
Ambareesh mendatangi Cerberus itu. Cerberus itu cukup takut saat Ambareesh mendatanginya. Mengingat, Ambareesh telah kehilangan ingatan dari kehidupan pertamanya.
Cerberus itu, mundur beberapa langkah kebelakang dan Ambareesh menyentuh leher besarnya yang berdarah.
"Maafkan mereka" Ambareesh mengeringkan luka dari leher cerberus itu.
Cerberus itu melirik ke arah para serigala sihir.
Serigala sihir saling berbisik. "Apa Raja mengingat kita?"
Tentu saja tidak. Dia tidak mengingat kalian. Ambareesh hanya ingin mengeringkan luka cerberus itu.
"BWOSH!" Cerberus itu, berubah menjadi anak kucing dengan mata hijau dan terdapat sepasang anting di kedua telinganya. Kemudian, melompat kearah Ambareesh.
Ambareesh menepis kucing itu saat akan melompat kearahnya. Ini terjadi secara tak sengaja. Kucing itu, melesat karena tepisan Ambareesh.
Ambareesh segera mendatanginya kemudian dia mengangkat kucing itu. "Maaf, aku tidak menyukai kucing" Ucap Ambareesh sambil mengelus kepala kucing itu.
Ambareesh memiliki alasan lain, mengapa dia membenci kucing. Hal ini, karena seekor kucing kecil yang membuat Ambareesh keluar dari rumahnya, kemudian karena kucing itu, Ambareesh harus dikejar-kejar oleh beberapa prajurit Iblis.
Cerberus yang menjadi kucing itu, menatap pandangan Ambareesh. Iris mata Ambareesh, telihat seperti laut yang dalam. Kucing itu, menundukkan pandangannya.
"Teruslah hidup untuk menjaga hutan ini" Ambareesh beranjak pergi dari sana. Kucing itu, melihat ke arah serigala sihir yang mulai berisik ditelepatinya untuk mengikuti Ambareesh.
Kucing itu berlari ke arah Ambareesh dan mengubah wujudnya menjadi gagak hitam namun dengan mata hijau dan anting di kedua sayapnya, terbang ke arah Ambareesh.
"Raja, izinkan saya tetap berada di sekitar Anda!" Gagak itu bersuara. Hal ini membuat Ambareesh termangun di tempat dan melihat ke arah gagak itu.
Ambareesh sebenarnya terkejut. Namun, ekspresi Ambareesh yang menakutkan itu, membuat gagak tersebut jadi berhenti kemudian terjatuh.
"Sialan.... GREP!" Ambareesh menangkap gagak itu kemudian, membawanya pergi dari hutan itu.
Ambareesh sembunyi di belakang gubuk tua dan menatap gagak bermata hijau itu. "Kau ini sebenarnya makhluk apa?" Tanya Ambareesh sambil berjongkok.
"Wushhhh" Cahaya hijau keluar dan diikuti dengan kabut serta angin yang membuatnya terlihat seperti kabut hijau.
Gagak itu, kembali ke wujud elf nya.
Ambareesh memasang wajah kaku saat melihat Elf itu. "Bukannya, orang ini adalah orang yang selalu di atas pohon di dalam hutan itu. Sialan, aku sudah salah sangka. Ku pikir, dia ogdj yang di buang"
"Nama saya, Haraya. Saya adalah Elf ras hijau yang menjaga hutan sihir dan komando bagi seluruh serigala sihir" Ucapnya sambil menekuk tubuhnya dan meletakkan lengan kanannnya di depan dada.
Seperti Elf yang pada umumnya. Ras Elf hijau adalah ras Elf terkuat dan umumnya mereka memiliki rupa yang cantik baik laki-laki maupun perempuan, karena warna irinya yang hijau zamrud, kemudian mereka memiliki bulu matanya yang lentik serta, pada umunya ras Elf hijau disini memiliki rambut hijau kehitaman. Sehingga, banyak dari orang diluar sana yang sulit membedakan mana Elf hijau laki-laki dan elf hijau perempuan. Walau begitu, garis dagu seorang Elf hijau laki-laki, lebih tegas dari garis dagu perempuan.
Ambareesh mengkernyitkan keningnya. "Kau ini, laki-laki atau perempuan?" Ambareesh melontarkan pertanyaan itu pada Haraya.
"Saya laki-laki. Kenapa Anda tanya seperti itu?" Tanya Haraya balik.
"Kau cantik tapi, dadamu datar"
Seketika, Haraya terdiam seribu bahasa.
...----------------●●●----------------...
Hari demi hari berlalu. Haraya kemana-mana selalu mengikuti Ambareesh dengan wujudnya yang menyerupai bangsa Manusia. Dan dia, mulai tinggal bertiga di rumah Ha nashi.
Haraya telah hidup sejak zaman sebelum Akaiakuma berdiri.
Ambareesh merasa lega karena Ha nashi dan Haraya menjadi bisa menjadi partner yang cocok.
Suatu hari saat Ambareesh sedang melatih Arnold, Ha nashi dan Haraya berbicara empat mata untuk identitas Ambareesh yang asli.
"Tuan Ambareesh, adalah seorang Titisan Malaikat"
Tentunya, Ha nashi terkejut mendengar kenyataan itu. Dia tidak bisa mengelaknya. Sebab, skala kekuatan dan sihir Ambareesh yang berbeda dari orang normal.
