Sweet Cake Memories

Sweet Cake Memories
Mabuk



...Bab 32...


...Mabuk...


Setelah pulang dari bermain futsal bersama teman-temannya, malam harinya Yogi dan semua temannya balapan motor. Setelah asyik bermain balapan, mereka berhenti di sebuah bar lalu dia memesan minuman disana dan meneguknya sampai habis dan mabuk.


"Hey, Yogi tumben sekali kamu mau ikut minum disini? biasanya kau malah langsung pulang duluan" seru temannya Yogi.


"Aku sedang ingin minum hari ini.. hatiku sedang terluka.. ada wanita yang ingin mempermainkan hatiku!" sahutnya ngelantur sambil tertawa dan menangis sendiri, menidurkan kepalanya di meja.


Teman-temannya ikut prihatin mendengar ceritanya, namun sambil menertawai dan mengejeknya.


"Ha haa haa.. tumbenan sekali seorang Yogi bisa ditolak wanita, heh kenapa pake dipikirin segala? bukankah wanita itu banyak,. " sahut salah satu temannya. "ngapain susah-susah ngejar satu wanita!" celotehnya lagi.


"Dia.. saat ini hanya dia sajalah yang aku inginkan... kalian tidak akan mengerti..!" lalu Yogi mengambil satu botol minuman lagi. Dan mulai meneguknya kembali sampai habis.


Malam itu Yogi benar-benar mabuk berat. Dia tidak bisa pulang naik motor sendirian, matanya merah dan pikirannya melayang-layang tidak sadar. Motornya dia titipi ke temannya, dia malah ingin pergi keluar bar sendirian dengan berjalan kaki dan sempoyongan di jalan.


Lalu samar-samar dia melihat seorang wanita yang mirip dengan Tasia dalam bayangannya, wanita itu hendak mengunci Rumah Butiknya, dia pergi dan mau menaiki mobilnya. Tetapi lengannya ditahan oleh Yogi.


"Tasia... " sahut Yogi matanya berkaca-kaca memandang gadis didepannya, wajahnya memerah karena mabuk. Lalu memegang tangan wanita itu dengan kuat.


"Maaf ya mas, anda salah orang" sahutnya kaget. Tiba-tiba ada lelaki mabuk menghampirinya.


Dia menatap wanita muda itu dan bayangannya hanya melihat Tasia di depannya.


"Tasia jadilah kekasihku.. aku mencintaimu.. " sahutnya ngelantur lagi, lalu dipeluknya wanita itu.


"Hey lepaskan aku, dasar pemabuk! apa yang kau lakukan!" teriak wanita itu risih karena di peluk Yogi tiba-tiba. Tapi Yogi malah tertidur di pundaknya, sambil mengigau, lama-lama matanya terpejam rapat. Wanita itu nyaris ketakutan dan kebingungan melihat lelaki tak dikenalnya itu, lalu tiba-tiba lelaki itu terjatuh pingsan di depannya.


"Eh-eehh kau kenapa!" tanyanya histeris.


Karena sudah sangat malam dia juga harus segera pulang, tanpa pikir panjang dia membopong lelaki itu supaya masuk ke dalam mobilnya lalu membawanya pulang.


Sesampai di apartemennya, dia menggandeng Yogi keluar mobil lagi sambil tertatih-tatih. Lalu masuk ke dalam kamarnya itu terus membaringkannya di kasurnya.


"Huu dia berat sekali...ah terpaksa untuk sementara biarkan dia disini dulu. Cuma tidak tega saja melihat dia pingsan di jalan sendirian nanti" ujarnya.


Dia melirik lelaki yang ada di kasurnya itu dari seluruh pakaian yang dia pakai dan sepatunya. Semua merk terkenal.


"Huh sepertinya dia anak orang kaya, kalau dia kubiarkan di jalan pasti akan ada banyak perampok mengambil barang-barangnya itu" sahutnya.


Saat wanita itu hendak membuka jaket dan sepatunya Yogi. Yogi kembali bangun dan mengigau, lalu menarik tangan wanita itu ke dalam pelukannya. Wanita itu terkejut dan ingin melepaskan dirinya.


Yogi menahannya kuat dan membaringkan wanita itu di kasur, dan mencium bibirnya paksa.


"Tasiaaa... " lanturnya lagi.


"Hei lepaskan aku... emmm-emmm... " wanita itu mau berontak tapi tidak bisa. "Aku bukan Tasia bodoh! pergi dariku mulutmu itu bau alkohol!" teriaknya kesal.


"Tetaplah disini disampingku.. jangan pergi" ucapnya pelan lalu tak lama tertidur lagi.


"Hah hah..dasar lelaki bodoh dan aneh, menyebalkan!" gerutunya, menghela nafasnya lega dirinya sudah sangat ketakutan duluan, kalau-kalau dirinya sampai di nodai lelaki mabuk itu.


Wanita itu langsung mendorong tubuh beratnya Yogi. Lalu segera terbangun dan menyimpan jaketnya yang baru dibukanya di tubuh laki-laki itu. Saat jaketnya mau digantung, dompetnya malah terjatuh. Lalu dia mengambil dan melihat isinya. Ada ktp dan kartu tempat dia bekerja.


