Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Memasuki tingkat eksternal



Didalam ruang dimensinya terdapat sebuah bangunan rumah sederhana dan tempatnya juga rapi dan bersih. "Kapan ada rumah disini? perasaan aku tidak membangunnya tuh," gumam Feng May yang bingung.


"Rumah itu adalah hasil dari pelatihan anda yang telah meningkat master," kata seseorang.


Feng May menoleh dan mendapati seorang anak kecil yang lucu. "Siapa kau?," tanya Feng May.


"Aku adalah orang yang menempati ruang dimensi ini dan anda adalah majikan ku," Jawabnya sambil tersenyum kearah Feng May.


Jantung Feng May serasa terkena panah berbentuk love, Ia sangat terpesona dengan keimutan dan kelucuan anak itu.


"Ahh sungguh senang sekali hidupku memiliki seorang adik kecil," pikirnya sambil terus memandangi wajah bocah itu.


"Master..master," panggil anak sambil menggoncang bahu tangan Feng May sampai gadis itu tersentak.


"Ahh adik kecil bagaimana kalau kau jadi adik ku saja ya. Kau panggil aku kakak bukan master oke," kata Feng May.


"Baiklah jika itu keinginan master eh maksudku kakak," kata anak itu.


"Ahhh kau imut sekali," kata Feng May gemas ia bahkan memeluk anak itu dengan erat sambil mencubit pipi gembulnya.


"Kalau begitu kakak akan berlatih kau tunggu disini oke," kata Feng May dan diangguki oleh anak itu.


Feng May duduk dibawah sebuah pohon rindang yang berjarak sekitar 20 m dari rumahnya. Ia berkonsentrasi pada dantiannya. Sekalipun ia belum mampu untuk langsung menembus ketingkat Qi namun ia mampu jika langsung menembus ketingkat energi eksternal level ekstrem.


Selang waktu 7 hari diruang dimensi...


Boommm... Ledakan besar pertanda bahwa Feng May berhasil menembus dan ia sudah memasuki energi eksternal tingkat ekstrem.


"Haah nyaman sekali aku sudah menembus alam eksternal. Tinggal melakukan latihan fisik dan juga menstabilkan kekuatan kemudian berlatih lagi untuk segera memasuki tahap energi internal," kata Feng May.


"Mas..eh kakak maksudnya selamat atas keberhasilan kakak dalam menembus latihan kultivasi," katanya sambil tersenyum manis.


"Ah oh iya siapa namamu hmm adik kecil?," tanya Feng May.


"Aku belum punya nama silahkan mas eh kakak memberiku nama," jawabnya


"emm," Feng May nampak berfikir kemudian ia. berteriak.


"Ah bagaimana kalau namamu Yu Tu," kata Feng May.


"Boleh kak aku menyukai nama itu," balas Yu Tu dengan senyum yang tulus.


"Ahh kau sungguh adik kecil yang menggemaskan aduh duh duh," kata Feng May gemas.


"Kalau begitu kakak akan kembali dulu oke. kau baik-baik disini dan juga berlatihlah saat festival musim semi nanti aku akan mengajak berjalan-jalan bagaimana? kau mau?," tanya Feng May dan dijawab anggukkan antusias dari Yu Tu.


"Kalau begitu kau baik-baik disini aku pergi dulu," pamit Feng May. Kemudian ia memikirkan kamarnya, setelah membuka matanya ia sudah berada didalam kamarnya. Dengan segera Feng berbaring kepembaringan dan menidurkan dirinya.


Tak berselang lama bibi Zou datang dan ia tersenyum melihat Feng yang tidur tanpa selimut, wanita tua itu menyelimuti seluruh tubuh gadis kecil itu sampai leher.


"Sekalipun kau bukan putri kandung ku namun aku sudah menganggap mu sebagai putriku sendiri. Selamat beristirahat putri kecilku semoga kau mimpi indah," ucap bibi Zou kemudian mencium kening Feng May da selanjutnya bibi Zou pergi meninggalkan kamar gadis itu.


Keesokan harinya...


Feng May menggeliat kemudian ia mulai membuka matanya. "Ah ternyata sudah pagi ya," gumamnya kemudian ia bangun dan setelah ada yang mengetuk pintu kamarnya.


Tok..tok..tok..tok..


