
...Bab 27...
...Aku Jatuh Cinta Padamu...
Semenjak siang tadi perasaan Rizal tidak enak pada gadis itu. Malamnya setelah Cafe mau ditutup Rizal berniat mengantarkannya pulang sampai ke rumahnya. Tetapi Tasia sudah keluar jalan duluan dan menunggu kendaraan umum.
Rizal segera meminta ijin meminjam motor Revan lagi. Karena Revan masih di dalam dapur bersama Yogi, belum mau pulang. Lia sudah pulang dari jam sebelumnya karena ditelepon oleh Mamanya.
Di samping jalan Cafe, Rizal sudah melihat Tasia tengah berdiri mematung menunggu kendaraan umum yang lewat. Perlahan dia melajukan motornya dan menghampiri gadis itu seorang diri.
"Ayo kita pulang.. biar aku antar kamu ya..." sahutnya sambil membawa motor Revan, yang tiba-tiba muncul di depannya.
"Tidak usah, terimakasih, aku bisa naik angkot sendiri" jawabnya datar.
"Tidak, ini sudah malam! tidak akan ada kendaraan yang lewat lagi..ayo naiklah.. pulanglah denganku!" ajaknya lagi.
Tasia memalingkan pandangannya ke jalan raya, matanya sama sekali tidak melihat ke arah Rizal saat itu.
"Pergilah, tinggalkan aku sendiri.." Lalu Tasia berjalan pindah tempat. Rizal terus mengikutinya dengan sepeda motor di sampingnya jalan.
"Kamu kenapa? sejak tadi siang, sikapmu berubah jadi dingin begitu?" tanyanya penasaran.
Tasia tidak menjawab pertanyaannya. Rizal lalu turun dari motor dan memarkirkannya sebentar di pinggir jalan.
"Tasiaa..." panggilnya lagi, karena Rizal kesal dari tadi di cuekin terus. Tangan Tasia di pegangnya dan di tariknya ke arahnya.
"Kamu mau apa? lepaskan tanganku!" berontak Tasia.
"Tatap mataku, jawab pertanyaanku kamu kenapa?" tanya Rizal lagi. Pandangan mereka akhirnya bertemu, tampak mata Tasia memerah dan sedikit berkaca-kaca.
"Kamu yang kenapa? sejak waktu kita bertemu, kamu jadi sering perhatian kepadaku?" tanya Tasia balik.
Deg
Jantung Rizal seakan terhenti, mulutnya terbukam lama setelah mendengar pertanyaan darinya. Rizal perlahan melepaskan pergelangan tangannya Tasia.
"Kamu sadar tidak sih, kita ini tidak punya hubungan apa-apa kecuali pekerjaan! tapi sikapmu itu padaku membuat oranglain jadi salah paham!" .
Tasia kembali memalingkan wajahnya dan berbalik badan membelakanginya. Lama mereka terdiam, Rizal terpaku dengan ucapan gadis itu, dan matanya hanya bisa memandanginya kosong.
"Tasia, ini mungkin kedengarannya sangat konyol" ucapnya tiba-tiba. "Tetapi aku merasa nyaman berada dekat denganmu, jujur belum pernah aku rasakan seperti ini pada gadis manapun" ucapnya lagi sambil memperhatikan punggung gadis yang berdiri membelakangi dirinya.
"Tasia... aku jatuh cinta padamu... " ungkapnya tiba-tiba.
Deg
Sontak mata Tasia membulat besar, dan wajahnya seketika itu memerah bagaikan kepiting rebus.
Rizal melangkah perlahan menghampirinya dan berdiri di depannya.
"Maaf, mungkin akhir-akhir ini aku sering mengganggumu. Tapi aku selalu tidak tenang jika kau di dekati lelaki lain, aku baru menyadarinya saat kau terlalu akrab dengan Yogi.. aku baru tersadar kalau ternyata aku benar-benar telah jatuh cinta kepadamu..." ungkapnya dengan jantung yang masih berdebar-debar.
Tasia lalu mengangkat wajahnya perlahan dan memberanikan diri untuk menatap pria di depannya. Antara percaya dan tidak percaya kalau malam hari itu, Rizal akan menyatakan perasaan cintanya kepada dirinya.
"Kamu, tidak bohong kan?" tanya Tasia, pipinya kembali merona dan matanya kembali berkaca-kaca karena terharu, Rizal menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku tidak bohong, aku serius mencintaimu!" jawab Rizal. Tasia kembali memalingkan mukanya menghindari tatapan Rizal yang begitu dalam memandanginya.
"Lalu, apa hubungan dekatmu dengan Lia? bukankah kalian berdua sepasang kekasih?" riuhnya kembali, sambil mengerutkan dahinya jengkel.
"Lia?!" sontaknya seraya tersenyum lebar. "Aku dan dia tidak punya hubungan apa-apa, dia adalah adik kelasku, karena dulu kami satu SMA...aku sama sekali tidak punya perasaan apapun terhadapnya, selain hubungan teman dan bahkan aku anggap dia seperti adik bagiku..." ungkapnya lagi.
"Jadi..maksudmu bertanya Lia? apakah, kamu sedang cemburu kepadanya?" sindirnya.
