The Last Incarnation Of The Land Of Arden II

The Last Incarnation Of The Land Of Arden II
BAB 5 [Sosok Yang Mencintai]



"KALAU BEGITU! AKU INGIN MEMBUKTIKAN UCAPANMU! DAEVA NEREZZA! UWOSHT! PRUAKKK!!!" Arthur melesat dengan cepat ke arah Alder dan menghancurkan embran mananya sendiri dengan tinjuan kerasnya.


...----------------●●●----------------...


SYUUUT!


Tinjuan Arlt Kyzen berhenti karena sihir Daeva. Tubuh Daeva memiliki regenerasi yang lebih cepat dari Alder.


Dia berdiri dan berjalan menuju Arlt Kyzen yang tidak dapat menggerakkan tubuhnya. Namun, kesadarannya tetap ada.


Arlt Kyzen dapat melihat butiran mana miliknya yang berterbangan di udara.


"Aosora Arthur ataupun Arlt Kyzen, ini adalah era kami dan ini adalah era kehancuran. Kami membutuhkan bantuanmu untuk mencapai kedamaian itu. Bantu kami, maka kami akan membantumu untuk menyelamatkan sosok yang kau cari" Daeva berusaha mengambil hati Arlt Kyzen. Dia berusaha menyembunyikan suara degupan jantungnya.


Arthur melihat ke arah Daeva dengan tatapan matanya yang berbeda. Dia mulai mempercayai Daeva.


"Namamu bahkan tak ada seorang dari mereka kecuali aku dan Luciel yang mengingatmu. Bahkan, orang yang kau cari kini, masih belum membangkitkan ingatannya ataupun sihirnya. Jadi, ku pastikan kalau saat ini dia tidak bisa mengingatmu apalagi dengan perlakuanmu hari ini. Sosok yang kau cari itu, memiliki hubungan yang dekat dengan Aosora Arthur. Dan aku, serta Luciel mengenalnya dengan cukup baik" Ucap Daeva.


"Kalau begitu, dimana Luciel saat ini? Aku membutuhkan dia sekarang"


"Luciel ada di dalam tubuhmu. Dia mengembalikan sihirmu dengan menyusup ke dalam dirimu untuk sementara waktu. Dia memberikan kesempatan untukku agar berbicara denganmu. Sebab, dia tidak bisa berbicara denganmu, selama kau berada di dalam tubuh salinan ini" Jelas Daeva.


Mata kiri Arthur perlahan membiru.


Tubuhnya juga terlihat mulai mengecil.


"Lalu, apa yang kau butuhkan saat ini. Kalau ini memang perbuatan Luciel, dia pasti memiliki kondisi yang serius" Ucap Arlt.


Arlt mengenal Luciel dengan cukup baik.


"Aku ingin, kau tidak menghilangkan ingatanmu dan tetap menjadi Arlt Kyzen sekaligus Aosora Arthur. Kau dan Arthur adalah satu orang meski Aosora Arthur adalah *Alter Ego mu" Ucap Daeva sambil mengusap kening Arlt untuk menghilangkan tanduknya.


*Alter adalah kepribadian lain yang ditampilkan dan berbanding terbalik dengan kehidupan nyatanya. Atau singkatnya adalah karakter yang dibuat oleh diri sendiri yang sifatnya berlawanan dengan sifat asli. Berbeda dengan Kepribadian Ganda ya Guys.


Bibir Arthur menurun dengan cepat.


"Cintai dirimu sendiri. Tak perlu menciptakan sifat palsu hanya untuk menyenangkan orang disekitarmu. Kau juga makhluk hidup. Paham Aosora?" Tanya Daeva sambil mengetuk kening Arthur.


Arthur berdiri dengan tegap perlahan.


"Namamu memang sudah buruk sebagai Arlt Kyzen. Tapi, yakin lah, tidak semua darimu itu buruk. Segalanya terjadi karena ada penyebabnya" Ucap Daeva.


