
Feng May berjalan kearah kursinya dan duduk disebelah Yu Tu. Yu Tu dan Kui bersaudara memandang kearah Feng May yang sangat nampak kelelahan.
"Jika ada barang yang kalian inginkan tawarlah lalu jika ada yang diinginkan oleh Jie Yu bantu dia menawarnya," ucap Feng May yang diangguki oleh 3 pasang mata yang menatapnya.
Kemudian Feng May menutup matanya dan mengistirahatkan dirinya. Ia masuk kedalam ruang dimensi dan berlatih didalam sana, Ia merasakan tubuhnya akan segera menerobos tingkat energi internal alam misterius.
Sementara itu terjadi tawar menawar dirumah lelang keluarga Xie. Banyak barang-barang yang diinginkan oleh beberapa bangsawan hanya karena ingin terlihat kaya saja.
Sampai pada barang yang ke-empat barang itu adalah jimat formasi perlindungan. Jimat itu hanya diminati oleh para bangsawan bahkan anggota kerajaan juga ikut menawarnya.
Harga jimat formasi yang awalnya hanya 1500 kini sudah sampai 30.000 koin emas dan belum berhenti.
"40.000 koin emas," teriak nona Nalan.
Yu Tu memandang kearah Feng May yang masih setia memejamkan mata. Entah apa yang sedang dilakukan oleh Feng May dengan masih setia memejamkan matanya.
Setelah harga yang diberikan oleh nona keluarga Nalan akhirnya tidak ada yang berniat menawar kertas jimat formasi tersebut.
2 jam kemudian...
Datang barang terakhir lelang yaitu pisau Sura. Saat pertama kali pelindung pisau tersebut dibuka aura pembunuh didalam pisau itu langsung menguar diseluruh ruangan lelang.
Setelah itu pembawa acara langsung menutup kembali pelindung pisau itu.
"Pisau tidak akan dilelang namun akan diberikan kepada mereka yang berjodoh dengan pisau Sura ini" ucap dari pemilik dari pisau Sura tersebut.
Mendengar kata-kata itu Feng May langsung membuka matanya dan menatap kearah pisau Sura tersebut.
"Sepertinya barang itu akan menjadi milikku," gumam Feng May dengan percaya diri.
Yu Tu menatap kearah Feng May saat mendengar gumaman lirih yang dilontarkan Feng May.
"Kakak apa kau sudah menerobos ketingkat energi internal alam misterius?" tanya Yu Tu saat melihat aura Feng May yang berbeda dari biasanya bahkan lebih kuat.
Feng May menatap kearah Yu Tu kemudian menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Yu Tu.
⁸Silahkan bagi kalian yang ingin menaklukkan pisau Sura ini untuk maju kedepan, namun akan saya ingatkan bahwa pisau Sura ini telah membunuh ribuan nyawa dan mungkin kalian tidak akan selamat saat menyentuhnya," ucap pemilik pisau tersebut dengan pandangan tajam.
Orang yang pertama kali maju adalah bangsawan Nalan. Wanita itu dengan percaya diri menghampiri podium untuk menaklukkan pisau Sura tersebut.
"Nona Nalan sepertinya akan mendapatkan harta Karun jika dapat menaklukkan pisau Sura tersebut," komentar pengunjung A.
"Ia tidak akan mampu menaklukkan pisau Sura tersebut," gumam Feng May lirih.
Nona Nalan memegang pisau itu namun kekuatannya malah diserap oleh kekuatan didalam pisau itu.
"Apa ini cepat ambil pisau ini dari tangan ku," teriak nona Nalan.
Beberapa pengawal yang bersamanya berusaha untuk mengambil pisau tersebut namun kekuatan mereka juga terserap kedalam pisau Sura tersebut.
Sampai akhirnya Feng May berdiri dan berjalan melangkah kearah podium tersebut. Ia berjalan perlahan dan secara perlahan pula dengan aura membunuh dalam pisau itu memudar seiring semakin dekatnya langkah Feng May.