"Hmm masuklah," perintah Feng May. Kemudian masuklah seorang pria yang Feng May ingat sebagai ayah dari pemilik tubuh itu.


"Apa kau baik-baik saja?," tanyanya dengan nada datar dan pandangan tajam menghunus kearah Feng May.


"Apa maksud dari perkataan mu itu "kau masih hidup?," begitu," kata Feng May dengan ketus.


"Apa kau tidak punya sopan santun?," teriaknya.


"Tidak! Aku sama sekali tidak punya sopan santun," ucap Feng May sinis ia bahkan menatap tajam kearah Feng Kui.


"Apa kau ingin aku hukum hah?!," teriaknya.


"Siapa kau berani menghukum ku?," tantang Feng May.


"Aku adalah ayah mu," katanya dengan geram.


"Heh! ayah kau menganggap dirimu ayah jangan membuat ku ingin menertawakan mu," sinis Feng May.


"Apa maksudmu bicara seperti itu hah?!," teriaknya geram.


"Bukankah kau selalu mengatakan bahwa kau tidak ingin putri yang sudah membunuh ibunya sendiri," katanya dengan nada yang tidak enak didengar.


"Dengarkan aku tuan besar Feng Kui pertama aku hanya punya ibu yang telah dengan susah membuatku dapat melihat dunia luar, ke-2 aku hanya punya paman dan bibi Zou yang selalu merawat ku dengan kasih sayang bahkan aku sudah menganggap mereka orang tuaku. Ke-3 aku hanya punya 2 orang kakak laki-laki yaitu kakak Zou Jing dan kakak Feng Gu selebihnya aku tidak ada hubungan apapun dengan keluarga Feng Mu itu!," sambungnya lagi dengan tegas dan sorot mata tak terbantahkan.


Semua orang terkejut mendengar kalimat demi kalimat yang terlontar dari bibir Feng May. Bahkan kata-kata dari gadis itu sama sekali tidak dapat dibantah seolah yang ia katakan adalah sebuah pernyataan mutlak bukan hanya sebuah kalimat.


"Apa kau tahu maksud dari kata-kata mu itu?," tanya Feng Kui sambil merendam amarahnya.


"Tentu saja! Aku sangat tahu arti kata-kata yang aku ucapkan! Dan ingat ini tuan Feng Kui aku bukanlah putri mu setelah kau memutuskan hubungan ayah dan anak antara kau dan aku!!," tegas Feng May dengan sorot mata tajam dan tegas.


Feng Gu, Zou Jing, dan Feng Shui melihat keributan dikediaman milik Feng May.


"Apa yang terjadi kenapa kalian berkumpul dikediaman adikku?," tanya Feng Gu kepada salah seorang prajurit.


"Itu tuan muda ke-3 tuan menemui nona muda," jawab prajurit tersebut dengan gugup.


Feng Gu dan Zou Jing saling berpandangan kemudian mereka bergegas masuk kedalam kamar Feng May.


"May'er," panggil Feng Gu dan Zou Jing bersamaan. Feng May mengubah raut wajahnya, ia tersenyum manis kearah ke-2 kakaknya.


"Ayah apa yang anda lakukan disini?," tanya Feng Gu kepada Feng Kui ayahnya.


"Aku hanya ingin menjenguk putriku saja," jawab Feng Kui sekenanya.


Sedangkan Feng May yang mendengarkan berdecih dan dengan raut wajah tidak suka yang sama sekali tidak ia sembunyikan.


Feng Gu dan Zou Jing menatap kearah adik perempuannya.


"Feng May apa kau tidak suka dengan kehadiran ayah?," tanya Feng Gu.


Karena setahunya Feng May selalu berlaku baik dihadapan ayah bahkan ia selalu menyapa lebih dulu jika bertemu dengan Feng Kui.


Namun sekarang gadis itu dengan jelas menunjukkan ketidak sukaannya terhadap Feng Kui.


"Sama sekali tidak! Aku takut kalau gubuk reyot milikku ini akan membuat tuan besar Feng Kui menjadi tidak nyaman!...," kata Feng May.


Feng Shui yang berniat berbicara membantu ayahnya namun sudah terpotong oleh kata-kata Feng May.


"Disini sama sekali tidak ada pelayan yang dapat melayani anda dan saya tidak cukup punya kehormatan untuk melayani anda tuan besar," kata Feng May cepat.