SECOND LIFE

SECOND LIFE
Episode 87



Saat cassy keluar dari ruangan ia berpapasan dengan seseorang pria paruh baya memakai setelan jas, bertubuh agak besar yang wajahnya tak asing baginya serta sekretaris lux dan seorang pengawal yang berdiri dibelakang pria itu, pria itu tersenyum ramah kepadanya dan cassy hanya tersenyum tipis untuk membalas, lalu cassy meneruskan langkahnya dengan cepat.


Setelah mengetuk pintu Lux membuka pintu dan mempersilahkan pria itu masuk ke dalam ruangan keen, sementara pengawalnya berdiri di depan pintu,  keen tampak terkejut melihat orang besar dari dunia politik menemuinya secara langsung, lux menghampiri keen dan berbisik di telinganya.


"Silahkan duduk disini Tuan" ucap Lux menunjuk sofa diruangan itu.


Kemudian keen menghampiri duduk di hadapannya, sementara lux berdiri di belakang keen "Maaf, tapi apa yang membawa anda datang kemari? apa anda secara langsung ingin mendirikan bangunan? atau renovasi?"


"Tuan Keenan, tujuan saya datang kemari karena ada hal yang ingin saya bicarakan berdua saja dengan anda, karena ini menyangkut putri saya satu satunya, Ivana"


Deg, mata keen terperanjat ketika mengetahui bahwa ayah dari ivana adalah orang yang begitu berpengaruh didunia politik, karena ia sama sekali tak mencari tahu lebih dalam tentang asal usul wanita itu, yang ia tahu hanya ivana berasal dari keluarga kaya dan seorang model.


Pria itu melirik sekretaris lux, kemudian Keen menyuruh sekretarisnya untuk meninggalkan mereka.


Keen tampak tegang dan canggung, mengingat hubungannya dengan ivana yang ia anggap sepele tiba tiba menjadi hal yang sangat serius.


"Saya datang karena mendengar putri saya satu satunya tengah mengandung anak anda"


"Maaf, itu masih belum dipastikan sampai saya melakukan tes dna dengan anak tersebut" jawab Keen ragu ragu.


"Ya, saya mengerti posisi anda, saya juga sudah mendengar langsung dari putri saya,semua kesalahan ada pada putri saya dan alasan anda menolak bertanggung jawab, saya pastikan putri saya bukanlah seorang wanita yanga akan tidur dengan sembarang pria, tapi anda tetap tak bisa mengelak bahwa anda dan ivana telah berhubungan kan, karena itu ramai diberitakan di media sosial, jadi maksud kedatangan saya kemari adalah saya mau minta tolong demi nama baik saya dan juga anda saya harap anda menikahi putri saya secepatnya, kalian bisa bercerai jika memang nanti terbukti bahwa anak itu bukanlah anak anda!" ia menekankan ucapannya di akhir kalimatnya. Wajahnya tersenyum ramah, namun sorot matanya yang tajam tak bisa membohongi keen, itu adalah sebuah ancaman baginya. Keen pun tak bisa mengelak lagi, ia diam seribu bahasa di depan pria itu.Setelah menyelesaikan apa yang ingin dikatakannya pria itu pergi begitu saja.


Untuk pertama kalinya Keen merasa telah berurusan dengan orang yang salah, wajahnya muram dan tangannya mengepal, kini ia harus menikah dengan wanita yang sama sekali tak diharapkannya.kemudian ia memegangi dahinya dan merasa frustasi.


***


Begitu cassy keluar dari gedung perusahaan J Grup, langit sudah gelap, ia mengendarai mobilnya dengan pelan. tiba tiba terdengar suara gemuruh dari perutnya, ia mengelus perutnya.


Aku lupa makan dari siang,


"Baiklah, mari makan dulu perutku" gumamnya sembari melihat lihat sekitarnya.


Setelah berjalan cukup jauh cassy berhenti di depan sebuah restaurant barat, ia turun dari mobil setelah memarkir, kemudian ia berjalan masuk dan duduk di samping kaca yang tak jauh dari pintu masuk. Seorang pekerja restaurant menghampirinya dengan membawakan buku menu, ketika ia mulai memilih menu ia melihat winter berjalan keluar dihadapannya, ia tersenyum dan melambaikan tangan kearahnya, namun seketika ia kehilangan senyumnya saat mengetahui pria itu tengah bersama dengan Lily yang ia kenal sebagai teman kencan buta sebelum mereka menjalin hubungan. Cassy menggigit bibir bawahnya melihat mereka yang semakin menjauh.


Pantas saja dia tak membalas pesanku, ternyata dia sedang sangat sibuk,tiba tiba aku kehilangan selera makanku.


