
“yang mana?” Tanya Zhi Shen. “Untuk mendapatkan hati calon nyonya anda harus bersifat sesuai dengan yang diidamkan oleh nona Feng May. Kebanyakan nona menginginkan seseorang yang bersifat lemah lembut dan baik hati yang mulia!” Jawab pengawalnya.
“Cih untuk apa aku berbuat seperti itu! Aku punya wajah tampan yang tidak dimiliki oleh orang lain lalu aku juga memiliki kekuatan dan kekuasaan yang lebih besar dibandingkan orang-orang didunia kecil ini!” Ucap Zhi Shen.
“Yang mulia narsis sekali!” Gumamnya dalam hati.
Keesokan harinya ...
Feng May bangun dan menuju kearah tempat tinggal tetangganya, ia merasa terganggu karena keributan ditempat tersebut. Feng May mengangkat tangannya bersiap mengetuk pintu, namun sebelum tangannya mengetuk pintu kamar tersebut sudah dibuka.
“ada apa? Anda datang kemari apakah karena ingin melihat wajah tampan ku?” ucap Zhi Shen dengan sangat narsis. Feng May menatap datar kearahnya, “apa aku boleh memukul wajahnya?” ucap Feng May. “jangan kak, sayang dengan wajah tampannya itu!” ucap Jie Yu. “kalau begitu aku membunuhnya saja bagaimana? Kan wajahnya tidak apa-apa!” ucap Feng May lagi.
“jangan kak, sayang kakak dengarkan suaranya tadi yang indah kalau dia mati siapa yang akan jadi hiburan untukku?” ucap Jie Yu. “kalau begitu aku pukul dia sekali sampai dia babak belur bagaimana? Asal tidak mengenai wajahnya dan dia tidak mati tidak masalahkan!” ucap Feng May.
“hey!! Bisa-bisanya kalian membicarakan ku didepan wajah ku begini dan berbicara dengan sangat jelas begitu! Apa kalian sama sekali tidak melihat bahwa aku makhluk hidup hah!!” ucap Zhi Shen yang gemas dengan tingkah Feng May. Feng May mengerjapkan matanya beberapa kali “oh ternyata dia tidak tuli!” ucap Feng May kepada Jie Yu dan diangguki oleh kucing itu.
“Gadis ini benar-benar ya! Membuat ku gemas saja!” batin Zhi Shen. Kemudian Feng May dan Zhi Shen saling tatap “aku hanya ingin bilang bahwa suara dari tempat tinggal mu itu mengganggu ku yang sedang istirahat! Dan mungkin bukan hanya aku saja yang merasa terganggu, jadi tolong jangan membuat keributan atau kau nanti akan ditawur oleh banyak senior yang merasa terganggu!” ucap Feng May.
“oh apa kau mengkhawatirkan ku?” ucap Zhi Shen. “tidak!!” jawab Feng May dengan cepat sambil menyilangkan tangannya membentuk huruf x sambil menggelengkan kepalanya. Zhi Shen yang gemas dan kesal dengan tingkah Feng May pun mencubit pipi gadis itu. “auwhh sakit dasar sialan!” umpat Feng May sambil memegang pipinya yang terasa sakit.
“Sebenarnya gen siapa yang kau ikuti itu hah?!! Benar-benar menyebalkan!” ucap Zhi Shen. Feng May cemberut menatap kearah orang didepannya tersebut “biarkan saja aku menyebalkan dari pada kau sialan!!” ucap Feng May kemudian ia dengan cepat berlari sambil memegangi pipinya.
Feng May berjalan kearah perguruan gunung barat dengan membawa token masuk dari Zou Jing. Kakaknya tersebut memberitahunya agar menemuinya setelah ia mendapatkan senjata spiritual.
Perguruan gunung barat ...
Baru saja Feng May akan melangkah masuk tiba-tiba ada ratusan pedang menghadangnya, Feng May menunjukkan token ijin masuk dan ratusan pedang itu pun menghilang. Setelah Feng May melewati sekitar 200 anak tangga atau sudah setengah perjalanan, ada beberapa orang yang menghadangnya. Dilihat dari seragam yang dikenakan oleh mereka, bahwa mereka adalah murid diperguruan gunung barat.
