Sweet Cake Memories

Sweet Cake Memories
TAMAT (Happy Ending)



...BAB 98...


...HAPPY ENDING...


Enam bulan kemudian...


Pukul enam pagi itu mereka berdua berjalan-jalan santai di sebuah taman kota. Kehamilan Tasia sekarang sudah menginjak di bulan terakhir, sebagai calon Papa dan Mama mereka sudah menyiapkan semuanya dari awal. Mereka sudah tak sabar sekali untuk menunggu kelahiran sang bayi.


Saat sampai kursi taman, Tasia perlahan dan ingin dudukan dulu di papah Rizal.


"Ah, sampai sini dulu...sepertinya aku mulai lelah.." ucap Tasia mulai keletihan. Kakinya tak sanggup untuk berjalan lagi, karena perutnya sudah terlalu besar.


"Ya sudah kamu istirahat sebentar di sini..ya..aku akan ambilkan air di mobil!" ucap Rizal, dia buru-buru berlari ke parkiran dan mengambil minuman. Setelah itu dia kembali lagi ke tempat istrinya.


"Ayo minum dulu..setelah itu kita pulang dan istirahat.." ujarnya.


"He em.." Tasia menganggukkan kepalanya. Perlahan Tasia meneguk air di dalam botol sampai habis.


Setelah itu mereka kembali ke rumah, dan Irna sudah menyiapkan sarapan dari tadi untuk mereka. Sesampainya masuk rumah Rizal dan Tasia langsung ke ruang makan.


Ibu juga sudah bersiap menata sarapan di meja di bantu Irna.


"Ayo makan dulu Tasia, Nak Rizal biar kalian ada tenaganya.." serunya.


"Iya bu..." jawab mereka serempak. Lalu mereka menarik kursi dan duduk, dan mencuci tangan-tangan mereka di mangkuk air bersih.


"Hari ini kamu mau masuk kerja, mau di siapin bekal makan tidak?" tanya Tasia sambil mengambilkan nasi dan lawuhnya untuk suaminya itu.


"Iya boleh..." jawabnya setelah meminum teh hangat.


Setelah sarapan Rizal bersiap diri berangkat ke Cafenya. Tetapi pada saat Tasia ingin menyiapkan pakaian untuk suaminya,, mendadak perutnya terasa mulas.


"Aah...Rizal...aduhhh..." rintihnya.


"Ada apa? kamu kenapa?" Rizal sontak terkejut saat melihat istrinya mengeluh sakit dan terduduk di kasurnya sambil meregahkan dan mengusap perutnya yang buncit.


"Se-sepertinya bayi kita akan lahirr..." sahutnya menahan sakit.


"Be-benarkah?!" gugupnya. Tasia mengerungkan dahinya kencang sambil memanggut.


Mata Rizal membulat besar tak percaya, dia langsung panik dan memanggil ibu mertuanya dan juga Irna.


"Ibuu...ibuu..Irnaaa...." teriaknya. " Ayoo kita langsung ke rumah sakit saja!" Rizal lalu memapah Tasia berjalan pelan keluar kamar.


Sulastri dan Irna pun buru-buru menghampiri mereka.


"Ada apa?" teriak Sulastri.


Setelah di beritahukan Rizal mereka jadi ikut panik dan juga senang.


"Tasia bu...sepertinya mau melahirkan!" sahut Rizal.


"Ya Allah...Tasia...ayooo Irna cepat..bantu ibu menyiapkan perlengkapan bayi!" seru Sulastri bergegas membereskan semua perlengkapan yang harus di bawa dan di bantu Irna.


Rizal dan Tasia segera masuk ke dalam mobilnya. Tak lama Sulastri menyusul mereka masuk ke dalam mobil. Sementara Irna tidak ikut karena harus menunggu rumah.


Di perjalanan rumah sakit. Rizal menelepon Yogi karena tidak bisa masuk untuk hari ini dan dia mengabarkan padanya kalau Tasia saat ini sedang kontraksi.


"Aduuuh...cepatan Rizaaall..aku sudah tidak tahan lagiiii..!" teriaknya di dalam mobil.


"Iya sabar, sabar sayangku..sebentar lagi sampai!" Rizal langsung mematikan ponselnya dan mempercepat jalan mobilnya.


Dan tak lama mereka sampai di rumah sakit. Tasia langsung di bawa ke ruangan bersalin saat itu juga.


Rizal dan Sulastri yang masih gelisah menunggu, Rizal terus mendampingi istrinya di dalam kamar bersalin sambil menggenggam tangannya erat pada saat itu juga untuk menenangkan Tasia yang masih kesakitan akibat kontraksi.


"Aaahhh aaahhh.." rintihnya menangis.


"Sabar sayang sabar...sebentar lagi bayinya akan lahir, kau pasti bisa, karena kau itu wanita kuat.. ayoo berjuanglah..." seru Rizal memberikan semangat.


"Ayo bu..sekarang ibu boleh mengejan, kepala bayi sudah terlihat, tarik nafas dalam-dalam tetap fokus lihat ke perut dan jalan lahir!" sahut bidan di sana memberi aba-aba. Rizal yang disampingnya pun tidak berhenti ikut merasakan ketegangan yang di alami istrinya saat itu juga.


