
Hari bersejarah bagi dua insan yang tak menginginkan pernikahan ini pun telah datang. Bagai raja dan ratu sehari keduanya telah disulap dalam balutan pakaian yang luar biasa indah.
Untuk acara akad pernikahan hingga resepsi akan dilakukan disalah satu hotel termewah di kota itu yang merupakan hotel milik keluarga Permana.
Saat akad pernikahan, Mecca dan Fadhil menggunakan sepasang kebaya berwarna putih gading bertabur swarovski dan mutiara kualitas terbaik dipadu padankan dengan kain batik sidoasih berwarna keemasan sebagai jariknya.
Kebaya yang Mecca gunakan sungguh mempesona, ia melekat indah di tubuh gadis cantik berkulit putih itu. Dengan kebaya broklat transparan pada punggung dan seluruh lengan panjangnya menambah keseksian pada tubuh indahnya.
Para perias menata rambut Mecca secara sederhana, rambutnya digerai dan di curly gantung lalu di satukan dalam ikatan yang menggunakan sebagian rambutnya yang lain, kemudian diberi sentuhan akhir sebuah aksesoris rambut berupa pearl headband yang menjuntai sepanjang rambutnya yang tergerai.
Mecca dirias secara natural sesuai dengan keinginannya yang tak ingin tampil secara menor. Pemasangan bulu mata palsu pun ditata senatural mungkin, olesan glossy lips dan sapuan blush pada area bawah mata hingga ke tulang pipi semakin menampilkan kesan fresh dan innocent.
Saat akad pernikahan terjadi, berkali-kali Fadhil menelan ludah melihat kecantikan Mecca yang semakin terpancar jelas di matanya. Gaunnya semakin memanjakan setiap mata yang melihat.
Berbagai macam pujian selalu terucap oleh setiap tatapan mata, termasuk Fadhil. Entah mengapa ia merasa tidak senang jika banyak pasang mata pria yang memandang Mecca dengan terpesona, walau ia pun juga memperoleh pujian yang tak kalah dari para kaum hawa.
Tepat pukul 8 pagi acara akad pernikahan Fadhil dan Mecca segera dimulai. Penghulu, para saksi, dan kedua orang tua pengantin telah hadir mendampingi kedua mempelai. Penghulu membacakan berbagai macam wejangan dan tata cara dalam pelaksanaan akad pernikahan tersebut.
Dengan khidmat acara tersebut berlangsung hingga terdengar ucapan “SAH” secara bersahut-sahutan menggelegar pada ruangan. Kini Mecca dan Fadhil telah terjalin dalam hubungan pernikahan yang sah di mata hukum dan agama. Keduanya saling bertatapan dan memaksakan senyum canggungnya untuk tersungging.
“Selamat ya bro, akhirnya bisa ngelepasin keperjakaan si Bembi di bawah sana."Ujar Arjun santai sembari menjabat tangan Fadhil diikuti lirikan mata di antara paha Fadhil kemudian menatap ke arah Mecca secara bergantian.
“Gue timpuk pakai beton tuh mulut baru diam!” ujar Fadhil kesal bercampur malu sembari menatap Mecca yang langsung menunduk."
“Selamat ya nyonya sudah sah jadi istri pria kesepian ini, semoga kalian cepat produksi junior-junior unggul." Ujar Arjun kepada Mecca sembari tersenyum lebar menunjukkan deretan gigi putihnya.
“Terima kasih ucapan dan kedatangannya Pak Arjun." Ujar Mecca berusaha memasang wajah datar menyembunyikan rasa malunya mendengar ucapan Arjun.
“Jangan pak dong, panggil Kak Arjun saja, by the way si cantik itu katanya kakakmu ya?” tanyanya menunjuk Medina yang sedang duduk memainkan ponselnya.
“Iya kak, itu Kak Medina."
“Sudah punya pasangan?”
“Belum."
“Boleh didekati dong."
“Boleh, tapi...” jawab Mecca tak tuntas, karena lawan bicaranya telah pergi dengan segera.
Tak lama berselang dari kepergian Arjun, Nindy dengan langkah cepat menghampiri Mecca yang masih berdiri melihat punggung Arjun yang menjauh.
“Wah si pengantin cantik ini, selamat ya. Sekarang hubungan sembunyi-sembunyi kalian sudah diketahui semua orang. Cepat nyusul perut buncit juga ya." Goda Nindy sembari tertawa genit.
“Mbak Nindy ih... Suka banget godain aku, huufftt...” keluh Mecca sebal.
Mecca dan Fadhil kini telah berada di kamar ganti, mereka telah kembali bersiap-siap untuk mengubah penampilan dan busananya. Acara resepsi pernikahan akan dimulai tepat pukul 11.00 hingga sore hari.
