The Last Incarnation Of The Land Of Arden II

The Last Incarnation Of The Land Of Arden II
BAB 3 [Anggota Baru]



"Tuan! Selamat datang. Apa Anda tertarik dengan gadis yang baru kami dapatkan ini? Dia masih segar dan belum tersentuh!" Pemilik Tenda itu menyapa Ambareesh.


Pemilik tenda itu adalah keturunan bangsa Siluman. Emas dan permata sungguh dikalungkan pada leher perempuan berbadan sexy, pemilik tenda itu.


"Usia berapa anak ini?" Ambareesh berbasa basi untuk mengulur waktu selama Arthur menelusuri tenda besar itu.


"Eum, gadis ini sekitar 15-16 tahun. Saya tidak bisa memastikannya karena dia tidak ingin menjawab semua pertanyaan kami. Kalau Anda tertarik, saya akan memberikan potongan 5% untuk Anda apabila membelinya hari ini" Potongan 5% itu tidaklah banyak bagi Ambareesh. Tapi, mari mengulur waktu sebentar lagi.


"Darimana dia berasal? Dan apa dia bangsa Manusia 100%?"


"Ya! Kami sudah memastikannya. Dia berasal dari Shinrin dan-"


Mata Ambareesh terbelalak saat mendengar gadis yang ketakutan itu berasal dari Shinrin. Berarti, seharusnya, dia mengenal Razel dan Liebe yang berada di kelompok Ambareesh sekarang.


Dengan begini, Ambareesh bisa dengan mudah mengantarkan kembali gadis itu.


"... dari konsentrasi mana yang dia keluarkan, dia memiliki sedikit mana Iblis. Jadi, kemungkinan kecil, dia keturunan campuran"


Gadis itu tiba-tiba memberontak saat penjual sexy itu mengatakan apabila dia adalah keturunan campuran.


"Ah~ dia selalu memberontak saat saya mengatakan itu. Saya rasa, ucapan saya tidak salah" Penjual itu menyeringai kemudian menjilat bibirnya sendiri yang merah karena lipstik.


Ambareesh melihat mata gadis itu. Matanya memang terlihat sedikit keunguan dan rambutnya agak berbeda (agak abu-abu dari pada hitam ataupun cokelat tua).


"Apa dia anak gelap Arnold?"


Sungguh tak habis fikir. Kenapa dengan santainya Ambareesh membatin seperti itu. Ya, mungkin rambutnya yang sedikit keabu-abuan. Sebab, hanya keturunan De luce saja, yang merupakan Iblis berketurunan rambut putih (yang Ambareesh ketahui).


Arthur kembali dan langsung mengeleng. Di dalam sana hanya terdapat tempat hiburan minum dan tarian dari bangsa Siluman yang dinikamati oleh kebanyakan Bangsa Iblis.


"Baiklah, berapa harganya?" Ambareesh langsung bertanya harga gadis itu.


Gadis itu memberontak. Dia sungguh ketakutan dan mengeleng sambil meneteskan air matanya.


Arthur tidak mengenal gadis itu. "Tapi, dia adalah gadis yang cantik" Ini adalah ungkapan Arthur saat melihat wajahnya dari dekat dengan jelas.


"574 koin emas, sudah termasuk potongan"


"Apa? Bukankah itu terlalu mahal untuk ukuran gadis berusia 16 tahun dan berdarah campuran?" Nada terkejut Ambareesh tidak terdengar karena tertutupi wajahnya yang datar.


"Guru, beli dia! Aku meletakkan beberapa kantung emas di tas" Itu adalah kantung emas curian Arthur selama di perjalanan. Arthur iseng melakukannya, hanya untuk menguji konsentrasi mana Arthur untuk memegang benda disekitarnya dengan jiwanya tanpa tubuh. Dan nyatanya, itu berhasil dengan mudah.


"Ha? Apa kehilangan tubuh membuatmu menjadi tuyul pesugihan sekarang?" Ambareesh sangat terkejut dan dia berfikir, pantas apabila tas pinggang yang dia bawa semakin berat di perjalan setelah memasuki wilayah pasar gelap.


Arthur hanya terkekeh mendengar telepati Ambareesh.


"Baiklah, bagaimana dengan 565 koin emas?" Penjual itu tidak ingin kehilangan pelanggan dan ingin cepat-cepat menjual gadis itu. "Gadis itu, tidak menyentuh makanannya sedikit pun sejak kedatangannya kemari. Dia harus dijual juga hari ini" Penjual itu sungguh tidak ingin menyia-nyiakan kesempatannya.


