
Gui Feng menatap kearah kepala pengawalnya.
"Berarti gadis itu memiliki darah keluarga jenderal Shu dan juga raja kerajaan bintang?" ucap Gui Feng.
"Benar tuan muda!" jawab kepala pengawalnya.
"Apa nona ketiga Feng itu memiliki 2 aura atau salah satu aura yang paling dominan?" tanya Gui Feng.
"Hal itu masih belum diketahui tuan muda. Saat ini hanya aura membunuh yang dominan dari aura nona ketiga Feng," jawab pengawalnya.
"Akh apa mungkin kemampuannya belum sepenuhnya terbangun ya?" batin Gui Feng bertanya-tanya.
"Kalau begitu pergilah! Dan lanjutkan mencari informasi tentang nona Feng May tersebut," perintah Gui Feng.
Pengawal tersebut memberi hormat kemudian ia pergi meninggalkan tuan mudanya. Gui Feng kembali termenung tentang identitas yang dimiliki oleh Feng May.
"Sungguh misterius identitas nona ketiga Feng itu," gumam Gui Feng lirih.
***
Disisi lain Feng May baru saja menggeliatkan tubuhnya dan melihat ke sekelilingnya.
"Sepertinya kakak Zou Jing dan kakak Feng Gu datang kemari," gumam Feng May.
Feng May mendudukkan dirinya dan bersandar dikepala ranjang. Yu Tu langsung keluar dari ruang dimensi begitu mengetahui Feng May sudah bangun dari tidur nyenyaknya.
"Kakak!" panggil Yu Tu kepada Feng May. Dibelakang Yu Tu ada Jie Yu dan juga Kui bersaudara. Feng May menatap kearah mereka ber-4.
"Ada apa?" tanya Feng May.
"Kakak Jie Yu ingin pergi kegunung api dan petir," ucap Jie Yu mengungkap keinginannya.
"Emh kakak aku dan kakak Ling ingin pergi kedanau spiritual untuk meningkatkan kekuatan kami," kali ini Kui Fey yang bicara.
Feng May menatap kearah mereka kemudian menganggukkan kepalanya beberapa kali.
"Aku akan mengambil misi untuk mendapatkan poin agar dapat masuk kedalam dua tempat itu! Sebelum itu aku akan akan membuat pil dan berlatih dengan keras lebih dulu! Jadi untuk sementara yang kalian lakukan adalah berlatih dan tidak menggangguku, fokus tingkatkan kekuatan kalian masing-masing! Paham!" ucap Feng May.
"Iya kami paham!" jawab mereka serempak."
Kemudian mereka berempat kembali keruang dimensi dan Feng May masih tetap diposisinya.
"Setelah diamati tempat ini memiliki pelindung dan juga sebuah array ditengah-tengah tempat tinggal semua murid. Berarti aku dapat membuat pil disini tanpa harus pergi keruang dimensi lebih dulu," gumam Feng May.
Feng May bangkit dari duduknya. Ia mengambil tanaman herbal dari dalam ruang dimensi. Feng May memanggil api langit baihu dan kemudian mulai meracik pil obat tingkat atas.
Feng May menggunakan kekuatan spiritualnya untuk mengontrol api langit dan membuat pil obat kelas atas. Selanjutnya Feng May memasukkan pil obat tersebut kedalam botol pil dan menyimpannya didalam cincin ruang yang memiliki diameter 15×25 m.
"Sekarang tidak menuju ketempat ketua perguruan," gumam Feng May sambil melangkah keluar dari dalam rumahnya.
***
Feng May bertanya kepada senior dan juga beberapa guru didalam perguruan yang kebetulan lewat. Ia juga menghafal jalan yang ia lalui, Feng May juga beberapa kali berhenti untuk melihat papan pengumuman.
"Ah apa ini bukankah ini adalah mantan calon kakak ipar mu," teriak salah seorang wanita yang sama sekali tidak dikenal oleh Feng May.
Feng May hanya melirik sekilas dengan ekor matanya, kemudian melanjutkan langkahnya menuju ketempat ketua perguruan.
