Sweet Cake Memories

Sweet Cake Memories
Rindu Kehangatan Kasih Sayang Ibu



Bab 49


Rindu Kehangatan Kasih Sayang Ibu


"Maaf...telah mengecewakan kalian semua, permisi" ujar Rizal lirih, setelah selesai menyampaikan semuanya, Rizal segera menuju ke kamarnya. Tanpa memperdulikan lagi pembicaraan mereka. Bahkan yang tadinya pun Rizal akan takut jika penyakit Ayahnya sampai kambuh lagi, namun mengingat Tania juga mendukungnya untuk menolak perjodohan itu. Rizal jadi tidak ragu untuk mengambil keputusannya sendiri.


"Rizal..tunggu!" teriak Mira memanggil Rizal untuk kembali, tapi dia tidak menghiraukan teriakan tantenya. Dia berlalu menaiki anak tangga.


Gusti dan Lisna memandang kecewa pada Rizal, lalu mereka hendak pergi keluar untuk pulang.


"Lia..tolong maafkan Tante Mira ya..belum bisa mengabulkan permintaanmu" menahan dan memegang tangan Lia lalu mencoba menghiburnya agar tidak menangis lagi karena penolakan Rizal. Lia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri, lalu dia berlari duluan keluar rumah dengan mencoba menghapus air matanya sendiri, melewati Papa dan Mamanya.


"Lia" teriak Mira.


"Sudahlah jeng Mira jangan memaksanya lagi, biarkan anakku sendirian dulu.." sahut Lisna . "Kami pamit pulang dulu.."


"Gusti, maafkan atas semua tingkah putraku.." sesal Hendra padanya. Gusti hanya diam dan meredam rasa jengkelnya. Tak banyak berdalih lagi, Gusti dan Lisna pun akhirnya beranjak pergi dari rumah Hendra.


###


Setelah kepergian mereka, Hendra meminta mbok Darmin membawanya pergi ke kamarnya Rizal, dia yang masih menahan malu kepada keluarga Gusti, juga amarah terhadap putra keduanya itu ingin seperti rasanya memarahi Rizal.


Mira pun mengikuti kakaknya (Hendra) dibelakangnya. Namun tangannya Mira keburu dicekal Tania. Sedangkan Hendra sudah pergi duluan, Mira di tahannya agar jangan ikut-ikutan Hendra menemui Rizal.


"Sekarang rencanamu telah gagal, sayang..." sahut Tania puas dengan menyungging senyuman meremehkan Mira.


"Aku tahu tujuanmu itu. Ingat hanya anakku Raffi saja yang akan tetap menjadi pemilik saham perusahaan suamiku"


"Aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi, perusahaan itu harus menjadi milik Rizal karena dia yang berhak dan pantas mendapatkannya! bukan putramu" elak Mira menghembus nafasnya kasar, menghadapi Tania membuatnya malah tambah naik darah.


"Hmmm...adik iparku sayang, dengarkan baik-baik Raffi itu putra kandung kakakmu juga, apalagi dia putra pertamanya, yang sudah pasti lebih pantas mendapatkannya di banding Rizal"


"Kamu yang harusnya dengarkan, wanita licik! Mendiang Ayahku sudah memberi surat wasiat itu pada Audi, jadi hak perusahaan itu juga harus jatuh ke tangannya Rizal bukan Raffi! Apa kau tidak takut kualat, heh? hidupmu selalu saja merebut hak milik oranglain?" gertak Mira.


Plaaaak


Lemparan tangan Tania berhasil melesat ke pipinya Mira.


"Siapa yang merebut yang kamu maksud? Hubunganku dengan Hendra lebih dulu, sebelum dia dengan Audi. Bahkan Ibumu juga sudah tahu semuanya, Audi itu pintar merayu mendiang Ayahmu dan berhasil merebut Hendra dariku!" ungkap Tania akhirnya melampiaskan amarah dan kecemburuan yang selama bertahun-tahun itu dia pendam pada Audi.


\=\=\=\=\=(Story masa lalu Tania dan Audi)\=\=\=\=\=


Raffi adalah putra pertama Hendra dari istri pertamanya yaitu Tania.


Rizal adalah putra kedua Hendra dari istri keduanya yaitu Audi.


Jadi Raffi dan Rizal adalah saudara kandung satu Ayah tapi beda Ibu.


###


Walaupun Audi telah meninggal dunia setelah melahirkan Rizal. Namun tetap saja masih ada rasa kecemburuan yang melekat di hatinya Tania, apalagi melihat Rizal yang juga putranya Hendra dan Audi. Itulah sebabnya selama bertahun-tahun ini Tania selalu saja bersikap dingin kepada Rizal dan selalu membanding-bandingkan Raffi dan Rizal.


Tania dinikahi Hendra sebelum Audi, Hendra menikahi Audi karena dasar cinta, sedangkan menikahi Tania karena atas permintaan orangtuanya Hendra sendiri.


Selama puluhan tahun yang lalu Tania membathin sendirian, karena sikap Hendra padanya selalu dingin setelah pernikahannya itu. Dia mempunyai anak dari Hendrapun oleh karena berkat pengaruh obat jadi bukan atas kemauan Hendra sendiri. Setelah tahu Tania hamil anaknya, Hendra malah bersikap acuh padanya tapi malah mengenalkan Audi lalu memaksa dan meminta ijin Tania untuk menikahinya dan berpoligami.


