Young Mama

Young Mama
Bab 96: ~Misi Penyelamatan~



"Kau yang memilihnya." Shilla mengambil jarum yang ia gunakan untuk mempercantik busana yg ia pakai. Jarum yang berada pada bross mahalnya tak segan ia patahkan.


"A...ap...pa yang kau lakukan?!" Pria yang masih mencengkeram Kenzo mundur ketakutan. Belati yang menempel pada leher Kenzo semakin dalam membuat darah keluar semakin deras.


"Ma...ma..." Lirih Kenzo tak berdaya. Anak kecil itu sudah hampir kehilangan kesadarannya kembali. Apalagi rasa perih yang ditimbulkan dari luka di lehernya membuatnya semakin tersiksa.


Suara Kenzo seolah genderang perang di telinga Shilla. Dengan cepat dan tepat ia melemparkan jarum tepat pada nadi di leher pria itu. Latihan keras yang Keano ajarkan selama ini tak sia-sia.


Shilla tertawa layaknya orang bodoh. Di saat genting seperti ini ia malah mengingat Keano. Namun tak dapat dipungkiri, berkat latihan yang diberikan oleh pria b*rengsek itu Shilla dapat mengulur waku selama mungkin hingga bantuan datang.


Lucu sekali. Meskipun lisan Shilla mengatakan sangat membenci Keano saat ini, namun dia berharap bahwa pria itu tiba-tiba datang menolongnya. Sungguh hal yang tak masuk akal.


Tawa Shilla semakin menggelegar mengingat kebodohannya. Dia mendekati anaknya yang terbaring tak berdaya di samping mayat pria yang ia bunuh hanya dengan sebatang jarum.


"Baby Ken sayang." Shilla memanggil nama anaknya pelan. Dia membelai pipi lebam Kenzo dengan tangannya yang berlumuran darah. "Ah, kau jadi semakin kotor." Shilla memeluk Kenzo. Selanjutnya ia meneliti luka di leher anaknya. Darahnya masih terus mengalir. Rasa takut merayap relung hati Shilla.


Kedua tangan ibu muda itu menyobek bawah baju yang dikenakannya. Sobekan memanjang untuk melilit luka anaknya. Dia bahkan tak mempedulikan kulit mulusnya terekspos karena sobekan yang ia buat.


Tangan Shilla gemetar saat melilit luka di leher Kenzo. Air mata tak kuasa ia bendung. Dia hanya dapat berdoa, semoga lukanya tak memutus syaraf penting yang ada di lehernya.


Shilla merasa gagal melindungi sang buah hati. Dia belum bisa menjadi ibu yang dapat selalu diandalkan. Shilla marah pada dirinya sendiri. Karenanya, putra kesayangannya harus merasakan derita yang teramat sangat.


"Apa-apaan ini!" Suara dari ambang pintu menaikkan kewaspadaan Shilla.


Shilla menoleh dan mendapati seseorang yang terasa familiar. Dia seperti pernah melihat lelaki yang kini sedang menatapnya tajam.


"Kau yang melakukan ini pada mereka?" Lelaki itu melemparkan pertanyaan yang diabaikan oleh Shilla.


Shilla masih menggali memory tentang pria yang baru saja datang tersebut.


"Apa kamu bisu?!" Pria itu semakin tak sabar. "Apa kau yang melakukan semua ini?" Dia mendekat ke arah Shilla yang masih memeluk Kenzo.


"Kalau iya kenapa?" Jawab Shilla tanpa kenal takut. Dia masih belum berhasil mengingat seseorang yang semakin mengintimidasinya. Kalau pria itu menyerang Shilla, dia tak yakin mampu bertahan berapa lama. Tenaganya sudah habis karena pertarungan sebelumnya.


"Dasar anak buah bodoh. Menjaga satu wanita dan anak kecil saja tak becus!" Pria itu marah dengan anak buahnya.


"Tuan...!!! Tuan...!!!" Seorang anak buah lari tergopoh-gopoh menghampiri pria itu.