Feng May kembali menunjukkan token ijin masuknya kepada mereka. Mereka mengeryit sambil meneliti token tersebut “token ini asli!” ucap salah satu dari mereka.
“Kalau begitu kami akan mengirimkan pesan terlebih dahulu kepada senior Zou sebelum mengizinkan mu melanjutkan perjalanan!” ucap salah satu dari mereka. Dan Feng May menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, kemudian Feng May mencari tempat yang cocok untuknya berkultivasi sambil menunggu pesan balasan dari kakaknya.
Pandangan Feng May berhenti pada sebuah batu besar yang tidak jauh dari sana, dia pun memutuskan untuk duduk bersila disana dan berkultivasi untuk meningkatkan kekuatannya. Karena energi qi ditempat tersebut sangat pekat, Feng May berharap dia dapat naik ketingkat spiritual tahap awal tingkat ke 2.
2 jam kemudian barulah datang surat balasan dari Zou Jing yang mengatakan agar mereka membawa Feng May masuk dan menemuinya. “bagaimana kata senior Zou? Tanya salah satunya. “senior bilang agar gadis ini dibawah untuk menemuinya!” ucapnya. “tapi dia sedang berlatih, apa sebaiknya kita tunggu saja selama beberapa saat lagi. Kalau belum bangun juga kita kirim surat lagi kepada senior agar memberinya waktu untuk menyelesaikan latihannya!” ucap temannya dan dijawab anggukan kepala oleh yang lain.
Beberapa saat kemudian Feng May sudah bangun, kemudian ia menggerakkan badannya kemudian merilekskan tubuhnya. “kata senior kami diminta untuk mengantarmu menemuinya!” ucap salah satu dari mereka. Feng May menganggukkan kepalanya “baiklah mohon tunjukkan jalannya,” ucapnya sambil tersenyum.
Mereka pun berjalan dan Feng May mengikuti langkah mereka dari belakang. Selama perjalanan banyak pasang mata yang menatap aneh kearah Feng May bahkan ada yang secara terang-terangan menatap sinis kearahnya.
“kenapa dia dibawah oleh orang-orang yang menjaga pintu masuk perguruan gunung barat? Apa mungkin dia mencoba menerobos masuk kedalam?”
“Mungkin saja! Lihatlah wajah tidak tahu malunya itu, pasti dia ingin mencuri sumber daya perguruan gunung barat. Mangkanya dia ditangkap oleh penjaga perguruan!”
“Hmm sebentar lagi kita akan lihat wajahnya yang dipermalukan didepan umum! Aku benci sekali melihat wajahnya yang sok cantik itu!”
Feng May yang mendapat tatapan seperti itu hanya diam saja, dia sama sekali tidak peduli dengan orang-orang yang menggunjingnya. Sedangkan Jie Yu sudah menampakkan wajah garangnya, rasanya dia ingin menyerang dan mencabik-cabik wajah mereka sambil bilang “iri bilang bos!!!”
Feng May mengusap kepala Jie Yu “tenanglah! Mereka bukan apa-apa bagiku, tidak usah dipedulikan!” ucap Feng May.
“Tetap saja wajah mereka itu minta dicabik-cabik dan mulut mereka itu minta dirobek!” ucap Jie Yu kesal.
“Tenanglah nanti saat kita keluar dari akademi Langit ini kita cari mangsa!” ucap Feng May sambil tersenyum penuh maksud begitu juga dengan Jie Yu.
“hahahaha saat keluar dari akademi kita harus mencari hewan beast untuk makan daging panggang! Slurpp ... Ah rasanya pasti sangat enak!” ucap Jie Yu sambil membayangkan daging panggang. “usap air liur mu itu jangan sampai mengotori pakaian ku!” ucap Feng May menyadarkan Jie Yu dari kegiatan menghalunya.