The Last Incarnation Of The Land Of Arden II

The Last Incarnation Of The Land Of Arden II
BAB 3 [Kemiripan]



Ini adalah hari ketiga Markas Pemberantas Iblis bersama Ambareesh.


Kabar tentang pemberontakan Markas Pemberantas Iblis telah sampai ditelinga Razel. Razel memijat keningnya yang hampir seharian berkerut. Meski begitu, kabar tentang pemenggalan Nox tidak sedikitpun muncul dipermukaan. Seolah, kematian Nox hanyalah angin lalu.


"Tuan, bila kau mengizinkan. Aku memiliki gua penyimpanan makanan untuk stok Guild Pemberantas Iblis. Itu letaknya cukup jauh dari sini"


Razel berbasa basi. Dia berusaha mengambil hati Ambareesh untuk mengizinkannya membawa 3 orang Markas yang masih tertinggal.


"Dimana letaknya?" Tanya Ambareesh sambil melihatnya.


"Hampir berdekatan dengan Nekoma" Jawab Razel.


Seketika, Ambareesh langsung memberikan ekspresi tidak sukannya pada Razel.


"Kita akan ke Akaiakuma terlebih dahulu. Disana, Raja ke X Akaiakuma akan memberi kita hidangan yang nikmat" Ambareesh melirik Arnold disana.


Senyuman lebar keluar dari raut wajah Arnold.


"Ya! Akaiakuma akan terbuka lebar untuk Guru!!" Tegas Arnold dengan sumringah.


Ha nashi paham maksud tersembunyi Ambareesh. Dia mendatangi Ambareesh setelah semuanya beranjak untuk tidur.


"Ambareesh, apa tujuanmu ke Akaiakuma?" Tanya Ha nashi.


Ambareesh menunjukkan senyumannya pada Ha nashi. "Bukankah kau memiliki tujuan untuk menyatukan keluarga kecil itu?" Balas tanya Ambareesh.


Ha nashi terkejut melihatnya. Biasanya Ambareesh tidak sepeduli ini dengan keluarga Akaiakuma.


"Ah, begitukah? Aku hampir saja salah paham denganmu. Bila begini, aku bisa pergi dengan tenang" Ujar Ha nashi.


"Meski begitu, bukankah harus ada yang dikorbankan untuk mencapai sebuah tujuan?" Tanya Ambareesh.


Wajah Ha nashi berubah sekejap. "Apa maksud ucapanmu?" Tanya Ha nashi.


"Arnold sangat menyayangi kedua putranya, dia sangat mempercayai putra keduanya. Dan Putra Arnold yang pertama, sangat mempercayai adiknya. Bukankah sudah jelas? Aku akan menggunakannya untuk menyatukan mereka berdua. Aku siap untuk dibenci oleh Arnold" Jawab Ambareesh sambil menatap langit.


Mizel itu, sudah dianggap seperti anak sendiri oleh Ha nashi. Sebab, Ha nashi lah yang merawat Mizel sejak lahir hingga setua ini dan sering sakit-sakitan.


"Kau akan menggunakan Raja Mizel seperti apa?" Tanya Ha nashi.


"Satu-satunya orang yang bisa melepasnya dari kutukan Arnold adalah aku. Aku lebih kuat darinya 1000 kali. Anak itu, pasti akan memahaminya dan aku memiliki opini bila anak itu menginginkan kematiannya untuk menyatukan Ayah anak itu," Jelas Ambareesh.


Ucapan Ambareesh tidak bisa dibantah oleh Ha nashi. Sebab, Mizel sering memiliki rencana itu untuk menyatukan Arnold dan Archie.


Helaan napas panjang terdengar dari Ha nashi. "Kalau begitu, bebaskan aku setelah kau membunuh Baginda Raja Mizel. Ini akan menjadi sebuah kehormatan untukku" Pinta Ha nashi.


Ambareesh melemparkan ranting kering ke arah api dihadapannya.


"Tuan Ha nashi, sejak dulu aku penasaran. Kenapa kau sangat menjujung Akaiakuma? Padahal, mereka adalah orang-orang yang buruk dizamannya" Tanya Ambareesh.


Ha nashi menurunkan padangannya. Dia terlihat ragu untuk mengatakannya. "Tak ada alasan khusus. Aku hanya ingin menjaga tanah kelahiranku" Ha nashi berbohong.


Dia melakukan semua ini, sebagai penebusan kesalahannya terhadap Ayah Ambareesh.


Ambareesh sangat mempercayai Ha nashi. Apapun yang dikatakan Ha nashi, dia tidak pernah tidak mempercayainya.


Langit Akaiakuma yang biru terang, membuat Archie terus menghela napas dikala mereka telah memasuki wilayah Kerajaan Akaiakuma, meski mereka sempat dicegat oleh prajurit Akaiakuma.


