Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Dunia spirit 4



"Ehm.. kami dulunya adalah pengikut setia ratu dunia spirit ini! Setelah yang mulia ratu menghilang, ia berpesan pada kami agar pergi karena tanpa ratu spirit kami tidak bisa tinggal dengan lama didalam dunia spirit!" jawab naga hitam.


"Dan untuk itu kami pergi ke hutan dan tempat-tempat yang gelap dan minim dari jangkauan manusia!" ucap naga emas.


Yang lainnya hanya ber o ria saja mendengar penjelasan dari naga emas dan naga hitam.


***


Akademi Langit baru menerima surat undangan dari istana yang isinya adalah hari perayaan hari jadi kekaisaran.


"Siapa yang akan hadir di perayaan ini?" tanya ketua akademi.


"Bagaimana jika wakil dekan atau ketua salah satu perguruan?" ucap ketua perguruan gunung barat.


Ketua akademi nampak berfikir sejenak.


"Mungkin ia baiklah kalau begitu salah satu ketua perguruan yang akan mewakili akademi Langit!" ucap ketua akademi.


"Kenapa bukan murid pribadi ketua akademi saja?" tanya ketua perguruan timur.


"Mereka mendapatkan undangan yang berbeda. Jadi mereka tidak bisa mewakili akademi Langit!" jawab ketua akademi.


Semuanya mengangguk-anggukan kepala mendengar penjelasan ketua akademi.


"Kalau begitu siapa yang bersedia hadir?" tanya ketua akademi.


"Biar aku saja ketua!" ucap ketua perguruan bukit tinggi


"Baiklah kalau begitu ketua perguruan bukit tinggi yang akan menghadiri perjamuan istana ini mewakili akademi Langit!" ucap ketua akademi.


Setelah menentukan siapa yang akan hadir, semua orang pergi kembali ke perguruan masing-masing.


***


Feng Gu dan Zou Jing duduk berhadapan, diatas meja dihadapan mereka ada undangan dari putra mahkota untuk mereka dan untuk Feng May.


"Bagaimana ini? Siapa yang akan hadir? May'er tidak bisa karena keberadaan tidak kita ketahui saat ini! Dan lagi kita juga tidak bisa bertukar kontak dengannya!" ucap Feng Gu.


"Undangan ini ditujukan untuk kita ya kita lah yang harus hadir! Untuk May'er kita beritahu saja bahwa ia sedang ada kendala jadi tidak bisa menghadiri pesta perjamuan," jawab Zou Jing.


"Haah kalau begitu terserah kau saja!" ucap Feng Gu.


Akhirnya pun mereka berdua menghela nafas panjang dan berat.


***


Feng May tengah makan siang bersama dengan kelompoknya.


"Apa yang kalian lakukan saat aku tidak ada?" tanya Feng May.


"Kami membuat rencana untuk menjebak sekawanan serigala hitam! Namun tiba-tiba Jie Yu bertanya kau ada dimana! Jadi kami semua mencari mu lebih dulu!" ucap naga emas.


Feng May hanya ber o ria mendengar penjelasan naga emas.


"Kapan kita akan menyelesaikan misi yang kau ambil ini? Kita bahkan belum menemukan serpihan kekuatan naga hitam!" ucap Kui Ling.


"Hey kau ini yang sopan saat memanggil ku! Aku ini lebih tua dari ku beberapa tahun!" ucap naga hitam.


"Kau itu lebih tua beratus-ratus tahun dari ku! Jadi kau ini sudah jadi kakek peyot!" ucap Kui Ling.


Naga hitam geram mendengar ejekan dari Kui Ling, dia maju dan menjitak kepala Kui Ling.


"Aduh apa yang kau lakukan?" ucap Kui Ling mengadu kesakitan karena jitakan naga hitam yang sekuat tenaga.


Kui Ling mencebik mendengar ancaman naga hitam.


"Sudah kalian jangan bertengkar lagi! Kita bisa pergi dan kakak bisa memecah jiwanya untuk menjalankan misi dan kembali ke akademi lebih awal!" ucap Yu Tu.


"Bagaimana caranya?" tanya Feng May.


