
Di pusat perbelanjaan Aiko menempel manja kepada Kenji. Dia sedang memilih-milih tas keluaran terbaru nan terbatas. Dia suka sekali menguras kantong Kenji yang tak pernah mengering.
Banyak pasang mata yang melihat mereka dengan pandangan iri. Di mata mereka Aiko dan Kenji pasangan yang sempurna. Yang satu cantik dan satu lagi tampan. Benar-benar pasangan idaman.
Aiko berjalan di samping Kenji dengan menggandengnya manja. Bahkan tiap ada orang lain melirik Kenji dia akan langsung melotot pada orang itu, Aiko tak rela Kenjinya dinikmati oleh orang lain.
Kenji risih sekali sebenarnya, namun dia mencoba bertahan agar aktingnya tidak terbuka.
"K, bagaimana, yang ini cantik kah?" Aiko menenteng tas berwarna merah marun edisi terbatas.
Kenji hanya mengangguk malas menanggapi. Matanya liar memeriksa sekeliling dan akhirnya dia melihat sebuah toko perhiasan. Entah mengapa rasanya dia ingin sekali memeriksa toko tersebut.
"Mau kemana K?" Aiko yang masih sibuk memilah dan memilih bingung.
"Kamu pilih saja yang kamu suka, aku ke toilet sebentar."
Mendengar perkataan Kenji mata Aiko langsung berbunga-bunga. Di pasti tak akan sungkan memilih apapun yang ia suka.
Kenji berjalan ke toko perhiasan yang terlihat elit. Ia masuk langsung di sambut ramah oleh petugas keamanan dan juga pelayan toko. Mereka bisa langsung mengetahui orang yang banyak uangnya ternyata.
"Selamat datang tuan? Apakah yang anda cari?" Seorang pelayan cantik menyapa Kenji dengan ramah.
Kenji mengabaikan sapaan itu. Memang dasarnya dia tipe orang yang dingin, dia tak akan mempedulikan sesuatu yang tak menarik perhatiannya. Dia hanya terus berkeliling sambil melihat-lihat semua perhiasan berharga itu.
Banyak sekali perhiasan-perhiasan cantik. semua berlapiskan berlian. Sampai pada akhirnya matanya tertarik pada sebuah kalung berliontin hati dengan di kelilingi lingkaran dari berlian.
"Saya mau lihat yang ini." Kenji menunjuk kalung pilihannya.
"Waaah pilihan yang sempurna. Apakah untuk pasangan anda? Kalung yang anda pilihkan memiliki makna yang dalam."
Kenji hanya menatap pelayan itu datar tanpa ekspresi. Namun dia juga mendengarkan apa yang ditutukannya.
"Kalung ini jika di berikan pada orang yang anda sayang, tandanya anda telah mengikat hatinya."
Pipi Kenji bersemu. Dia gak tahu kalau maknanya dalam sekali. Padahal dia tertarik karena unik. Tapi siapa sangka kalau ternyata keunikan itu tersembunyi makna di dalamnya.
Pipi merah Kenji tak luput dari penglihatan sang pelayan. Pelayan itu hanya memaklumi dan mengerti bagaimana perasaan Kenji saat ini.
"Dan perhiasan ini hanya ada dua di dunia. Di desain langsung oleh pembuat perhiasan terkenal yang melegenda. Yang satu berada di negara Perancis." Sambung pelayan itu lagi.
Kenji mengangguk mengerti. Kalau perhiasan ini hanya ada dua di dunia, berarti merupakan perhiasan langka. Di tersenyum kecil memikirkan bagaimana senangnya Shilla menerima hadiahnya.
"Bungkus kan untukku."
"Baik tuan."
Aiko celingukan mencari Kenji. Dia kesal Kenji terlalu lama di toilet. Dia sudah menghentak-hentakkan kaki layaknya anak kecil. Padahal V yang sebenarnya adalah wanita yang cool. Tidak pernah V merajuk layaknya anak kecil seperti itu. Tapi biarlah, mereka adalah orang berbeda, tentu saja pribadinya tak dapat di tutupi.
Dan saat melihat Kenji berjalan mendekat Aiko langsung merajuk. Mulutnya cemberut.
"Dari mana saja, kenapa lama sekali." Aiko cemberut sambil melipat tangannya.
