
"Kami bisa jadi saudara diwaktu tertentu dan jadi musuh diwaktu yang lain. Tapi sekalipun kami bertengkar kan kami selalu akur ya kan?," ucap Zou Jing.
"Ho oh kita selalu akur dan tidak pernah sampai adu kekuatan kok," ucap Feng May menyetujui kata-kata Zou Jing.
Feng Gu hanya Menepuk jidatnya dan menghela nafas panjang mendengar kekompakan 2 orang dihadapannya.
"Sudahlah kalian harus bersiap-siap untuk besok," ucap Feng Gu.
"Memangnya ada apa dengan besok?," tanya Feng May.
"Kau sama sekali tidak dengar kabar apapun?," tanya Zou Jing.
"Kalau aku tahu untuk apa aku bertanya," ucap Feng May.
"Besok akan ada pelelangan dirumah lelang milik keluarga Cheng. Dan ku dengar akan ada barang yang langkah dilelang tersebut," ucap Zou Jing.
"Memangnya barang apa yang langkah?," tanya Feng May.
"Entahlah. Tidak ada bocoran sama sekali tentang hal itu," ucap Zou Jing.
"Apa pekerjaan mu saat kembali ke wilayah kekaisaran Langit hanya mencari gosip saja," ucap Feng May.
"Hey aku ini mendapatkan bocoran dari teman ku tahu. tanyakan saja pada Feng Gu," ucap Zou Jing.
"Berarti semua teman mu adalah kumpulan tukang gosip. Kau berteman dengan kumpulan banci," ucap Feng May.
"Hey mulut mu kejam sekali," ucap Zou Jing.
Feng Gu menghela nafas berat "Heyy kalian diamlah," ucapnya kepada Zou Jing dan Feng May.
"Iya kak,"
"Iya Gu'er,"
Ucap Feng May dan Zou Jing bersamaan. Lagi-lagi Feng Gu hanya menghela nafas panjang, ia hanya selalu sabar dan menjadi pendengar yang baik saat ke-2 orang dihadapannya itu berdebat bagai dunia milik berdua saja.
Meski begitu mereka ber-2 selalu mendengarkan kata-kata Feng Gu dengan patuh tanpa menyela.
(Tahu kali Abang, Kalo Abang sabarnya sudah setingkat orang suci😅😅)
"Kalau harus berusaha jadi orang yang lebih baik lagi. Aku yakin kalau IQ kalian ini sangat tinggi tapi EQ kalian ini 0 tahu tidak," ucap Feng Gu dengan tegas.
"Iya kak,"
"Iya,"
Lagi-lagi Feng May dan Zou Jing menjawab secara bersamaan. Mereka ber-2 menundukkan wajahnya karena tahu bahwa saat ini Feng Gu tidak boleh diganggu atau dijahili.
Bibi Zou yang datang dari arah dapur dengan membawakan makanan untuk Feng May dan 2 orang pria dihadapan Feng May.
"Kalian ini kenapa seperti anak yang dimarahi induknya saja?, tanya bibi Zou heran dengan tingkah Zou Jing dan Feng May.
Feng May dan Zou Jing hanya menatap bibi Zou dalam diam, mereka masih belum berani bicara jika keadaan Feng Gu masih mengerikan menurut mereka.
Feng Gu terlihat seperti orang yang biasa saja dengan ekspresi santai meskipun ia marah, namun jika ia sudah bertindak disaat ia sudah kesal dan marah bisa dipastikan bahwa orang yang dihadapannya tidak akan bertahan lebih dari 2 pukulan saja.
Feng May menatap kearah Zou Jing "Bagaimana ini?," begitulah pertanyaan yang digambarkan oleh mimik wajah Feng May.
Zou Jing memandang kearah Feng sambil mengangkat ke-2 bahunya "Entahlah. Aku juga tidak tahu," mungkin itulah kata yang ditunjukkan oleh Zou Jing.
"Kenapa kalian menghela nafas berat seperti itu? tanya Feng Gu yang dari tadi diam dan memperhatikan ke-2 orang dihadapannya.
