
...Bab 18...
...Ketemu Mantan...
Di Rumah Makan depan seberang Puskesmas itu memang selalu ramah pengunjung, bukan cuma masakannya yang terkenal enak dan pelayanannya yang bersih namun tempatnya pun indah dan romantis. Sangat cocok untuk kalangan muda seperti mereka.
"Pesan dua porsi ya mbak!" sahut Yogi kepada pelayan itu, setelah membaca buku menunya.
"Maaf, aku tidak makan!" seru Tasia.
"Terlambat, sudah kupesankan.., kalau aku makan kamu juga harus ikut makan!" terangnya. Tasia menggerutu lagi, terpaksa dia ikut makan juga. menemaninya.
"Kenapa kamu suka makan ditempat ini?" tanya Tasia.
"Disekian banyaknya restorant di Kota ini. hanya disinilah tempat yang paling kusukai, selain tempatnya bagus, tempat inilah pertama kali aku makan bersamamu!" sahutnya sedikit menggoda Tasia. Tasia hanya memutar matanya ke atas malas mendengar kata-katanya.
"Jadi tempat ini akan menjadi tempat favoritku" tambahnya lagi, tersenyum menggoda.
"Hmm..." Tasia langsung mengalihkan pandangannya ke luar halaman dan termenung dengan satu tangan yang ditekukkannya di bawah samping dagunya sendiri. Yogi memandangi gadis di depannya dengan tatapan yang serius, seperti banyak hal yang ingin dia tanyakan pada gadis itu.
"Boleh aku bertanya padamu!" tanya Yogi tiba-tiba mengagetkan lamunan Tasia.
"Kenapa gadis secantik kamu mau berjualan kue di pasar, itu sangat tidak cocok sekali untukmu.. sedangkan Maya kakakmu, dia bisa kuliah di kampus?" ungkapnya.
Mendengar pertanyaan itu Tasia hanya menghela napas panjangnya, seakan malas menjawab. Pertanyaan yang sama yang dilontarkan Rizal padanya waktu dulu.
"Itu bukan urusanmu!" jawabnya singkat.
"Baiklah kalau gak mau cerita, suatu nanti kamu juga pasti bakalan cerita kepadaku!" sahutnya lagi dengan percaya dirinya.
Tak lama kemudian pesanan mereka datang. Pelayan itu menyimpan makanan dan minumannya di meja makan mereka.
"Tujuan kita ke sini kan cuma untuk makan siang, jadi apa urusanmu bertanya tentang aku?!" celoteh Tasia yang agak kesal dengan orang yang selalu ikut campur dengan kehidupannya.
"Cepat selesaikan makannya, setelah itu aku mau pulang!" ucap Tasia lagi. Lalu dia segera mengambil sendok dan memakan nasinya cepat-cepat.
"Aku hanya sedang patah hati, kemarin aku habis diputusin pacarku..apa kau tidak merasa iba?" keluh Yogi tiba-tiba.
"Ah..lucu apa hubungannya denganku, kamu diputusin pacarmu sendiri?" celetuknya dengan mulutnya yang masih terisi penuh.
"Kamu, tidak mau dengar ceritaku?" tanya Yogi.
"Tidak!" jawab Tasia cepat, sambil menggelengkan kepalanya
Yogi hanya tersenyum geli dengan tingkah gadis lucu di depannya itu. Walaupun dia memperlakukan Yogi seperti itu, tapi bagi Yogi itu sangatlah menarik dan tantangan baginya, malah dia semakin ingin menggodanya terus.
Dia lalu menarik sendok yang di tangan Tasia, yang akan dimasukkan ke dalam mulutnya, lalu memutarkannya dan lekas pria itu memasukkan sendok bekas makan Tasia berisi nasi itu ke dalam mulutnya sendiri. Tasia jadi geli melihatnya.
"Eeh, kamu ngapain begitu!"
"Hmmm..rasanya enak juga!" serunya, sambil menggenggam tangan Tasia lekat. Lalu mata mereka saling memandang lama.
"Kamu..mau tidak jadi pengganti pacarku?" ucap Yogi kepadanya tiba-tiba. Membuat mata Tasia membulat besar ke arahnya.
"Ooh jadi begitu ya.. pantas saja kamu putusin aku, karena sudah punya mainan baru lagi!" tiba-tiba seorang wanita dengan pakaian yang agak terbuka berdiri di samping belakang pria itu.