Sampai pada akhirnya perilaku kasarnya di ketahui oleh Mira adik iparnya sendiri, sekaligus adalah sahabatnya Audi. Makanya Mira selalu membela dan mendukung hubungan Audi dan kakaknya itu.


Sampai suatu hari, Audi memberikan kabar bahwa dirinya mengandung anak Hendra. Yang kala itu Tania juga tengah mengasuh anaknya Raffi yang masih berumur 7 tahun.


Tapi keadaan Audi sangat lemah, sehingga melahirkan Rizal pun sampai harus kehilangan nyawanya. Mira sangat sedih atas kepergian sahabatnya itu, oleh sebab itu Mira begitu sangat membenci Tania sampai saat ini. Karena teringat akan perilaku Tania pada Audi yang menyebabkan Audi jadi lemah dan meninggal dunia.


Dan setelah peninggalan Audi, terpaksa bayi (Rizal) di rawat dan dibesarkan oleh Tania dan Neneknya. Namun setelah Rizal menginjak usia anak-anak Tania jadi sedikit kurang memperhatikannya, dia serahkan Rizal pada pengasuh anak. Sikapnya lama-kelamaan semakin dingin dan keras terhadap Rizal. Tapi terhadap Raffi dia begitu lembut dan perhatian. Terlihat sekali Tania selalu pilih kasih terhadap anak-anaknya. Rizal dapati itu dengan rasa iri dan cemburu, maka itu Rizal merasa dirinya kurang kasih sayang seorang ibu.


Namun setelah 7 tahun berlalu ini tidak bertemu, Tania mengetahui bahwa Rizal telah sukses di kota Yogyakarta sana. Hatinya malah ikut senang, dirinya malah ingin sekali mendukung Rizal agar terus berada di kota sana. Setelah tahu Rizal pun menolak di jodohkan karena alasan dia memiliki kekasih yang teramat dicintainya itu. Tania semakin gembira. Sehingga rencana awalnya untuk mendapatkan kembali perusahaan itu bisa tercapai.


Walaupun Raffi kemarin sempat gagal dan membuat perusahaan Hendra menurun drastis. Tapi itu bisa diperbaiki kembali jika Raffi benar-benar giat bekerja kembali.


###


Setelah berdebat dengan Mira, Tania menyusul Hendra untuk bicara dengan Rizal.


Mira tak henti-hentinya mengumpat kakak iparnya itu. Dia masih belum terima atas perlakuannya terhadap mendiang sahabatnya sendiri.


'Aku harus secepatnya mengatakan pada Rizal, kalau ibunya bukanlah Tania...dia harus tahu kalau dirinya hanya akan di bodohi dan di manfaatkan Tania dan juga Raffi' tutur dalam hatinya jengkel.


###


"Rizal cepat buka pintunya" teriak Hendra menggedar-gedor pintu kamarnya Rizal kencang.


Rizal pura-pura tak mendengar teriakan Ayahnya, dia hanya fokus merapikan sebagian pakaiannya ke dalam kopernya itu. Malam itu dia harus jadi berangkat ke Yogyakarta bersama Raffi.


Tania mencegah Hendra memarahi Rizal.


"Suamiku, sudahlah jangan kau paksa anakmu lagi..biarkan dia dengan kemauannya sendiri.." titah Tania.


"Kau tahu apa? semuanya sudah ku rencanakan dari dulu-dulu..aku ingin Rizal menikah dengan Lia secepatnya" bentaknya.


"Apa kau gila Tuan Hendra? memaksakan menikahkan anakmu dengan orang yang tidak dicintainya itu malah akan menyiksa bathinnya sendiri" sahutnya naik pitam. "Tidakkah kau ingat akan masa lalumu sendiri? Kau mengacuhkan diriku hanya untuk wanita lain?"


Skat mat ibarat permainan catur yang seakan menyerang Hendra tiba-tiba, dia melupakan masa lalunya sendiri. Akibat perjodohan yang dipaksakan orangtuanya dulu. Meninggalkan kekasihnya lalu menikahi Tania yang tidak dicintainya. Karena Hendra merasa dirinya dihantui rasa bersalah terus, lalu dia menikahi Audi alasan ingin membahagiakan kekasihnya itu tapi pada akhirnya dia malah membiarkan Tania sampai terkatung-katung dengan perasaannya sendiri.


Dan sekarang kejadian itu kini terulang kembali kepada anaknya sendiri. Hendra seharusnya tersadar akan masa lalunya dan harusnya itu di jadikannya pelajaran.


"Jangan sampai Rizal mengalami hal yang sama seperti masa lalumu..biarkan dia menentukan seseorang yang menjadi pilihan hidupnya sendiri. Berhentilah ikut campur dengan pribadi anak-anak kita" papar Tania.


Terdengar di balik pintu dalam kamarnya Rizal, tanpa sengaja Rizal mendengar perkataan Tania yang begitu sangat mengertikannya. Ternyata Ayahnya dulu juga seperti itu.


"Ibu..." panggilnya, berbarengan pintu kamarnya yang dibukakan Rizal. Hendra dan Tania serentak memandang ke arah Rizal.


Malam hari itu adalah pertama kalinya Rizal merasakan kehangatan dari ibunya sendiri. Rizal menghampiri Tania dan langsung menghamburkan pelukan rindu kepadanya.


"Ibu...terimakasih...terimakasih banyak telah memahamiku" tangisnya, terharu.


bersambung


...***...