"Mentang-mentang kau masuk kedalam akademi Langit lalu kau bisa bersikap sombong hah?!" bentak wanita lainnya.
"Haah banyak sekali wanita ular yang harus aku hadapi," keluh Feng May dalam hati.
"Ada apa?" ucap Feng May tanpa ekspresi apapun.
"Kau ini jangan mentang-mentang sudah masuk kedalam akademi Langit lantas bisa sombong! Dan juga jangan harap kakak ku mau dengan wanita lemah seperti mu," ucap wanita itu dengan tatapan sinis.
"Aku sama sekali tidak berminat dengan kakak yang kau sebutkan itu! Lalu jika mengenai perjodohan yang kau sebutkan, aku ingat bahwa adik kedua ku telah menggantikan ku!" ucap Feng May.
"Kau benar! Karena kau sama sekali tidak layak menjadi kakak ipar ku!" ucapnya dengan sombong.
"Aku pun tidak sudi menjadi bagian dari keluarga mu!" ucap Feng May dengan tegas dan kemudian meninggalkan tempat tersebut.
Wanita tersebut terlihat sangat geram. Namun sedetik kemudian ia menampilkan senyuman yang meremehkan.
"Heh! tidak lama lagi dia akan memohon-mohon untuk menjadi gundik kakak ku," ucap wanita itu dengan sombong.
Teman-teman wanita itu tertawa begitu lepas menghina Feng May. Disisi lain Feng May mendengar percakapan mereka dengan sangat baik.
"Sepertinya wanita itu harus diberi pelajaran," ucap Feng May.
"Tapi apa yah yang harus aku berikan sebagai hadiah untuknya," Gumam Feng May lirih.
"Ah! bagaimana kalau memberinya pelajaran saat ujian akademi! Meskipun masih sedikit lama! Namun melihat wataknya sudah dipastikan bahwa ia hanya naik tingkat dengan menggunakan pil obat-obatan," batin Feng May.
Kemudian Feng May berjalan kembali menuju ketempat ketua perguruan puncak rintik. Sesampainya ditempat tersebut, meskipun dengan perjuangan yang tidak sedikit menguras tenaga.
"Tempat tinggal ketua perguruan ini sungguh diluar ekspektasi ya! Ku pikir hanya sebuah rumah yang terlihat sederhana, namun fasilitas didalamnya luar biasa! Nyatanya baik diluar atau didalam rumah ketua perguruan ini sangat menguras tenaga," ungkap Feng May sambil mengatur energinya yang berkurang sedikit.
"Selamat datang gadis manis!" ungkap seorang wanita yang tengah duduk disebuah kursi dihadapan Feng May.
"Ah iya aku memang manis nyonya! Ngomong-ngomong nyonya apa anda tidak berniat berbagi minuman dengan ku?" tanya Feng May.
Wanita itu menatap kearah Feng May sambil tersenyum tipis dan geleng-geleng kepala dengan tingkah Feng May yang blak-blakan.
Wanita itu langsung bangkit dan menyiapkan minuman untuk Feng May.
"Nah duduklah disini! Aku membuatkan teh hitam untukmu," ucap wanita yang tidak lain adalah ketua perguruan puncak rintik.
"Terima kasih," ucap Feng May sambil mengambil gelas yang disodorkan oleh ketua perguruan.
"Kau sepertinya sangat kehausan ya?" ungkap ketua perguruan.
"Iya! Lalu nyonya bisakah aku bertemu dengan ketua perguruan?" tanya Feng May.
"Hahahaha! Ada apa kau mencari ku?" tanya ketua perguruan.
"Aku ingin ikut menjalankan misi secara individu," ucap Feng May.
Ketua perguruan mengernyitkan dahi.
"Aku tidak meragukan kemampuan mu tapi, akan sangat berbahaya jika kau menjalankan misi sendirian! Bagaimana jika kau terluka?" ucap ketua perguruan dengan cemas.
"Aku akan baik-baik saja nyonya! Aku hanya ingin segera mendapatkan poin! Jadi aku akan langsung menjalankan misi!" ungkap Feng May dengan senyum manis seolah mengatakan agar wanita dihadapannya tidak mengkhawatirkannya.