Tasia spontan menutup mulutnya lalu dia hendak berlari akan meninggalkan Rizal.
"Hei, kamu mau kemana? kamu belum menjawab pertanyaanku!" menahan tangan Tasia supaya jangan lari lagi darinya.
"Jawab pertanyaanku, apa kau juga mencintaiku?" tanya Rizal lagi mendekatkan wajahnya di kuping kirinya Tasia. Wajah Tasia semakin memerah dan terasa panas, karena sangking malunya yang tidak mau mengakui perasaannya itu.
Karena tidak tahan dengan perkataannya, Tasia refleks mendorong dada Rizal ke samping.
"Bisa tidak sih, kalau bicara jangan terlalu dekat kupingku? nafasmu panas tahu!" ketusnya jengkel. Rizal terkekeh melihat tingkahnya.
"Ya salahmu sendiri main lari saja dan tidak mau menjawab pertanyaanku..." celoteh Rizal.
"Terus, kalau aku jawab iya, memangnya kamu mau apa?" celetuknya.
Wajah Rizal kembali berseri-seri, matanya kembali berbinar setelah mendengarnya.
"Jadi, benar kamu juga cinta aku?" Tasia memanggutkan kepalanya malu-malu. Pipi Rizalpun memerah sama, jantungnya kembali berdegup kencang. Dia menghembus nafas pelan lalu meraih tangan Tasia.
"Ya sudah kalau begitu...ayo kita pulang, sudah sangat malam..aku khawatir, nanti Ibu mu di rumah pasti tengah menunggumu!" sahut Rizal mengalihkan pembicaraannya.
Rizal mengajak Tasia menaiki motor bersamanya. Tasia tidak bisa lagi melepaskan genggaman tangannya saat itu, tangan Rizal begitu hangat dan lembut menggenggamnya erat. Akhirnya mau tidak mau diapun setuju diantar pulang olehnya.
...***...
Di dalam dapur Cafe Revan tengah sibuk mencuci semua tumpukan cucian piring dan gelas-gelas kotornya.
Revan kewalahan dengan pekerjaannya tersebut sendirian, sedangkan Yogi hanya asyik sendiri di ruang kerja sambil menonton pertandingan sepak bola di Televisi nya.
"Aah.. kebiasaan, dia pasti suka seenaknya sendiri! meninggalkanku dengan tumpukkan pekerjaan..lalu dirinya asyik bersantai di ruangan TV " gerutunya.
"Hei aku juga mau menonton bolaaaa..." teriaknya kencang di dapur.
Sedangkan Yogi tidak peduli dengan teriakannya Revan, dia masih tetap serius menonton dengan serunya.
"GOOOOLLL!!" dia bersorak kegirangan, karena tim favoritnya akhirnya berhasil membobol gawang lawannya. "Akhirnyaaa...timku berhasil masuk ke babak Final!!"
...***...
Di perjalanan itu Tasia terkena angin dingin malam, dia lupa tak membawa jaket. Rizal yang tahu itu langsung menarik tangannya Tasia untuk melingkar ke perutnya.
"Peluk aku, agar kamu tidak kedinginan!" ujarnya.
Tasia menuruti perkataannya, dan dia pun memeluk tubuh Rizal erat dibelakang punggungnya. Dipejamkannya matanya sejenak, sambil menghirup aroma minyak wangi tubuh Rizal yang menempel di punggung jaketnya. Perasaannya berasa seperti di atas awan kala itu, kini dia telah merasakan seperti apa itu namanya jatuh cinta. Cinta pertama kalinya pada seorang pria.
"Rizal... aku mencintaimu!" ucapnya pelan sambil menundukkan kepalanya di punggung pria itu. Hati Rizal berbunga-bunga setelah mendengar jelas ucapan gadis dibelakangnya.
"Aku juga...sangat mencintaimu Tasia..." balasnya tersenyum lebar.
...***...
Setelah sampai di depan pagar rumah Tasia. Gadis itu turun perlahan dari motor, dan kepalanya yang masih menunduk malu-malu.
Rizal membuka helmnya, dan turun sebentar dari motor Revan. Lalu melangkah dan menghampiri Tasia, dan kedua tangannya perlahan meraih kedua pipi gadis itu dengan lembut, lalu mengangkatkan wajah cantiknya itu untuk menatap dirinya. Mereka pun saling beradu pandang, dengan tatapan penuh cinta.
"Pergilah masuk dan tidurlah yang nyenyak!" ujarnya.
"Iyaa.. terimakasih sudah mengantarku pulang... " jawabnya pelan.
Rizal perlahan mengecup keningnya Tasia dengan lembut dan lama, sebagai pengantar tidur untuk gadis itu. Tasia meraih menggenggam kedua tangan Rizal yang mendekap pipi-pipinya erat lalu memenjamkan matanya perlahan dan merasakan tubuhnya seperti melemas tiba-tiba. Seakan enggan untuk dilepas dari ciumannya itu.
Setelahnya diapun memeluknya erat penuh dengan kehangatan seraya membelai lembut rambut panjang gadis itu, mereka pun saling berpelukan penuh kasih serta keharmonisan di malam hari itu.
bersambung...
...***...
Jangan lupa tinggalkan jejaknya like dan komentarnya yaa...
...🌺🌺🌺...