
Leon sedang melatih Seira di sebuah ruang khusus latihan bela diri. Banyak yang iri dengan Seira karena dilatih langsung oleh Leon. Semenjak Leon dan Kenji masuk organisasi ini, Mereka langsung menjadi pusat perhatian. Siapa yang tidak mau di latih mereka, semua wanita pasti langsung mau jika dilatih salah satu pangeran di dalam organisasi ini. Meskipun pelatihan mereka sangat keras, mereka rela.
"Kepalan kamu kurang kuat, kalau kmu memukul seperti itu jari kamu sendiri yang akan patah." Tegur Leon tak ada ampun. Ia memukul tangan Seira yang salah dengan seutas rotan.
"Tarik mundur sedikit kaki kamu, kalau seperti itu kuda-kuda mu bisa goyah, mudah di tumbangkan." Leon menendang kaki Seira yang masih salah. Cuma tendangan ringan namun membuat Seira tumbang karena salah posisi.
"Kalau masih seperti ini terus mending kamu keluar dari sini. Di sini tak butuh orang bodoh. Kamu hanya akan menjadi beban partnermu nanti." Ucap Leon tegas.
Tentu saja Seira sedikit sakit hati dengan ucapan Leon. Tapi dia bisa menerima pelatihan iblis ini. Keluar dari sini artinya mati. Mereka yang tak kuat dengan pelatihan dan mencoba kabur, akan langsung di tembak di tempat. Kenji tak ingin suatu saat orang yang kabur tersebut menjadi penghianat. Kejam memang, tetapi itulah sebuah organisasi hitam.
"Sekarang kalian lakukan jongkok berdiri lima ratus kali. Tidak boleh mengurangi hitungan. Kalau kurang kalian tahu sendiri akibatnya. Senior, hitung."
Semua anggota baru selain Seira juga melakukan semua yang Leon suruh. Tak ada yang membantah. Siapapun yang membantah akan di siksa oleh Leon. Dia adalah instruktur yang kejam. Kekejamannya sedikit di bawah Kenji. Bisa di bayangkan bagaimana kejamnya Kenji ketika melatih para anggotanya. Dia ingin kualitas anggotanya yang terbaik. bukan cuma besar omong saja.
Satu per satu mereka mulai tumbang. Sudah beberapa jam mereka latihan bela diri dan sekarang disuruh jongkok berdiri lima ratus kali, kaki mereka gemetar dan tumbang.
"BERDIRI! MULAI LAGI! Meskipun kalian melakukannya sambil menangis, LAKUKAN. Ini merupakan latihan sederhana untuk menguatkan kaki kalian supaya tak mudah patah." Leon berteriak memaksa mereka bangkit lagi.
Bahkan di antara mereka benar-benar ada yang menangis.
"Bagaimana perkembangan mereka?" Kenji datang melihat pelatihan anggotanya.
"Masih jauh di bawah standar tuan." Leon membungkuk memberi hormat.
"Dan anak yang bernama Seira?"
"Masih belum bisa mengikuti yang lain. Kelebihannya hanya dia lebih semangat dari pada yang lain."
"Tentu saja semangat dia lebih tinggi dari yang lain. Orang yang memiliki dendam besar akan menjadi pribadi yang kuat. Kalau dia bisa melewati semua ini, dia akan lebih unggul berkali-kali lipat dari yang lain."
Leon paham apa yang di katakan oleh Kenji. Apalagi Kenji juga memiliki dendam yang sangat besar membuat dia menjadi kejam. Kenji lebih tahu dari siapapun bagaimana di rendahkan, bagaimana di perlakukan seperti sampah, semua itu adalah pupuk menuju puncak rantai makanan. Dimana nantinya akan menempatkan Kenji sebagai sang predator.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Taman hiburan rame dengan orang-orang bawahan Keano. Entah dari mana mereka muncul secara serentak ketika Kenzo hilang dari pengawasan. Keano tentu saja marah, mereka adalah elit yang secara khusus di tugaskan olehnya untuk menjaga Kenzo maupun Shilla. Tapi yang terjadi kini malah Kenzo di bawa orang tak jelas identitasnya. Bahkan karena kejadian ini, semua jadi ketahuan oleh Shilla bahwa selama ini dia di awasi. Keano tak peduli kalau Shilla marah, prioritasnya saat ini adalah menemukan Kenzo. Dia bisa mencari alasannya nanti.
"Temukan Kenzo, kalau sampai terjadi sesuatu sama dia, nyawa kalian yang akan menebusnya." Keano berkata dengan nada rendah penuh ancaman. Tatapannya super dingin. Belum pernah mereka melihat bosnya seperti ini.
