
Waktu yang ditunggu tunggu di puncak acara, para muda mudi berdiri berjejer di belakan pasangan pengantin, tak terkecuali cassy yang berharap mendapatkan lemparan bunga meskipun ia belum memikirkan soal pernikahan, orang rang bersorak ikut menghitung detik detik pengantin melemparkan bunganya..
"Tigaa!!!!!" pengantin mulai melemparkan bunganya, namun siapa sangka lemparannya terlalu kuat hingga melewati segerombolan orang orang yang menanti, semua mata mengikuti kemana arah bunga terbang dan akhirnya mendarat di tangan seorang pria yang baru saja tiba yaitu Winter, wajahnya cukup kaget karena tiba tiba melihat bunga terbang didepan wajahnya, seketika ia membantu memandang bunga tersebut, kemudian ia mulai menyadari situasinya setelah melihat semua orang yang berkumpul melihat kearah dirinya.
Ia kembali melangkah menuju ke tengah kerumunan, langkahnya terhenti di depan Cassy yang telah menatapnya dari kejauhan, didepannya pria itu berlutut dan mendongakkan wajahnya menatap wajah yang dirindukannya itu, tangannya bergetar menyodorkan bunga yang didapatkannya itu "Will you merry me?"
"Huwaaaa!!!!" orang orang bersorak dan bertepuk tangan mengerumuni mereka berdua. perhatian Winter dan orang orang disana kini terfokuskan oleh reksi cassy dan menantikan jawaban apa yang akan keluar dari mulutnya.
Suasana seketika menjadi hening, cassy merasa tak percaya dengan apa yang sedang terjadi kepadanya, pria itu melamarnya ditengah tengah keramaian, haru sekaligus malu, itulah yang sedang dirasakannya kini, namun setelah ia melihat tangan winter yang gemetar ia meraih tangan itu dengan kedua tangannya menariknya agar ia berhenti berlutut, ia mengambil bunga ditangannya.
Dengan mata berkaca kaca ia membuang keraguannya,menguatkan hati dan keyakinannya, ia fokus memikirkan apa yang saat ini paling penting untuk dirinya sendiri "Aku sangat merindukanmu" tanpa sadar air matanya menetes membasahi pipi, Winter segera memeluknya "maafkan aku" dan seketika suasana kembali riuh oleh suara dan tepuk tangan orang orang yang bersorak gembira seolah olah mereka turut merasakan kebahagiaan dari kedua orang itu.
"Hahhh.. mereka seperti tokoh utama saja di pesta ini, padahal saat ini tokoh utamanya adalah kita" gerutu lys di samping lucas, tapi tepukan dan sorakannya sendirilah yang paling keras dan heboh diantara yang lain, ia menyandarkan kepalanya di pundak pria yang telah resmi menjadi suaminya.
Keen memperhatikan mereka dari kejauhan "Ciihhh.. mereka sangat kuno" gumamnya, namun bibirnya sedikit tersenyum, sepertinya kini ia benar benar bisa mengiklaskannya.
.
.
Cassy dan Winter berjalan bergandengan tangan di pinggiran pantai tanpa memakai alas kaki, pasir putih yang mereka injak terasa amat lembut dan hangat, saat itu langit senja terlihat sangat indah, suara deburan ombak yang semakin jelas terdengar dan angin yang semakin kencang bertiup melewati mereka membuat rambut mereka berantakan.
"Aku tidak menyangka kau akan melakukan hal yang seperti itu hehe, bukankah itu sedikit memalukan"
"Entahlah, aku juga merasa aku seperti bukan diriku, tanpa sadar aku melakukannya hanya karena tiba tiba aku mendapat bunga, terimakasih karena kau masih menerimaku dan maaf karena saat itu aku berkata kasar kepadamu, aku sadar apa yang kulakukan berlebihan, setelah hari kau pergi aku malah sangat menantikan kedatanganmu padahal aku sendiri yang melarangmu datang, bukankah aku sangat aneh dan bodoh"
"Tidak, aku juga minta maaf, setelah hari ini aku berjanji akan lebih sering bergantung dan bersandar kepadamu sampai kau bosan dan kerepotan"
"Baiklah, aku akan menantikannya" ucapnya tersenyum.