Tasia mulai mengikuti perintah bidan itu dan mulai mengumpulkan tenaganya.


"Aaaaaaaahh!!!" teriaknya menjerit.


Kemudian beberapa detik akhirnya bayi itu lahir dilanjut dengan tangisan kencang si bayi hingga memekikan telinga mereka yang mendengarnya.


OWEEEE OWWEEE...


Rizal sontak tersenyum mengembang dan bahagia setelah kelahiran bayinya.


"Selamat ya bu..bayinya perempuan, beratnya 3500 gram dan tinggi 51cm.." sahut bidannya turut bahagia.


Setelah memandikan bayi itu di berikannya pada Tasia yang masih berbaring di ranjang. Bayi itu adalah bayi perempuan yang cantik mirip seperti ibunya sendiri. Tasia tersenyum mengembang.


"Uuh sayang...bayiku.." lirih Tasia memeluk bayi di gendongannya. Rizal terharu sambil mengecupi kening Tasia di sampingnya.


Sulastri pun langsung mengucuri air matanya tak henti mengucap rasa syukur atas keselamatan putrinya dan juga cucunya.


Rizal buru-buru mengabarkan pada keluarganya di Jakarta. Semua yang mendengarnya di sana ikut merasakan kebahagiaan itu.


Setelah di kabarkan keesokan harinya Hendra dan Tania pun berangkat ke Yogyakarta untuk menengok cucu pertama mereka.


Dan mereka pun saling bergantian menggendong dan mengecupi cucu perempuannya yang cantik itu.


"Ayah lihatlah betapa cantik dan imutnya cucu kita ini...Tasia terimakasih banyak menantuku, kau sudah memberikan cucu pada kami.." seru Tania terharu bahagia. Hendra pun juga tak hentinya menangis bahagia dan mengecupi sang cucu.


Tasia dan Rizal akhirnya sepakat memberikan nama pada bayi perempuannya itu.



...🌺🌺🌺🌺🌺...


Esoknya lagi setelah Tasia melahirkan, Frianto datang untuk berkunjung ke rumah Sulastri dengan membawa banyak bingkisan untuk putrinya itu. Dia datang setelah tahu Tasia sudah melahirkan, dia hanya ingin meluapkan rasa kerinduannya itu terhadap putri tersayangnya dahulu dan juga ingin menengok cucunya yang kedua setelah cucunya dari Maya.


Awalnya Tasia sempat tidak terima akan kedatangan Ayahnya, dia masih malas untuk berbicara dan bertatap muka dengannya, tapi dia sempat merenung dan akhirnya dia menghargai kedatangan Frianto, karena walau bagaimanapun dia tetap ayah kandungnya sendiri yang harus selalu dia hormati.


Frianto menggendong bayi itu keluar kamar Tasia dan terus mengecupi cucunya.


"Cucuku sayang...semoga kau selalu dilimpahkan kebahagiaan, kesehatan dan panjang umur...dan menjadi anak yang berguna bagi Papa dan Mamamu..ya...kakek berjanji akan selalu berkunjung dan menengokmu kemari.." tutur Frianto seraya meneteskan air matanya karena terharu.


"Aamiin..." serentak semua mengaminkan doa dari Frianto.


Siangnya semua sudah berkumpul. Maya dan Supri juga hadir di sana dengan putranya yang bernama Hani yang sekarang sudah berumur dua tahun.


Dua keluarga itu saling bercengkrama di ruang tamu sambil di suguhi banyaknya jamuan oleh Irna dan juga mbok Darmin yang membantunya di dapur.


Berlanjut Yogi, Dian dan juga Revan punikut datang menengok bayi mereka.


Mereka pun turut bahagia dengan kelahiran si kecil. Dian mencoba menggendong bayi Raisya dalam dekapannya.


"Issh ish...cantiknya.. mirip banget sama kamu Tasia..aduuh aku jadi pengen bawa dia pulang.." celoteh Dian sambil mencium Raisya.


"Ahh..jangan nanti dia nangis minta mimi ibunya.. emang kamu mau ngasih dia mimi?" celetuk Yogi nyengir ke arahnya.


"Apa sih..kan sekarang gampang tinggal kasih pake susu formula, udah..beresss.." timpal Dian dengan ketus mengerungkan alisnya menatap Yogi di sampingnya.


"Yang lebih enak lagi..jika kalian punya bayi sendiri..." celetuk Rizal tiba-tiba sambil berjalan ke arah Dian dan mengambil kembali bayinya di pangkuannya itu. Tasia menganggukkan kepalanya sambil meringis tertawa kecil mendengar celetukan Rizal.


"Iya betul-betul tuh.." seru Tasia.


"Gimana mau punya bayi?! wong mereka lum married-married! tiap hari pacaran mullu l" celetuk Revan tiba-tiba meledek mereka diiringi tawa renyah. Rizal dan Tasia pun ikut meledek menertawakan mereka.


"Iya kapan tuhh kalian mau nikah?" tanya Tasia lagi.