Tasia tercengang melihat wanita itu tiba-tiba saja datang dan memarahi Yogi. Lalu dengan cepat dia menyiramkan air putih di gelas ke muka pria di hadapannya.
"Dasar lelaki Playboy! Kapok aku bisa kenalan denganmu!" bentaknya jengkel. Lalu dia pergi begitu saja tanpa basa-basi lagi.
Segera Yogi menundukkan wajahnya dan mengusap mukanya dengan tisu, Tasia jadi terdiam dengan peristiwa barusan. Entah mau dikata apa lagi. Dia hanya terkekeh kecil dan mulut yang ditutupi tangannya sendiri.
"Tasia, maksudku..aku sudah tidak cocok dengannya! makanya aku ingin putus dengannya." sahut Yogi gugup, wajahnya mendadak jadi pucat.
"Ha ha ha..apa peduliku dengan hubungan kalian?" ujar Tasia ketawa geli sambil mengangkat kedua bahunya. Lalu menghabiskan segera makannya itu yang tinggal sedikit lagi. Setelah makanannya habis lalu dia menyeruput minuman dengan sedotannya. Dan berbicara lagi.
"Kamu pandai bersandiwara ya...pintar banget ngerayu wanita! hmm kalau begitu.. aku pulang duluan yaa...ini aku ganti uang yang tadi, buat bayar makan siang kita!" sahutnya lalu dia mengeluarkan uang di tasnya dan menyimpan uang sebesar 200ribu rupiah di meja makannya dan dia bergegas pergi meninggalkan Yogi ditempat itu sendirian.
Yogi hanya menggerutu kesal sendiri. Hari itu adalah hari moment terburuk baginya.
"Siaal, kenapa wanita itu bisa ada disini sih?!" jengkelnya melempar remasan tisu bekasnya ke meja makan. Lalu menggaruk-garik kepalanya yang tidak gatal itu.
...***...
"Baru saja dua kali bertemu sudah mengatakan ingin jadi pacarku?" gerutu Tasia setelah dia keluar dari restorant dan hendak pulang ke rumahnya.
"Aku tidak akan pernah percaya dengan kata-kata manis dari mulut lelaki..semuanya sama saja bagiku...mereka sukanya mempermainkan wanita saja. Untung saja aku tidak mudah terpengaruh dengan omongan manisnya itu...huuu.." gumamnya lagi bernafas lega.
Tasia lalu berjalan ke arah pesawahan dan di jalan, dia di klakson di belakangnya, dan ternyata Yogi masih mengikuti dirinya.
Tiiiit tiiiitttt
"Tasia...Tasiaaa..." teriaknya.
Tasia menoleh sebentar padanya lalu kembali meneruskan jalannya tanpa menghiraukan panggilannya.
"Hei...Tasia berhenti dulu..."
"Kamu mau apa lagi sih?"
"Tunggu dulu kita belum selesai bicara.."
"Bicara apa sih aku tidak mengerti maksudmu.."
"Soal..yang tadi, bagaimana? apa kamu mau jadi pacarku?"
Tasia sontak terkejut dengan permintaannya yang tiba-tiba itu. Lalu dia menghela nafasnya dan menatap ke arah pria itu tegas.
"Kita kan baru saja bertemu dua kali dan kau sudah berani memintaku jadi pacarmu? apa aku tidak salah mendengarnya?"
"Memangnya kenapa misalnya aku nembak kamu duluan daripada nantinya kamu keburu ada yang mengambil.." ujar Yogi melirik genit padanya. Tasia jadi geram dengan lirikan genitnya.
"Sudah hentikan banyolanmu itu..sorry aku tidak akan pernah sudi pacaran dengan pria playboy sepertimu!" celetuknya jutek. Tasia kembali meninggalkan Yogi disana.
"Tasiaaa..." panggilnya lagi.
"Sudah kamu mending pulang saja sana! dan jangan pernah ikuti aku lagi..." teriak Tasia sambil melanjutkan larinya.
Huuuh...
Yogi kembali menghembuskan nafas jengkelnya. Kali itu dia gagal menggaet wanita baru. Itulah cara pria ini yang setiap kali melihat wanita baru di depannya, yang menurutnya cantik dan menarik, dia tidak akan pernah berhenti mengejarnya dan dia akan terus berusaha mendapatkannnya. Sampai wanita itu benar-benar merasakan jatuh cinta kepadanya.
bersambung...
...***...
Jangan lupa like dan komentarnya yaa...
...🌺🌺🌺...