
Apa yang sebenarnya telah terjadi. Bagaimana bisa Susan ada bersama Alison. Apa yang telah Mamoru lewatkan. Pikiran pria itu berkecamuk dalam diam. Tangannya berlumuran darah Alison. Dia tak peduli dengan dirinya yang kini terduduk lesu di depan tubuh Alison yang kacau. Pikirannya hanya satu, bagaimana keadaan Susan sekarang.
Alison yang sudah babak belur masih saja menampilkan seringai yang membuat Mamoru geram. Dia masih enggan berbicara tentang Susan. Mengulur waktu hingga Mamoru menyerah sepertinya adalah pilihannya.
D sudah berada disamping mereka berdua. Dengan sengaja dia menendang perut Alison yang sudah tersungkur dihajar oleh Mamoru.
Tak ada perlawanan dari Alison membuat D ikut geram. Kembali dia tendang dia injak perut Alison.
Yang terdengar hanya suara kekeh dari Alison. Tak ada erang kesakitan darinya. Dia seperti sengaja mempermainkan Mamoru dan anak buahnya. Sudah lama Alison ingin melihat kehancuran Mamoru. Ternyata, dengan menyandra wanitanya, bisa membuat musuhnya itu kehilangan jati diri. Licik memang, namun Alison puas. Kelicikan memang bagian dari dirinya.
Mamoru berusaha menetralkan perasaannya. Dia tak boleh langsung membunuh Alison. Hanya dia yang tahu keberadaan Susan. Dia bisa saja melacaknya. Mengandalkan jenius IT yang dimilikinya. Namun itu akan memakan waktu. Apalagi ahli IT yang ia miliki termasuk masih amatir.
"Sekarang katakan! Dimana kau menyembunyikan Susan!" Mata Mamoru menajam. Ia tak akan segan-segan membunuh Alison jika dia tak segera mengatakan yang sebenarnya.
"Kenapa tak jadi membunuhku?" Alison menyeringai. Wajah mengejeknya tampak kentara.
D yang semakin kesal mencekik leher Alison. Ia cengkeram dengan kuat hingga Alison kesulitan bernafas.
Bisa saja Alison melawan. Namun dia memang tak berniat untuk berkelahi. Ilmu beladiri yang ia miliki tak kalah dengan Mamoru. Sebab itu, mereka berdua salelu kejar mengejar dalam hal peringkat. Alison juga tak kalah sadis dengan Mamoru, hanya saja, dia selalu di bawah Mamoru. Kalau Mamoru masih ada, dia tak akan pernah bisa menjadi nomor satu.
Sekadar melawan seorang bawahan Mamoru tak jadi soal. Tapi ada alasan khusus kenapa dia tak ingin melawan. Selain membuat mereka geram, namun juga untuk menarik hati wanita yang nantinya akan menjadi kunci kesuksesannya.
"Mamoru." Suara seorang wanita yang sangat dirindukan mengejutkannya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Beberapa hari setelah Kenzo marah dengan Keano, anak itu masih saja tak ingin berdekatan dengan Keano. Segala upaya telah Keano lakukan, namun bocah itu sepertinya masih enggan memaafkannya. Menurutnya, Keano tak dapat menjaga mamanya dengan baik.
"Tuan kecil kenapa masih cemberut saja hm?" Harumi menemani Kenzo bermain. Namun bocah yang biasanya selalu aktif itu seperti tak bersemangat memainkan mainan barunya.
"..." Kenzo hanya diam menikmati khayalannya. Khayalan untuk menemukan papa baru. Pendamping yang baik untuk mamanya. Awalnya ia kira Keano adalah orang yang tepat. Namun beberapa hari lalu, lelaki yang selalu ia anggap papanya itu tak dapat menjaga mamanya. Hingga Shilla terjatuh dan bibirnya yang menjadi korban. Kalau keano orang yang cekatan, pasti mamanya akan di tangkap dan tak akan terjatuh. Pasti mama tak akan kesakitan. Begitulah kiranya isi pikiran si kecil Kenzo.
"Tuan kecil." Harumi memanggil Kenzo lembut. Dia sudah membawa makanan kesukaan Kenzo. Ayam goreng yang sangat sulit dijumpai di negara ini. Hingga ia terpaksa membeli ayam mentah dan meminta koki untuk memasaknya. Namun ia juga ragu kalau Kenzo mau memakannya. Karena dia tak ingin memakan ayam goreng selain masakan Shilla.
"Tuan kecil, lihat apa yang saya bawa. Ayam goreng kesukaan tuan kecil." Harumi menyodorkan ayam goreng hendak menyuapi Kenzo. Namun yang ia dapat hanya sebuah gelengan malas dari anak itu.
Kenzo bangkit meninggalkan Harumi dan mainannya yang berserakan. Dia berjalan kecil ke tepi kolam sambil memikirkan sesuatu. Dia sedang memikirkan kandidat yang cocok untuk menjadi papanya yang baru. Beberapa nama terlintas dalam otaknya. Dari nama Devan yang sudah lama tak muncul, hingga nama Leon yang selama ini menemani Keano.