Winter menarik tangan dan menghentikan langkah cassy, kedua tangannya meraih pundak wanita dihadapannya, mereka saling berhadapan dengan bibir yang tersenyum cerah, winter mencium kening cassy dengan lembut, kemudian ia mencium bibir cassy dengan tangannya yang beralih ke tengkuk wanita itu, sedangkan tangan cassy melingkari pinggangnya, Winter terus mencium bibirnya dan cassy pun mengikuti setiap irama dan gerakannya.
Langit senja seolah ikut menyaksikan dua insan yang saling mencintai.
***
Lima tahun kemudian..
Klontang klontang!! Cuurrrrr!!!! bunyi suara seseorang yang sedang memasak didapur dan bunyi air yang mengalir dari tempat pencuci piring.
Sedangkan di sebuah kamar terlihat ayah dan anak yang masih tertidur pulas dibawah satu selimut memakai piyama yang sama.
Cassy membuka pintu kamar itu "Bangun kaliannnnn!!!! kali ini kalian benar benar akan terlambat" ucapnya sembari membuka selimut mereka, namun mereka berdua sama sekali tak bergeming.
"Ayo bangun sayang sayangku!! hehehe!" cassy menggelitiki perut suami dan putranya.
"Hahaha hahaha, sudah cukup, cukup ibuuuuu hihi aku sudah bangun, ayah juga"
"Ahh.. seperti biasa ya kalian berlaga masih tidur padahal sudah bangun, ayo bangun! sayang kau juga bangun bukankah kau harus berangkat lebih cepat hari ini? kau bilang ada meeting!"
"Iya iyaa" winter bangun dengan wajah kusut dan rambut yang acak acakan, kemudian kedua ayah dan anak itu bangun bersamaan dan masuk ke kamar mandi.
Cassy tersenyum setelah menggeleng gelengkan kepalanya melihat punggung kedua pria yang sangat dicintainya itu lebih dari apapun didunia ini, kadang ia tak percaya bahwa kini ia telah menjadi seorang istri dan ibu dari putra tampan dan menggemaskan yang berusia hampir lima tahun. Perusahaan winterpun semakin besar dan berkembang pesat, hampir di seluruh penjuru kota sampai pelosok di negara ini cukup sering dijumpai Km Mart mini market.
.
Karena hidup hanya sekali, mari berusaha dan terus berusaha keras untuk mencapai apapun yang kita inginkan,lakukan apapun yang kau sukai, jangan biarkan kekuranganmu membatasimu, jika jatuh bangkitlah, jika jatuh lagi maka bangkitlah lagi, menangislah jika semua itu terasa menyakitimu, jika hidup yang tidak adil terus menggerogoti pikiranmu.. bertahanlah.. waktu akan menjawabmu,jangan bandingkan hidupmu dengan orang lain karena takaran kebahagiaan setiap orang berbeda beda, teruslah berusaha dan berusaha lagi karena seperti inilah hidup. Hidupmu sekarang adalah hidup yang terbaik untuk dirimu.. fighting!
Cassy/Ariel.
TAMAT
.
Terimakasih teruntuk semua pembaca yang telah membaca karya ini, terimakasih banyak karena akhirny saya bisa menyelesaikan karya kedua saya yang masih jauh dari sempurna, mohon maaf jika ada kata kata,gaya bahasa atau cerita yang kurang berkenan dihati anda sekalian.
Sejujurnya akhir akhir ini saya tengah mengalami masa masa berat dihidup saya, saya mampu bertahan dan terus kembali bersemangat setelah mencurahkan pikiran saya dalam cerita, saya baru menyadari bahwa melakukan hal yang disukai mampu membuat perasaan menjadi lebih baik, maaf curhat hehe.
Terimakasih kepada anda semua yang telah memberikan like, komen, vote, dan hadiah di karya ini, saya selalu melihat satu persatu nama nama yang setia mendukung saya selama ini,saya amat sangat menghargainya, saya sungguh berterimakasih berkat anda semua akhirnya saya bisa sampai di akhir cerita.Dukungan anda sekalian sangat berarti untuk saya. Tolong nantikan karya saya selanjutnya.
TERIMAKASIH BANYAK
Baca juga karya terbaru saya 'Queen Sword'
Mohon dukungannya teman teman terimakasih❤❤