Cassy pun mengurungkan niatnya untuk makan karena kehilangan selera begitu melihat kekasihnya bersama wanita lain, ia pun kembali ke mobilnya dan bergegas pulang ke rumahnya, ia terhenti tepat di depan pintu rumah winter.


Kelihatannya masih belum pulang yahh, hahhh terserahlah.


Winter baru saja sampai dirumahnya, ia meletakkan tasnya dan membuka jasnya, kemudian melihat ponselnya, jam menunjukkan pukul sebelas,ia  membuka chat dari cassy yang belum sempat ia balas yang menanyakan keadaannya apakah dia baik baik saja dan mengingatkan makannya, tanpa berpikir panjang ia bergegas kembali keluar, ia berada didepan pintu rumah cassy, hari ini ia pulang sangat larut karena harus menyelesaikan masalah pekerjaannya, tangannya hendak memencet bel namun ia mengurungkan niatnya karena takut mengganggunya yang sudah tidur.


Winter mulai menerka nerka kode pintu cassy, ia mencoba tanggal ulang tahunnya dan langsung berhasil, "kode yang terlalu mudah, dia harus segera menggantinya" gumamnya sembari membuka pintu dan berjalan perlahan, ia menutup kembali pintu dengan hati hati, awalnya ia hanya ingin melihat wajahnya yang sedang tidur dan melihat dia baik baik saja lalu kembali, namun begitu winter membuka kamarnya, wanita itu tidur dengan handuk yang masih menempel dikepala.


Ia berjalan mendekat mengambil hair dryer di meja riasnya, kemudian ia membuka handuk di kepalanya yang masih basah, diam diam ia mengeringkan rambutnya, karena suara dari pengering rambut cassy terbangun, ia perlahan membuka matanya karena merasakan sentuhan seseorang dan suara berisik dari pengering rambut, diam diam ia melihat wajah kekasihnya itu yang tengah fokus mengeringkan rambutnya.


Dia masih memakai kemeja kerjanya, apa dia baru saja pulang dan langsung kemari? tunggu.. bagaimana dia bisa masuk? apa ini mimpi? tidak mungkin, aku merasakan angin hangat di pengering rambut.


Setelah rambutnya kering ia mematikan alat itu dan menaruhnya kembali ke tempat asalnya, Winter menoleh ke wajah cassy, terlihat matanya terbuka dan tampak sedang terhanyut dalam pikirannya sendiri "Maaf anda terbangun karena berisik yaa, ini sudah selesai anda bisa tidur lagi" ucapnya lembut.


Cassy menatap wajahnya "Anda pasti baru saja pulang kerja,apa tidak lelah?"


"Tentu sedikit lelah, tapi saya ingin melihat anda, tapi bagaimana bisa anda tidur dengan keadaan rambut basah? anda bisa terkena flu, ctakkk" ia menyentil dahinya.


"Awww sakit tahu!" ia memegangi dahinya.


"Itu hukuman untuk anda karena tidak menjaga kesehatan anda sendiri"


Cassy menatapnya sembari memegangi dahinya, ia merasa terharu atas perlakuannya.


Apa yang telah kupikirkan tadi? bagaimana bisa laki laki baik sepertinya akan menemui wanita lain tanpa alasan,aku malu kepada diriku sendiri telah berfikir yang tidak tidak tentangnya, aku selalu bertindak implusif dan kekanak kanakan.


"Apa sakit sekali?" winter membuka tangan cassy yang berada di dahinya lalu ia meniupnya.


"Maaf" ia menoleh ke wajah di bawahnya, wanita itu tengah menatapnya lekat lekat.


Mata winter tertuju pada bibir wanita dihadapannya, tanpa pikir panjang ia segera mencium bibirnya dengan lembut, perlahan dan semakin dalam, mereka begitu terhanyut dengan ciuman yang dilakukan di malam yang sunyi, hanya terdengar suara nafas yang terengah engah dan suara dari ciuman mereka. Bibir winter mulai bergerak kebawah menciumi lehernya, tangannya masuk ke dalam baju cassy dan menelusuri perutnya.


Tiba tiba terdengar suara "Kruyuukkkkk" dari perut cassy, sehingga memecah keheningan mereka berdua, Winter membuka mata dan menghentikan aktifitasnya, sedangkan cassy menutup wajahnya dengan tangan karena merasa sangat malu.


Astaga, dasar perut sialan yang tidak peka, haruskah kau bunyi sekeras itu disituasi seperti ini? aku sangat malu sekarang, lubang! adakah lubang untukku bersembunyi?.


"Pfffttttttt, hahahaha" Winter tertawa geli melihat wajah cassy saat ini.


Bersambung............................