala Feng Gu dengan keras sampai Feng Gu mengaduh dan menatap tajam kearah Zou Jing. Begitu pun dengan Zou Jing yang memberikan tatapan tajam kearah Feng Gu. “apa kau tidak bisa berfikir dulu sebelum bicara? Bisa-bisanya kau berfikir aku mencuri, heh 5km dari luar dunia spirit hanya ada hutan belantara. Dan jarak sekitar 25 km baru ada permukiman warga, kau pikir dengan jarak sejauh itu aku bisa pergi dan kembali hanya dalam waktu 2 jam an hah?!!” ucap Zou Jing.


“ya sudah santai dong, kan aku hanya berfikir tidak menuduh mu!” ucap Feng Gu. Zou Jing menatap kearah Feng Gu “heh hanya dengan kau memikirkan hal seperti itu tentang ku sama saja dengan kau sudah menuduhku secara tidak langsung!” ucapnya.


“sudah kalian diamlah, aku akan pergi dulu! Oh apa didalam air sungai itu sama sekali tidak hewan? Ikan, atau apa gitu!” Tanya Feng May. “tidak ada, paling hanya hewan-hewan beracun yang bisa menyesuaikan dengan racun didalam sana!” jawab Angela.


“apa pikiran mereka tidak dapat dikendalikan hanya karena mereka bisa menyesuaikan diri?” tanya Zhi Shen. Angela mengangkat kedua bahunya keatas “entahlah, aku tidak tahu!” ujarnya.


Zhi Shen, Zou Jing dan Feng Gu secara bersamaan berdecak mendengar jawaban dari angela. “bemar-benar tidak berguna!” ucap mereka bersamaan. Angela menggertakkan giginya mendengar ucapan ke-3 laki-laki tersebut, dia juga mengepalkan kedua telapak tangannya sampai merah karena menahan kekesalannya.


Disisi lain ...


“Bagaimana? Apa kalian sudah berhasil menemukan Feng Gu dan Zou Jing?” tanya seorang wanita.


“Maaf nona kami masih belum bisa menemukan mereka!” jawab bawahannya.


“ck! Dasar bodoh, apa saja pekerjaan kalian sampai menemukan 2 laki-laki itu saja tidak bisa!” teriaknya sampai membuat bawahannya terpelanting dan menabrak pohon hingga pohon itu tumbang.


“apa kau sukai dari 2 laki-laki yang gemulai itu?” tanya seseorang yang duduk diatas sebuah batu besar.


Wanita itu berbalik dan menatap kearah orang yang duduk diatas batu besar tersebut. “Apa kau tidak tahu bahwa Feng Gu adalah penerus akademi Langit, dan Zou Jing adalah penerus dari tetua gunung barat! Jika aku bisa mendekati mereka maka aku bisa menguasai seluruh akademi Langit!” ucapnya.


“Ku rasa itu tidak mungkin!” ucapnya. Wanita itu mengerutkan dahinya “kenapa kau berfikir seperti itu? Memangnya siapa yang bisa menolak pesona ku?!” ucapnya.


“Apa kau lupa tentang gadis yang bersama kedua laki-laki itu saat mereka datang ke dunia spirit? Sepertinya mereka berdua menaruh perhatian besar pada wanita itu!” ucapnya.


Wanita itu nampak mengingat-ingat wanita yang dimaksud oleh laki-laki itu, beberapa saat kemudian ia pun ingat. “ahh ... Ternyata wanita yang memiliki tatapan tajam dan wajah datar itu, ku rasa dia sama sekali tidak memiliki pseona apapun. Dia juga sangat lemah bahkan wajahnya masih lebih cantik diriku!” ucapnya.


“Heh! Apa kau tidak pernah berkaca? Jelas wanita lebih segalanya dari mu. Pertama dia masih seorang gadis, kedua kekuatannya bisa dibilang lebih kuat dari mu saat seusia dirimu, ke-3 dia sama sekali tidak mudah tergoda, dia sama sekali tidak terpesona padaku padahal saat itu dia bertatapan dengan ku. Yang ke-4 dia adalah gadis yang tidak ambisius namun dia selalu mengambil apa yang menjadi hak nya, dia juga tidak terlihat berbahaya namun dia yang paling kejam!” ucapnya.


Wanita itu mengerutkan keningnya mendengar ucapan laki-laki tersebut. “apa kau punya kesan khusus padanya saat pertama kali bertemu? Kau bahkan sepertinya mengingat jelas wajah perempuan itu!” ucapnya tidak senang.


“yah .. aku punya kesan khusus pada seorang gadis yang sudah berhasil membuat tertarik karena kekejaman yang dia miliki! Sifat lembut namun menyimpan sejuta kekejaman dan senyum manis seperti malaikat yang menyimpan begitu banyak sifat iblis didalam dirinya. Ditambah lagi dengan dia yang lemah namun memiliki kekuatan besar yang tersimpan rapi. Jadi jangan coba-coba untuk mengusik gadis itu!” ucapnya.


“CK! Aku tidak percaya, coba kau ceritakan pada ku kesan pertama mu saat bertemu dengan wankta itu!!” ucapnya jengkel.


Laki-laki itu menoleh menatap wanita yang tengah menatapnya dengan tajam, dia terkekeh melihatnya. Kemudian berbalik dan tatapan menerawang jauh mengenai sosok Feng May yang baru pertama kali ia temui.


FLASHBACK ...


“Yang mulia anda yakin ingin berjalan-jalan sendiri? Bagaimana jika ada orang-orang atau musuh anda mengincar anda? Setidaknya bawalah 2 atau 4 orang prajurit untuk melindungi anda!” ucap pengawal setianya.


“Aku baik-baik saja tidak usah terlalu mengkhawatirkan ku, dan lagi ada pasukan khusus yang selalu menjaga ku kan. Jadi kalian istirahat saja dan nikmati liburan kalian selama kita disini! Aku hanya akan pergi melihat-lihat pasar!” ucapnya sambil melambaikan tangan dan pergi meninggalkan pengawalnya yang masih berusaha membujuknya.


Sesampainya di pasar ...


Dia melihat setiap makanan dan aksesoris yang dijajakan oleh lara pedagang, dia juga membeli beberapa barang yang akan dia jadikan sebagai buah tangan untuk adik dan kakaknya. Dia jiga mencoba beberapa makanan khas kerajaan Langit. Sampai beberapa saat kemudian ia melihat beberapa orang yang mengerumuni seseorang yang menggunakan jubah panjang dan menutupi wajahnya.


“apa yang ingin mereka lakukan pada orang itu? Apa mereka ingin berbuat jahat? Aku harus membantunya!” ucapnya sambil berjalan cepat menuju kearah sekumpulan preman itu.


Orang-orang itu menggiring seorang gadis masuk kedalam sebuah gang, dan laki-laki itu mengikuti mereka. Namun tak lama setelah mereka menjauh dari kerumunan gadis itu menghabisi orang-orang itu dalam sekali gerakan. Laki-laki itu tercengang dan dia masih tetap ditempatnya, melihat kearah Feng May yang memutasi orang-orang yang tadi mengusiknya.


“Kan sudah kubilang jangan menggangguku!” ucap Feng May sambil menunjukkan senyum smirk. Feng May memotong tangan, kaki dan dia juga mengeluarkan organ dalam orang-orang tersebut.


“gadis ini kejam juga!” batinnya. Saat Feng May menatap kearah tempatnya, dengan cepat dia menyembunyikan dirinya dan menghilangkan auranya.


“apa hanya perasaanku saja ya?” gumam Feng May.


FLASHBACK END