"Aku ingat kalau ada buku jurus yang dapat digunakan untuk membela jiwa! Karena menilik dari mereka yang memberikan tempat yang layak untuk kakak, bisa dipastikan mereka ingin melakukan sesuatu atau ingin memastikan sesuatu!" ucap Yu Tu.


"Karena yang aku tahu didunia spirit menolak kehadiran seorang manusia yang berusaha masuk kedalam tempat ini! Berarti mungkin kakak adalah orang dalam ramalan mereka atau tidak. Mereka perlu memastikan hal itu!" ucap Yu Tu lagi.


Mereka mengangguk-anggukan kepala mengerti akan penjelasan yang diberikan oleh Yu Tu.


"Kalau begitu tunjukkan buku jurus itu kepada kakak! Jadi kakak bisa langsung berlatih!" ucap Jie Yu.


Yu Tu menganggukkan kepalanya, ia mengeluarkan sebuah buku dari dalam ruang dimensi dan memberikan buku tersebut kepada Feng May.


"Kak kau pelajari buku ini! Tidak usah terburu-buru, Karena jurus ini sangat sulit dipelajari!" ucap Yu Tu.


Feng May menganggukkan kepalanya, ia menerima buku tersebut dan mulai membuka halaman demi halaman dibuku tersebut. Yang lainnya keluar dari ruangan Feng May, mereka membiarkan Feng May mempelajari jurus membela jiwa tersebut sendiri.


Feng May mencerna setiap gerakan yang ada didalam buku jurus tersebut.


"Oke! kita praktekkan sekarang!" ucap Feng May dengan semangat.


Feng May mulai mempraktekkan gerakan didalam buku jurus pembela diri. Setelah 2 jam mempraktekkan gerakan jurus pembela diri, akhirnya Feng May berhasil membela diri menjadi 2 orang.


"Yes yuhuuuu! akhirnya berhasil! Eh aku kan seorang mantan mafia! Masak iya mantan mafia teriak kayak anak TK dapet es krim!" gumam Feng May.


Kemudian ia menetralkan lagi tingkah lakunya yang konyol barusan ketingkah yang cool. Feng May berdehem dan menormalkan ekspresi wajahnya.


"Kalian masuklah kedalam!" teriak Feng May.


Mereka semua masuk kedalam kamar Feng May dan melihat 2 orang Feng May didalam kamar tersebut.


"Bagaimana mudahkan mempraktekkan hal seperti ini!" ucap Feng May dengan sombong.


"Kalau begitu kalian pergilah keluar dan menyelesaikan misi sekalian nanti jika sudah kembali ke akademi jangan lupa mencari kakak laki-laki ku yang tampannya seantero alam semesta!" ucap Feng May.


"Iya kak! Kalau begitu kami pamit dulu kak!" ucap Yu Tu.


"Hmm hati-hati! Ingat nyawa kalian adalah no.1 mengerti!" ucap Feng May.


Mereka menganggukkan kepala menanggapi perkataan Feng May. Feng May mengantar mereka sampai keluar dunia spirit, setelah melihat bayangan mereka tidak terlihat lagi. Feng May kembali masuk kedalam dunia spirit.


"Nona kemana yang lainnya?" tanya Ucil.


"Mereka pergi keluar dunia spirit untuk membantu ku menjalankan misi yang aku ambil!" jawab Feng May.


"Cil! Kapan aku akan diperbolehkan keluar?" tanya Feng May.


"Saya tidak tahu nona! Nanti ketua yang akan memberitahu anda!" ucap Ucil.


"Haah aku bosan!" Gumam Feng May dengan wajah lesu.


"Bagaimana kalau anda berjalan-jalan keluar dari kediaman anda?" usul Ucil.


Feng May menganggukkan kepalanya, kemudian ia berjalan menuju kearah taman.


"Tidak usah mengikuti ya cil! Nanti kalau aku tersesat aku akan bertanya pada yang lain!" ucap Feng May.


Ucil menganggukkan kepalanya, kemudian dia pergi meninggalkan Feng May. Feng May berjalan terus sambil melihat kekanan dan kiri.