
Bab 57
Kepergok selingkuh kita Putus!
Tasia memandang keluar jendela kamarnya, menunggu kepulangan Rizal. Tapi waktu sudah menunjukkan jam delapan malam.
"Kemana dia?" gumamnya bertanya sendiri.
'Ya Tuhan..aku takut sekali kalau dia sampai menemui Adrian lagi, lalu mereka berdua berkelahi..dan Rizal pasti akan kalah menghadapinya seorang diri..' pikirnya mencemaskan Rizal.
Tasia keluar rumah dengan memakai jaket merahnya, dia mencoba untuk menunggu Rizal di depan rumahnya sendiri.
###
Yogi yang sedang senderan di kursi nyamannya sambil asyik menonton bola di dalam kamarnya sendiri, terganggu dengan suara ponselnya yang berdering nyaring, dan suara panggilan telepon itu ternyata dari Rizal.
"Hah, malam-malam begini mau ngapain lagi dia hubungi aku?" jengkelnya. Lalu diangkatnya telepon itu dengan malas.
"Ya..ada apa?" jawab Yogi memelas, sambil memasukkan cemilan ke mulutnya.
"Potonya masih kamu simpan kan?" tiba-tiba Rizal langsung menanyakan sebuah poto.
"Maksudmu poto Tasia dan pria itu..iya masih ada, kenapa memangnya?" tanyanya penasaran.
"Cepat turun ke bawah, lalu bawa poto itu dan ikut denganku segera, aku menunggumu di depan rumahmu sekarang" tiba-tiba Rizal mengajak Yogi ikut dengannya malam itu.
"Kemana?" tanya Yogi.
"Sudah cepat turun saja, aku ada tugas untukmu..." sahut Rizal.
Lalu Yogi cepat-cepat turun dengan memakai jaket kerennya dan berlari keluar menemui teman seperjuangannya itu.
"Kenapa tiba-tiba ingin mengajakku keluar?" menengokkan kepalanya di jendela luar mobil yang di kendarai Rizal.
"Aku kesini meminta bantuanmu untuk menghajar seseorang" sahut Rizal, geram dengan pandangan tajam bagaikan elang. Lalu membukakan pintu mobil supaya Yogi masuk ke dalam mobilnya.
Yogi mengerutkan dahinya menatap Rizal yang terlihat seperti naik darah itu, lalu dia menebaknya mungkin yang di maksud Rizal menghajar seseorang itu adalah lelaki yang ada dipoto bersama Tasia.
"Maksudmu? dia.." Yogi tersenyum licik.
Rizal mengedipkan matanya ke Yogi, mengiyakan.
"Oke...dengan senang hati..jangan khawatir aku pernah berlatih tinju dengan seorang pelatih profesional, tanganku juga rasanya sudah terasa pegal sekali...mungkin karena terlalu lama tidak memukul orang!" sahut Yogi diiringi tawanya yang renyah, dengan menghentak-hentakan kepalan kedua tangannya itu bersamaan. Lalu dia masuk ke dalam mobil, dan mereka tertawa berbarengan.
"Ha ha ha haa...."
Mereka berdua pun lalu pergi ke tempat tujuannya.
Diperjalanan Rizal menceritakan kejadian semuanya . Dan alasan kenapa Yogi harus membantunya itu. Yogi setuju dan mereka berdua segera mencari ide untuk membatalkan perjanjian Tasia dan Adrian.
###
Dipersimpangan jalan sepi yang kebetulan sekali Rizal melihat motor Adrian yang sedang di parkir di depan warung makan tidak jelas.
Lalu dia menunjukan ke Yogi ke arah motor itu. Yogi menengokkan kepalanya ke samping jendela kanannya Rizal. Terlihat Adrian yang baru saja keluar dari warungnya dan ditemani seorang wanita malam.
"Coba kau lihat itu?" sahut Rizal tersenyum mengejek ke arah Adrian "Makanya aku ingin meminta bantuanmu, pria yang sok sok-an mencintai Tasia dan perhatian padanya. Tapi ini bagus sekali... Ini akan menjadi alasan Tasia membatalkan perjanjian mereka." serunya lagi tersenyum puas.
"Dasar lelaki gila, baguslah...malam ini bisa jadi momentnya yang paling penting buatnya" celoteh Yogi dengan segera dia merogoh ponselnya di jaketnya lalu memotret Adrian yang sedang asyik main di warung bersama wanita malam itu, bukan cuma di potretnya dari jauh Yogi juga merekam video aktivitas mereka.
Rizal dan Yogi tak lama lalu turun dari mobilnya dan menghampiri Adrian yang sedang asyik berciuman mesra dengan wanita malam. Yogi sengaja merekam mereka dengan ponselnya sambil cekikikan sendiri.
