Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Pertarungan babak ke-2



-"Ada yang aneh dengan nona ke-3 Feng itu," gumam kaisar Langit.


Kaisar kerajaan Sia juga mendapat laporan bahwa putranya diselamatkan oleh nona ke-3 Feng saat pangeran Sia melihat wajah Feng May.


"Tunggu! nona ke-3 Feng!" panggil kaisar kerajaan Sia.


Feng May menoleh kearah kaisar Sia. Semua orang mengerutkan dahi melihat kaisar kerajaan Sia memanggil Feng May.


"Apa mungkin nona Feng itu membuat masalah dengan kerajaan Sia?"


"Aku rasa mungkin nona Feng itu akan membuat sebuah kejutan besar," gumam seorang pria.


Semua orang yang mendengar ucapan pemuda menoleh kearahnya.


"Hey tuan apa yang kau tahu? Jelas-jelas nona ke-3 Feng itu membuat malu seluruh kerajaan Langit,"


"Kalian hanya orang awam yang tidak tahu apa-apa," balas pria itu dengan lirikan tajam.


Semua orang terdiam ketika mereka mendapati lirikan tajam dari pemuda itu.


"Ada yang mulia kaisar Sia?" tanya Feng May.


"Aku ingin mengetahui tentang kekuatan dari garis darah mu! Apakah boleh?" ucap kaisar Sia dengan sopan.


Feng May berfikir sejenak, kemudian ia menganggukkan kepalanya.


"Kalau aku menunjukkan kekuatan ku apa yang akan kaisar Sia berikan?" tanya Feng May.


Bagaimanapun Feng May berfikir secara realistis, jadi apapun yang orang lain ingin ketahui. Ia harus mendapatkan bayaran yang setimpal.


"Apapun yang kau inginkan nona Feng," jawab kaisar Sia.


"Bahkan jika itu berperang dengan negara lain?" tanya Feng May.


"Aku tidak akan menyetujui sesuatu yang akan merugikan seluruh rakyatku," ucap kaisar Sia.


"Baiklah! aku akan menunjukkan kepada kalian. Hanya saja dia yang sudah mencapai kekuatan spiritual level 5 keatas yang dapat mengetahui keberadaan garis darah ku," ucap Feng May.


Feng May diam sejenak, kemudian ia mulai memanggil pedang darah. Pedang termasuk non atribut yang artinya ia dapat menyerap atribut apapun. Dan kekuatan pedang itu adalah menghentikan waktu selama 5 menit sesuai dengan jurus yang dimiliki oleh Feng May, ditambah dengan aura membunuh yang kental.


Orang-orang yang melihat garis darah Feng May sangat terkejut. Pedang darah yang hanya muncul 1:1.000.000 orang itu kini dapat mereka saksikan. Para kaisar sangat kagum dengan hal itu, terutama kaisar kerajaan Langit yang sangat senang. Karena dengan keberadaan Feng May dapat membuat kerajaan Langit menjadi kerajaan yang disegani oleh kerajaan lain.


"Aku tidak menyangka pedang darah yang berada diurutan pertama itu kini ada dihadapan ku. Aku tidak akan pernah menyesal telah datang jauh-jauh ke kerajaan Langit," ucap kaisar kerajaan Sia.


"Akhirnya pemilik fisik pedang dan juga garis darah pedang darah muncul," ucap pemuda itu sambil berlalu pergi.


Feng May merasakan pergerakan halus disekitarnya, menoleh dan menajamkan penglihatannya.


"Aku yakin bahwa tadi ada seseorang yang memperhatikan ku namun sekarang aku tidak merasakan kehadirannya lagi," batin Feng May.


"Ada apa nona Feng?" tanya kaisar Langit ketika melihat Feng May seperti mencari seseorang.


"Tidak ada apa-apa yang mulia," ucap Feng May.


"Mungkin hanya perasaan ku saja," batin Feng May.


Feng May kembali ketempat duduknya dan waktu kembali berjalan seperti biasa.


"Eh apa kau tahu sesuatu?" tanya Cha Ning Er kepada Feng May.


"Tidak ada yang terjadi!" ucap Feng May.


