
“kau sepertinya sangat tahu tentang calon istri ku!!” Ucapnya mencibir.
“Tuan anda kan meminta saya menyelidiki semua tentang calon nyonya, jadi kurang lebih saya tahu tentang watak calon nyonya!” Ucapnya sambil menunduk takut.
“Hmm kau tidak boleh memiliki niat untuk calon istri ku! Lihat saja jika kau punya sedikit keinginan kepada calon istri ku, aku akan langsung menggantung leher mu didepan kerajaan!” Ucapnya sambil memberi tatapan tajam.
“Baik tuan!” Jawabnya.
Setelahnya semua orang fokus menonton pertandingan tersebut. Lawan Feng May ternyata memiliki banyak kartu as, dan salah satunya adalah jurus bunga api. Jurus yang memiliki racun api didalamnya, siapapun yang terkena jurus tersebut tidak akan selamat. Dan yang tidak memiliki kekuatan untuk ketahanan kepada racun akan membuat orang itu dalam waktu 1 sampai 2 jam.
Pertandingan masih terus berlanjut sampai akhirnya Feng menggunakan jurus hukum api dan air, jurus tersebut adalah jurus tingkat rendah bagi Feng May karena didalam perpustakaan ruang dimensi terdapat banyak buku jurus tingkat tinggi dan juga ada buku jurus kamuflase.
Melihat hal itu banyak orang terkejut karena melihat jurus tingkat tinggi bagi mereka. Melihat Feng May mulai serius membuat dirinya langsung mengeluarkan kartu as miliknya, yaitu dengan menggunakan aura dan kekuatan jiwa untuk menyerang lawannya.
“ternyata kekuatan 2 orang ini sama-sama kuat! Aku yakin kalau mungkin murid perguruan puncak rintik itu akan kalah!” ucap salah seorang murid.
“Jangan terlalu percaya diri! Bukankah selama ini murid dari perguruan puncak rintik itu belum pernah kalah bahkan menghadapi seseorang yang berada ditingkat atasnya!” ucap yang lainnya.
“Kalau begitu ayo bertaruh! Jika murid perguruan puncak rintik itu menang maka aku akan memberikan 100 kristal milik ku, tapi ... Jika murid perguruan puncak rintik itu kalah kau harus menyerahkan 200 kristal padaku!” ucapnya.
“Hah!! Apa-apaan itu? Bagaimana bisa aku memberikan banyak kristal padamh jika aku kalah dalam bertaruh?!” ucapnya protes.
“Hey!! Kau kan punya banyak sekali kepercayaan diri, dan lagi kristal milikmu itu tidak akan habis kalau memberikan 200 padaku!” ucapnya.
“cih! Kalau begitu aku setuju. Kalau aku menang kau memberiku 100 kristal kalau aku kalah aku akan memberikan 200 kristal padamu!” ucapnya. Dan temannya tertawa menanggapi perkataan temannya itu.
“Heh aku tidak menganggap bahwa kau ternyata memiliki jurus tingkat tinggi seperti ini! Jika aku menang maka aku akan mengambil semua kitab jurus yang kau punya begitu juga barang-barang milik mu!” ucap lawan Feng May.
“Aku tidak menyangka kalau akademi Langit akan menerima seorang perampok yang tidak berkelas seperti mu!!” ucap Feng May meremehkan.
Pertarungan keduanya bisa dikatakan adalah pertarungan yang menarik karena keduanya sama-sama dapat membuat lawannya mengeluarkan kekuatan penuh. Sampai akhirnya ... Booommm .... Ledakan besar terjadi dan kedua peserta terlempar keluar arena, pembatas arena pecah dan arena pertandingan menjadi hancur.
Tubuh Feng May ditangkap oleh Zhi Shen. Sedangkan lawan Feng May sama sekali tidak ada menangkap. Kesadaran Feng May masih terjaga, sedangkan lawannya sudah ambruk tidak sadarkan diri.
“Kau tidak boleh kehilangan kesadaran dan keseimbangan mu!” ucap Zhi Shen.
