Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Buah giok ungu



Setelah Feng May selesai mandi, Feng Gu dan Zou Jing bergegas mandi. Kemudian satu persatu dari kelompok tadi juga bangun dan segera membersihkan diri, setelah semua orang selesai bersiap-siap mereka segera berangkat menuju sisi barat dunia spirit. Dengan bantuan dari gubey mereka sampai disisi barat hanya dalam waktu setengah hati, itupun terpotong karena beberapa kali berhenti menghadapi serangan hewan spirit yang agresif.


“Sepertinya ada sesuatu yang salah! Beberapa hewan spirit itu agresif dan sama sekali tidak mengenali kita!” ucap Feng May kepada Zhi Shen melalui telepati. “iya seperti memang ada yang aneh! Kita harus mencari tahu, alasan kenapa hewan-hewan itu menjadi sangat agresif!” ucap Zhi Shen dan dianggukki oleh Feng May.


Perjalanan mereka berhenti saat mereka dihadang oleh singa ungu bertarung emas. “nah sekarang kalian hadapi saja hewan itu, setelah itu baru kalian bisa mendapatkan buah giok ungu!” ucap Zou Jing. Beberapa orang itu menelan ludah kasar menatap singa ungu yang menatap tajam kearah mereka, belum lagi taring singa itu yang sepertinya sudah sering mencabik-cabik daging manusia.


“Kenapa hanya diam saja? Apa kalian tidak bisa hanya mengalahkan seekor singa ini saja?” ucap Zou Jing. Mereka saling tatap kemudian menganggukkan kepala “kita bekerja sama membunuh hewan ini kemudian mengambil buah giok ungu tersebut! Ku dengar mana beast hewan ini bisa dijual dan uangnya dapat dibagi rata untuk kita semua!” ucap salah satu dari mereka.


Zou Jing duduk diatas batu kemudian disusul oleh Feng Gu. Setelah itu Feng May dan Zhi Shen duduk bersama disebelah Feng Gu. Mereka ber-4 menatap kearah segerombolan orang yang berusaha melawan singa ungu penjaga pohon buah giok ungu.


Beberapa jam kemudian ...


Kerja sama orang-orang itu membuahkan hasil, mereka berhasil menumbangkan singa ungu bertaring emas namun sama sekali tidak bisa membunuhnya karena Feng May memberikan peringatan pada mereka bahwa sama sekali tidak ada yang boleh saling bunuh dunia spirit. Setelah mengambil buah giok mereka pergi meninggalkan tempat tersebut setelah mengucapkan terima kasih. Feng May turun dari batu dan berjalan menuju singa ungu yang tengah berbaring tersebut.


Feng May mengobati lukanya sampai tidak ada yang terlihat sama sekali, setelah itu ia menatap Zhi Shen agar membantunya. Zhi Shen turun dari tempat duduknya kemudian mendekatkan singa ungu tersebut dan mengobati luka dalam hewan spirit itu. Beberapa saat kemudian singa ungu itu tersadar dan menatap kearah Feng May dan Zhi Shen.


“Kalian yang sudah menyelamatkan ku?” ucapnya dan dianggukki oleh Feng May.


“Kami ingin bertanya? Apa kau tahu penyebab dari agresifnya semua hewan-hewan yang tinggal di dunia spirit?” tanya Feng May.


“aku tidak tahu pastinya! Namun beberapa hari yang laku terdapat sebuah endapan benda berwarna merah darah disungai yang menjadi sumber minum semua hewan spirit, setelah meminum air itu semua hewan spirit seperti kehilangan kesadaran mereka dan menyerang orang-orang yang melintas didepan mereka entah orang itu mengganggu atau tidak!” jawabnya.


