Bunian

Bunian
BAB 42



"Hikss. Lepasin saya Kak.. tolong jangan sakitin saya, kak." Ucapku menghiba. Aku sudah sangat ketakutan saat itu, berbagai macam pikiran buruk datang tiba-tiba memenuhi pikiranku, dan membuat kedua kakiku semakin gemetar ketakutan. Seseorang tolong Aku, teriakku dalam hati. sampai akhirnya Aku mendengar bentakan suara pria dari belakang kumpulan anak STM yang sedang mengangguku tersebut.


"Oi, Kalian.." ternyata yang menghardik mereka adalah orang yang dulu Aku jumpai dengan Kak Anna saat ke rumahnya Kak Zaha. Eh, tapi siapa dibelakangnya itu ? itu kan Kak Zaha ? entah kenapa Aku jadi begitu senang saat melihat dirinya ada disana.


"Eh, Ba.bang Zulham." Ucap cowok yang memegangi tanganku barusan, reflek Ia melepaskan genggamannya ditanganku dengan wajah ketakutan, begitupun dengan teman-temannya yang lain.


"Silvi ?" Aku mendengar Kak Zaha memanggil namaku. Eh, ternyata itu benaran Dia, Kak Zaha! Badannya sudah terlihat lebih berisi dari saat terakhir Aku berjumpa dengannya. Dan Dia dikelilingi oleh beberapa preman yang berwajah sangar, apa itu teman-temannya Kak Zaha?


"K.Kak Zaha.." Panggilku dengan suara tercekat karena masih syok.


"Lu, Lu kan ?" Ujar pria yang menjadi pemimpin komplotan anak STM yang barusan mengangguku.


"Hohoho, Lu Adam yah ?" tanya Zaha dengan santainya.


Namun, orang dipanggil Adam oleh Kak Zaha itu terlihat tidak senang padanya, sepertinya Ia punya dendam dan membenci Kak Zaha.


Saat Adam hendak mendekat untuk menyerang Kak Zaha, langkahnya langsung terhenti begitu temannya Bang Zulham berdiri tepat di depannya, "Mau apa lu ?" tanya cowok berbadan kekar tersebut dengan dinginnya.


"Dia.diaa yang kemarin menghajar Gue dan teman-teman Gue Bang." Ucap Adam dengan nafas sesak penuh emosi.


"Hehehe, lu belum kenal dengan King yah, Dam ? sekarang Dia adalah pemimpin daerah selatan. Berani lu macam-macam ma King, berarti lu harus siap melawan Gue." Ucap cowok itu lagi dengan nada mengintimidasi, membuat Adam terlihat cemas dan gantian menatap Kak Zaha seolah tidak percaya.


Pemimpin daerah sini ? maksudnya apa yah ? apa itu artinya Kak Zaha itu ketua Gangster ? Aku benar-benar heran dan bingung dengan apa yang mereka ucapkan. Sehebat itukah Kak Zaha ? Sampai preman disini juga memanggilnya King. Tanpa sadar Akupun mulai mengagumi dirinya.


"Hahaha, santai saja Bang Tigor. Adam itu temanku kok, ya kan Adam ?" tanya Kak Zaha santai sambil tersenyum tenang menatap Adam yang kali ini tampak tidak berani lagi menatap Kak Zaha segarang tadi.


"Eh..?" Adam terlihat salah tingkah dengan sikap tenang Kak Zaha. Begitupun, dengan teman-temannya yang lain, yang kelihatan pucat ketakutan.


"Cewek yang dibelakang kalian itu, Adiknya teman Gue. Dia ikut Gue, makasih yah Dam dah jagain Silvi." Ujar Kak Zaha lagi sambil tersenyum santai.


"Kalian juga." tambah Kak Zaha sambil melirik ke teman-teman Adam.


"I.Iya." jawab mereka kompak dan terlihat gugup. Tidak nampak lagi kesangaran di wajah mereka seperti saat mereka semua mengangguku tadi.


"Silvi.." Panggil Kak Zaha menyebut namaku.


"Eh.. I.iya, Kak." Jawabku gugup. Jantungku serasa berdegup kencang. Auranya Kak Zaha benar-benar beda saat ini, dibandingkan dengan terakhir kali Aku berjumpa dengannya. Entah kenapa, Ia yang sekarang membuatku serasa minder dan tunduk hormat padanya.