"Benarkah aku seperti merasa waktu terhenti tadi selama beberapa menit," ucap Chang Li.


"Kadang kau harus menyembunyikan pikiran ku disekitar untuk menghindari bahaya yang bisa mengancam nyawa mu!" ucap Feng May memberikan peringatan.


"Ah terima kasih atas peringatan nona Feng," ucap Chang Li.


Pengujian kembali dilakukan dan tidak sedikit orang-orang berbakat yang hadir dari kerajaan Sa atau Langit dan beberapa kerajaan yang lain.


"Ujian pembangkitan telah selesai dan sekarang adalah ujian ke-2 dalam bentuk pertempuran. Semua murid akan diundi dan masuk kedalam arena pertarungan yang telah di bagi menjadi 8. Dan masing-masing akan melawan satu sama lain, dan pertempuran akan berhenti setelah menemukan 5 yang terbaik," ucap pembawa acara.


Semua peserta menunggu giliran dengan melihat pertempuran dari masing-masing pendekar diberbagai kerajaan.


"Yang pertama adalah no.1 sampai no.8 dan silahkan menuju ketempat yang telah disediakan," ucap pembawa acara.


Peserta no.1 sampai 8 memasuki arena dan setelahnya pembawa acara memanggil no.9 sampai no.16. Pertarungan terjadi dan terus berlanjut.


"Pertarungan selanjutnya adalah no.33 sampai no. 41 yang akan melawan peserta no.42 sampai no. 50," ucap pembawa acara.


Feng May maju ke depan dan menempati arena pertandingan no. 3. Feng May berhadapan dengan peserta no. 44. Dia adalah seorang pendekar dari kerajaan Fu.


"Kau terlihat lemah nona! Tapi melihat dari kau yang lolos saat ujian pertama mengharuskan ku waspada!" ucap pemuda itu.


"Yah! yang mulia pangeran memang harus waspada kepada wanita lemah ini!" ucap Feng May yang mengejutkan pemuda itu.


"Bagaimana bisa nona Feng ini mengetahui identitas ku?" batin pangeran kerajaan Fu.


"Pertarungan dimulai!!" teriak pembawa acara.


Pangeran Fu menyerang Feng May lebih dulu, ia menggunakan senjata pedang hati es untuk menghadapi Feng May. Feng May menghindari serangan pangeran Fu menggunakan pisau Sura yang didapatnya dipelelangan.


Pertarungan antara pangeran Fu dan Feng May menarik minat banyak orang termasuk raja kerajaan Fu.


"Tidak disangka kemampuan nona Feng sangat luar biasa! Bahkan aku terkejut saat anda dapat menguasai pisau Sura tersebut!" ucap pangeran Fu ditengah pertandingan.


"Aku sendiri tidak menyangka bahwa pangeran Fu ternyata dapat menggunakan aura es absolut sampai bisa membuat kontrak dengan kalajengking salju dan juga pedang hati es," ucap Feng May masih dengan menyerang pangeran kerajaan Fu.


Pertarungan keduanya dikatakan seimbang karena tidak ada yang kalah ataupun yang menang. Bahkan diantara keduanya tidak ada yang dapat menjatuhkan lawannya. Karena hari beranjak sore akhirnya juri memutuskan bahwa kedua orang itu lolos dalam ujian tahap kedua ini.


"Tidak disangka putra dari selir yang terkenal tida berguna ini dapat mengimbangi kekuatan nona Feng,"


"Hahahaha mungkin karena keduanya sama-sama orang yang tidak berguna,"


Beberapa hinaan dilontarkan untuk pangeran Fu saat ia kembali ketempat duduknya. Pangeran Fu tersebut hanya diam saja, tida berniat membalas gonggongan mereka.


"Mereka sama sekali tidak mengetahui tentang kekuatan dari nona Feng ini," batin pangeran Fu saat melihat beberapa orang menghina Feng May, namun sama sekali tidak ditanggapi oleh gadis itu.


Pertarungan dilanjutkan sampai menyisakan 500 an orang.


"Pertarungan selanjutnya akan ditentukan oleh juri dan arena akan dipilih sendiri oleh kaisar," ucap pembawa acara.