"Kami tidak apa-apa," jawab Feng May dan Zou Jing bersamaan.
"Kalau begitu Feng May bersiap-siap lah dan besok kakak akan mengajak mu pergi kepelelangan keluarga Cheng. Dan kau (sambil menunjuk Zou Jing) kembalilah ke kamar mu sekarang," perintah Feng Gu.
"Iya kak,"
"iya,"
Jawab Feng May dan Zou Jing bersamaan dan dengan segera mereka melaksanakan perintah Feng Gu.
Keesokan harinya...
"Yu Tu sekarang keluarlah aku akan mengajakmu kepelelangan milik keluarga Cheng!," ajak Feng May kepada Yu Tu.
"Iya kak," jawab Yu Tu dengan antusias dan dengan segera ia keluar dari dalam ruang dimensi.
Feng May tersenyum melihat wajah berseri-seri milik Yu Tu.
"Kau sangat senang ya keluar dari ruang dimensi?," ucap Feng May.
"Iya kak! Saya sangat ingin pergi berjalan-jalan ditengah keramaian bersama kakak," ucap Yu Tu.
"Hahaha baiklah kalau begitu ayo kita kesana! Oh iya jika nanti ada yang kau inginkan katakan pada kakak ya. Kakak akan membelikannya untukmu," ucap Feng May.
"Iya kak! Saya juga akan selalu disamping kakak" ucap Yu Tu.
"Hmm," gumam Feng May sambil memberikan tangannya untuk digandeng oleh Yu Tu, Yu Tu un menggenggam tangan Feng May dan berjalan beriringan sambil tersenyum bahagia.
"May'er kenapa kau lama seka...li," ucap Feng Gu kemudian bengong menatap kearah Yu Tu yang digandeng oleh Feng May.
"Siapa bocah May'er? kau tidak menculik anak orang atau tetangga kan?," ucap Zou Jing sambil menatap kearah Feng May dan Yu Tu bergantian.
"Kau pikir tetangga itu bukan manusia apa?," balas Feng May sambil memutar bola matanya malas.
"Dia ini adik kecil ku namanya Yu Tu," ucap Feng May memperkenalkan Yu Tu. Sedangkan, Yu Tu ia melambaikan tangannya menyapa Zou Jing dan Feng Gu.
"Dia anak siapa May'er? Kau tidak menculik anak itukan dari orang tuanya?," kali ini Feng Gu yang bertanya.
"Tidak kak! Aku tidak sengaja bertemu dengannya dan ia tidak memiliki orang tua atau keluarga jadi aku membawanya," jelas Feng May.
"Dan lagi kenapa kakak Gu'er jadi menyebalkan seperti kakak Jing," ucap Feng May kesal.
"Hey kakak mu ini bertanya karena peduli dengan mu tahu. Kau ini adik yang durhaka ya kepada kakaknya," ucap Zou Jing.
"Haah sudahlah kalau begitu. Kau tadi namamu Yu Tu (Katanya sambil menunjuk Yu Tu dan dibalas anggukan oleh bocah itu) Kau benar-benar ingin ikut bersama dengan adik perempuan ku?," tanya Feng Gu dengan nada halus.
"Iya. Apakah tidak boleh aku ikut dengan kakak-kakak sekalian?," tanya Yu Tu dengan wajah murung.
"ah! Ekhem tidak ada melarang mu jika kau sendiri yang ingin," ucap Feng Gu kemudian yang merasa kasihan dengan ekspresi murung yang ditunjukkan oleh Yu Tu.
Yu Tu yang mendengarnya langsung berubah ekspresi menjadi berbinar-binar dan tersenyum senang sambil mengucapkan terima kasih.
"Terima kasih tuan muda Feng," ucap Yu Tu sambil membungkuk 90° dihadapan Feng Gu.
"Iya iya kalau begitu kita berangkat sekarang saja ke tempat lelang," ajak Feng Gu yang kemudian diikuti oleh Zou Jing, Feng May, dan Yu Tu dibelakangnya.