
Kekehan Alder menghilang. "Siapa Malaikat Agung yang menemuimu?" Nada suara Alder mendadak berubah.
Mata Daeva terbelalak lebar. Dia terkejut dengan pertanyaan Alder.
...----------------●●●----------------...
"Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa yang kau lihat?" Tanya Daeva sambil berdiri.
"Jawab saja pertanyaanku"
"Cih! Kalau tidak salah namanya Charael. Dia malaikat Agung dan memiliki sepasang sayap besar di punggungnya" Jelas Daeva.
"Dia memiliki mata yang berbeda seperti Ruri, bukan?" Tanya Alder.
"Ya. Itu benar. Dia juga yang membantuku menemukan lokasi Ruri dengan tepat di Aokuma. Begitu pula dengan tetap mengutamakan berada di sekitar Aosora Arthur" Jelas Daeva.
Ranu tiba-tiba merasa seperti di dunia lain. Dia tidak paham dengan perbincangan itu.
"Siapa Aosora Arthur itu?"
"Daeva, Apa keinginanmu di masa depan?" Alder tidak mendengar suara Ranu karena terlalu fokus kepada Daeva. Begitu pula Daeva. Dia tiba-tiba terfokus kepada Alder.
"Tentu saja mengakhiri semua dan aku hanya ingin istirahat dengan tenang!" Tegas Daeva.
"Itu bukan keinginanmu yang sebenarnya" Jawab Alder.
"Hei, siapa Aosora itu?"
"Ya! Lalu aku harus menjawab apa? Menikah dan memiliki anak? Yang benar saja! Aku bahkan tidak tertarik dengan perempuan! Mereka hanyalah kesenangan untuk sementara! Aku hanya ingin menyelesaikan tugasku" Jelas Daeva.
Suara Ranu masih tidak mereka dengar. Ranu menghela napas dan hanya mendengarkan ocehan mereka berdua tentang keinginan masa depan.
PATS!
Energi sihir yang kuat tiba-tiba terasa seperti melintasi mereka.
Mereka bertiga menjadi diam mendadak karena aura kuat itu.
"Aura siapa itu?" Tanya Ranu kepada mereka berdua.
"Wosh!" Lingkaran sihir tiba-tiba muncul di antara mereka bertiga.
Dean telah datang sambil menyeret Ambareesh dan jiwa Arthur empat orang lainnya tiba dan mengikuti Dean dari belakang.
"Eh!?" Dean dalam wujud Luxe terkejut melihat Ranu dan Daeva berada di tempat Alder. Begitu pula dengan Alder yang masih berada di wujud Marsyal dengan cepat mengubah wujudnya ke dalam bentuk Elfnya.
Daeva mendecih dan Alder memalingkan wajahnya karena Dean datang di saat yang tidak tepat.
"Dean? Siapa orang-orang yang kau bawa?" Ranu tidak tau kalau Dean menyembunyikan jati dirinya.
"Ah... Oh! Paman!" Dean langsung memanggil paman kepada Ranu dan Daeva masuk ke dalam kamarnya untuk menghindari drama Dean.
Alder melambaikan tangannya kepada Razel yang terkejut melihat keberadaan Elf hijau.
"Nah! Wakil, jadi Paman Elf hijau dan Siluman Rubah Putih ini yang tau dengan keberadaan Tsuha yang di culik itu" Jelas Luxe kepada Razel.
Ambareesh yang di seret paksa oleh Luxe melihat ke arah Ranu dan Alder.
"Siapa mereka?" Tanya Ambareesh sambil berdiri dan membersihkan pakaiannya.
Luxe menyeret Ambareesh dan Arthur karena dia ketahuan dapat melihat Arthur beberapa saat yang lalu....
Arthur terbangun dari tidurnya di Danau Harapan dan dia kembali menuju Ambareesh berada.
Arthur tidak mengingat apapun yang terjadi di Nekoma. Dia mengingat hanya sampai bertemu dengan perempuan Siluman Ular itu.
Dia kembali ke tempat gua Razel. Seperti biasa, Arthur langsung menembus dinding untuk mempersingkat waktunya bertemu dengan Ambareesh. Namun, sesuatu yang tidak terduga terjadi saat Arthur telah sampai di kamar Ambareesh dan Luxe berada.
Wajah Arthur meringis lebar di batu itu saat Luxe mengambar.
"GLUPH!" Luxe menelan ludahnya dan termangun sejenak. "SIALAN! DUAGHH! BAM! KRATAK!" Luxe tanpa sadar karena terkejutnya yang seolah nyawanya hampir keluar karena Arthur, dia langsung mengerahkan seluruh kekuatannya pada kepalan tangannya dan menghantamkannya dengan keras pada dinding batu goa itu yang tebal. Suara ledakan akibat pukulan Luxe membuat Arthur dan Ambareesh termasuk yang lain yang ada di goa itu terkejut tidak kepalang. Retakan besar muncul karena hantaman itu.
