The Last Incarnation Of The Land Of Arden II

The Last Incarnation Of The Land Of Arden II
BAB 1 [Rencana Berikutnya]



Haraya menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Dia melipat lengannya di depan dada. "Bagaimana denganmu? Apa kau tidak membencinya karena dia telah membuat Ibumu mati?" Tanya Haraya yang membuat Ha nashi membelalakan matanya.


...----------------●●●----------------...


Ha nashi terkekeh kecil. "Kalau aku bertindak seperti itu, pasti sudah lama aku akan depresi dan yang pasti aku tidak akan bisa mengendalikan akal sehatku" Ucap Ha nashi sambil tertawa.


"Begini Haraya, aku diajari oleh seseorang berbangsa Malaikat campuran Siluman saat usiaku 15 tahun. Dia pernah berkata padaku, 'Jangan mempercayai orang, meski mereka sudah memiliki bukti. Jangan salahkan orang lain sebelum kau berada di posisi orang itu. Carilah sumber masalah itu dengan pandangan yang luas dan dari segala sudut pandang. Dan setelah itu, kau boleh menyimpulkan siapa yang salah' . Aku, berpegangan pada ucapan itu. Meski sulit, Pangeran Arnold itu tidak mengerti apa-apa dan yang berhak disalahkan akan segala hal adalah Raja De luce ke-9" Jawab Ha nashi atas pertanyaan Haraya.


Haraya terlihat tersenyum tipis. "Ya, itu adalah kata-kata yang bagus. Hanya penerapannya yang sulit untuk dilakukan. Walau begitu, Kau harus memiliki hati yang besar untuk melakukan segala hal" ucap Haraya sambil menunjukkan ibu jarinya pada Ha nashi.


...----------------●●●----------------...


RUANG PELATIHAN ARNOLD


Ambareesh melipat lengannya di depan dada saat melihat Arnold terpental karena sihirnya sendiri yang meledak.


"Apa yang tengah kau pikirkan Arnold?" Ambareesh tidak segera menolong Arnold.


Arnold berdiri dan membersihkan telapak tangannya yang kotor dan pakaiannya yang lecek. "Maaf guru. Aku sedikit khawatir untuk besok. Aku takut tidak bisa memberikan kesan pertama dengan baik sebagai siswa akademi tingkat-1" Ucap Arnold sambil cengengesan dan mengosok tengkuknya.


Ambareesh menghela napas. "Istirahatlah 15 menit. Aku akan mengambilkan air untukmu" Ucap Ambareesh sambil pergi dari ruangan pelatihan Arnold.


Senyuman Arnold menghilang perlahan. Dia menundukkan pandangannya. "Apa guru kecewa denganku? Hah~! Ini melelahkan" Arnold mengusap keringat dikeningnya.


Ambareesh kembali sambil memberikan air pada Arnold. "Tidak perlu memikirkan untuk hari esok. Yang terpenting itu hari ini. Sekarang, minumlah dulu kemudian, perlihatksn telapak tanganmu" Ucap Ambareesh.


Senyum kecil, mengbang di wajah Arnold. "Guru, tidak marah padaku" Batinnya dengan senang.


Arnold menunjukkan kedua telapak tanngannya pada Ambareesh. Telapak tangan Arnold penuh dengan luka besetan. Ambareesh mulai melakukan penyembuhan pada telapak tangan Arnold.


Arnold memperhatikan bagaimana cara ambareesh menyembuhkan luka besetan karena ledakan mana dan saat berlatih pedang. Sesekali, dia melihat kearah Ambareesh untuk memastikan rasa penasarannya terhadap tanduk Ambareesh yang berwarna biru keabu-abuan itu.


“Apa yang kau lihat?”


Nada bicara Ambareesh terkesan kaku pada Arnold dan pandangan mata Ambareesh yang selalu menatap dingin itu, terkadang membuat Arnold merasa tidak nyaman.


Arnold menunjukkan senyuman meringisnya. “Guru lebih cocok tanpa tanduk itu” Ucap Arnold dengan raut senang.


Ini pertama kalinya bagi Ambareesh mendengarnya.


”Kenapa bisa begitu?” Tanya balik Ambareesh.


“Itu karena, guru terlihat seperti bangsa Iblis biru daripada seorang Bangsa Malaikat”


Ucapan Arnold, membuat Ambareesh berubah. Sejak hari itu, Ambareesh tidak lagi mengeluarkan tanduknya.


...----------------●●●----------------...


SATU TAHUN SETELAH KEDATANGAN AMBAREESH DI AKAIAKUMA


Perlahan namun pasti, Ha nashi mulai menemukan identitas orang yang sedang dicari oleh Ambareesh. Data tentang Belial Ken, mulai terkumpul dan kesimpulan dapat ditemukan oleh Ha nashi dengan bantuan Haraya.


Ha nashi, segera memberikan data kesimpulan itu kepada Ambareesh.


“Lokasi Belial Ken ada di Nekoma. Dan kini, dia telah menjadi Raja Nekoma setelah menikahi Putri Mahkota” Ucap Ha nashi sambil memberika data diri Ken yang lain kepada Ambareesh.


Ambareesh menerima data itu dan membacanya sambil mendengarkan kesimpulan Ha nashi. Disana ada Hanasi yang ikut mendengarkan.


