Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Dunia spirit 3



"Gadis itu ( ucapnya sambil menunjuk ke arah Feng May) Apa kau pikir dia lemah?" tanyanya kemudian.


Pria dibelakangnya menatap sebentar kearah Feng May kemudian menatap lagi kearah tuan mudanya.


"Sama sekali tidak tuan muda! Saya malah merasa bahwa ia adalah sebuah pedang yang tajam karena terus menerus diasah!" jawabnya.


Tuan mudanya hanya diam tidak menanggapi perkataan pengawalnya tersebut.


***


Feng Gu dan Zou Jing duduk termenung selama beberapa saat.


"Sudahlah kita istirahat saja dikamar! Untuk masalah ini kita selidiki lagi nanti!" ucap Zou Jing sambil berdiri dan melangkah pergi ke kamarnya.


Feng Gu menatap kearah Zou Jing dan melihat kearah mana dia melangkah.


"Hey kemana kau akan pergi hah?! disana kamar ku bodoh!" teriak Feng Gu menyadarkan Zou Jing yang salah mengambil arah.


"Ah iya benar!" ucap Zou Jing kemudian ia berbalik dan pergi kearah kamarnya.


Feng Gu menggelengkan kepalanya melihat tingkah Zou Jing yang kadang sangat bodoh.


***


Feng May telah menyelesaikan mandinya dan dia keluar dari dalam sungai. Sedangkan didalam sebuah bangunan...


"Balikkan tubuhmu!" perintah tegas tuan mudanya.


Pengawal tersebut langsung membalikkan badannya sesuai perintah dari tuan mudanya.


"Aduh belum menikah saja sudah seposesif ini bagaimana kalau mereka benar-benar berjodoh dan menikah! Aku yakin pasti tidak ada yang dapat mendekati nona Feng itu!" gerutunya.


"Jangan mengumpat ku dibelakang!" teriak tuan mudanya.


"Nah kan padahal aku hanya bicara dalam hati tapi tuan muda dapat mengetahuinya dan langsung memberikan peringatan! Kalau aku bicara didepannya langsung mungkin kepala ku sudah lepas dari leher tadi!" gumamnya dalam hati.


"Saya tidak berani mengumpat anda tuan muda!" jawabnya.


"Hmm bagus kalau begitu!" ucap tuan mudanya.


Pengawal pribadinya tersebut menghembuskan nafas panjang.


Sedangkan Feng May sudah selesai berpakaian, ia pindah kebawah pohon rindang. Feng May berniat untuk berkultivasi sebentar.


"Ah calon istri masa depan ku sangat rajin rupanya!" ucap sang tuan muda.


Pengawal pribadinya hanya diam saja tidak lagi menanggapi perkataan tuan mudanya.


"Tuan muda bagaimana jika nona Feng itu memiliki seseorang yang dicintainya?" tanyanya secara tiba-tiba.


Raut wajah tuan mudanya langsung berubah dingin dengan tatapan mata yang tajam, aura disekitarnya pun langsung menggelap dan terasa dingin.


"Tidak masalah! Tapi akan aku pastikan kalau tidak ada nama pria lain dihatinya selain aku!" jawabnya dengan tegas.


"Bagaimana kalau nona menyukai wanita?" tanyanya spontan.


"Aduh mulut ku ini kok sembarangan bicara sih!" gerutunya kala melihat wajah tuan mudanya tambah menggelap.


"Kalau begitu aku akan membuatnya hanya memandang ku! Dan ia hanya boleh menyukai ku!" ucap tegas tuan mudanya.


Pengawal pribadinya hanya menganggukkan kepalanya, ia sudah lagi berani bicara atau bertanya sembarangan kepada tuan mudanya.


Setelah 2 jam berkultivasi Feng May bangun dan bangkit berjalan menuju ketempat tinggalnya.


"Haah akhirnya aku bisa beristirahat! Bagaimana dengan misiku ya? Aku juga meninggalkan Jie Yu, Yu Tu, pasangan naga, dan Kui bersaudara," gumam Feng May.


***


Tanpa diketahui oleh Feng May Yu Tu dan yang lainnya melacak aroma dan aura milik Feng May yang masih tertinggal ditempat Feng May berjalan menuju kedunia spirit.


Sampai akhirnya Yu Tu dan yang lainnya berhasil menemukan keberadaan Feng May.


