
Setelah sampai di rumahnya ia menuju kamar dan langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, tak butuh waktu lama akhirnya ia tertidur, hari telah senja cassy masih tertidur pulas, namun dering keras hp nya membangunkannya, ia membuka setengah matanya melihat layar ponselnya terlihat panggilan masuk dari nomor baru, ia mengangkat panggilan tersebut lalu memiringkan tubuhnya.
"Haloo, maaf ini siapa?"
"Saya Louise, apa anda ada waktu?"
"Ahh, miss louise ada apa yaa?"
"Saya ingin bertemu dengan anda sebelum kembali ke negara saya besok pagi, apa anda ada waktu?"
"Tentu saja"
"Baiklah, saya akan menunggu anda di restaurant hotel tempat saya menginap"
"Baiklah, mari bertemu jam enam ini"
"Baik, sampai jumpa nona cassy"
Cassy pun bangun dari tidurnya dan bergegas bersiap siap, ia mulai memilah bajunya, "Karena ini bukan pertemuan resmi maka aku tidak perlu memakai dress kan?" gumamnya seraya berdiri dicermin mencocokan bajunya.
Miss louise adalah salah satu istri dari klien Keen saat mereka masih menjalin pernikahan kontrak yang mereka temui di hotel imperial, setelah pertemuannya waktu itu, ini adalah kali pertama orang asing itu menghubunginya, dia adalah wanita cantik yang ramah dan anggun yang usianya lebih tua tujuh tahun dari cassy.
Ia memilih setelan celana dan blazer berwarna peach lalu menguncir kuda rambut panjangnya dengan menyisakan beberapa helai rambut pendek di depan, lalu ia mengambil tas jinjing kecil berwarna hitam, ia memasukkan dompet dan hp nya ke dalam tasnya, lalu ia mengambil kunci mobil dan membuka pintu rumahnya.
Ia keluar bersamaan dengan seseorang yang tinggal di sebelah rumahnya, ini adalah pertemuan pertama mereka setelah percakapan mereka di taman rumah sakit, mereka saling menatap, pria itu terlihat rapi dengan setelan jasnya yang seperti biasa, bedanya kini ia menanggalkan kacamata beningnya sehingga bulumata lentiknya terlihat jelas, tercium pula aroma parfum yang menenangkan, sangat cocok dengan kesan dan penampilannya saat ini.
"Hai, anda masih tinggal disini?" sapa cassy dengan canggung.
"Ahhh iya, anda sejak kapan kembali disini?" jawabnya yang sama sama canggung.
"Saya baru hari ini kembali tinggal disini, ba baiklah sepertinya anda sibuk sampai jumpa lagi"
"Yaa" pria itu mengangguk dengan sopan.
lalu cassy bergegas pergi mendahuluinya, ia menunggu lift naik dengan tidak sabar karena situasinya akan lebih canggung jika mereka sampai berada dalam ruangan sempit yang sama, lift pun terbuka didepannya, ia segera masuk dan kembali menutup pintu lift, entah mengapa ia merasa lega karena Winter tak segera menyusulnya. yah, ternyata Winter sengaja menjaga jarak, ia berjalan perlahan agar mereka tidak berada dalam lift yang sama karena ia melihat sepertinya wanita itu terlihat tidak nyaman berada didekatnya, ia memahami perasaannya yang pastinya merasa tak enak hati setelah memintanya meninggalkannya. "Syukurlah dia terlihat baik baik saja" gumamnya.
Winter mengendarai mobilnya dan berhenti di sebuah gedung hotel mewah, ia turun dan berjalan masuk, sampailah ia di restaurant tempatnya berjanjian dengan seorang wanita yang adalah partner kencan butanya yang dikenalkan oleh sekretarisnya yang bernama jenie, langkahnya terhenti ketika melihat wanita yang melambai kepadanya dengan senyum diwajahnya, ia mengangguk dan melanjutkan langkahnya menghampiri wanita itu, ia duduk dihadapan wanita bernama Lily itu setelah berjabat tangan perkenalan.
Mereka memulai obrolan obrolan kecil tentang hobi dan pekerjaan serta keseharian mereka, Lily adalah wanita cantik yang memberikan kesan pertama baik, lembut dan ramah, ia adalah kriteria wanita yang sangat cocok dijadikan seorang istri atau kekasih, namun pandangan mata Winter terfokus pada seseorang yang tengah duduk sendirian sedang menunduk terfokuskan oleh hp nya di sebelah tempatnya duduk saat ini.
Seorang wanita asing menghampiri cassy, "Hai, lama tak bertemu nona cassy" sapanya lalu cassy bangun dan mereka berpelukan, kemudian mereka duduk berdampingan.
Wanita itu menyibak rambutnya dengan tersenyum tipis "Ahhh kau bisa saja, kau yang lebih cantik, bagaimana keadaanmu akhir ini? saya turut prihatin dengan apa yang terjadi padamu, hahhh... sayang sekali padahal kalian berdua adalah pasangan yang sangat serasi" ucapnya seraya mengelus elus lembut punggung cassy.