"Tuanku itu, bisa dikatakan sebagai leluhur keluarga De luce dan Alba"
Haraya menceritakan tentang Ambareesh dikehidupan pertamanya yang terkenal sebagai sebutan, RAJA LANGIT.
"Tuanku, adalah satu-satunya seorang titisan yang memiliki ke-spesialan karena dia tidak memiliki tanda seorang titisan. Namun, memiliki dua pusaka suci yang berbeda dengan para titisan yang lainnya"
"Guruku, adalah pemimpin kami dari bangsa Elf. Beliau juga merupakan seorang Titisan Elf. Guruku, memiliki tanda titisan di tengkuknya. Dan sepasang anting ini, adalah miliknya. Beliau berjanji untuk kembali mengambil anting ini dan membebaskan kutukan serigala sihir" Cerita Haraya.
"Kutukan serigala sihir? Apa itu?" Ha nashi baru mendengarnya.
"Serigala sihir yang ada di seluruh penjuru negri Arden yang di kelilingi oleh hutan terlarang adalah bangsa dari Elf hijau yang bersumpah untuk melindungi bangsa non-Iblis dan siluman dari tangan De luce. Mereka tidak akan dengan mudah berkerja sama dengan bangsa Iblis bila tidak mendapatkan tawaran atas nama Titisan Elf atau Tuan nama asli Ambareesh. Ditambah lagi, mereka tidak akan menolak sesuatu bila bersangkutan dengan Ruri" Jelas Haraya.
Ha nashi tidak mengerti dengan percakapan ini. Dia tidak pernah mendengar nama Ruri.
Haraya sendiri, hanya mendengar nama itu namun, dirinya belum pernah melihat sosok Ruri yang sebenarnya.
Kemudian, Ha nashi, kembali bertanya maksud Haraya dengan leluhur De luce dan Alba.
Haraya menjawabnya dengan singkat. Mata Ha nashi terbelalak saat mendengarnya.
"Kau tidak membualkan?"
"Tidak. Membual, hanya akan membuang-buang waktuku saja" Jawab Haraya.
"Sekarang gantian. Ada yang ingin ku tanyakan tentang keturunan De luce" Ucap Haraya.
"Kau tau kan, sejarah keluarga De luce dari atas adalah bangsa Iblis ras merah dengan rambut hitam. Tidak ada sejarah keluarga De luce itu ras merah dengan rambut putih. Jadi, siapa sebenarnya murid Tuan Ambareesh itu?"
Haraya, lebih tertarik dengan Arnold.
"Pangeran Arnold adalah putra keempat Raja De luce ke-9 dari hasil anak diluar nikah. Ibu Pangeran Arnold adalah seorang pelayan istana yang memiliki ras rambut putih. Alasan terbesar mengapa Raja De luce tidak membunuh Pangeran Arnold, karena wajah Pangeran Arnold, mirip dengan wajah pelayan itu. Tak hanya itu saja, Raja De luce ingin memiliki keturunan dengan skala sihir yang besar. Satu-satu bangsa Iblis yang terkuat adalah Iblis merah ras rambut putih itukan?" Cerita Ha nashi.
"Bagaimana dengan anak diluar nikah yang lainnya?" Tanya Haraya.
"Aku sudah lama memiliki ikatan kontrak dengan Akaiakuma. Mungkin, ini tahun ke 16. Karena kontrak itu, aku telah menghianati orang lain hingga berujung kematian. Kemudian, enam bulan sejak aku berada Istana Akaiakuma, Kami pernah kedatangan seorang wanita yang mengendong bayi. Wanita itu, meminta pertangung jawaban Raja De luce. Namun, Raja De luce membunuh ibu dan bayi itu tanpa belaskasih. Serta membunuh seluruh kerabat dari wanita itu" Cerita Ha nashi.
"Diusiaku yang mendekati 11 tahun, seorang pelayan yang ku kenal, hamil diusianya yang ke-19 tahun. Saat itu, masih ada Ratu Akaiakuma. Pelayan itu, tiba-tiba resign dari pekerjaannya sebagai Pelayan pribadi Raja ke-9. Kemudian, wanita itu mati pasca melahirkan seorang bayi. Wanita itu, di bidani oleh ibuku. Dia sempat tinggal di rumahku selama masa kehamilannya. Lalu, salah seorang prajurit memberi kabar atas kelahiran Pangeran Arnold. Ibuku, dibunuh oleh Raja Akaiakuma atas tuduhan ketidakbecusan dalam membantu proses kelahiran. Dan, Raja Akaiakuma membawa bayi itu karena ke-khasannya"
"Ratu Akaiakuma mengetahui kebenaran bila Raja De luce memiliki anak diluar nikah. Ratu Akaiakuma yang terkenal pendiam itu, ditemukan oleh Putra Mahkota Arvold yang saat itu masih berusia 4 tahun dalam keadaan gantung diri di kamarnya. Jadi, jangan terkejut saat melihat Putra Mahkota Arvolt membenci Pangeran Arnold" Lanjut Ha nashi sambil mengosok tangannya.
Haraya menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Dia melipat lengannya di depan dada. "Bagaimana denganmu? Apa kau tidak membencinya karena dia telah membuat Ibumu mati?" Tanya Haraya yang membuat Ha nashi membelalakan matanya.