
"Silahkan datang kembali nona!" ucapnya dengan ramah.
Feng May berjalan-jalan dan membeli beberapa makanan jalanan. Dia memperhatikan sekitar sampai akhirnya ia berhenti direstoran miliknya. Feng May mengambil cadar yang dia beli saat ditoko pakaian tadi dan segera mengenakannya.
Manager toko yang tahu kedatangan Feng May langsung menemuinya dan menyambutnya.
"Selamat datang nona! Sudah sangat lama anda tidak kemari memeriksa toko!" ucapnya.
Feng May menganggukkan kepala dan berjalan menuju ruangan yang dibuat khusus untuknya. Ia duduk dan mulai memeriksa semua berkas yang menumpuk diatas meja.
"Apa ini sudah semua?" tanya Feng May.
"Belum semua nona! sebagian sudah diperiksa oleh saya dan anak saya!" ucapnya.
"Oh anak mu sudah mulai bekerja?" tanya Feng May.
"Belum nona! saya hanya melatihnya agar dapat membantu anda!" ucapnya.
Feng May mengangguk-anggukan kepalanya dan kemudian memintanya untuk memanggil anaknya tersebut.
"Panggil anakmu itu kemari! Aku ingin lihat kinerjanya!" perintah Xana.
"Baik nona!" jawabnya dan mulai melangkah menemui anaknya.
Sedangkan Feng May fokus pada semua berkas dan menyelesaikannya dengan cepat tanpa ada kendala sama sekali. Tak lama kemudian anak manager tersebut datang.
Tok ... tok ....
"Hmm!" gumam Feng May.
Kriettt ... pintu terbuka dan muncullah seorang pemuda dan juga manager toko.
"Nona dialah anak saya yang memiliki keahlian seperti saya!" ucap manager tersebut.
"Saya adalah Liu Jing putra pertama ayah saya!" ucapnya.
Feng May menganggukkan kepalanya.
"Periksalah berkas ini disini!" ucap Feng May sambil melempar sebuah berkas kepada pemuda itu.
Pemuda itu dengan sigap menangkapnya kemudian membukanya.
"Kau keluarlah! dan kau siapa tadi namamu emm Liu Jing ya kau bisa duduk dikursi itu!" perintah Feng May.
"Baik nona!" jawab mereka berdua.
Kemudian Liu Jing fokus dengan berkas yang diberikan oleh Feng May untuk diperiksanya. Tak lama kemudian ia telah selesai memeriksa dan memberikannya kepada Feng May.
Feng May mengambil berkas tersebut kemudian membukanya dan 5 menit kemudian ia menganggukkan kepalanya.
"Baiklah mulai besok kau sudah bisa menggantikan posisi ayah mu jika ayahmu ingin pensiun!" ucap Feng May.
"Baik nona! terima kasih!" ucapnya.
"Yah kau bisa kembali sekarang!" ucap Feng May.
Pemuda menundukkan kepalanya kemudian berjalan keluar dari ruangan Feng May. Setelah 30 menit tubuh Feng bereaksi.
"Sepertinya pecahan tubuh ku akan segera kemari!" gumam Feng May.
Setelah Feng May kembali fokus pada berkasnya.
Disisi lain...
Feng May dan teman-temannya sudah berada didepan perguruan puncak rintik. Mereka langsung bergerak menuju kearah tempat kepala perguruan.
"Kalian sudah kembali? Bagaimana misi yang kalian jalankan?" tanyanya.
"Sangat lancar!" ucap Feng May.
"Teman-teman mu itu sepertinya bukan berasal dari akademi!" ucapnya.
"Yah dan anda tidak perlu tahu!" ucap Feng May.
Yu Tu menyenggol lengan Feng May memperingatkan agar dia sedikit sopan dengan kepala perguruan.
"Seperti ada yang aneh dengan mu setelah kembali dari dataran petir hitam!" ucapnya memindai Feng May.
Feng May memutar bola matanya kemudian menatap kearah kepala perguruan tersebut.
"Bukan urusan anda!" ucap Feng May.
Lagi-lagi Yu Tu menyenggol lengan Feng May, bukan hanya Yu Tu tapi 2 naga juga menyenggol Feng May.
"Apa sih!" ketus Feng May.
"Baiklah baiklah sekarang berikan kepada ku hasil misi mu Feng May!" ucap kepala perguruan.
Feng May menyerahkan semuanya dan hal itu berhasil membuat kepala akademi tercengang.
"Bagaimana bisa bocah ini mendapatkan begitu banyak kristal serigala hitam dan juga daun bambu kabut ini setidaknya sudah berusia 10.000 tahun!" gumamnya dalam hati.