Kesadaran Arthur perlahan pulih tanpa menghilangkan diri Arlt Kyzen. GREP! Dia memeluk Daeva dengan tiba-tiba.


"Haruskah, aku memanggilmu Guru saat ini?" Tanya Arthur dengan tubuhnya yang kembali normal dengan tinggi 174 cm dan Daeva sedikit lebih tinggi dari Arthur.


Daeva mengembalikan waktu yang terjadi di sekitarnya. Para Titisan disana terkejut melihat Arthur yang kembali di wujudnya yang normal dan Ruri melesat untuk bersembunyi dari para Titisan.


"Tu... tunggu! Apa yang terjadi?" Tanya Alder dan yang lain.


Arthur menangis saat memeluk Daeva karena untuk pertama kali baginya dia mendengar ucapan itu yang membuatnya kembali bersemangat untuk menerima dirinya sebagai sosok yang baru.


Arthur melihat Ambareesh yang turun ke tanah kemudian berlari ke arahnya untuk melihat kondisinya.


"Kau baik-baik saja?! Apa ada bagian yang sakit?" Ambareesh mendongakkan kepala Arthur dan memastikan kening Arthur tidak muncul tanduk seperti dirinya.


"Guru, aku punya Guru baru" Ucap Arthur sambil meringis dan melepas pelukannya dari Daeva.


NYUUUT!!!


Sekujur tubuh Daeva tiba-tiba berat dan BRUK! Daeva terjatuh di tanah. Dia tak sadarkan diri karena telah berada dibatas dirinya.


"ARRGHHHH!!!!! GURU DAEVA!!!!" Arthur terkejut setengah mati karena Daeva terjatuh di sebelahnya. Dia panik setengah mati.


...----------------●●●----------------...


Ruri menunggu kesadaran Daeva untuk perkembangan setelah penerimaan dirinya sebagai Arlt Kyzen dari Aokuma.


"Steve, aku mendapatkan kabar dari Adipati kalau Meganstria telah di rebut oleh para Titisan" Ucap Devina sambil menandatangi dokumen transaksi Antar Kerajaan yang dia garap di ruang pribadinya.


Ruri yang menggunakan tubuh Steve tersenyum tipis sambil membaca beberapa laporan tentang misi pembersihan wilayah perbatasan dari para bandit yang telah Akaiakuma tangkap untuk menyerahkan sebagian harta yang Bandit-bandit itu curi kepada Aokuma.


"Itu berita yang bagus. Dan ini adalah perkembangan yang cukup baik. Saya rasa, Anda sudah boleh bertemu dengan Aosora Arthur. Tapi, saya tidak ingin mengantar Anda, Yang Mulia" Ucap Ruri sambil menutup buku laporan yang dia baca itu.


Devina menujukkan ekspresi terkejutnya. "Kenapa?"


"Saya cemburu, sebagai calon Tunangan Anda" Ucap Ruri setengah bercanda.


"Huh? Memang, sejak kapan kau mencalonkan diri sebagai salah satu calon Tunanganku?" Tanya Devina yang terkekeh dan terhenti sejenak dari kegiatannya.


"Saya adalah Archduke. Dan tentunya, anggota keluarga saya tidak akan meninggalkan kesempatan ini. Mereka melihat Anda dan saya adalah teman masa kecil, sehingga mereka beranggapan kalau saya memiliki kesempatan sedikit lebih besar untuk menduduki tahta di hati Anda" Jawab Ruri sambil mengangkat jari kelingkingnya dan menahan tawa.


Devina kembali menandatangi dokumen transaksi itu.


"Kalau kau mau, aku tidak keberatan. Lagi pula, ini hanyalah formalitas untuk mengisi kekosongan Aokuma. Aku mempercayaimu dan keluargamu sejak lama" Jawab Devina tanpa pikir panjang.