"Ah aura kakak May'er berhenti disini! Bisa dipastikan kalau disini seharusnya ada sebuah pintu yang menghubungkan ketempat lainnya!" ucap Jie Yu.


Yu Tu memandangi tulisan aksara kuno didinding goa.


"Sepertinya kita harus menerjemahkan aksara kuno ini!" ucap Yu Tu.


Semuanya memandang kearah Yu Tu kemudian mereka melihat aksara kuno yang ada didinding batu.


"Siapa yang bisa menerjemahkannya?" tanya Kui Ling.


"Kami bisa menerjemahkannya!" ucap pasangan naga bersamaan.


"Kalian minggirlah!" ucap naga emas.


Kemudian kedua naga tersebut maju kedepan dan mulai menerjemahkan aksara kuno didinding goa tersebut. Setelah selesai menerjemahkan aksara kuno tersebut muncullah sebuah pintu dan mereka langsung masuk kedalam pintu tersebut.


Saat mereka sampai didunia spirit, semua yang ada disana memandang kearah mereka. Namun, saat mereka melihat ada naga pasangan mereka langsung maju kedepan.


"Salam naga leluhur!" ucap mereka serempak sampul menundukkan kepala.


"Ada apa lagi ini?" tanya ketua dunia spirit tersebut.


Pasangan naga tersebut langsung memandang kearahnya.


"Ah ternyata kalian! Sudah lama kalian tidak datang kemari!" ucapnya menyala kedua naga leluhur dihadapannya itu.


"Kami kemari karena mencari tuan ku!" jawab nah hitam


"Tuan?" ucapnya mengulang perkataan naga hitam.


"Iya seorang gadis mungkin berusia sekitar 14 setengah tahun. Ia berambut panjang berwarna hitam. Dia juga berkulit putih!" ucap naga emas.


"Ah apa dua nona Feng May?" tanyanya setelah mendengar ciri-ciri yang disebutkan oleh naga emas.


"Iya benar!" jawab mereka serempak.


"Kalian ini kompak sekali ya!" ucapnya sambil terkikik.


"Sudah tunjukkan saja dimana gadis kecil itu tinggal!" ucap naga hitam.


"Baiklah... baiklah! Kalian ikuti Uci saja! Uci kamu antar mereka menemui nona Feng May ya!" ucapnya dan dibalas anggukan kepala oleh seekor kucing yang dipanggilnya Uci.


Kucing tersebut berjalan mendahului dan kemudian diikuti oleh yang lainnya. Sesampainya di tempat Feng May, Uci menghentikan langkahnya.


"Nah disini tempat tinggal sementara nona Feng," ucap Uci.


Mereka menganggukkan kepalanya paham.


"Kalau begitu saya permisi," ucap Uci kemudian ia menunduk hormat dihadapan sepasang naga.


"Terima kasih," ucap Yu Tu.


Uci tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya menjawab ungkapan terima kasih dari Yu Tu. Setelah Uci tidak terlihat lagi, mereka bergegas membuka pintu masuk kedalam tempat Feng May.


Feng May yang duduk tenang dikursi sontak langsung mengalihkan pandangannya kearah pintu. Ia mendapati Yu Tu dan yang lainnya tengah menatapnya.


"Bagaimana kalian tahu aku ada disini?" tanya Feng May.


"Kami mengikuti aura mu kak!" jawab Yu Tu.


"Iya dan sepasang naga itu yang menerjemahkan aksara kuno didinding goa!" ucap Jie Yu.


Feng May mengerjapkan matanya beberapa kali.


"Benar kak! Dan mereka adalah naga leluhur didunia spirit ini!" Ucap Kui Fey.


"Ah ternyata begitu! Tapi bukankah mereka bukan makhluk spirit?" ucap Feng May.


Setelah mendengar penuturan Feng May yang lainnya langsung memandang kearah 2 naga yang masih asyik bercengkrama.


"Ehm.. kami dulunya adalah pengikut setia ratu dunia spirit ini! Setelah yang mulia ratu menghilang, ia berpesan pada kami agar pergi karena tanpa ratu spirit kami tidak bisa tinggal dengan lama didalam dunia spirit!" jawab naga hitam.


"Dan untuk itu kami pergi ke hutan dan tempat-tempat yang gelap dan minim dari jangkauan manusia!" ucap naga emas.


Yang lainnya hanya ber o ria saja mendengar penjelasan dari naga emas dan naga hitam.