"V yang ku kenal bukan wanita yang mudah merajuk loh, apakah karena benturan di kepalanya jadi mudah merajuk?" Kanji berkata tenang.
"Emh.. aduduh, kepala ku tiba-tiba pusing K." Aiko pura-pura limbung.
Kenji memutar bola matanya lelah. Kelihatan sekali Aiko berpura-pura.
"Sudah ayo pulang kalau kau sakit." Kenji berjalan ke kasir membayar semua belanjaan Aiko.
Aiko benar-benar senang sekali. Pusingnya tiba-tiba hilang dan sudah bergelayut manja lagi.
***
"Jadi bagaimana? Apa kamu bisa membantu?" Mamoru mengakhiri pembicaraan dengan Earl.
"Saya selalu bersedia membantu."
"Bagus. Terima kasih sebelumnya Earl."
"Tak masalah tuan. Ayah saya sangat berhutang budi pada anda. Bantuan yang saya berikan tak banyak."
Mamoru mengangguk. Dia tak salah memilih Earl sebagai sekutunya. Pangeran dari bangsawan kerajaan Inggris.
"Kalau begitu saya permisi." Earl menyalami Mamoru dengan sopan. Mamoru menyambut uluran tangan itu dengan perasaan bahagia.
Earl pamit ingin kembali ke tempat ia menginap. Dalam perjalanannya dia melihat Shilla yang sedang berenang dari kejauhan. Rambutnya yang basah membuat dia terlihat cantik secara alami. Tanpa polesan bedak ataupun gincu, Shilla cantik natural.
Sejenak Earl mengagumi seorang yang telah menghipnotisnya. Sejenak saja. Earl langsung sadar bahwa Shilla telah memiliki anak, otomatis sudah ada suami.
"Ada apa Earl?" Mamoru menyadari bahwa tamunya sedang mengagumi putrinya. Shilla memang penuh pesona. Bahkan lebih mempesona dari ibunya. Wajar saja lelaki manapun akan terpikat.
"Tak apa tuan. Kolam renang yang sangat sejuk. Jadi ingin berenang." Earl tersenyum canggung.
"Kalau kamu mau kapan-kapan bisa berenang. Tapi jangan sekarang, Shilla tak suka berenang dengan laki-laki." Mamoru tersenyum memberi informasi.
Earl semakin canggung. Namun juga kagum secara bersamaan. Ternyata masih ada wanita yang begitu menjaga dirinya dengan baik. Banyak wanita sekarang yang mengumbar tubuh molek mereka untuk tujuan tertentu atau hanya untuk kesenangan semata.
"Kalau begitu saya pamit dulu tuan."
"Aduh, kenapa panggil tuan, biasanya juga paman." Mamoru menepuk bahu Earl.
"Karena saya disini sedang menjalankan bisnis dengan tuan. Saya harus profesional."
Mamoru hanya mengangguk saja. Earl meskipun punya perangai yang lemah lembut, namun keras kepalanya tak kalah dengan Kenji. Kelembutannya adalah senjata penahkluk wanita, namun sampai sekarang belum ada wanita yang mampu mengambil hati putra bangsawan Inggris itu.
Earl kembali melanjutkan perjalanannya. Sebelum pergi dia melihat sekilas ke arah Shilla. Senyum tawa Shilla dan juga Kenzo seolah menggelitik sesuatu di dalam dirinya.
***
Tak ada yang mampu menghibur hati Shilla kecuali Kenzo. Melihat anaknya terlelap dengan damai adalah kebahagiaan sesungguhnya untuknya. Tak ada harta apapun di dunia ini yang mampu membuat Shilla luluh, karena harta paling berharga yang ia miliki adalah Kenzo. Tak ada yang lebih berharga dari padanya. Kenzo adalah mutiara hatinya. Dia sanggup menahan sakit apapun, asal anaknya tetap tersenyum. Dialah kekuatan Shilla. Kekuatan untuk menghadapi dunia yang kejam ini. Dia mampu menjadi bengis, bahkan menjadi iblis sekalipun jika itu mengenai Kenzo. Kenzo, anak yang tak sengaja ia selamatkan, namun sudah ia anggap sebagai darah dagingnya. Belahan jiwanya. Dia lah Kenzo Alvarez, putra satu-satunya.
Bersambung...