Young Mama

Young Mama
Bab 93: ~Hanya Seonggok Sampah~



"Apa sandera aman?" Alison bertanya pada Aiko yang bergelayut manja di dadanya.


"Tuan tenang saja, mereka aman." Jawab Aiko menggoda.


"Apa kamu yakin dia adalah perempuan yang dapat melemahkan Kenji?" Alison memainkan d*da sintal milik Aiko.


"Ah... Saya yakin tuan. Emh..." Aiko mengerang saat area sensitifnya di mainkan oleh jemari Alison.


"Dari mana kamu bisa yakin?" Alison berbisik di telinga Aiko. Tak ketinggalan ia meniup lembut telinga perempuan itu membuat Aiko merasakan sensasi yang lebih luar biasa.


Apalagi jemari Alison semakin nakal menyikap rok mini Aiko. Ia belai lembut gundukan berbalut under wear warna merah itu.


"Akh... Tuan... Saya yakin karena akh... Keano sangat mencintai... Emh wanita itu... Ah..." Aiko mendongak keenakan. Ia perlihatkan leher mulusnya minta disesap. "Meskipun sekarang ah... Keano belum menyadarinya, emh... Namun sebenarnya ah... Dia sangat menyukai perem... Ah puan j*lang emmmh itu.. ah..."


Melihat Aiko yang semakin tak berdaya di pangkuannya, Alison semakin gencar memainkan jemarinya di bawah sana.


Rok mini Aiko sudah tersibak semua. Meninggalkan under wear merah yang masih bertengger rapi menutupi gundukan yang sudah basah. Jemari itu menelusup di sela-sela under wear dan memainkan tonjolan kecil di dalamnya.


Di perlakukan sedemikian rupa, Aiko semakin mengerang tak karuan. Tubuhnya panas, dia bahkan tak peduli bahwa di ruangan ini ada anak buah Alison yang lain. Dia berteriak semaunya saat jemari Alison mendobrak meminta masuk.


Alison membawa mulutnya untuk menyumbat mulut Aiko yang berisik. Bibir mereka saling menyatu. Sesekali Aiko menggigit bibir Alison saat jemari Alison menusuknya terlalu dalam.


"Baru seperti ini kau sudah keluar eh???" Cibir Alison saat ia mengeluarkan jarinya disertai sesuatu yang lengket.


Aiko tak dapat mengatakan apa-apa. Logikanya berkata tak ingin, namun tubuhnya selalu menikmati perlakuan Alison padanya. Logikanya hanya ingin Keano yang menyentuhnya, namun tubuhnya selalu merespon setiap sentuhan laki-laki yang menjamahnya.


"Kemari!" Alison menuntun Aiko untuk duduk di pangkuannya lagi. Dia buka dengan paksa under wear merah hingga tanggal. Detik selanjutnya, kejantanan yang sudah gagah berdiri itu tenggelam di telan liang milik Aiko.


Ruang VVIP yang semula dingin itu berubah panas. Para bodyguard yang menyaksikan permainan itu tubuhnya ikut memanas. Apalagi melihat tubuh mulus milik Aiko, tak dapat mereka pungkiri jika mereka juga ingin mencicipinya.


Wajah mereka langsung berpaling saat Aiko mencapai klimaksnya. Aiko terlihat semakin seksi. Lebih baik mereka mengalihkan perhatian mereka dari permainan panas bosnya.


"Ah, saya harus memakai apa?" Ia menenteng under wear yang sudah tak dapat dipakai lagi.


"Tak perlu memakai apa-apa." Alison menyeringai dan kembali memainkan permainan kesukaannya.


***


"Kenapa mukamu merah? Bukan saatnya untuk merasa sakit D." Mamoru memperingatkan asistennya agar fokus pada misi.


"Saya tak sakit tuan." D berpaling malu. Pasalnya dia ini jomblo sepanjang masa. Dia hanya bermain dengan si manis - singa peliharaannya. Namun cobaan sedang mengujinya.


Berkat Eyes yang sudah memasang penyadap di ruang Alison, baik D maupun Keano dapat mendengarkan percakapan itu. Termasuk permainan panas mereka. Semua yang memakai alat dengar bisa mendengar permainan mereka. Termasuk desahan - desahan indah yang Aiko keluarkan.