Kemudian ia mengambil pisau itu dari tangan nona Nalan dan membungkusnya dengan sarungnya.
"Pisau ini telah menjadi milikku bukan?" tanya Feng May sambil menyeringai.
"Kalau begitu terima kasih," ucap Feng May sambil melangkah pergi.
"Kita pergi sekarang," ucap Feng May kearah 4 pasang mata yang memandangnya.
"miaww," ucap Jie Yu sambil merentangkan tangannya keudara dan dengan segera Feng May menggendong anak harimau itu.
Kemudian Feng May berjalan keluar dan diikuti oleh Yu Tu dan Kui bersaudara. Setelahnya Feng May meminta Kui bersaudara dan Yu Tu untuk kembali kedalam ruang dimensi.
Feng May berjalan kearah tempat pengambilan uang untuk mengambil barang-barang yang diinginkan oleh Yu Tu dan Kui bersaudara.
"Nona ini adalah uang anda," ucap tuan besar Xie.
"Potong jumlahnya untuk barang-barang yang ditawar oleh 3 adikku tadi dan juga aku menginginkan permata Jade tersebut," ucap Feng May sambil menunjuk sebuah permata Jade berwarna merah yang diinginkan oleh Jie Yu.
"Baiklah nona semua totalnya menjadi 38.000 koin emas dan sisa 2000 koin emas ini saya berikan kepada anda," ucap tuan besar Xie sembari memberikan kantong berisi uang kepada Feng May.
"Berikanlah ini kepada putri mu untuk menyembunyikan hawa kekuatannya," ucap Feng May sambil memberikan sebuah permata kecil yang telah ia murnikan untuk menyembunyikan hawa kekuatan.
"Terima kasih nona terima kasih banyak," ucap tuan besar Xie dengan senang.
"Hmm dan terima kasih juga untuk barang-barang serta uangnya," ucap Feng May kemudian melangkah keluar dari rumah lelang Xie.
"Kakak apa kita akan langsung melanjutkan perjalanan?" tanya Jie Yu.
"Kita cari penginapan didesa selanjutnya untuk mu menyerap permata Jade ini," ucap Feng May.
"Ya," ucap Jie Yu gembira.
Didesa Jia...
Sesampainya didesa sebelah desa hijau Feng May langsung melangkah kekedai makanan untuk memesan makanan dan minuman.
Masuk dikedai Feng May memilih duduk dikursi yang dekat dengan jendela di lantai 2.
"Nona apa yang ingin anda pesan?" tanya pelayan kedai tersebut.
"Aku ingin seporsi sup daging dan juga seporsi daging lalu minumnya beri teh hijau saja," ucap Feng May kemudian diangguki oleh pelayan kedai dan dengan segera pelayan tersebut menyiapkan pesanan Feng May.
"Lalu maaf aku ingin bertanya nama desa ini apa?" tanya Feng May.
"Desa ini namanya desa Jia nona. Kalau begitu saya permisi nona," jawab pelayan itu dengan sopan kepada Feng May setelah ia mengundurkan diri dari hadapan Feng May.
"Kakak aku juga ingin sup daging itu dan 2 Kui bersaudara juga menginginkan ikan dan nasi," ucap Yu Tu.
Mendengar pesanan dari Yu Tu Feng May dengan segera memanggil pelayan dan meminta pelayan membungkuskan makanan yang dipesan oleh Yu Tu. Kemudian Feng May memberikan makanan tersebut kepada Yu Tu dan dengan segera pula Yu Tu dan Kui bersaudara memakannya dengan lahap.
"Sepertinya aku lupa memberi mereka ber-tiga makanan kalau tadi Yu Tu tidak memesan langsung padaku," ucap Feng May saat melihat betapa lahapnya ke-3 orang itu makan.
Feng May kembali melanjutkan makannya dan juga memperhatikan sekitar untuk mencari informasi didesa itu.
"Sepertinya tidak ada yang spesial didesa Jia ini," ucap Feng May dalam hati.