Young Mama

Young Mama
Bab 77: ~Palsu~



Malam yang terasa panjang. Meskipun kabut turun menghalangi pandangan, namun tak menggoyahkan semangat tempur dari kedua belah pihak.


K dan V semakin kewalahan menghadapi musuh yang terus saja datang. Mereka berharap tim penjemput segera menemukan lokasinya.


Untung saja keberuntungan masih berada di pihaknya. Di tengah lelahnya mereka menghadapi musuh yang terus menerus datang, kelompok dari D dan Leon datang membantu.


Melihat K dan V yang sudah kehabisan tenaga membuat murka D maupun Leon. Mereka berdua langsung menyerang membabi-buta. Melihat pemimpin mereka yang memiliki semangat tinggi, anak buahnya juga semakin terpacu Adrenalinnya.


Baik K maupun V menepi dari keributan itu. Mereka mengistirahatkan sejenak badan yang telah letih.


"Kau tak apa?" K meneliti wajah dan tubuh V dengan saksama. Dia tak ingin wanita yang dicintainya terluka.


"Tak apa K. Hanya tersayat ranting saat kita melarikan diri." V tersenyum menenangkan. Saat dia tersenyum, tak ada yang akan menduga bahwa dia adalah pembunuh berdarah dingin.


"Oke. Kalau ada yang sakit langsung katakan." K memberi perintah mutlak.


"Siap tuan K." Jawab V sambil bercanda.


Mereka malah asik mengobrol sendiri. Tak peduli teman-temannya sedang berjuang menyelamatkannya.


Leon sudah terlihat sangat kelelahan. Namun musuh seolah tak ada habisnya. Seperti mereka memang sengaja dibiarkan menang terlebih dahulu dan mereka disergap saat semua berkumpul.


Untung saja di saat yang genting Mamoru turun tangan. Dia membawa pasukan pribadinya dan langsung membantai semua musuh tanpa sisa.


"Maafkan saya yang tidak kompeten tuan." D berlutut di hadapan Mamoru. Dia merasa malu karena belum bisa menjalankan tugasnya dengan baik.


"Lupakan saja. Ayo segera keluar dari hutan ini. Biarkan para hewan berpesta dengan mereka." Mamoru bersikap dingin. Terlihat jelas tatapannya sedang tak bersahabat.


"Maafkan K yang sudah merepotkan tuan." K meminta maaf pada Mamoru. Saat sedang serius dia memang memanggil papa angkatnya itu Tuan seperti yang lain. Apalagi tatapan Mamoru yang kini sedang tak bersahabat.


"Kamu tahu kesalahanmu?"


"Ya tuan."


"Kamu harus menerima hukuman mu saat kita kembali." Mamoru berujar dingin.


"Saya siap menerima tuan."


***


Kenji berada di ruang hukuman. Meskipun Mamoru sayang dengan anak angkatnya, tapi dia sangat disiplin. Kesalahan Kenji hanya karena dia bisa di jebak oleh musuh, tapi bagi Mamoru itu adalah kesalahan fatal. Bagaimana bisa calon penerus Mamoru mudah dijebak. Sepertinya Mamoru harus lebih menggembleng Kenji.


Kenji berada di ruang Hukuman dengan tangan di rantai. Tangan kanan kiri di rantai dan di tarik ke atas. Dia hanya akan menerima beberapa cambukan saja. Bagi Kenji itu sudah biasa. Saat pelatihannya dulu, dia bahkan harus keluar hidup-hidup dari kandang para singa yang lapar.


"Kamu siap?" Mamoru datang membawa cambuk di tangan.


"Ya tuan."


Mamoru mulai mencambuk badan Kenji.


Teriakan menggema di seluruh ruangan. Di sana hanya ada Mamoru dan Kenji, tak ada lain. Tak sopan apabila calon atasan di hukum di saksikan oleh anak buahnya. Langsung turun wibawanya.


Tiap cambukan yang di berikan Mamoru, Kenji langsung berteriak keras. Mamoru memang tak punya belas kasih. Setelah kekasihnya menghilang pergi meninggalkannya.


Kulit Kenji sudah ada yang mengelupas. Bahkan sebagian sudah berdarah.


Mamoru menyudahi acara hukuman untuk Kenji. Dia berjalan pergi memanggil anak buahnya untuk memberi pengobatan pada Kenji.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


'V...? Bukankah V sudah meninggal?' Batin Shilla bertanya-tanya pada apa yang di dengarnya.


Keano tak mempeduliakan wajah bingung Shilla. Dia langsung saja menghampiri sosok wanita yang ia duga adalah Violeta di dalam kerumunan.