Wanita itu tersadar kalau dirinya sedang di rekam oleh mereka berdua, dia langsung terkejut dan segera menghentikan perbuatannya itu, lalu mendorong Adrian menjauhinya.
"Kenapa?" tanya Adrian padanya. Wanita itu menunjuk ke belakangnya Adrian.
"Itu mas..." sedikit ketakutan. Dia berpikir Rizal dan Yogi adalah intel yang sedang memantau mereka.
Adrian segera menolehkan kepalanya ke belakang, dan dia terkejut karena sudah ada Rizal dan Yogi tengah berdiri di belakangnya.
"Sedang apa di sini?" Yogi lalu menunjukkan poto dan rekaman video itu di depan Adrian lalu mengiriminya ke nomor Tasia di hadapannya sendiri.
Mata Adrian melotot ke arah ponsel Yogi.
Klik Tiiing
Pesan terkirim ke nomor Tasia dan Tasia mulai membuka dan membaca pesan whatsapp nya.
(di rumah Tasia)
"Yogi kirim poto Adrian bersama wanita? dan ada video rekaman juga? haaaah!" wajah Tasia jadi memerah setelah melihatnya "Maksudnya apa ini?" Tasia jadi bergidig geli melihatnya, sambil berpikir namun pada akhirnya dia mengerti maksud pesan Yogi mengirimi video itu.
"Hmm ini pasti ide kedua pria jelek itu?" Tasia menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum-senyum sendiri, "Ide gila mereka memang aneh tapi sangat membantu" celoteh Tasia, girang.
Lalu tak lama Yogi menghubungi Tasia lewat video callnya. Dan mulai terhubung ke Tasia.
"Ya...Yogi.." tanya Tasia.
"Apa kau sudah melihatnya?" tanyanya.
"Hmmm..?" Tasia mengangkat alisnya, pura-pura marah.
Rizal lalu mengambil ponsel Yogi dan memutar layarnya ke arah Adrian.
"Tasia..sekarang kamu harus putuskan sesuatu padanya" sahut Rizal.
Tasia lalu mendengar perintah Rizal paham. Dia melihat Adrian di depan layar ponselnya. Wajah Adrian memerah padam karena malu dan sudah terlanjur kepergok main wanita di depan Tasia.
Tasia mengangkat alisnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya di depan Adrian.
"Ck ckk ckk...Adrian kamu lagi ngapain?" menampakan ekspresi jengkelnya di layar ponsel Yogi.
"Nng...mmm Tasia...aku bisa jelaskan itu semua..aku benar-benar hanya menyukaimu seorang... kenapa aku bisa melakukan itu..itu karena kau yang selalu menolak cintaku..." jelas Adrian gelagapan.
"Itu bukanlah suatu alasan Adrian! Mulai hari ini dan malam ini kita putusss...." bentak Tasia dengan suara yang lantang memekikkan telinganya. Lalu Tasia segera menutup ponselnya dengan cepat.
"Yes akhirnya aku bisa terbebas dari Adrian..." sahut Tasia melonjak-lonjak bahagia.
###
"Tasia...tunggu..." teriak Adrian setelah Tasia memutuskan video callnya. Rizal langsung menyimpan handphone Yogi di saku jaketnya dan dia memundurkan langkahnya kebelakang Yogi.
Sedangkan Yogi sudah bersiap melakukan pemanasan dengan membunyikan jari-jari tangannya.
Adrian beranjak berdiri bersiap menerima aba-aba serangan Yogi kepadanya. Tapi Yogi sangat lihai berkelahi, dengan ganas diapun langsung menghempaskan tinjuannya ke perut Adrian secepat kilat.
Buuuuugghh
"Aaaaarrhhhh" gaduh Adrian tidak bisa menghindari serangan kilatnya, sambil memegang perutnya yang sudah di pukul Yogi.
"Itu tinjuan untuk sahabatku..." seru Yogi "Dan yang ini..." mengangkat kerah baju Adrian.
Buuuggh Buuuuggh
Meninju lagi ke wajah Adrian dua kali tanpa henti.
"Dan itu untuk pacar sahabatku juga.." puasnya.
Adrian terpental jauh dan menabrak tempat maksiat itu, dan beberapa wanita malam disana berteriak lalu berhamburan keluar karena ketakutan, melihat tamunya dihabisi sampai babak belur.
Rizal berjongkok di depan Adrian yang tergeletak jatuh di lantai sambil merintih kesakitan.
"Kuingatkan lagi padamu, Adrian! jangan pernah kau ganggu hubungan kami lagi, semua rencana busukmu bersama Lia..pasti akan kembali lagi kepada kalian suatu saat nanti. Dan kau akan merasakan kembali balasannya berkali-kali lipat dari ini! ujar Rizal, dengan melemparkan poto-potonya yang bersama Tasia di taman ke mukanya Adrian.
bersambung....
...***...