Feng May mendengar dengan jelas ucapan pria itu jadi dia dengan segera menggunakan herbal yang ada didalam ruang dimensi untuk mengobatinya luka dalamnya. Setelah itu Zhi Shen membantu Feng May menyerap tanaman herbal tersebut sekaligus menyalurkan tenaga dalamnya untuk mengobati luka luar Feng May.
Kemudian pertandingan selanjutnya dilanjutkan. Setelah beberapa saat akhirnya pertandingan terakhir pun dilakukan, kali ini yang bertanding adalah Feng May dan murid perguruan samudera biru yang menantang Feng May beberapa hari yang lalu.
“kau hebat juga bisa bertahan sampai dipertandingkan terakhir!” ucapnya sambil menatap sinis Feng May.
“tentu saja! Bagaiman mungkin aku kalah dan tidak akhirnya tidak dapat menghukum mulut seseorang yang tidak punya aturan!” ucap Feng May.
“Cih sombong sekali! Kau cukup sampai sini saja! Aku akan membuat mu sama sekali tidak dapat menggerakkan tubuh mu lagi!!” ucapnya sambil bergerak secepat kilat menyerang Feng May.
Feng May pun bergerak cepat dan menahan serangan dari orang itu. Mereka saling bertarung dan menabrak jurus yang mereka miliki. Saat lawannya menggunakan jurus kamuflase maka Feng May menggunakan jurus muslihat. Saat musuhnya menyerang maka Feng May bertahan.
Strategi yang digunakan oleh Feng May adalah memperhatikan gerakand an jurus-jurus yang digunakan oleh musuh sambil bertahan. Feng May sama sekali belum mengeluarkan senjatanya karena menurutnya hal itu tidak diperlukan untuk menghadap semut-semut kecil dihadapannya.
“sebenarnya apa yang kau gunakan sampai bisa membuat lawan-lawan mu kalah telak dari mu! Bahkan mungkin kau juga bisa mengalahkan murid tunggal!” ucapnya pada Feng May.
“Hmm aku juga bisa mengalahkan guru yang kau banggakan karena mulutnya yang tidak memiliki tata krama!” ucap Feng May.
“Cih! Kau benar-benar adalah seorang gadis yang sombong dan angkuh!” ucapnya mengumpat Feng May.
“Heh aku sombong dan sifat angkuh ku karena aku memiliki kemampuan yang bukan kaleng-kaleng!!” ucap Feng May sambil menepis serangan dari lawannya tersebut.
“Benar yang dikatakan oleh guru kalau dia bulan lawan yang mudah! Jika tidak dibunuh maka dia akan menjadi batu sandungan bagi perguruan samudera biru untuk menguasai perguruan puncak rintik!!” gumamnya dalam hati.
Pertarungan masih berlanjut kali ini Feng May yang menyerang membabi buta dan sama sekali tidak memberikan musuhnya untuk berbalik menyerangnya.
“Kau tadi mengatakan bahwa kau akan membuat ku tidak bisa bangun dari kasur kan, maka aku beritahu pada mu!! Kau sama sekali tidak memiliki hak untuk mengancam ku!!” ucap Feng May masih dengan gerakan menyerang.
Kali ini Feng May membuat sebuah formasi array dan memanggil harimau putih untuk menghadapi lawannya. Feng May fokus pada pertarungan didepannya sekalian memperhatika jurus-jurus yang digunakan oleh lawannya.
“sepertinya dia tidak akan mengeluarkan kartu asnya kalah aku tidak menyerangnya dengan kekuatan penuh!” gumam Feng May dalam hati.
“Sepertinya aku harus menyiapkan hadiah bagus untuk anjing perguruan samudera biru ini!” batin Feng May.
Feng May kembali membuka formasi array kali ini dia membuat formasi array tingkat 4 yaitu formasi penyerang. Lawan Feng May nampak kuwalahan menghadapi 2 formasi sekaligus, sedangkan Feng May hanya menyunggingkan senyum smirk.
“Sual gadis itu berhasil memaksaku menggunakan itu!!” batinnya mengumpati Feng May dengan berbagai macam nama hewan.