"Baiklah. 560 tanpa penolakan" Ucap Ambareesh untuk menutup penawaran itu.


Gadis itu melihat ke arah penjual sexy itu dengan mengkernyitkan keningnya. Dia mengumpat dalam batin agar penjual itu segera mati.


"Deal! Mari ke ruang registrasi"


560 koin emas bukanlah nominal yang kecil. Uang sebanyak itu, bisa digunakan untuk menghidupi tiga desa selama 10 tahun. Dan Ambareesh mengeluarkan uang curian Arthur untuk membayarnya.


Ambareesh sungguh terkejut dengan emas curian Arthur yang mencapai 1321 koin emas. Harusnya, Arthur menjadi tuyul pesugihan saja daripada Pangeran yang dibenci oleh rakyatnya sendiri.


Sihir perjanjian telah ditanda tangani oleh Ambareesh untuk menghindari pengembalian yang dilakukan oleh pembeli kepada penjual (Retur).


"Baiklah, sekarang pengaktifan sihir kontrak yang bisa dibatalkan tanpa menimbulkan efek pada pembuat sihir (Tuan) dan apabila pembuat sihir (Tuan) terluka, sakit yang dialami oleh pembuat sihir (Tuan) akan dialihkan dan hanya dirasakan oleh pihak kedua (Budak)" Penjual itu sungguh pintar dalam hal pemuasan konsumen.


Ambareesh mengikuti semua alurnya dan meneteskan darahnya pada lingkaran sihir yang dia buat sesuai arahan si penjual.


Sihir itu adalah sihir ringan dan biasanya dibuat oleh pemula tanpa menimbulkan efek yang tinggi pada kedua pihak. Tapi, ini berbeda apabila sosok Titisan yang membuatnya. Sihir itu, akan berada ditingkat atas karena konsentrasi sihir Ambareesh yang berbeda dengan mana malaikat biasa seperti Aosora Bram.


Lingkaran sihir berwarna biru itu naik ke udara dan jatuh pada pergelangan kiri gadis itu. Kontrak itu, akan membuat gadis itu tidak bisa berada di jarak yang jauh dari Ambareesh dan tidak bisa membuatnya menolak perintah Ambareesh. Efek yang ditimbulkan adalah luka bakar hingga kesulitan bernapas untuk gadis itu.


Gadis itu lebih takut dari sebelumnya terhadap Ambareesh setelah melihat dan merasakan aura Ambareesh yang pekat. Sehingga, gadis itu berfikir apabila Ambareesh adalah kelompok Bangsawan yang tengah melakukan pemantauan.


Arthur berjalan di samping gadis itu yang telah terlepas dari rantainya dengan senang. Begitu pula penjual sexy itu yang sangat senang karena mendapatkan uang sebanyak itu. Dia melambaikan tangan kepada Ambareesh.


"Aku akan melepas kontrak ini, setelah kita berada di tempat yang aman. Kau tak perlu takut. Kami berasal dari Shinrin" Ambareesh mengatakannya karena merasa iba, setelah melihat tangan gadis itu bergetar.


Gadis itu melihat ke arah wajah Ambareesh. Ambareesh menghilangkan tanduknya beberapa saat yang lalu dan mengangguk pada gadis itu.


Gadis itu terbelalak.


"Pu.. Putra Mahkota Aosora?! Anda! Putra Mahkota Aosora Arthur-kan?!" Gadis itu, ternyata mengenali wajah yang selama ini digunakan oleh Arthur.


"GREP!!!" Dia tiba-tiba memeluk Ambareesh dengan erat.


Ambareesh sama terkejutnya dengan Arthur yang bahkan tidak tau apabila dia dikenali oleh gadis itu.


"HUAAAA..... TERIMA... TERIMA KASIHH!!!!..." Gadis itu menangis dengan kencang hingga menggundang perhatian Archie dan yang lain di gardu itu.


Setelah itu, gadis itu tertidur saat makan dan Tsuha membopongnya karena Archie tidak ingin membopong. Dia lebih memilih mengendong tas Tsuha yang berat. Sebenarnya, Luxe tidak membawa apa-apa. Tapi, Ambareesh lebih mempercayai Tsuha dan Tsuha menerimanya tanpa penolakan. Dia teringat dengan Tsuki.