“Belial Ken dikabarkan telah memiliki seorang putra”


Hal ini, tentunya membuat Ambareesh terkejut.


“PFFT!” Dia tertawa.


Ambareesh menertawakan Ken saat dia mengetahui bila Ken memiliki seorang anak. Kenapa dia begitu?


“Lucu sekali! Orang seperti dia bisa memiliki anak? Apa anaknya akan dikurung dan didiskrimasi juga?” Tanya Ambareesh sambil menyeringai dan melihat dokumen data Ken.


Haraya dan Ha nashi saling melihat.


Ambareesh menompakan pipinya dipunggung tangannya. “Aku saudara kandungnya” jawab Ambareesh.


Ha nashi tidak langsung percaya begitu saja. “Tidak mungkin. Aku sangat kenal dengan orang tua dari Belial Ken. Dan aku juga, dulu sering kerumahnya untuk istirahat setelah pelatihan’ Ucap Ha nashi.


“Belial Ken, hanya memiliki adik perempuan yang bernama Bella’ ujar Ha nashi.


Mata Ambareesh terbelalak mendengar nama adiknya disebutkan oleh Ha nashi. Namun, Ambareesh berusaha untuk tetap tenang dan menahan semua pertanyaan yang memenuhi kepalanya.


“Hari-hariku berada di loteng. Jadi pantas bila kau tak pernah melihatku. Lalu, apa hubunganmu dengan keluargaku? Bagaimana kau bisa mengenal mereka?”


Ha nashi mulai berfikir. “Ini tidak mungkin. Tapi, ini juga akan pantas karena wajah Ambareesh sangat mirip dengan Tuan Ravel” Batin Ha nashi.


Ambareesh memperhatikan Ha nashi karena dia tidak segera menjawab pertanyaannya. “Kenapa kau tidak segera menjawabnya Tuan Ha nashi?” Tanya Ambareesh sekali lagi.


Haraya mulai memahami alasan diamnya Ha nashi. “Jangan bilang, maksud dari kau yang telah menghianati orang lain hingga berujung kematian itu, adalah orang tua Tuan Ambareesh?” Batin Haraya sambil melihat Ha nashi.


“Aku dulunya adalah salah satu anggota Organisasi Sayap Kebebasan yang di ketuai oleh Ayahnya Ken” Jawab Ha nashi.


Dia tidak bisa berkata jujur kepada Ambareesh.


“Sialan! Itu Ayahku juga!” Tegas Ambareesh.


...----------------●●●----------------...


Malam hari telah tiba. Ambareesh kini berbicara berdua dengan Haraya karena Ha nashi sedang menjalankan tugasnya di area kawasan Greendarea.


“Azuma, mulai hari ini, kembalilah ke hutan”


Tentunya, Haraya terkejut mendengar Ambareesh yang menyuruhnya kembali ke hutan. “Kenapa Tuan? Apa saya sudah membuat kesalahan?" Haraya memikirkan nasib para Titisan bila Ambareesh ada di tangan Ruri.


"Kau sudah terlalu lama keluar dari hutan. Kembalilah kesana. Biar aku yang menemuimu saat aku sengang" Ucap Ambareesh.


Kekhawatiran Haraya ternyata tidak benar. Dia lega mendengar penjelasan Ambareesh.


"Lalu, apa yang akan Anda lakukan bila sudah mengetahui tentang kakak Anda?" Tanya Haraya.


Ambareesh melihat ke arah langit sejenak. "Mungkin, aku akan segera menemuinya. Nanti, saat aku ke Nekoma, tolong temui Arnold sesekali. Dia masih terlalu lemah untuk dibiarkan berdiri sendiri" Sebenarnya, Ambareesh peduli dengan Arnold.


Ambareesh melihat ke arah istana. "Aku akan membuat Akaiakuma menjadi milik Arnold. Dilihat dari segi manapun, dia adalah iblis yang berbeda dari Iblis lain yang pernah kutemui" Ucap Ambareesh sambil terkekeh kecil.


"Bukankah, Putra Mahkota Arvolt yang akan menjadi penerus Akaiakuma? Anda tidak bisa melengserkannya dengan menghancurkan istana Akaiakuma" Jelas Haraya.


Ambareesh menunjukkan wajahnya dengan ekspresi senang. "Aku akan membunuh dia untuk Arnold" Jawab Ambareesh sambil melipat lengannya di depan dada.


...----------------●●●----------------...


PERLU DIKETAHUI!!


Ini adalah alasan mengapa Arnold sangat melindungi Akaiakuma dan rela kehilangan Archie yang ramalkan akan menjadi penghancur bagi Akaiakuma. Arnold sendiri saat berada di tubuh Nel (Novel 1) telah banyak membunuh anggota Pemberantas Iblis yang berniat menyusup ke Akaiakuma.


Semua itu, karena Arnold adalah saksi atas perjuangan Ambareesh untuk membebaskan Bangsa Non-Iblis dari pemerintahan Ayahnya dan kakaknya.


Sampe disini dulu infonya. Nanti kalo di lanjutin malah mbablas ke spoiler.


BONUS ILUSTRASI NOVEL UNTUK CHARA AMBAREESH



 



SEMANGAT MEMBACANYA YA....


Hoho, jadi kangen Arthur T^T