Tapi sebenarnya, Devina sudah memperkirakan kalau keluarga Steve tidak akan membuang kesempatan ini. Dia juga, mengenal Steve cukup baik dari siapapun. Tidak pernah ada rahasia diantara Steve ataupun Devina.


Sayangnya, yang ada di hadapanmu bukanlah Steve yang kau maksud. Senyuman Ruri menghilang dengan cepat. Dia telah membunuh Steve karena Steve dan keluarganya memiliki niatan busuk terhadap Devina untuk menguasai Aokuma. Secara biologis, Devina bukanlah bangsa Iblis dan keturunan Aokuma.


Dia adalah anak angkat Raja Aokuma yang menginginkan anak perempuan karena ke-8 anaknya semuanya laki-laki dari 3 Selir dan 1 Ratunya.


Ruri sangat lemah dengan gadis polos yang bahkan tidak sadar kalau dirinya telah di manfaatkan oleh orang yang sangat di percaya oleh gadis di hadapannya itu.


"Saya harap, Anda menemukan sosok yang Anda cintai. Tidakkah Anda ingin seperti gadis-gadis di luar sana yang sangat bahagia dengan pasangan mereka? Meski tidak sedikit dari hubungan itu berakhir tragis" Tanya Ruri kepada Devina.


Ruri melihat Devina yang tengah membenarkan poni rambutnya yang turun. "Haha, aku tidak yakin apa itu cinta. Bagiku, memiliki pasangan tanpa adanya rasa itu sudah cukup mengisi kekosonga ku. Seperti kau yang menemaniku saat ini" Jawab Devina.


Ruri tidak senang mendengarnya.


"Haha, Anda harus merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta. Itu sangat menyenangkan. Saat sosok yang Anda cintai berada di hadapan Anda, jantung Anda akan berdegup dengan kencang seperti orang yang berlari seharian. Saat tangan Anda dan sosok yang Anda cintai saling bersentuhan, Anda pasti akan merasakan yang namanya gugup dan keringat dingin. Itu pasti sangat menyenangkan. Saya hanya ingin mendengar dan melihat ekspresi Anda saat bercerita tentang sosok yang Anda cintai" Ujar Ruri.


Devina terbelalak mendengarkan hal itu. Dia melihat ke arah Ruri tanpa melihat wajahnya.


"Apa kau pernah jatuh cinta Steve? Siapa orang beruntung yang di cintai teman kecil ini?" Tanya Devina yang sangat tertarik dengan ucapan Ruri.


Ruri tersenyum tipis.


"Ada, dia hanyalah gadis bodoh yang mencintai seorang pemuda berbangsa Malaikat dan berujung pemuda itu mengutuk gadis itu dan dia di tenggelamkan di dasar sungai yang berarus deras hingga menunggu keturunan pemuda itu menyelamatkannya" Jawab Ruri sambil menundukkan padangannya.


"Huh? Itu karakter cerita mana lagi yang kau sukai?" Tanya Devina.


Ruri tersenyum tipis.


"Itu rahasia. Anda tau, dia adalah gadis yang mencintai langit malam dan bintang. Dia juga gadis yang cukup keras kepala, tapi dia cukup kuat untuk bertarung melawan 10 prajurit. Ah, benar! Anda tau Makhluk legenda Phoenix Air?" Tanya Ruri kepada Devina.


"Iya, aku pernah melihat gambarnya. Burung itu sangat cantik!" Jawab Devina dengan nada yang antusias.


"Benar sekali, Gadis itu memiliki rupa yang cantik dan burung Phoenix air adalah gambaran dari kecantikannya" Jelas Ruri.


"Lalu, bagaimana kisahnya? Ceritakan aku lebih banyak tentang gadis Phoenix itu!" Tegas Devina yang sangat menyukai semua cerita dari Ruri.


"Baiklah, Dahulu kala, terdapat seorang Putra Mahkota dari anak pertama Raja yang terkenal akan kehebatannya dalam melawan Raja Iblis untuk menyelamatkan Sahabatnya di masa mudanya...."