"Tadi mereka mengatakan sandera, siapa sandera yang mereka maksud?" Firasat Keano tak enak. Apalagi tadi Aiko sempat mengatakan 'perempuan itu sangat di cintai olehnya'. Pikiran Keano langsung tertuju pada Shilla.


Di saat yang bersamaan, ponsel Keano berbunyi. Panggilan dari Mamoru dan sepertinya sangat penting sekali. Tak membuang waktu Keano langsung menjawab panggilan dari ayahnya.


'Shilla dan Kenzo hilang. Kita kecolongan. Mereka sudah bergerak tanpa kita ketahui.'


Perkataan Mamoru langsung membuat Keano berdiri dari duduknya. Raut mukanya langsung berubah mengerikan. Tampa menjawab lagi apa yang di katakan Mamoru, dia pergi dari duduknya membuat orang-orang di sekitarnya memandangnya heran.


"Tuan, jangan gegabah tuan, bisa saja ini jebakan." Leon yang sudah mendengarnya langsung mencegah Keano berbuat nekad.


"Mau itu jebakan atau bukan, kalau mengenai Shilla aku tak peduli. Aku tak mau menyesal saat semuanya telah terjadi." Kata keano tajam. Dia benar-benar trauma akan ditinggalkan oleh wanita yang sangat dicintainya. Dulu dia kehilangan V, sekarang dia tak ingin kehilangan lagi cintanya yang di akibatkan oleh ketidakmampuannya.


"Tapi...! Apa yang akan tuan lakukan?" Rose berusaha ikut mencegah agar Keano tak tak gegabah.


"Tentu saja langsung mendatanginya langsung." Keano melangkah hendak menyambangi ruang VVIP tempat Alison berada.


Suasana yang tadinya riuh, senyap seketika saat Keano mengeluarkan aura membunuhnya.


"Tuan, mohon duduk kembali. Acara akan segera kita mulai." Perkataan MC membuat Keano diam dan menoleh.


'Duduklah dulu, kita harus hati-hati, jangan sampai Shilla dan Kenzo yang menjadi korban kalau kita bertindak gegabah.'


Keano mendengar suara Mamoru lewat alat komunikasi yang terpasang di telinganya. Dan untung saja Keano masih mau mendengarkan Mamoru. Kalau tidak, mungkin pulau kecil itu akan menjadi lahan pertempuran sebelum waktu yang di tentukan.


Acara berjalan dengan lancar. Banyak harta nasional yang di lelang di pelelangan gelap ini. Hanya orang-orang kaya yang mampu menawar dengan harga tinggi. Namun yang membuat Alison jengkel, benda yang dia incar tak ada dalam daftar lelang kali ini.


"Katakan dengan sejujurnya, apa benar dokumen itu kau ambil dari brangkas Kenji?" Alison mencengkeram leher Aiko marah.


Aiko hanya meronta tak dapat menjawab. Dia memukul-mukul tangan Alison berharap cengkeraman di lehernya sedikit di kurangi. Namun melihat tingkah Aiko yang seperti itu, malah membuat Alison semakin kuat mencengkeram Aiko.


"Cepat katakan perempuan j*lang!!!" Aiko marah dan melemparkan tubuh Aiko ke dinding.


Tubuh kecil Aiko terpental menabrak dinding. Tubuh yang sudah tak berdaya itu tergeletak di lantai. Rok mininya menyingkap memperlihatkan gundukan yang tak berbalut kain lagi.


"Dasar perempuan tak berguna." Alison membersihkan tangannya dengan sapu tangan. Dia sangat marah, karena terlalu memanjakan Aiko, perempuan itu tak mampu bekerja dengan benar.


"Kau urus j*lang ini, mau dinikmati dulu juga terserah kalian." Alison beranjak pergi. Dia sudah tak ada minat karena barang yang dia inginkan ternyata tak ada. Dan dia baru menyadari, bahwa semua ini jebakan saat tiba-tiba saja Keano menyeringai dari bawah sana dan melepaskan penyamarannya.


"B*rengsek!!!"


Bersambung...