Tentu saja mereka ketakutan. Kali ini Keano benar-benar sangat menyeramkan. Ancamannya bukan hanya isapan jempol belaka. Mereka tau, bosnya tak pernah main-main dengan ucapannya.
Shilla masih menenangkan diri di pelukan Keano. Samar-samar dia mendengar nada penuh ancaman dari Keano kepada orang-orang yang tak ia ketahui identitasnya. Tapi dia tak mempedulikan hal itu. Sekarang dia harus menenangkan diri dan mencari anaknya.
Dia sangat menyesal. Dia masih belum bisa menjadi ibu yang baik. Dia belum bisa menjaga anaknya. Bagaimana bisa dia tak menyadari ada yang aneh dengan badut berkostum Iron man itu. Dari sekian banyak anak-anak, badut itu hanya mendekati Kenzo. Dua badut dengan kostum hello kity dan Iron Man menjadi daya tarik anak-anak. Dan ketika momen banyak anak kecil mengerubungi mereka, sang badut langsung membawa Kenzo. Tentu saja Shilla tak dapat mengejarnya. Ada begitu banyak anak kecil yang berkerumun. Langkahnya terhalang. Teriakannya teredam. Dia tak akan bisa memaafkan dirinya sendiri kalau sampai terjadi sesuatu dengan Kenzo.
"Sudah Kei, ayo kita cari Kenzo. Semakin lama kamu marah sama mereka, semakin lama pula Kenzo di temukan." Setelah Shilla berhasil menenangkan diri, dia langsung mengajak Keano mencari Kenzo.
Dari laporan bawahan Keano, terakhir dia terlihat memasuki taman labirin. Shilla tentu saja khawatir. Labirin yang ada di taman hiburan ini adalah labirin yang sangat luas. Karena merupakan labirin tentu saja rutenya bercabang dan banyak jalan buntu. Harus kemana mereka melangkah untuk menemukan Kenzo di labirin yang luas ini.
"L, kamu ke ruang kontrol. Tanyakan apakan ada CCTV yang bisa membantu menemukan Kenzo di dalam sana."
"Baik tuan."
"Kalian! blokade seluruh jalur keluar labirin ini. tidak ada siapapun yang boleh keluar seenaknya."
"Siap tuan." Bawahan Keano langsung menjalankan perintah yang di berikan.
Leon telah kembali. Dia mengabarkan bahwa di setiap labirin tak ada CCTV. Karena ini termasuk wahana permainan survival, maka tak ada CCTV yang di pasang. Mereka hanya akan di bekali sebuah peta untuk menemukan jalan keluar. Satu CCTV hanyalah yang terdapat di masing-masing pintu.
Leon menyerahkan rekaman saat orang itu membawa Kenzo. Di sana terlihat seseorang dengan tubuh tinggi. jenis kelamin tak dapat di identifikasi. Yang membuat lega, orang itu belum keluar sejak dia masuk.
"Kalau begitu ayo kita mencari di dalam. Kita berpencar."
Shilla mengikuti langkah Keano. Dia digandeng oleh Keano takut kalau dia juga ikut menghilang. Bawahan Keano sudah menyebar. Leon juga ikut mencari di setiap sudut labirin. Jangan lupakan Ichiro yang sejak tadi terus mengamati keadaan. Ia juga ikut masuk. Bukan untuk mencari Kenzo, tapi untuk menikmati wajah kalut Keano.
Dengan hati-hati Keano berjalan lebih dulu. Dia tak ingin gegabah dengan mengagetkan sang penculik. Kita belum tahu penculik itu membawa senjata atau tidak.
Keano merasakan genggaman Shilla begitu kuat. Dia bisa mengetahui bahwa gadis ini sangat khawatir dengan Kenzo.
"Hei...! Dengarkan aku, Kenzo akan baik-baik saja. Aku janji akan kembalikan Kenzo sama kamu. Oke?" Keano menangkup kedua pipi Shilla dengan tangan besarnya. Ia tatap dalam-dalam mata Shilla meyakinkan bahwa Kenzo akan selamat.
"..." Shilla tak menjawab. Ia hanya mengangguk. Ia percaya, ia harus percaya.
Mereka melanjutkan lagi mengelilingi jalur labirin yang berliku-liku. Dalam hati Shilla berdoa Kenzo baik-baik saja. Kenzo adalah anaknya yang cerdas. Dia bisa melalui ini.
