
Semua cinta telah sirna. Semua angan telah tiada. Semua impian telah terenggut. Yang ada hanyalah sebuah keputusasaan yang tak berujung.
Susan tak sanggup lagi. Sejak malam itu, Alison selalu memperlakukannya dengan kasar. Dengan seenaknya dia meminta Susan untuk melayani hasratnya.
Susan merasa hina. Dia tak ingin lagi terpenjara disini. Apalagi setelah ia tahu bahwa Alison hanya menjebak Mamoru. Rasa bersalah itu semakin besar.
"Kenapa aku sangat lemas sekali." Susan merasa mual dan tubuhnya lemas. Dia tak ada nafsu makan. Bahkan dia akan memuntahkan makanan yang telah ia makan.
"Nona, nona baik-baik saja." Seorang pelayan menghampiri Susan yang hampir terjatuh.
"Aku sedikit pusing." Susan menerima pertolongan dari sang pelayan. "Tolong bawa aku ke Rumah Sakit, sepertinya penyakit lama ku kambuh." Itu hanyalah sebuah alasan. Susan tak pernah memiliki riwayat penyakit yang serius. Namun dia harus menggunakan kesempatan ini untuk bisa lolos dari penjara ini.
"Baik nona, nona tunggulah di sini." Pelayan itu berlari dengan panik. Dia menyambar gagang telepon dan segera menghubungi nomor darurat.
***
Di dalam Ambulance Susan menangis meminta pertolongan sang pelayan juga seorang petugas yang datang menjemput. Dia tak akan bisa meloloskan diri jika tak ada bantuan. Pengawal yang ditugaskan Alison beriringan mengikuti Ambulance dari belakang. Tak akan semudah itu untuk bisa mengelabuhi mereka.
"Tolong aku Bella, kumohon. Kau sudah mengetahui semua yang tuan mu lakukan padaku, aku tak sanggup Bella."
Bella nama pelayan itu bingung harus bagaimana. Memilih untuk membantu Susan sama artinya dengan mengantarkan nyawanya sendiri. Namun menimbang Susan yang sudah sangat baik padanya Bella jadi tak tega untuk tak menolongnya. Apalagi melihat Susan yang sudah berderai air mata, pintu hatinya terketuk untuk membantu Susan.
'Biarlah nyawaku menjadi taruhannya, aku harus membayar kebaikan nona Susan yang sudah sangat baik kepadaku.' Batin Bella memantapkan hati.
"Baiklah nona, saya akan membantu nona, tapi nona berjanjilah, hiduplah dengan baik di luar sana. Sehingga apa yang saya pertaruhkan tidak sia-sia." Bella menggenggam erat jemari Susan. Dia tak rela jika Susan kembali bertemu kesulitan di luar sana dan ia tak dapat membantunya lagi.
"Terima kasih Bella, terima kasih." Susan menghambur memeluk Bella. Dia tak menyangka Bella rela membantunya. Padahal ia yakin, Bella tahu risiko dengan membantunya pergi dari sini.
Semua dipersiapkan dengan saksama. Susan bertukar pakaian dengan seorang petugas perempuan. Untung saja petugas itu dapat di ajak kerja sama dengan iming-iming uang sebagai imbalan. Sang petugas yang ikut dalam rencana, ia berbaring di tandu menggantikan Susan.
Sesampainya di Rumah Sakit, Susan segera mengambil kesempatan saat pengawal Alison lengah. Di tambah kepanikan Bella membuat pengawal ikut berlari masuk ke dalam. Saat itulah kesempatan Susan untuk segera meninggalkan negara ini. Negara yang sudah menghancurkan masa depannya.
Dengan paspor yang ia curi diam-diam di kamar Alison, ia terbang untuk menjemput orang yang benar-benar mencintainya.
***
Mamoru sedang marah-marah kepada anak buahnya. Setelah kepergian Susan yang membawa kesalahpahaman, Mamoru jadi lebih bengis kepada bawahannya. Setiap anak buah yang melakukan kesalahan, tak tanggung-tanggung akan langsung dibunuh di tempat.
"T...t..tu...an." Salah satu bawahan Mamoru terbata memanggilnya.
Melihat Mamoru menatapnya tajam, membuat nyalinya ciut. Namun ia harus menyampaikan hal penting. Bisa jadi ini adalah jalan keluar untuk mereka lepas dari kebengisan Mamoru.
"A..ad..a.... W..wani..ta yang men...cari ... t..tuan."
Mamoru menatap bawahannya garang. Dia sudah mengganggu Mamoru memberi hukuman untuk mereka yang bersalah.
Mamoru berjalan dengan gagah. Dia keluar menemui wanita yang di maksud. Tubuhnya langsung membeku di tempat. Wanita yang selama ini dia rindukan berdiri tepat di hadapannya.
Susan tersenyum melihat Mamoru. Dengan lirih ia meminta maaf karena sudah tak mempercayainya. Setelahnya hanyalah gelap.
Dengan cekatan Mamoru menangkap tubuh Susan. Segera ia bawa ke Rumah Sakit melihat wajah pucat Susan. Dia melupakan bahwa saat ini dirinya masih berurusan dengan anak buahnya. Beruntunglah sang anak buah, karena, nyawanya masih tertolong berkat kedatangan Susan.
***
"Dokter, saya kenapa dokter?" Susan bertanya keadaannya kepada sang dokter yang memeriksanya.