Kali ini Fadhil menggunakan tuxedo. Untuk jas dan celana panjangnya diberikan warna dasar gold metallic, sedangkan pada bagian kerah, vest, pocket square, dan dasi kupu-kupu diberikan sentuhan khusus berwarna hitam untuk memberikan kesan classy dan seksi bagi pengantin pria.
Sedangkan Mecca diubah tatanan rambutnya menjadi sanggul kepang dengan memanfaatkan rambut aslinya. Sedikit rambut yang terjuntai bebas di sisi kanan dan kiri wajahnya memberikan kesan sederhana namun tetap terlihat anggun, tak lupa tiara bunga berwarna perak diletakkan sebagai bandananya.
Setelah pengaplikasian make up selesai, Mecca berganti dengan gaun pernikahan berwarna gold model mermaid tanpa lengan dengan bagian punggung yang terbuka hingga di atas pinggul, gaun diberikan sentuhan penuh renda dan masih setia dengan taburan swarovski pada bagian kedua bahu sampai mengelilingi V-neck yang sedikit rendah memperlihatkan belahan dadanya. Gaun yang melekat, mencetak tiap lekuk tubuh Mecca hingga terpampang indah menambah keanggunan dan keseksiannya.
Fadhil dan Mecca dirias pada kamar yang sama namun berbeda ruangan, Fadhil dirias dan berganti pakaian pada ruang tamu hotel, sedang Mecca berada di kamar utama. Saat ini Fadhil tidak dapat menahan rasa ingin ke kamar mandi yang letaknya di kamar utama tempat Mecca berhias.
Tanpa permisi Fadhil pun membuka pintu kamar utama dan matanya langsung tertuju pada punggung mulus Mecca yang terbuka serta belahan dadanya yang terpantul pada cermin yang terletak tepat di hadapannya.
“Eh... Ma-maaf, aku mau ke kamar mandi." Ujarnya setelah beberapa saat terpaku.
“Si-silakan kak, eh mas." Jawab Mecca canggung.
Kemudian Fadhil berjalan dengan langkah cepat dan masuk ke kamar mandi.
“Oh my God, kenapa dia bisa cantik banget sih?! Ya ampun, punggungnya, lehernya, belahannya, kenapa terpampang begitu sih? Apalagi dengan rambut yang disanggul begitu semakin kelihatan semua. Kemarin waktu fitting biasa saja, kenapa jadi begitu, Sial... Aku gak rela, nyesel!” celanya memaki dirinya sendiri yang telah memilih gaun-gaun pernikahan untuk Mecca.
Acara resepsi pun dimulai, beribu-ribu tamu hadir untuk mengucapkan selamat dan doa bagi pasangan baru itu. Tamu yang hadir lebih banyak berasal dari karyawan dan relasi bisnis Grup A, selebihnya adalah teman-teman terdekat Mecca dan Fadhil, serta beberapa kerabat jauh.
Di penghujung acara resepsi, Mecca dan Fadhil dikejutkan dengan kedatangan dua orang yang tak terduga, mereka adalah Karina dan Egy.
“Hai Dhil, kamu tampan sekali ya, sayang yang di sisimu bukanlah aku. Semoga tidak ada penyesalan di hatimu ya sayang." Ucap Karina sembari memeluk Fadhil tiba-tiba diikuti lirikan Mecca. Karina berlalu melewati Mecca tanpa menyalaminya, ia langsung menemui Pak Permana dan Bu Alisa.
“Maaf om-tante, papa dan mama tidak bisa hadir, pasti om tahu alasannya. Saya hanya ingin bersopan santun, semoga hal ini tidak mempengaruhi kerja sama antar perusahaan ya." Jelas Karina sedikit ketus.
“Maafkan om ya Rin, silakan bersantap dulu." Ujarnya singkat.
“Selamat." Ucap Egy singkat pada Fadhil kemudian berlalu mendekati Mecca. “Selamat untukmu Mecca. Kamu cantik sekali, semoga bahagia ya. Aku tulus mendoakan kebahagiaanmu, namun jika kamu tak bahagia dengannya datanglah padaku, hati ini masih milikmu." Ujarnya sembari menatap Mecca dalam-dalam dan menatap Fadhil penuh kekesalan lalu pergi.
“Salah satu fans gilamu mengancam suamimu sayang." Bisik Fadhil menggoda Mecca.
“Kalau aku disia-siakan oleh suami tampanku ini, aku tidak perlu khawatir deh." Jawab Mecca usil.
“Katakan sekali lagi hal itu, aku buat minta ampun kamu malam ini." Ancam Fadhil licik.
“Maaaaaas...!” geram Mecca malu.
.
.
.
Happy Reading and Enjoy 🤩
Jangan lupa klik favorit, like, komentar, vote, dan rate 5 ⭐ ya agar Author makin semangat dalam berkarya. Untuk mengetahui cara vote, silahkan para readers mampir pada halaman ATTENTION ya.
Jangan jadi penikmat dan silent readers, tunjukkan diri dengan like ya!
Terima Kasih.