Sambil bermain air ia menimang-nimang siapa kiranya yang cocok. Namun untuk Devan, sepertinya tak mungkin. Meskipun dia masih kecil, dia tahu kalau kini mereka sudah terpisah jarak. Dia putar memori tentang orang-orang yang dekat dengan ibunya. Tak ada satupun pilihan yang cocok. Kandidat terakhir adalah Leon. Namun Leon selalu mengikuti Keano. Artinya Keano masih berada di atas mereka semua. Siapa kiranya yang bisa menyaingi Keano. Kenzo mengacak rambutnya frustasi. Dia ingin memilih pendamping untuk mamanya, namun kenapa begitu sulit. Pilihan pertamanya memang tak pernah salah, namun itu juga masih kurang sempurna.
Harumi yang melihat tuan kecilnya bertingkah layaknya orang dewasa hanya tertawa kecil. Tingkahnya seperti tuan Keano saat di hadapkan dengan sesuatu yang serius. Seperti Bapak dan anak sungguhan. Namun Harumi tak berani berpikiran sampai ke sana. Dia sudah mengetahui kalau tuan Keano belum menikah. Kenzo adalah anak dari nona Shilla namun tuan Keano juga sangat menyayanginya. Beruntung sekali tuan kecilnya ini.
Harumi kembali melangkah mendekati Kenzo. Dari pagi Kenzo hanya makan sedikit sekali. Dia tak pernah tahu apa yang sedang menjadi gulana dalam benak Kenzo, namun membujuknya makan adalah kewajibannya.
"Tuan kecil, tuan kecil makan ya." Dengan telaten Harumi menyuapi Kenzo, meskipun mendapat penolakan, tetap saja Harumi membujuk dengan sabar.
Harumi tak tahu harus menanggapinya bagaimana. Dia takut salah bicara. Dia tak berani memberikan pendapat.
"Kak?" Kenzo mengguncang lengan Harumi membuat nasi yang ada di sendok berantakan. "Kenzo mau papa baru."
Harumi benar-benar tak mengerti harus berbuat apa. Dia tak bisa mengiyakan ataupun menolak. Namun bocah kecil ini akan terus meminta sesuatu seperti keinginan hatinya.
"Nona, nona cepatlah pulang." Harumi menangis dalam hati. Bukan menangis karena hal yang serius. Namun dia menangisi nasibnya yang harus menghadapi bocah keras kepala seperti Kenzo.
"Tuan kecil makan dulu ya. Masalah papa baru kita bicarakan nanti." Kembali Harumi membujuk Kenzo yang masih enggan membuka mulut untuk sesuap nasi.
Saat Kenzo merajuk seperti ini, hanya Shilla yang dapat mengatasinya. Namun entah kenapa hingga siang hari Shilla belum juga pulang kuliah.
Harumi sudah kewalahan membujuk Kenzo. Ia tak mau tuan kecilnya sakit. Namun sikap keras kepala Kenzo melebihi Keano. Harumi tak mengerti, sebenarnya Kenzo ini benar-benar anak yang baru berumur tiga setengah tahun, atau orang dewasa yang jiwanya terjebak di tubuh anak kecil. Pikiran Harumi jadi kacau tak dapat dicerna dengan logika.
"Kalau Kenzo makan, Kakak bantu Kenzo cari papa baru?"
Cukup. Harumi tak bisa lagi menghadapi keinginan Kenzo. Dia ingin sekali ke Universitas dan mengajak mama muda itu pulang. Namun dia ingat posisinya. dia hanyalah pengasuh dari tuan kecilnya. Dia harus sabar dan berdoa agar Shilla segera kembali.
Di saat kekalutan yang dihadapi Harumi, terdengar suara langkah kaki mendekat tanda seseorang menghampiri mereka. Harumi pikir itu adalah Shilla. Namun ternyata Keano dan juga kedua asistennya yang pulang lebih awal. Atau mungkin mereka tertinggal suatu dokumen penting, terlihat raut wajah keano yang tak bersahabat.
Kenzo menyadari kehadiran mereka. Entah ada angin apa dia langsung berlari memanggil 'papa'. Pemandangan yang tak aneh kalau yang ia panggil adalah Keano. Tapi kali ini Kenzo malah menghambur ke pelukan Leon.
"Papa...papa..." Kenzo merengek manja pada Leon.
Leon yang tak mengerti situasi hanya pucat pasi. Apalagi melihat wajah Keano yang siap membunuhnya. Leon hanya diam membatu. Suhu dingin menjalar ke seluruh tubuhnya. Hawa iblis sudah pekat memenuhi seluruh ruangan. Tekanan yang datang dari kecemburuan seperti mencekik Leon.
Shilla yang baru saja masuk tak mengerti dengan situasi ini. Dia hanya memandang semua orang dengan tatapan bingung. Apalagi tingkah Kenzo yang bermanja di kaki Leon. Rose yang tertawa kecil menertawakan Leon yang sudah seperti mayat hidup. Juga Keano yang tanduk iblisnya sudah muncul - dalam imajinasi Shilla.
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan 👣 dengan cara klik👍 juga ❤️ dan jangan lupa juga vote yang banyak ya.
cek juga cerita author yang lain
👉 Psycopath itu Kekasihku
👉Twin's
Jangan lupa juga untuk gabung di grub Author ya😉 kalian bisa langsung tanya apapun di sana. Kecuali pertanyaan yang berupa spoiler pasti akan Author jawab.
Bye bye. Sampai jumpa di bab selanjutnya😘