"Selamat ya Nyonya, anda sedang hamil, usianya memasuki tiga minggu, jaga kesehatan. Kalau bisa jangan naik pesawat terlebih dahulu."
Penjelasan dokter membuat Susan terpukul. Dia belum siap menjadi mama di usianya yang masih muda. Dia masih ingin bersenang-senang menikmati waktu bersama teman-temannya.
"Dokter. Tolong jangan beri tahu hal ini pada laki-laki yang datang bersama saya. Dia hanya orang yang menolong saya membawa kesini. Bukan suami saya."
Sang dokter bingung dengan permintaan pasiennya. Melihat kepanikan lelaki itu mustahil dia hanya orang yang tak sengaja menolong. Namun permintaan pasien tetaplah yang utama, dia akan tetap menjaganya.
Dan sesuai permintaan Susan sebelumnya, dokter hanya dapat mengatakan bahwa dia terlalu kelelahan. Harus banyak istirahat.
***
Seminggu telah berlalu. Susan sudah lebih sehat. Mamoru sangat bahagia melihat Susan kembali berada di sisinya. Meskipun dalam hati Susan masih belum ada dirinya, namun Mamoru lega, kesalahpahaman yang terjadi sudah teratasi.
"Mamoru, aku mau bicara penting denganmu." Wajah Susan nampak serius membuat Mamoru was-was.
"Bilang aja Su, aku selalu mendengarkan mu." Senyum Mamoru mengembang menenangkan diri sendiri. Perasaan tak enak membayangi dirinya. Dia terlebih dulu mempersiapkan diri dengan apa yang akan Susan katakan.
Namun Susan tak mengatakan apapun. Dia berinisiatif mencium Mamoru lebih dulu. Dia akan menyerahkan dirinya kepada Mamoru malam ini.
'Maaf Mamoru, aku harus menjadikanmu penghilang jejak lelaki itu. Meskipun janin dalam kandunganku bukanlah anakmu, namun aku akan menganggap kamu adalah ayahnya mulai malam ini. Maafkan aku atas keegoisanku. Karena bayi ini tak bersalah, aku akan tetap merawatnya.' Batin Susan menangis dalam diam.
Namun Mamoru bisa merasakan bahwa Susan yang kini telah menyerahkan dirinya, akan pergi darinya. Tak apa, Mamoru rela. Susan akan lebih aman jika tak ada sangkut pautnya dengan dirinya.
***
Alison membunuh Bella sang pelayang yang sudah lalai menjalankan tugasnya. Namun dia tak peduli lagi, toh wanita itu sudah ia hancurkan. Kalaupun dia kembali kepada Mamoru, itu sudah bekas miliknya.
Namun yang Alison tak ketahui, ada kehidupan lain dalam tubuh wanita itu. Yang kelak akan menjadi tombak untuk kehancurannya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Jadi apa yang akan papa sampaikan?" Dengan sedikit malas Keano mengikuti Mamoru. Dia masih tak terima papanya memeluk Shilla di kamar tadi. Di pandangan Keano, papanya sedang menggoda gadis muda untuk di jadikan mamanya. Tentu saja Keano tak akan terima.
"Jangan pasang wajah seperti itu." Mamoru memutar bola matanya melihat sikap anak yang sudah mulai berani dengan dirinya.
"Tak usah bertele-tele! Katakan saja!" Keano mulai tak sabar.
"Apa yang akan kamu lakukan kalau aku masih memiliki anak?"
Mendengar kalimat Mamoru membuat Keano tertawa terbahak-bahak. Terkena angin apa hingga Mamoru mengatakan hal seperti itu. Yang dia tahu papanya tak pernah berjalan ataupun bersinggungan dengan wanita, anak dari mana tiba-tiba datang mengaku sebagai anak dari keluarga Hayashi.
Tawa keano mendapatkan hadiah jitakan dari Mamoru. Dan kata-kata yang terucap Mamoru selanjutnya semakin membuat menganga mulut Keano.
"Kemungkinan Shilla adalah anakku. Sebelum Susan pergi, kita sempat melakukan. Tapi ini belum pasti, aku harus melakukan tes DNA dulu untuk memastikan."
'Apalagi waktu Susan pergi, dia terlihat sangat bersalah. Namun apapun hasilnya nanti, anakmu akan tetap menjadi Anakku Su.' Batin Mamoru mantap.
Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan 👣 dengan cara klik👍 juga ❤️ dan jangan lupa juga vote yang banyak ya. Juga jangan lupa untuk berkomentar. Kritik dan saran selalu author tampung.
cek juga cerita author yang lain
👉 Psycopath itu Kekasihku
👉Twin's
Jangan lupa juga untuk gabung di grub Author ya😉 kalian bisa langsung tanya apapun di sana. Kecuali pertanyaan yang berupa spoiler pasti akan Author jawab.
Kalau kalian ingin membaca cerita secara live juga bisa loh di grub. kolaborasi cerita antara Author dan Dubber Young Mama. Juga ada Author lain yang juga ikut menyemarakkan cerita secara live.
Jika kalian penasaran bagaimana cerita live kami berlangsung, langsung gabung grub author. Author tunggu kedatangan kalian.
Cerita live berlangsung ketika malam. Saat semua ada waktu senggang. Silahkan kalian simak. 😊😊 Yang tentunya sangat beda jauh dari cerita utama kami.
Bye bye. Sampai jumpa di bab selanjutnya😘
Nb: Pendaftaran Challenge sudah di tutup. Terima kasih untuk yang sudah mengirimkan naskahnya.