"Si.silvi, mau pulang Kak." Uft, akhirnya Aku bisa juga menjawab pertanyaannya. Duh kenapa Aku jadi begini ? apa karena tadi Aku berharap Ia datang menyelamatkanku dan ternyata Ia beneran datang dan menjadi dewa penyelamatku dari gangguan anak-anak STM ini.


"Ya udah, ayuk Aku antar." Ucap Kak Zaha singkat. Entah kenapa Kakiku begitu saja melangkah mengikuti dirinya. Baru jalan beberapa langkah, Kak Zaha berhenti sejenak lalu berbalik menatap Adam dan kawan-kawannya.


"Kalian, kurang-kurangi lah nakalnya. Belajarlah yang serius! Kuat itu bukan dengan cara unjuk kekuatan, tapi untuk melindungi yang lemah dan perbanyaklah mencari teman, bukannya mencari-cari lawan." Kak Zaha mengucapkan itu sambil tersenyum ke arah Adam dan teman-temannya.


Deg


Aku benar-benar tidak menyangka, seorang Kak Zaha yang sebelumnya sudah ku remehkan itu bisa bicara sebijak ini, dengan setenang ini, dan bukan pada sembarangan orang, melainkan para begundal STM yang seumuran dengannya, padahal tampang mereka sangar-sangar dan badannya jauh lebih besar dari Kak Zaha. Dan Ia mengucapkan kata-kata itu dengan sangat santainya, seperti layaknya orang dewasa yang sedang menasehati anak-anak.


"I.Iya King.." jawab anak-anak STM itu kompak sambil menunduk, tidak berani menatap wajah Kak Zaha.


"King.. King, Kakak Lu lagi histeris, hah hahhh, Kami gak tahu kenapa." Ucap seorang pemuda yang datang tiba-tiba, nafasnya masih tersengal habis berlari karena buru-buru menyusul Kak Zaha kesini.


"Ada apa dengan Kak Nia ?" tanya Kak Zaha panik, dan tanpa menunggu dulu orang tersebut menjelaskan, Kak Zaha langsung berlalu begitu saja dengan langkah cepat menuju suatu tempat. Akupun, coba menyusul langkahnya. Ada apa dengan Kak Nia yah ? sampai-sampai Kak Zaha bisa sepanik itu ? tampak sekali kalau Kak Zaha sangat mencemaskan Kakaknya itu.


Aku, Bang Zulham dan beberapa temannya berjalan dengan langkah cepat menyusul Kak Zaha dari belakang. beberapa petak ruko Kami lewati. Akhirnya Kak Zaha tampak berhenti pada sebuah ruko dalam blok pasar yang khusus menjual sembako. Ternyata, Aku baru tahu kalau Ibunya Kak Zaha jualan sembako di pasar ini juga.


Kak Zaha dengan terburu menghampiri Kak Nia yang saat itu sedang menangis dan sedang coba ditenangkan oleh Ibunya dan beberapa pedagang wanita lainnya. Begitu melihat Kak Zaha yang datang, Kak Nia pun langsung menghambur dalam pelukannya.


"Kakak kenapa ?" tanya Kak Zaha cemas.


Kak Nia tidak menjawab pertanyaan Adiknya tersebut, dan malah semakin menangis terisak dalam pelukannya.


"Kak Nia kenapa Bu ?" tanya Kak Zaha pada Ibunya, karena Kak Nia tak kunjung juga menjawab pertanyaannya.


"Ibu, kurang tahu juga Nak. Tapi, pas baca berita dalam surat kabar ini, Kakakmu tiba-tiba menangis histeris." Jelas Ibunya Kak Zaha sambil memberikan surat kabar lokal yang sedang dipegangnya ke tangan Zaha.


"Hah, ini.. ?" tampak Kak Zaha juga terkejut dengan berita yang ada dalam surat kabar tersebut.


Jelas Aku jadi penasaran pada berita yang membuat Kak Zaha terkejut sampai seperti itu. Akupun berjalan mendekat dan berdiri disamping Kak Zaha duduk.


Sekilas Aku membaca berita tentang seorang wanita di rumah sakit jiwa yang ditemukan tewas bunuh diri. Siapa wanita itu ? Apa berita itu yang membuat Kak Nia jadi histeris ? lalu, kenapa Kak Zaha juga terkejut membaca berita itu ? Apa Kak Zaha juga mengenal wanita dalam koran itu ? Ada hubungan apa diantara mereka ? berbagai macam tanya yang membuatku sangat penasaran.