Jiwa Arthur meleleh karena kaget.
"PATSH!" Batu kapur di tangan kiri Luxe hancur menjadi debu karena efek setelah terkejut.
Ambareesh melihat Luxe dan Ela yang tertidur terkejut setengah mati karena Luxe. "Kau bisa melihat Arthur?" Dengan santainya, Ambareesh mengeluarkan pertanyaan itu di hadapan semua anggota pemberantas Iblis yang berkumpul karena terkejut atas suara ledakan tersebut.
"WOSH!" Luxe langsung membuka lubang sihir di dekatnya.
"Haha, aku teringat dengan seseorang yang tau dengan lokasi penculikan Tsuha! Cepat masuk!" Tegas Luxe sambil meraih jiwa Arthur yang meleleh dan menarik tudung jubah Ambareesh hingga membuat Ambareesh terseret.
Kemudian, Razel membagi beberapa orang untuk ikut dan beberapa tetap di Goa. Diantara mereka yang ikut ada Shera, Angel, Zack, dan Val. Untuk Lina dan Daniel tetap berada di Goa.
Ya, itulah yang terjadi beberapa saat yang lalu. Dan, Luxe panik karena diketahui oleh Ambareesh akibat kejahilan Arthur yang tidak menduga kalau Luxe bisa melihatnya.
"HAHAHAHA!" Arthur tertawa terbahak-bahak dan memukul lantai keramik rumah Alder karena Luxe.
Ranu melihat Arthur yang transparan. "Apa benda transparan itu?" Ranu menunjuk Arthur dengan heran.
Arthur berhenti tertawa dan melihat Ranu. Ranu berhenti menunjuk Arthur karena geli melihatnya.
"Wah! Paman kau bisa melihatku?!" Arthur langsung melayang di depan Ranu. "Irismu bagus sekali. Kau bangsa Apa?!" Arthur takjub dengan cantiknya warna iris Ranu.
Ranu melihat Alder. "Ugh..." Ranu berfikir dia hanya berhalusinasi.
"Ya, Luxe sempat bercerita kepadaku hilangnya Estelle Tsuha yang di bawa oleh keturunan Paman itu" Alder menunjuk Ranu. "Ha?! Oh!!! Kau! Kakak Elf yang waktu itu! Kau bisa melihatku juga kan?!" Arthur langsung menempel kepada Alder.
Alder mengkernyitkan keningnya kepada Luxe.
Luxe mengaruk tengkuknya dan menundukkan pandangannya.
"Ya, jadi wakil. Kita akan ke tempat itu bersama Paman Ranu. Anda tidak keberatankan?" Tanya Luxe.
Angel langsung mengambil alih.
"Luxe, siapa kau sebenarnya? Kau jelas-jelas berasal dari Aosora dan aku sudah menyelidiki latar belakangmu. Kau tidak memiliki satupun saudara ataupun kenalan dari bangsa siluman"
Suara mereka terdengar hingga di kemar tempat Daeva berada.
Daeva hanya tersenyum tipis di belakang sana.
Pandangan Ranu bertemu dengan Ambareesh. "Alfarellza? Apa itu kau?" Tanya Ranu.
Ambareesh tidak asing dengan panggilan itu. "Namaku Ambareesh" Jawab Ambareesh dengan santai.
"Ranu ikutlah dengan mereka dan dia adalah orang yang ku maksud" Alder menunjuk Razel di belakang Angel yang sedang mendengarkan penjelasan Luxe.
"Oh, dia bangsa campuran. Siapa namamu?" Ranu berdiri dan mendatangi Razel.
"Kyzelt Razel. Mohon bantuan Anda" Razel membungkuk di hadapan Ranu.
"Tentu saja. Dean, cepatlah buka sihirmu" Ucap Ranu.
"Ya berangkatlah. Dan makhluk ini biarkan bersamaku sedikit lebih lama" Alder mengalungkan lengannya pada pinggang Arthur.
Arthur terkejut begitupula dengan Ambareesh yang melihatnya. "Tunggu sebentar, aku tidak bisa meninggalkan Arthur denganmu" Ambareesh memiliki kecurigaan yang tinggi kepada Alder setelah kejadian di Nekoma terjadi kepada Arthur dan dirinya.
"Ambareesh, aku hanya meminjam Arthur sehari saja. Besok, dia akan kembali bersamamu di tempat Alba ve Bianca" Alder menyebut nama Bianca.
Ambareesh mengkernyitkan keningnya. "Baiklah" Jawab Ambareesh sambil masuk ke dalam lubang teleport itu tanpa banyak berbicara.