*
*
*
Seorang berkostum Iron Man berjalan cepat di labirin untuk menyembunyikan keberadaannya. Didalam gendongannya terdapat anak kecil yang tetap begitu tenang. Siapa lagi kalau bukan Kenzo yang saat ini di cari oleh semua orang. Entah karena dia suka dengan Iron Man sehingga senang-senang saja ketika di bawa, atau karena ada suatu hal lain yang membuat dia tetap tenang. Padahal kalau dia menangis, akan lebih mudah untuknya di ketahui keberadaannya.
Iron Man itu terus membawa Kenzo melewati dinding-dinding labirin yang sepertinya sudah ia hafal. Sepertinya bukan sembarangan ia memilih untuk bersembunyi di sini. Karena tanpa ragu ia masuk semakin dalam tanpa tersesat.
Beberapa saat kemudian sampailah ia pada pusat labirin. Dinding tumbuhan di sana tumbuh lebih tinggi. Entah karena kejadian ini atau orang memang tak berani mencoba taman labirin, tapi tak ada pengunjung lain selain mereka di labirin ini. Meskipun taman labirin terbuat dari tumbuh-tumbuhan yang dibentuk sedemikian rupa dan terlihat cantik, tapi hanya mereka yang punya nyali tinggi yang berani masuk. Tanpa mental yang kuat, mereka tak akan bisa menemukan jalan keluarnya, bisa menangis di dalam dan harus menghubungi tim penyelamat kalau sampai tersesat. Setelah masuk kedalam, pikiran harus tetap tenang agar dapat membaca peta dengan benar. Tapi sepertinya si Iron Man ini sudah sangat memahami seluk beluk dalam labirin.
Ia meletakkan Kenzo. Setelahnya ia buka topeng yang menutupi wajahnya. Terlihat wajah yang cantik di sana. dengan rambut berantakan dan keringat yang bercucuran, namun tak mengurangi kecantikannya.
"Tan..te. Tan...t.e X...xe.na. ke..na..pa.. b..ba..wa Ken ke..s..si..ni." Dengan napas tersengal Kenzo mencoba berbicara pada orang yang ternyata adalah Xena.
"Kenapa? tentu saja untuk melenyapkan mu, mamamu yang j*l*ng itu sudah merebut tunangan ku. Tentu saja kalian harus mati." Xena tak segan untuk mencengkeram rahang kecil Kenzo.
Kenzo meringis kesakitan karena kuku panjang Xena menancap pada pipi mulusnya. Ingin sekali dia menangis, tapi hanya untuk bernafas saja sepertinya dia sangat kesulitan.
"Kenapa? Mau menangis. Menangis saja yang kencang. Mereka tak akan mendengar tangisan kecilmu. Mereka saja masih bingung untuk mencari jalan. Cih." Xena pergi meninggalkan Kenzo. Ia akan menyelinap keluar dan akan kembali saat malam tiba. Dia yakin tak ada yang akan menemukan Kenzo. Dan karena taman hiburan ini adalah milik keluarganya, tentu saja dia tau jalan untuk menyelinap dari kejaran para pengawal Keano. Membawa Kenzo keluar sekarang merupakan risiko besar. Akan lebih mudah jika dia menyelinap sendirian dan mengambil Kenzo nanti.
Kenzo berusaha mempertahankan kesadarannya. Dia bisa mendengar secara samar-samar teriakan mamanya memanggilnya. Dia sedih, sudah membuat mamanya khawatir lagi. Dengan Sisa tenaga yang masih ia miliki, tangan kecilnya mengeluarkan botol mainan gelembung. Dengan susah payah ia membuka botolnya dan segera meniup gelembung itu. Seketika udara dipenuhi banyak sekali gelembung. Gelembung beterbangan melewati dinding-dinding labirin. Semoga ranting tanaman tak memecahkannya sebelum gelembung itu terbang lebih tinggi dan dilihat oleh mamanya.
Bersambung...
**Kemarin ada yang komen minta visual. Untuk visualnya, kalian bayangkan sesuai imajinasi kalian sendiri ya. Author tidak ingin menghancurkan imajinasi kalian dengan visual yang Author paksakan.
Bayangin saja Keano memiliki tubuh yang ideal, postur tinggi, roti sobek, pokoknya tipikal khas Ceo dan bos.
Kenzo, anak kecil imut menggemaskan namun cerdas. namun memiliki tatapan yang tajam dapat mengintimidasi teman seumurannya. meskipun terlihat sangat imut di lihat.
Shilla, cewek tangguh pemberani. Feminim namun sedikit tomboy karena pengaruh dari latihan bela diri. Keibuan, senyum manis. Kadang galak. Tapi semuanya bisa membuat Keano klepek-klepek. hehehe