Pria itu kesal bukan main. "Apa kau tak melihat aku sedang serius?!" Tendangan langsung ia layangkan kepada bawahannya.


"Tuan..." Dengan memegangi perut yang terasa kesakitan, sang bawahan kembali mencoba memanggil tuannya. "Di luar terjadi penyerangan secara besar-besaran."


"Apa kau bilang!!!???" Pria itu terkejut. "Siapa yang berani menyerang markas dari geng Serigala!"


Shilla hanya menyimak percakapan mereka. Dia baru mengingat siapa pria yang ada di hadapannya ini saat dia menyebut kata Serigala. Pria itu adalah Ichiro musuh bebuyutan Keano. Jadi semua ini tetap ada hubungannya dengan Keano. Shilla merasa miris sekali.


"Jangan berani macam-macam!" Ichiro mengingatkan Shilla. Selanjutnya dia pergi keluar dan meninggalkan beberapa anak buah untuk menjaga Shilla.


"Apa yang menyerang adalah Kenji?" Shilla mencoba mengorek informasi dari orang yang tadi memberi laporan. Kalau memang benar itu Keano, berarti Kenzo akan segera selamat.


"Dari mana kau tau tentang Kenji?" Pria itu menatap penuh selidik.


"Syukurlah nak, papa mu akan segera menyelamatkan mu." Shilla mengabaikan pertanyaan dari bawahan Ichiro. Dan tanpa ia sadari, dia menggumamkan kata papa pada telinga Kenzo. Sepertinya jauh di dasar hari Shilla masih ada nama Keano.


***


SESAAT SEBELUM MENYERANG MARKAS SERIGALA


Keano bergegas ke ruang VVIP yang ditempati oleh Alison. Dia harus segera menangkap pria itu agar mengetahui keberadaan Shilla. Dia yakin bahwa Shilla berada di tangannya.


Di ruang VVIP Alison segera pergi setelah sadar dia sedang dijebak. Dia meninggalkan Aiko yang tergeletak tak berdaya dijamah oleh anak buahnya. Dia tak peduli lagi dengan perempuan itu, yang terpenting dia segera pergi dari tempat ini. Untung saja dia masih memiliki kartu As. Jadi Keano tak akan macam-macam dengannya.


"Ayo pergi. Tinggalkan saja perempuan jal*ng itu." Alison memberi perintah dan segera di ikuti oleh para anak buahnya. Tentu saja Alison pergi lewat jalur rahasia yang sudah ia persiapkan. Dia juga orang yang cerdas yang selalu waspada terhadap segala sesuatu yang mungkin akan terjadi.


Keano sampai di ruang VVIP tempat Alison. Di sana hanya ada Aiko yang telanjang bulat dengan lelehan lengket membasahi seluruh tubuhnya.


"Dasar menjijikan." Keano merasa risih sekaligus marah. Bukan marah karena Aiko yang tega mengkhianatinya, namun marah karena Aiko masih memakai wajah V dan berbuat layaknya binatang. Keano tak terima wajah V disalah gunakan.


"To...long..." Aiko melihat Keano seperti melihat secerca harapan. Dia meminta tolong pada Keano. Dia yakin bahwa Keano akan menolongnya.


"Bawa perempuan itu. Jangan lupa balut tubuhnya terlebih dahulu." Perintah Keano pada anak buahnya. Dia harus membawa Aiko untuk mengetahui letak Shilla. Keano yakin, perempuan itu pasti tahu keberadaan Shilla.


"Alison berhasil kabur tuan." Lapor Leon setelah mendapat laporan dari para anak buahnya yang berjaga di sekitar pulau.


"Br*ngsek!!!" Keano melihat Aiko yang tersenyum manis padanya. "Terpaksa harus menggunakan perempuan itu." Keano memberi kode pada Leon dan Rose yang segera diangguki oleh keduanya. Keduanya langsung mengerti jalan pikiran bosnya tanpa Keano harus menjelaskan panjang lebar.


Bersambung...