“Apa kau tahu letak sungai itu?” tanya Zhi Shen. “sunga itu berada disisi sebelah timur dekat dengan sebuah gua yang menjadi tempat tinggal piton Forbes!” jawabnya. “terima kasih atas jawaban mu! Nah makanlah ini untuk memulihkan tenaga mu, lalu ini buah giok merah ini untuk membantu ku memulihkan kekuatan aslimu. Dan ini buah giok ungu untuk anakmu, seharusnya dia sudah bisa mencerna makanan ini kan?” ucap Feng May dan dianggukki oleh singa ungu tersebut.


Setelah setengah hari ...


“kita istirahat dulu disini! Kita tidak bisa melanjutkan perjalanan saat hari sudah malam!” ucal Feng Gu dan disetujui oleh anggotanya yang lain. “kau pergilah mencari kayu bakar disekitar sini! Aku akan pergi berburu bersama gubey. Lalu Feng Gu tetap disinj sambil mendirikan tenda untuk kita istirahat! Dan Feng May bagian memasak nanti, sekalian ambillah air dari dalam cincin ruang jangan mengambil disembarang tempat!” ucal Zou Jing kepada Feng May dan dianggukki oleh gadis itu.


Mereka pun segera menjalankan tugas mereka masing-masing. Beberapa saat kemudian Zou Jing kembali dengan membawa beberapa ekor kelinci biasa. Entah darimana ia mendapatkannya. “dari mana kau dapat kelinci biasa itu! Atau jangan-jangan kau mencuri dari kelompok perguruan lain ya!” tuding Feng Gu.


“sembarangan! Aku menemukan kelinci-kelinci ini disana, aku tidak tahu dari mana mereka nerasym lalu kita juga tidak boleh sembarangan menargetkan hewan spirit. Entah itu mengincarnya atau sekedar menatap saja untuk mengagumi!” ucap Zou Jing.


Feng Gu memicingkan matanya menatap kearah Zou Jing “aku ragu dengan ucapan mu! Dan lagi mana ada hewan biasa didunia spirit ini, kalau bukan dari dunia luar!” ucapnya. Zou melepaskan sandalnya dan melemparkannya kearah Feng Gu, namun Feng Gu dengan cepat menghindar sehingga sandal tersebut mengenai wajah Zhi Shen.


Kedua laki-laki itu tertawa melihat hal itu, “apa yang kalian tertawakan? Tidak ada yang lucu!” ucap Zhi Shen ketus. Zou Jing dan Feng Gu semakin tertawa lepas bahkan keduanya sampai berguling-guling ditanah. “apa yang kalian lakukan?” tanya Feng May. “tidak ada!” jawab keduanya bersamaan.


Feng May menatap kearah 2 kakak laki-lakinya dan kemudian menatap kearah Zhi Shen yang terlihat kesal. “benarkah tidak ada apa-apa?” tanyanya lagi. Zhi Shen menatap kearah Feng May dan berniat mengadukan perbuatan 2 kakak laki-lakinya namun dengan cepat Feng Gu dan Zou Jing menarik Zhi Shen hingga laki-laki jatuh dan Feng Gu langsung menutup mulut Zhi Shen.


Feng May mengernyit melihat tingkah mereka “sepertinya ada yang terlewatkan saat aku tidak ada. Apa ada hal menarik saat aku tidak ada disini selama beberapa saat tadi?” ucap Feng May. “tidak ada apapun! Kau fokuslah memasak, kami sudah lapar!” Ucap Zou Jing.


“hmm ... Tunggu sebentar! Daging kelincinya dipanggang saja ya, tidak usah dibuat sup!” ucap Feng May. “iya terserah kau saja, kami hanya tinggal menikmati saja!” ucap Zou Jing. Sedangkan sedari tadi Zhi Shen meronta-ronta ingin melepaskan diri dari jeratan 2 laki-laki tersebut, namun Feng Gu dan Zou Jing sama sekali tidak melepaskan belitan mereka justru malah bertambah kuat.


“Diamlah! Kau mau aku pukul hah?! Lalu jatah makan mu akan dihabiskan oleh gubey!” ucap Zou Jing sambil berbisik. Zhi Shen memelototkan matanya kearah Zou Jing.