
...Untuk para Readers disini...mampir yukk di Novel Terbaruku...
...**MENCINTAI** KEKASIH SAHABATKU...
...Pertemuan tak diduga diantara mereka, yang membuat Revalina Maulida jatuh hati dengan pria baik hati dan penyelamat hidupnya, Radhitya Alvaro....
...Namun bagaimana jadinya jika Revalina tahu kalau pria yang di cintainya adalah tunangan dari sahabat baiknya Kiara Nadira....
...Akankah Radith melabuhkan cintanya untuk Reva? Setelah dia tahu kalau Kiara tidak benar-benar serius mencintainya?...
...InsyaAllah diusahakan NOVEL KEDUA INI up setiap harinya...Terimakasih untuk para Readers setia yang sudah membaca NOVEL SWEET CAKE MEMORIES mengelike+ memfavoritkan novel ini apalagi yang sudah berbaik hati memberi vote dan hadiahnya......
...Sungguh itu membuat author jadi terapresiasi lagi untuk semakin semangat menulis dan berkarya lagi......
YUK KEPOIN ... MOHON BANTUAN DAN DUKUNGANNYA YA READERS SETIA...
...Kilasan Episode Pertama...
Tak terasa malam semakin larut, jalanan mulai sepi orang, terlihat seorang gadis baru saja keluar dari sebuah Restoran. Dia melangkah cepat, berjalan-jalan di tepi trotoar sambil menenteng kantung keresek besar berisi makanan sisa dan tas kecil yang di gantung di bahu kanannya. Sesaat langkahnya terhenti ketika dia ingin menyebrangi jalan. Dia membuka tas kecilnya dan merogoh amplop di dalamnya.
"Hari ini adalah hari pertamaku di gaji, aku sudah berjanji pada bapak akan belikan obat untuknya, maaf pak..hanya ini yang bisa Reva lakukan..." gumamnya, tersenyum haru, melirik ke dalam amplop berisi lembaran uang ratusan ribu yang berjumlah banyak itu dengan sudut wajah memancarkan kebahagiaan.
"Abang!!" teriaknya kaget. Seorang pria di hadapannya hanya tersenyum menyeringai melihat isi amplop tersebut, lalu dia buru-buru menyimpannya di saku jaket miliknya.
"Apa yang abang lakukan, kembalikan itu bang! itu gaji pertama Reva, Reva mau beliin obat buat bapak!" sahutnya, berusaha merebut kembali miliknya yang sudah di kantongi pria itu, yang dia sebut adalah abangnya sendiri.
"Alaaah! sekarang uang ini jadi milik gue, lu ga usah sok-sok baik ma bapak mau beliin obat segala!" bentaknya seenaknya sendiri dan di tepisnya kasar tangan Reva yang terus menarik jaketnya.
"Tidak bang jangan kau ambil uangkuu...kumohon kembalikan baanng..." teriaknya lagi sambil menangis di jalan sepi orang itu.
"Sudah, mending lu pulang kerumah gih dan kasih tuh makanan itu buat bapak! bapak itu sudah senang dengan makan-makanan enak dari lu tiap hari, tak perlu di belikan obat lagi!" geramnya bengis.
"Ta-tapi bang...bapak juga perlu obat...Reva pengen bapak sembuh!" riuhnya lagi masih terus memegang erat tangan kekar dan berotot milik abangnya itu, yang sudah di penuhi dengan goresan-goresan tato.
"Aaaahh...percuma saja bapak dibelikan obat, dia tetap tidak akan sembuh-sembuh! sudah-sudah, abang sekarang mau pergi sudah telat!" hardiknya lagi dengan kencang tubuh Reva yang mungil itupun di dorongnya kasar hingga jatuh tersungkur ke jalan aspal.
"Bannngg...bang Toniii!" teriaknya kencang, Reva beranjak berdiri dan berusaha mengejar abangnya yang sudah melenggang pergi naik motor bersama temannya. Teriakan Reva tidak dihiraukan Toni. Dia tersenyum puas dan pergi saja meninggalkan adiknya seorang diri di jalanan.
"Bannngg Toniii...!!Abang tega sekali sih sama bapak!"tangisnya kesal, menghentakan kakinya ke tanah, lalu dia mengusap-ngusap air matanya yang terus saja keluar.
Revalina Maulida adalah gadis berusia 21 tahun dia baru saja bekerja satu bulan di salah satu Restoran Bintang Lima di Jakarta sebagai pelayan dan juga sebagai buruh cuci disana. Dia adalah gadis dari keluarga kecil, dia tinggal bersama Ayah dan juga satu kakaknya Toni. Ibunya sudah lama meninggal ketika dia berusia 15 tahun sewaktu Reva sedang kelulusan SMP.
Tiga tahun kemudian, setelah kepergian Ibunya saat dirinya lulus SMA, dia jadi giat sekali bekerja demi menghidupi sang ayah yang tengah mengidap sakit ginjal yang sudah dua tahun itu beliau derita. Ayahnya hanya seorang buruh tani yang bekerja di ladang milik orang kaya di desa mereka, dan terpaksa untuk tidak melanjutkan pekerjaannya lagi, oleh sebab karena Reva yang begitu mengkhawatirkan dengan kondisi tubuhnya yang semakin tua dan melemah itu.
...💞💞💞💞💞...