"Jangan sampai kalian menunggu tua.. baru menikah!" oceh Rizal lagi.


Sontak Dian jadi tersipu malu-malu dengan wajahnya yang memerah. Yogi melirik ke arah Dian di sampingnya.


"Bagaimana?" bisiknya pada Dian. Dian pun memanggutkan kepalanya siap. Yogi tersenyum lebar.


"EHM! Oke..oke..tenang semuanya tenang...sekarang waktunya kalian dengar kabar baik dari kami .." tiba-tiba Yogi mengangkat suara. Sambil merentangkan telapak tangannya menyuruh mereka berhenti meledeknya.


Ssmua terhenti dan serius mendengar Yogi.


"Sebenarnya kami juga sudah merencanakan akan menikah, pada bulan depan bertepatan di hari ulangtahun Dian yang ke 25.. kalian sekarang puassss!!" terang Yogi mendekapkan kedua tangannya sambil mengangkat kedua alisnya melirik mereka satu- persatu.


"Benarkah itu, wah itu bagus sekali...selamat ya Diaaan!!" seru Tasia dan Rizal ikut senang mendengarnya.


Dian memanggut, dan tersenyum-senyum bahagia saat itu yang sambil dirangkul erat Yogi di sampingnya. Mereka akhirnya sepakat akan melepas lajangnya menyusul Rizal dan Tasia, untuk menikah di bulan depan.


"Waah...gaswat!" sahut Revan tiba-tiba membuat semua serempak heran menoleh padanya.


"Kenapa woy.." celetuk Yogi mengusap wajah Revan.


"Jika kalian sudah berumahtangga...Laaaah bagian aku kapan?? kapan aku bahagianya??" celotehnya.


Semua serentak menertawakan Revan yang mengeluhkan nasibnya.


"YAA TUHAAAN..PERTEMUKANLAH AKU DENGAN JODOHKUU..." celotehnya lagi sambil mengangkat tangan dan berdoa.


"AAMIIIIIINN...." semua berteriak mengaminkan dan berkumpul di belakang Revan, dan diakhiri tawa menggelegak di ruangan itu seraya memancarkan kebahagiaan di raut wajah-wajah mereka.


...🌺🌺🌺🌺🌺...


...~TAMAT~...


SERU-SERUAN SAMBIL BERHAYAL... PERKENALKAN VISUAL PARA PEMERAN-PEMERANNYA YA..


TOKOH PEMERAN UTAMA



TOKOH PENDUKUNG




HAII...PARA READERS...TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SELAMA INI YANG SUDAH SETIA SELALU MEMBACA NOVEL PERTAMAKU YANG BERJUDUL "SWEET CAKE MEMORIES"


MAAF YAA KARENA AUTHOR BANYAK MENGECEWAKAN KALIAN JIKA DALAM ALUR CERITANYA MUNGKIN AGAK KECEPETAN ATAU KURANG MEMUASKAN DALAM SEGI CERITA DAN LAIN-LAINNYA YANG MUNGKIN READERS LEBIH BANYAK MENGETAHUINYA.


SO..SAYA BENAR-BENAR BERTERIMAKASIH SEKALI YANG SUDAH LIKE, KOMENT APALAGI YANG SUDAH MEMBERI VOTE DAN JUGA HADIAHNYA.


BENERAN ITU SANGAT BERHARGA SEKALI BUAT AUTHOR BIASA SEPERTI SAYA.


TANPA KALIAN AUTHOR HILANG SEMANGAT. SUMPAH BANGKITNYA SEMANGAT AUHTHOR SAAT KALIAN MEMBERIKAN KOMENTAR APALAGI KOMENTARNYA YANG BERKESAN DAN MENGINSPIRASI SEPERTI UMMI SALSABILLA, KAK LISA, KAK MAMAY, KAK KRISTINA DAN KAK REVAN..DAN BANYAK DARI KALIAN JUGA YANG TAK BISA AUTHOR SEBUTKAN SATU-SATU.. YANG MEMBUAT AUTHOR SUNGGUH MENGHARGAI DUKUNGAN DARI KALIAN.. KARENA ITU SANGAT BERHARGA SEKALI BAGI AUTHOR SENDIRI BISA MEMBERIKAN HIBURAN BUAT PARA PEMBACA TERUTAMA YANG SUKA BACA NOVEL.


MUNGKIN HANYA ITU SEKILAS TULISAN AUTHOR YANG MASIH BANYAK KEKURANGANNYA MOHON KALIAN MEMAKLUMINYA..JIKA LAMBAT UP ITU KARENA AUTHOR JUGA BANYAK AKTIVITAS YANG TIDAK BISA DI TINGGALKAN.


SO..SEKIAN DARI SAYA SRI DAN DOAKAN SAYA, SEMOGA SAYA NANTI BISA BUAT CERITA YANG LEBIH MENARIK LAGI.M SEHINGGA KALIAN BETAH MEMBACANYA...


ARIGATOU GOZAIMASU...πŸ™πŸ™πŸ™


SEMUANYA SEE YOU GOOD BYE .. πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