Saat itu, Ha nashi berubah menjadi gagak karena mendapatkan signal panggilan dari Mizel.


Kenapa mereka tidak menggunakan sihir teleport saja untuk memepercepat perjalanan mereka?


Itu tidak bisa. Sebab, karena aturan Akaiakuma yang lebih ketat dari kerajaan yang lain. Di Akaiakuma, penggunaan Sihir teleport sangat dilarang bila tidak digunakan untuk pertarungan. Sehingga, warga Akaiakuma yang bisa menggunakan sihir teleport hanyalah para prajurit dan calon prajurit terpilih.


Arnold maju dihadapan empat prajurit yang menjaga gardu perbatasan untuk masuk ke wilayah Akaiakuma.


"Bukakan pintu untuk kami" Ucap Arnold pada Mereka.


Ini adalah rencana Archie agar mereka bisa lolos membawa anggota itu masuk ke dalam Akaiakuma.


"Tunjukkan nama kalian dan siapa orang yang kalian bawa" Ucap mereka sambil mengeluarkan sihir seperti layar monitor yang melayang untuk mendeteksi nama mereka yang terdaftar sebagai warga Akaiakuma.


Akaiakuma lebih modern dari kerajaan yang lain.


Val dan anggota yang lainnya terpukau melihatnya.


"Mereka Anggota Pemberantas Iblis. Kami menyerangnya saat mereka istirahat di danau harapan" Jelas Arnold.


Ambareesh melirik Archie tengah menguap dan mengosok matanya yang berair. "Padahal kau berkata bila kau tak ingin ke Akaiakuma. Tapi, apa ini? Kau membantu kami masuk" Batin Ambarees sambil kembali melihat Arnold.


"Kemudian namamu?" Tanya salah satu dari mereka.


"De luce-"


Mendengar marga itu, mereka berempat melihat Arnold.


"-Arnold" Lanjutnya.


"PFFFT!!!!!" Mereka berempat sontak tertawa dengan keras.


"Bodoh" Lirih Ambareesh sambil membuang wajahnya.


"Sialan! Kalau begitu!! Aku De luce Archie" Ejek salah satu dari mereka sambil memegang perutnya yang kaku.


Archie hanya menatap mereka.


"Hei, apa menurut kalian bercandaan kalian ini bagus dengan menggunakan nama anggota kerajaan?" Tanya Archie sambil melemparkan sihir rantai milik Ambareesh ke arah Ambareesh.


Ambareesh bergeser dan membiarkan rantai itu jatuh di tanah berumput.


"Kenapa kalian bertele-tele?" Ambareesh merasa geram namun dia tetap diam.


Razel mengambil rantai yang mengikatnya dan memberikannya ke Ambareesh.


"Sialan" Lirih Ambareesh.


Para prajurit itu mendongakkan kepalanya saat melihat Archie yang memiliki tinggi 182,5cm itu. Dia lebih tinggi dari Arnold dan Ambareesh.


"Jangan seenaknya menggunakan namaku dengan marga itu" Ucap Archie sambil mengangkat helm zirah besi itu hingga terlepas.


Mereka berempat membatin hal yang sama.


"Iblis rambut putih tanpa tanduk? Dan wajah mereka yang begitu mirip seperti orang kembar"


Empat prajurit Iblis itu melihat Arnold. Tanduk maron yang menunjuk langit adalah tanduk yang hanya dimiliki oleh keluarga De luce. Mereka berempat membelalakan mata mereka saat menyadari lukisan besar di Aula Akaiakuma tidak berbohong apabila De luce Arnold dengan De luce Archie memiliki wajah yang 100% mirip. Perbedaannya hanya pada tinggi dan tanduk Archie yang melintang hingga sebatas garis alis dan tidak menunjuk langit.


"A...AMPUNI KAMI!!!!" Prajurit Iblis yang helmnya dibuka oleh Archie, berteriak dengan keras dan dia menyatukan kedua telapak tangannya memohon ampunan Archie dan Arnold.


"DUAAAAGHHH!!!"


Archie menarik kepala prajurit Iblis itu kemudian dia hentakkan dengan keras pada lututnya.


Val dan Tsuha menyipitkan mata mereka mendengar suara mengilukan itu.


"AKHH" Darah menyucur dari hidung prajurit Iblis itu. Mungkin tulang hidungnya telah patah karena hentakan keras itu.


"Buka gerbangnya dan aku mengingat wajahmu. Iblis yang mengejek namaku. Jangan harap kau masih srlamat bila bertemu lagi" Archie melepaskan Iblis itu.


Iblis itu mengangguk dan memegang hidungnya yang terus mengucurkan darah.


Ambareesh terlihat menyeringai tipis dibelakang mereka. "Benar-benar mirip baik itu sifat dan kelakuannya" Batinnya sambil menghela napas dengan ringan.