"Yogi Arjuna Putra, nama yang bagus" ujarnya. " Apa? jadi dia bekerja di Steam Beans Cafe.. " ia terkejut


"Bukankah ini cafe Rizal dan Lia bekerja disana?" ungkapnya. Memandangi lagi wajahnya Yogi dari jauh.


...***...


Hari sudah pagi, Yogi terbangun karena matahari pagi sudah menyilaukan matanya. Dia baru menyadari kalau dirinya sudah berada di tempat tidur.


"Hhhh.. dimana ini?" tanyanya menekan-nekan keningnya sendiri yang masih sakit karena malam terlalu banyak minum.


"Mana handphoneku?" mencari-cari hpnya.


Lalu segera dia berdiri dan berkeliling di ruangan kamar itu, akhirnya dia menemukan jaketnya sudah tergantung di dinding, lalu memeriksa semua barangnya setelah tahu semua masih utuh dia segera memakai jaketnya lagi, dan sepatunya juga dia pakaikannya lagi.


cekleek


Yogi membuka pintunya lebar dan kencang, sehingga wanita itu ketarik masuk ke dalam.


Aaaaarrgghh


Teriaknya kaget. Lalu wanita itu tidak sengaja menabrak dada Yogi yang ada di depannya.


Mereka berdua terkejut dan saling berpandangan. Wanita itu langsung mendorong Yogi jauh.


"Akhirnya kau sudah bangun juga! " sahutnya jengkel.


"Siapa kau?" tanya Yogi.


"Aku yang punya kamar ini!" jawabnya.


"Kenapa aku bisa ada di kamarmu? apa yang kau lakukan padaku?" tanya Yogi polos.


"Hey apa kamu tidak ingat, semalam kamu itu mabuk dan maksa peluk aku, lalu tiba-tiba kamu pingsan di depan butik ku! Karena aku tidak tega kamu di jalanan jadi aku bawa kamu pulang kemari!" jelas wanita itu.


"Benarkah...? Aaahh aku sama sekali tidak mengingatnya!" mengacak-ngacak rambut kepalanya dengan kedua tangannya sendiri.


"Iya wajarlah namanya orang mabuk, kamu mana mungkin sadar. Kau bahkan sudah menciumku paksa semalam!" ungkapnya.


"Apa?" tercengang


"Ha ha ha.. tidak mungkin aku mencium wanita jelek sepertimu?!" ejek Yogi tidak percaya dengan ucapan wanita itu sambil menulak pinggang.


"Kau, siapa yang bilang aku jelek hah? dasar lelaki menyebalkan... pergi kau dari rumahku!!! " teriaknya jengkel dan kesal. Lalu dia memukul-mukul Yogi keluar rumahnya dan melempar sandal yang dia pakai.


"Hey eeeh.. iya-iya aku akan pergi, hentikan pukulanmu! siapa juga yang betah tinggal disini!" ketus Yogi.


Lalu Yogi keluar pintu apartemen wanita itu. Dan wanita itu menutup pintunya dengan kencang.


Braaaaak


"Dasar lelaki gila, tidak tahu terimakasih!" gerutunya ke Yogi di dalam apartemennya.


"Haah sial kenapa aku bisa ketemu wanita galak seperti dia!" gerutu Yogi juga. Lalu dia melangkah pergi dan membuka handphonenya melihat jam sudah pukul 8 pagi. Dia sudah telat bekerja. Cepat-cepat dia segera menghubungi temannya yang membawa mogenya malam itu.


...***...


"Haaahh...menyebalkan lelaki kurang ajar, sudah menciumku paksa aku dibilang jelek lagi sama dia! dia tidak tahu kalau semalam itu adalah ciuman pertamaku!" geramnya jengkel.


Lalu handphone nya berbunyi.


"Hallo?" jawabnya sedikit marah.


"Bu Dian, apakah hari ini bu Dian tidak masuk kerja?" tanyanya di telepon dan itu telepon dari anak buahnya.


"Iya, maaf hari ini aku telat masuk kerja. Karena ada urusan mendadak" sahutnya sambil menekan keningnya, sedikit stress karena emosi tadi.


"Baiklah bu.. kami tunggu ibu soalnya nanti akan ada costumer penting dari perusahaan perindustrian perfilman. Mereka akan menyewa baju-baju di butik kita" terangnya lagi di telepon.


"Baiklah.. aku sekarang mau siap-siap dulu.. " jawab Dian.


Lalu dia segera kembali menutup handphonenya itu.


"Huuhhft" Dian menghembus nafasnya kasar "Sepertinya hari ini adalah hari tersialku bisa bertemu dengan pria bodoh itu, jangan sampai aku ketemu dengannya lagi... ihhh amit-amit jabang bayi.." umpatnya, bergidig-gidig ngeri.


bersambung...


...***...


Jangan lupa like and komentarnya...


...🌺🌺🌺...