"Anda pasti sudah membaca artikel tentang kami yaa, tapi saya sungguh baik baik saja" ucap cassy seraya tersenyum tipis.
"Dasar wanita murahan perebut suami orang, siapa namanya? ahh aku ingat dia seorang model yang tidak terkenal bernama Ivana kan, dasar wanita ****** bla bla bla" tiba tiba louise mengucapkan kata kata umpatan dengan keras hingga membuat cassy kewalahan menghadapi bisikkan orang orang sekitar, tapi disisi lain cassy merasa lega karena wanita itu menunjukkan kasih sayang kepadanya dan berada dipihaknya.
Tiba tiba datang seorang wanita dari belakang cassy, wanita itu menepuk pundak cassy dengan kasar kemudian tanpa babibu menampar pipi cassy, cassy pun sangat kaget dibuatnya hingga ia refleks berdiri, orang orang disana pun begitu terkejut dibuatnya tak terkecuali miss louise.
"Ivana? apa yang kau lakukan mengapa kau tiba tiba menamparku?" ucapnya dengan kesal seraya memegangi pipinya yang sakit.
"Bisa bisanya kalian berdua memaki maki orang ditempat umum dengan keras begitu!! Asal kalian tahu wanita ini yang merebut kekasih saya terlebih dahulu, saya hanya berusaha mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milik saya" ia berkoar dengan lebih keras membuat semua pengunjung disana menjadikan mereka sebagai pusat tontonan.
"Cukup ivana!!! Kau hanya akan mempermalukan dirimu sendiri!!" ucapnya lirih.
"Ayo kita pergi dari sini miss Louise"
"Ya, baiklah"
Cassy mengambil tasnya, lalu Ivana berjalan cepat menghampiri seorang pelayan yang tengah membawa semangkok besar sup panas yang masih mengepul, ia sangat marah, berjalan dengan cepat ke arah cassy lalu dengan sengaja melemparkan sup ditangannya itu dari belakang, semua orang disana sangat terkejut hingga berteriak seakan mereka yang terkena siraman sup panas itu, terlebih lagi teman kencan buta winter, cassy tampak bingung mengapa orang orang berteriak melihat ke arahnya ia menoleh kebelakangnya namun terlihat winter yang telah menghadang menggantikannya tersiram sup panas dari ivana.
"A apa yang terjadi??" cassy melihat air yang menetes dari baelakang baju winter dan ia melihat ivana memegang mangkok besar yang kosong.
Tanpa pikir panjang Cassy menarik winter keluar dari sana, mereka masuk ke toilet. Dengan wajah dan ekspresi yang sangat khawatir Cassy segera membuka jas winter lalu membuka satu persatu kancing kemejanya dengan cepat. "Apa yang sedang anda lakukan?" ucap winter canggung sekaligus bingung.
"Diamlah, terkena air panas harus segera dikompres dengan air dingin agar luka anda tidak semakin parah, seharusnya anda tidak perlu menggantikan saya, mengapa anda melakukan hal yang merugikan diri anda sendiri, apa sangat sakit? pasti panas sekali kan?" ia terus saja mengomel seraya mengompres punggung winter yang tampak kemerahan dan kulitnya mengelupas dengan sapu tangan yang dibawanya.
"Tapi, nona cassy" ucap winter yang ragu ragu sekaligus malu secara tidak sengaja telah menunjukkan tubuhnya yang tanpa memakai baju.
"Ini sangat parah, anda harus segera diobat------" ucapnya terhenti karena Winter menutup mulutnya dengan telapak tangannya lalu membawa cassy masuk ke dalam kamar mandi karena itu adalah toilet pria, winter mendengar seseorang datang, ia berhasil membawa cassy bersembunyi di dalam sana sebelum orang itu melihat mereka.
Cassy mencoba menarik tangan winter dari bibirnya namun winter memberikan isyarat dengan tangannya agar wanita itu diam, cassy pun menyadari mengapa winter bersikap seperti itu, ia merasa benar benar konyol karena masuk seenaknya ke dalam toilet pria, setelah mendengar dua orang pria masuk dan berbicara, apa yang akan mereka pikirkan ketika seorang wanita masuk ke sana? wanita mesum. begitulah biasanya.
Tapi, apa apaan posisi ini?, tanganya baru saja membuka baju seorang pria tanpa pikir panjang, bukan sembarang pria tapi pria yang belum lama ini ia tolak cintanya, dan, dan tangan itu kini berada tepat di dada telanjang pria itu, "Aku sungguh malu, jantungku berdegup kencang, apa apaan ini? apa jantungku bermasalah lagi? ini pertama kalinya semenjak aku hidup kembali jantungku kembali tidak normal" pikirnya dalam hati, lalu ia mendongakkan kepalanya mencuri pandang wajah pria dihadapannya dan pria itu menatapnya, tatapan mereka berdua bertemu.
Deg deg deg "aku takut jika sampai dia sampai mendengar detak jantung yang sedang tidak normal ini, ahhh mengapa wajahku sangat panas?" pikirnya lagi.
Setelah suasana hening winter melepaskan tangannya dari bibir cassy "Maaf" ucapnya seraya mengalihkan pandangannya.
Bersambung...............................