"V...?!" Keano meraih tangan gadis itu dan langsung memeluknya. "Jadi selama ini kamu masih hidup?" Keano semakin mempererat pelukannya. Dia seolah tak mau kehilangan lagi sosok gadis itu.


"Maaf tuan, tapi anda siapa? Apakah kita saling mengenal?" Gadis itu berusaha melepaskan pelukan Keano.


"Kamu tak mengenaliku?" Raut kecewa dipancarkan dari wajah Keano.


"Saya Vio bukan V, anda salah mengenali orang." Gadis yang mengaku bernama Vio itu terus saja mendorong pelan Keano.


"Tuan, jangan paksa seorang gadis, pakai pura-pura mengenalnya." Celetuk orang yang tadi mengerumuni 'Vio'.


Keano menatap tajam mereka. Berkat tatapan itu kerumunannya langsung bubar.


Di jarak yang tak begitu jauh Shilla menyaksikan semuanya. Menyaksikan raut bahagia Keano ketika dia di pertemukan kembali dengan kekasihnya. Lalu dirinya kini siapa? Shilla tak dapat menebak lagi dirinya dalam diri Keano. Mungkin dia hanyalah orang asing yang datang dengan tiba-tiba di antara mereka.


Sekuat-kuatnya Shilla, namun hatinya juga punya batasan. Apalagi dia kini melihat Keano yang sedang memohon pada gadis itu agar mendengarkan ucapan yang akan dilontarkan Keano.


Shilla berjalan meninggalkan Keano bersama perempuan V. Hatinya kalut. Air matanya sudah mengalir deras. Dia abaikan tatapan tanda tanya dari banyak mahasiswa yang menyaksikannya.


"Lebih mudah bertanding Karate dari pada bertanding mendapatkan hatimu. Hatimu terlalu sulit untuk ku gapai." Ucap Shilla lirih di westafle toilet perempuan. Dia berusaha menetralkan, namun tetap saja, hatinya telah jatuh.


Dari arah luar berisik sekali.


"Beneran, tadi aku melihat Shilla masuk kesini dan hilang sekejab." Akira dan juga Mei mencari Shilla. Mereka khawatir karena melihat Shilla berjalan terburu-buru dengan linangan air mata.


"Shilla sayang, kenapa kamu nak!?" Akira langsung memeluk Shilla saat melihat Shilla berjongkok rapuh di depan wastafel. Dia tak tega melihat sahabatnya menderita sendirian.


Mei hanya membelai rambut Shilla yang kini ada di pelukan Akira. Di peluk sahabat-sahabat yang begitu baik malah membuat tangisan Shilla menjadi pecah. Dia tetap hanyalah seorang perempuan. Dia tetap wanita yang hatinya rapuh.


***


Sepertinya Keano tak menyadari kepergian Shilla. Dia masih menyakinkan kepada wanita yang ada di hadapannya bahwa mereka saling kenal. Meskipun beberapa kali wanita itu mengelak, namun Keano berusaha keras agar mereka bisa saling mengobrol dan mencari tahu kenapa V tidak mengenalinya.


"Maaf tuan, mungkin benar kalau saya adalah Vio yang tuan kenal, tapi saya tidak mengenal anda."


"ITU TAK MUNGKIN V...!! Jangan kau hukum aku seperti ini." Keano terlihat sekali rapuh. Dia sudah seperti ingin menangis mendapat penolakan dari gadis yang mengaku namanya Vio.


"Maaf tuan, saya memang tak mengingat anda. Kecelakaan yang terjadi empat tahun lalu telah menghapus seluruh memori saya."


Jantung Keano rasanya seperti ditusuk ribuan pedang. Dia langsung membawa Vio kedalam pelukannya lagi.


"Kamu tenang saja. Kita akan mencari memori itu bersama-sama."


Vio yang tak lain adalah Aiko yang telah melakukan operasi plastik hanya menyeringai di dalam pelukan Keano. Dia senang sekali. Dia tak sia-sia merelakan wajahnya diganti dengan wajah wanita lain. Kalau hasilnya Keano menempel padanya, dia rela benar-benar menjadi wanita yang bernama Vio itu.


Bersambung...


Hallo semuanya.


kembali lagi dengan author gaje di sini. Sepertinya dari komentar episode kemarin ada yang menebak dengan benar kalau V ini adalah Aiko. Kalian yang menebak dengan benar sangat paham dengan Clue yang Author berikan.


Sampai jumpa lagi sayangku semua.